Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISA EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN YOGURT DARI BAHAN BAKU KEDELAI DENGAN KAPASITAS 7000 TON/TAHUN Rachmawati, Annisa Kusuma Nur; Hendrawati, Nanik
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.253

Abstract

Pendirian pabrik yogurt dari bahan baku kedelai ini menjadi salah satu inovasi mengenai pengolahan susu kedelai di Indonesia. Dengan adanya pabrik ini maka akan mendukung pemerintah dalam hal industri olahan pangan dan ekonomi di masyarakat. Pabrik yogurt dari bahan baku kedelai ini didirikan dengan kapasitas 7000 ton/tahun. Pabrik yogurt kedelai ini berbentuk Persereoan Terbatas (PT) terletak di Lamongan, Jawa Timur. Pabrik beroperasi selama 330 hari dalam setahun dan 24 jam per hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan pendirian pabrik berskala industri secara ekonomi. Evaluasi ekonomi dilakukan berdasarkan perbandingan antara grafik Cumulative Net Present Value (CNPV) terhadap perubahan parameter yaitu nilai kurs dolar. Dari hasil perhitungan ekonomi menunjukkan pabrik yogurt kedelai memperoleh keuntungan jika nilai tukar dolar di bawah Rp 18.000. Nilai Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp. 352.698.835.386, Gross Profit Margin (GPM) sebesar 108.904.561.261,7, Pay Out Time (POT) dalam waktu 3,1 tahun, Rate Of Investment (ROI) sebelum pajak 51,46% dan sesudah pajak sebesar 24,08%, Break Event Point (BEP) sebesar 46%, dan titik Shut Down Point (SDP) terjadi pada kapasitas 1147,85 ton. Dari hasil analisa ekonomi tersebut menunjukan bahwa semua parameter menunjukkan nilai positif yang menunjukkan bahwa proyek pabrik yogurt ini layak didirikan dan dijalankan secara komersial dalam skala besar.
STUDI PERHITUNGAN HEAT EXCHANGER TIPE DOUBLE PIPE PADA PROSES PEMBUATAN SABUN MANDI PADAT DENGAN TAMBAHAN SARI CUCUMBER DAN KAPASITAS 6300 TON/ TAHUN Damayanti , Novia; Hendrawati, Nanik
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 2 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i2.379

Abstract

Kebutuhan sabun mandi di era pandemi mengalami kenaikan yang signifikan. Peningkatan kapasitas produksi ataupun pembangunan pabrik baru diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Salah satu hal yang perlu dilakukan dalam perancangan pabrik sabun adalah perhitungan Heat Exchanger. Dalam pembuatan sabun menggunakan proses trigliserida dibutuhkan pemanasan awal bahan. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban reaktor dan memudahkan proses saponifikasi terjadi didalam reaktor saat proses reaksi berlangsung. Selain itu, pemanas yang digunakan harus di desain terlebih dahulu agar layak digunakan dan dapat mengurangi biaya pemeliharaan di masa depan. Desain alat ini akan didasarkan pada studi literatur dan perhitungan manual menggunakan Ms. Excel . Proses pemanasan dilakukan dengan suhu bahan masuk Heat Exchanger sebesar 30◦C hingga suhu keluar dari Heat Exchanger yang akan masuk ke dalam Continuous stirred-tank reactors (CSTR) menjadi 70◦C. Dari perhitungan menggunakan Ms. Excel didapatkan dimensi pipa dengan panjang hairpin 12 ft, nilai luas perpindahan panas sebesar 20,880 ft2, serta nilai Foulling Factor (Rd) hitung sebesar 0,002 dan nilai Foulling Factor (Rd) pembanding sebesar 0,002, sehingga dari hasil perhitungan tersebut spesifikasi Heat Exchanger sudah memenuhi syarat dilihat dari nilai Foulling Factor (Rd) hitung sama dengan Foulling Factor (Rd) ketentuan atau pembanding, yang mana Heat Exchanger dalam keadaan baik dan layak operasi.
PENGARUH KONSENTRASI NATRIUM HIDROKSIDA (NAOH) DALAM PROSES PEMBUATAN SWEET POTATO SOAP Islamy, Amildha Amalia Furqon; Hendrawati, Nanik
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 4 (2022): December 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i4.419

