Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Efektivitas Senam Nifas Dengan Media Video Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Nifas Gladis Angelina, Arvemin Sovia; Ani Media Harumi; Yuni Ginarsih; Evi Yunita Nugrahini
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.226

Abstract

Selama masa nifas, organ reproduksi secara perlahan akan mengalami perubahan seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan organ reproduksi ini disebut involusi. Perdarahan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu pada masa nifas, dimana 50%-60% karena kegagalan uterus berkontraksi secara sempurna. Kontraksi uterus yang tidak kuat berkontraksi akan menyebabkan involusi uteri tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan masa nifas yang efektif, salah satunya adalah senam nifas. Efektivitas promosi kesehatan sangat bergantung pada media yang digunakan selama penyuluhan. Salah satu media yang menarik dan interaktif adalah video. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui efektivitas senam nifas dengan media video terhadap involusi uteri ibu nifas di PMB Afah Fahmi. Jenis penelitian ini menggunakan desain Pre experimental dengan pendekatan One Group Pre-test Post-test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di PMB Afah Fahmi yang berjumlah 84 responden. Sampel berjumlah 38 responden diambil menggunakan Purposive Sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian dengan menggunakan lembar checklist dan video senam nifas. Analisis data bivariate menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian ini adalah hampir seluruh involusi uteri ibu nifas berjalan dengan normal (92%) sebelum diberikan intervensi senam nifas dan berjalan dengan cepat (89,5%) sesudah diberikan intervensi senam nifas dengan media video. Hasil uji analisis Wilcoxon signed rank test didapatkan p-value = 0,001 yang berarti terdapat efektivitas antara senam nifas dengan media video terhadap involusi uteri pada ibu nifas di PMB Afah Fahmi. Senam nifas yang dilaksanakan secara benar, rutin dan teratur akan membantu menguatkan kontraksi otot rahim sehingga mempercepat involusi uteri. Penggunaan media video, dalam senam nifas ini menawarkan aksesibilitas yang tinggi, memungkinkan ibu nifas untuk mengikuti senam kapan saja dan di mana saja. Diharapkan senam nifas dapat dijadikan salah satu program rutin karena dapat memberikan banyak manfaat untuk menangani komplikasi masa nifas.
STATUS GIZI DAN KADAR GLUKOSA DARAH LANSIA DI POSYANDU ABIYOSO POLKESBAYA Juliana Christyaningsih; Luthfi Rusyadi; Imam Sarwo; Ferry Kriswandana; Sri Utami; I Dewa Gede Hari Wisana; Edy Haryanto; Minarti; Hilmi Yumni; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati; Irwan Sulistio; Taufiqurrahman; Isnanto; Endro Yulianto; Retno Sasongko Wati; Fitri Rokhmalia; Siti Mar'atus; Slamet Wardoyo; Liliek Soetjiatie; Yuni Ginarsih; Ira Rahayu Tiyar Sari; Ira Puspitasari
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v8i2.609

Abstract

Currently, the percentage of the elderly population in Indonesia has increased much higher than in previous years. As people age, their immune system decreases and they are more likely to be affected by diabetes mellitus. In Indonesia, diabetes mellitus currently ranks as the third most prevalent cause of mortality following cardiovascular disease. Diabetes mellitus is closely associated with blood glucose levels. People with high blood glucose levels have a tendency to be overweight or obese. The increasing prevalence of diabetes mellitus in the elderly, it will have an impact on hampering the development of the country. To improve the quality and life expectancy in the elderly, preventive measures are needed to increase excess glucose levels in the body. From these problems, community service activities were conducted in the form of health checks on nutritional status and blood glucose in elderly participants. The activity took place at the Abiyoso Integrated service post Polkesbaya on May 3, 2023. From the results of the examination, it was found that most of the elderly participants who participated in the activity had excess nutritional status but had normal blood glucose in the body. From this it can be concluded that high blood glucose levels in the body are not always determined by a person's nutritional status, but also lifestyle, and diet. Saat ini, presentase penduduk lanjut usia di Indonesia telah meningkat jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Seiring bertambahnya usia pada seseorang, daya tahan tubuh manusia akan semakin menurun dan cenderung menderita diabetes melitus. Di Indonesia, penyakit diabetes melitus menempati posisi ketiga sebagai pemicu kematian tertinggi setelah penyakit kardiovaskular. Penyakit diabetes melitus memiliki kaitan erat dengan kadar glukosa dalam darah. Seseorang yang memiliki kadar glukosa dara tinggi cenderung memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Dengan semakin meningkatnya prevalensi penderita diabetes melitus pada masa lansia, akan mengakibatkan dampak terhambatnya pembangunan negara. Untuk meningkatkan kualitas dan harapan hidup pada masa lansia diperlukan tindakan pencegahan kenaikan kadar glukosa berlebih dalam tubuh. Dari permasalahan tersebut dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pemeriksaan kesehatan status gizi dan glukosa darah pada peserta lansia. Kegiatan berlangsung di posyandu Abiyoso Polkesbaya pada tanggal 3 Mei 2023. Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan bahwa sebagian besar peserta lansia yang mengikuti kegiatan memiliki status gizi berlebih tetapi memiliki glukosa darah yang normal dalam tubuh. Dari hal ini dapat disimpulkan tingginya kadar glukosa darah dalam tubuh tidak selalu ditentukan dari status gizi seseorang, melainkan juga gaya hidup, dan pola makan
ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING THE LOW COVERAGE OF K6 ANTENATAL VISITS AMONG PREGNANT WOMEN Ade Zakiya Tasman Munaf; Yuni Ginarsih; Agustina Mar’atus Sholichah
Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Midwifery
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jm.v12i1.1651

