Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analysis of Food Security of Rubber Farmers in Lubuk Raja District, Ogan Komering Ulu Regency Amel Permatasari; Munajat Munajat; Yetty Oktarina
Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan Vol 3 No 2 (2026): Januari
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jipper.v3i2.5930

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the level of household food security among rubber farmers in Lubuk Raja District, Ogan Komering Ulu Regency, using the proportion of food expenditure as an indicator of food security. Methodology/Approach: A survey method was employed in January 2024. The population consisted of 300 rubber farmers owning approximately 1 hectare of land. Using the Slovin formula with a 10% margin of error, 70 respondents were selected through simple random sampling. Results: The findings show that the average monthly food expenditure of rubber farmer households was IDR. 1,328,204, while non-food expenditure averaged IDR. 1,434,749, resulting in a total household expenditure of IDR. 2,762,953 per month. The proportion of food expenditure reached 48.07%, which is below the 60% threshold commonly used to indicate food security. Conclusions: Rubber farmer households in Lubuk Raja District can be classified as food secure, as reflected by their relatively low proportion of food expenditure. Despite fluctuations in rubber prices, the structure of household income and expenditure indicates adequate access to food. Limitations: his study is limited to the use of food expenditure proportion as the sole indicator of food security and focuses only on rubber farmers with 1-hectare land ownership in a single district. Contributions: This research contributes empirical evidence on household food security conditions among rubber farmers in rural Indonesia and provides useful insights for policymakers in designing targeted agricultural and food security programs, particularly in regions highly dependent on plantation commodities.
Pendampingan Inovasi Dendeng Kulit Singkong Di Kecamatan Sosoh Buay Rayap Kabupaten OKU Fifian Permata Sari; Munajat
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (DIASYA) Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DIASYA)
Publisher : Rumah Jurnal PT Citra Air Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71200/diasya.v2i1.232

Abstract

Komoditas Singkong merupakan komoditas yang sangat banyak ditanam di Indonesia karena suburnya tanah Indonesia membuat tanaman ini sangat mudah tumbuh dan dibudidayakan.  Hasilnya pun banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan tepung, kue, kerupuk dan keripik.  Banyak UKM yang memanfaatkan bahan baku singkong untuk diolah kembali karena harganya yang murah dan tersedia sangat banyak. Kepedulian terhadap banyaknya sampah rumahtangga, khususnya kulit singkong di beberapa UKM yang menggunakan bahan baku singkong, membuat munculnya ide untuk mengolah kulit singkong menjadi bahan olahan pangan baru, yaitu dendeng kulit singkong (denlitkong). Dendeng kulit singkong merupakan salah satu camilan yang bisa dijadikan bahan lauk.  Dikemas dalam keadaan agak basah selayaknya rendang dan kaya akan bumbu rempah, bisa dijadikan sebagai gulai pendamping makan nasi layaknya lauk pauk yang lain.  Berdasarkan analisa ekonominya, usaha dendeng kulit singkong membutuhkan modal (nilai investasi) sebesar Rp. 9,007,220 dengan biaya tetap Rp.1,547,797. Pengeluaran dengan nilai variabel Rp. 14,787,000 dan total biaya operasional yang dikeluarkan sebesar Rp.16,334,797. Pendapatan yang dihasilkan selama sebulan dari bisnis ini adalah sebesar Rp. 19,500,000. Dengan begitu keuntungan bisnis dendeng kulit singkong selama sebulan sebesar Rp.3,165,203. Untuk balik modal dalam bisnis ini membutuhkan waktu yang tak lama yakni selama 3 bulan. Usaha baru ini dapat menggandeng usaha lainnya yang telah ada untuk diajak kerjasama dalam hal mengatasi limbah usaha, contohnya dengan menggandeng UKM Keripik yang operasionalnya selalu menggunakan bahan baku singkong dan selama ini kulit singkong menjadi bahan buangan atau limbah rumahtangga dari UKM tersebut.  Dendeng kulit singkong menjadi salah satu produk inovasi yang mampu.
Pendampingan Inovasi Pemanfaatan Bonggol Jagung Sebagai Media Tanam Jamur Di Kecamatan Sosoh Buay Rayap Kabupaten OKU Munajat; Fifian Permata Sari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (DIASYA) Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (DIASYA)
Publisher : Rumah Jurnal PT Citra Air Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71200/diasya.v2i1.233