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman yang pesat tingkat kesadaran masyarakat Indonesia dalam memelihara kesehatan tubuh semakin meningkat. Dibuktikan dengan adanya permintaan masyarakat terhadap produk sabun mandi padat yang tidak hanya melindungi kulit dari ancaman bakteri dan virus tetapi juga memberi manfaat lebih bagi kesehatan kulit. Sehingga dibutuhkan inovasi dan perkembangan teknologi terhadap produksi sabun. Salah satu bentuk inovasi yang dilakukan adalah dengan menambahkan ekstrak sweet potato dalam proses pembuatan sabun mandi padat. Proses yang digunakan pada penelitian ini adalah saponifikasi dengan cold process, yaitu proses berlangsung tanpa melibatkan pemanasan. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh rasio minyak kelapa sawit, minyak kelapa (VCO) dan minyak zaitun serta konsentrasi NaOH terhadap karakteristik sweet potato soap, yaitu dengan rasio minyak sawit : minyak VCO : minyak zaitun adalah 10:20:20; 20:10:20;20:20:10 dan variasi konsentrasi larutan NaOH 20;30;40 % (b/v) terhadap volume air. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi konsentrasi NaOH yang digunakan akan meningkatkan nilai derajat keasaman (pH) dan nilai kadar alkali bebas. Kemudian semakin tinggi jumlah rasio minyak VCO dan minyak kelapa sawit terhadap minyak zaitun akan meningkatkan nilai pH dan kadar alkali bebas pada sabun mandi padat. Sabun mandi padat yang memenuhi SNI 3532:2016 didapatkan pada variasi konsentrasi NaOH 20% dengan komposisi minyak 20:10:20. Pada variabel tersebut dihasilkan nilai pH sabun 9 dan kadar alkali bebas 0,014%.
ANALISIS EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK KARBON AKTIF DARI BAHAN BAKU TONGKOL JAGUNG DENGAN KAPASITAS 38.000 TON/TAHUN Isnaini, Shahnaz Putri; Hendrawati, Nanik; Susanti, Ari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4189

Abstract

Dalam era industri seperti sekarang, industri kimia mengalami pertumbuhan yang meningkat, yang mengakibatkan peningkatan permintaan akan bahan baku industri, bahan kimia, dan tenaga kerja. Salah satu bahan baku yang dibutuhkan dalam industri kimia adalah produk turunan dari jagung. Di Indonesia, produksi jagung selama lima tahun terakhir meningkat rata-rata 12,49% per tahun. Dalam konteks produksi jagung yang besar ini, penggunaan jagung yang berlebihan menyebabkan peningkatan limbah tongkol jagung yang berpotensi mencemari lingkungan. Tongkol jagung yang mengandung senyawa karbon tinggi, terutama selulosa (41%) dan hemiselulosa (36%), menunjukkan bahwa tongkol jagung dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif. Melihat banyaknya kebutuhan karbon aktif didalam negeri maka direncanakan pendirian pabrik karbon aktif di Indonesia. Pendirian pabrik karbon aktif ini mempunyai prospek yang bagus di masa mendatang baik untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri maupun untuk ekspor. Analisis ekonomi pada pendirian pabrik karbon aktif bertujuan untuk menunjukkan kelayakan pendirian pabrik karbon aktif dari bahan baku tongkol jagung dengan kapasitas 38.000 ton/tahun dan mengidentifikasi potensi keuntungan dari pabrik tersebut. Hasil perhitungan analisis ekonomi menunjukkan bahwa Total Capital Investment (TCI) pabrik ini sebesar Rp278.512.508.590,69 sedangkan Total Production Cost (TPC) sebesar Rp253.802.470.649,73. Laba kotor yang dihasilkan adalah Rp126.197.529.350,00 dan laba bersih sebesar Rp82.334.394.078,00. Tingkat pengembalian modal (ROI) sebelum dan sesudah pajak adalah masing-masing 57% dan 37%. Pabrik ini akan mencapai titik impas (BEP) pada kapasitas sebesar 42,3%. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, prarancangan pabrik kimia ini dianggap layak untuk didirikan.
PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG DALAM PEMBUATAN KARBON AKTIF DENGAN AKTIVATOR NaOH DAN Na2CO3 Safitri, Dea Isma; Hendrawati, Nanik; Ramadhana, Rucita
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4939

Abstract

Tongkol jagung adalah salah satu limbah perkebunan jagung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karbon aktif dengan kelebihan antara lain biaya proses rendah, kadar abu yang rendah, dan ramah lingkungan. Hal ini didukung dengan permukaan berpori serta adanya kandungan senyawa karbon yang cukup tinggi, yaitu selulosa (41%) dan hemiselulosa (36%) di dalam tongkol jagung sehingga berpotensi sebagai bahan pembuat karbon aktif. Proses pembuatan karbon aktif terdiri dari beberapa tahapan yaitu tahap persiapan bahan, tahap pirolisis, dan tahap aktivasi karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum pembuatan karbon aktif dari tongkol jagung dengan memvariasikan jenis aktivator, konsentrasi aktivator, dan lama waktu pirolisis terhadap kualitas karbon aktif yang diperoleh. Tahap persiapan bahan berupa proses pencucian dan size reduction dari tongkol jagung. Kemudian dilanjutkan proses pirolisis dengan menggunakan furnace selama 2 dan 4 jam pada suhu 550°C. Hasil pirolisis atau karbonisasi tongkol jagung dihaluskan kemudian diayak dengan ukuran 60 mesh. Setelah itu dilanjutkan proses aktivasi menggunakan dua jenis aktivator yaitu NaOH dan Na2CO3 dengan variabel konsentrasi 0,5 N; 1 N; dan 2 N. Analisis karbon aktif yang diperoleh berupa analisis kadar air, kadar abu, dan daya serap iodin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif dengan kadar air dan kadar abu yang relatif rendah namun memiliki daya serap yang cukup tinggi dimana masih memenuhi SNI 06-3730-1995 dihasilkan dengan waktu proses pirolisis selama 4 jam dan aktivator NaOH 0,5 N.