Abstract

Pemanfaatan bonggol jagung menjadi media tanam jamur merupakan upaya pendampingan yang diberikan pada masyarakat Kecamatan Binaan Sosoh Buay Rayap OKU, dimana mayoritas penduduk adalah sebagai petani jagung. Kegiatan panen jagung yang kemudian diolah menjadi jagung pipilan kering menghasilkan banyak sampah berupa bonggol jagung kering yang dalam waktu lama menumpuk menjadi sampah dan menimbulkan masalah karena tumpukan bonggol jagung sulit untuk diuraikan oleh lingkungan. Pendampingan pemanfaatan bonggol jagung ini selain mengatasi masalah sampah juga mendatangkan keuntungan buat petani melalui usahatani jamur janggel dan hilirisasi usaha ini mampu membuka lapangan pekerjaan baru untuk Masyarakat melalui pengolahan jamur menjadi keripik jamur. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi terbukanya lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat lewat tumbuhnya UMKM baru di Kecamatan Sosoh Buay Rayap. Luaran yang diharapk
PENDAMPINGAN HILIRISASI DURIAN MENJADI LEMPOK IMUT SEBAGAI OLEH-OLEH KHAS OKU Fifian Permata Sari; Munajat
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIMAS) Universitas Baturaja Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (ABDIMAS) Universitas Baturaja
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/abdimu.v6i1.3458

Abstract

The aim of this community service activity is to provide assistance to the community in processing durian as a fruit that is widely cultivated and is characteristic of local fruit wealth in South Sumatera, especially in OKU Regency.  So far, when durian is harvested in large quantities, it is only sold fresh or made into tempoyak. The method used in this service activity are observation, persuasive and cognitive method through  a  direct training and practice method for PKK women, Lubuk Raja District, OKU Regency, South Sumatera Province. The results shows that there was an increase in the participants' knowledge, and skills in processing durian into snacks in the form of cute lempok which can be used as a typical OKU souvenir. Assistance and training with direct practice so that people are trained in making durian snacks as souvenir products and it is hoped that this program can continue in the future. It is hoped that the cute lempok innovation will be able to contribute to increasing people income through the sale of new innovative souvenirs.
Analisis Finansial Usaha Peternakan Ayam Broiler pada Sistem Kemitraan PT. Ciomas di Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Hasanudin Hasanudin; Munajat Munajat; Yetty Oktarina
Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/emis.v4i3.696

Abstract

The core-plasma partnership system in the broiler chicken industry is an agribusiness strategy to improve production efficiency and mitigate farmers’ business risks. The novelty of this study lies in integrating production cost structure and Cost of Production (COP) analysis with four investment feasibility indicators and switching value analysis of two key risk variables: feed price and live chicken selling price. This study aimed to analyze the cost structure, revenue, COP, financial feasibility, and sensitivity of broiler farming in Sinar Peninjauan District, Ogan Komering Ulu Regency. A descriptive quantitative approach was applied to nine active plasma farmers selected through purposive sampling. Observations covered one production cycle (35–40 days), with data validity strengthened through source and technique triangulation. Financial feasibility was evaluated over a 10-year investment horizon using a 10% discount rate. Results showed an average production cost of IDR 430,222,222 per cycle, with feed accounting for 61.00%. Average revenue was IDR 470,353,844, generating net income of IDR 40,131,622 per cycle. COP of IDR 18,468/kg was lower than the average selling price of IDR 20,189/kg, resulting in a margin of IDR 1,721/kg. Financial feasibility analysis yielded an NPV of IDR 1,324,206,166, IRR of 69.84%, Net B/C of 4.29, and Payback Period of 1.43 years, indicating financial feasibility. Switching value analysis showed greater sensitivity to a decline in live chicken selling price, with a tolerance limit of 6.55%, compared with a 9.94% tolerance for an increase in feed price.
Strategi Pengembangan Padi Organik Berkelanjutan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Sumarlin Sumarlin; Munajat Munajat; Yetty Oktarina
Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Kalibra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/emis.v4i3.692

Abstract

Sustainable organic rice farming is essential for strengthening food security, improving farmers’ economic welfare, and preserving environmental sustainability. This study aims to examine the internal and external factors affecting the development of sustainable organic rice farming and to formulate appropriate development strategies in East Ogan Komering Ulu Regency. A survey method was employed involving 70 respondents selected based on their knowledge and participation in organic rice farming development. Data were analyzed using SWOT analysis by identifying, weighting, and rating internal and external strategic factors. The findings indicate that key strengths include extensive agricultural land, favorable soil conditions, farmers’ experience, local government support, and sufficient agricultural labor. Major weaknesses consist of limited farmer knowledge, high organic certification costs, inadequate marketing, relatively low productivity during the initial implementation period, and limited adoption of modern technology. Opportunities include rising demand for organic rice, increasing consumer awareness of healthy food, government support programs, potential access to modern and export markets, and advances in environmentally friendly agricultural technologies. Threats include pest attacks, climate change, competition from conventional rice, relatively high organic rice prices, agricultural land conversion, and unstable rice prices. SWOT analysis places organic rice development in Quadrant I, indicating an aggressive growth strategy. Therefore, development should prioritize increasing production, strengthening farmer capacity and institutions, expanding market access, adopting environmentally friendly technologies, and enhancing government support to achieve sustainable food security in East Ogan Komering Ulu Regency.