Abstract

Low coverage of K6 antenatal visits remains a concern as it affects the quality of maternal health services and early detection of pregnancy complications. This study aimed to analyze factors influencing the low coverage of K6 antenatal visits among pregnant women. This quantitative observational study used a cross-sectional design with total sampling involving 43 third-trimester pregnant women, conducted from August to October 2025, and data were analyzed using the chi-square test with a significance level of p<0.05. The results showed a significant association between occupation, parity, education, knowledge, accessibility, and husband’s support with the frequency of K6 antenatal visits (p < 0.05), while age, availability of health facilities, as well as perceptions and cultural factors were not significantly associated. Individual, environmental, and social factors play an important role in determining compliance with K6 antenatal visits, indicating the need for comprehensive intervention strategies to improve antenatal care coverage.
Peran Keluarga yang Mempengaruhi Perilaku Seks Bebas pada Remaja (Systematic Review): The Role of Family Influencing Free Sexual Behavior in Adolescents (Systematic Review) Dinar Eka Muktianasari; Yuni Ginarsih; Rijanto
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i1.1

Abstract

Background: Adolescence is a time of transition from children to adulthood, during which time, manychanges occur. Teenagers not ready to accept these changes will cause negative things such as free sex.Method:Based on data from the Indonesian Child Protection Commission, 32% of adolescents aged 14 to 18 in major cities in Indonesia have had sex. Families need to apply their roles well to prevent theoccurrence of free sex in adolescents. This research uses a systematic type of research review. The search was carried out in several electronic data bases in the last 5 years which were published both in English and Indonesian. Results : The results of the review show 9 journals that have an influence with the occurrence of free sex in adolescents with low levels of communication, support, supervision and education and family environments that have a lot of conflict. In the review results also found 2 journals that have an effect on one sex only because the research use disbasedon differences in family roles seen from a gender perspective and the presence of other factors so that the review results obtainedthe role of family has an influence on free sex behavior in adolescents. Conclussion : One of the ways to improve therole of the family is to provide access to information and education in order to improve the character quality of adolescents. Keywords : family role, behavior, freesex, adolescents.
Kesiapan Menikah Pada Mahasiswa D4 Tingkat Akhir di Poltekkes Kemenkes Surabaya: Readiness to Marry Among Final Year D4 Students at Poltekkes Kemenkes Surabaya Erika Armanda Wardjuno; Tatarini Ika Pipitcahyani; Yuni Ginarsih; Hery Sumasto
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i1.53

Abstract

Di Indonesia, dari 34 provinsi, provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama dengan kasus perceraian dan kota Surabaya sendiri angka perceraian masih tergolong tinggi selama periode Bulan Januari hingga Juni tahun 2020. besar yang dialami oleh mahasiswa/i yang sedang menempuh pendidikan tingkat akhir atau semester akhir. Tujuan penelitian mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kesiapan menikah pada mahasiswa D4 tingkat akhir di Poltekkes Kemenkes Surabaya. Metode : Penelitian analitik Cross Sectional. Populasi mahasiswa aktif Prodi D4 yang sedang menempuh pendidikan tingkat akhir di Poltekkes Kemenkes Surabaya sebanyak 197 mahasiswa/i. Sampel 132 mahasiswa/i dengan Purposive Sampling . Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu usia, fisik, finansial, mental, dan emosi. Variabel tergantung yaitu kesiapan menikah. Pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner. Analisis menggunakan uji Chi Square (α = 0,05). Hasil : Dari 132 responden, berdasarkan uji statistik Chi Squarehasil tidak terdapat hubungan antara usia (0,244 > ) dengan kesiapan menikah pada mahasiswa D4 tingkat akhir. Terdapat hubungan antara fisik (0,044 < ), finansial (0,000 < ), mental (0,024 < ), dan emosi (0,008 < ) dengan kesiapan menikah pada mahasiswa D4 tingkat akhir. Diskusi : Dalam penelitian ini faktor usia tidak memiliki hubungan dengan kesiapan menikah pada mahasiswa, namun faktor fisik, finansial, mental, dan emosi memiliki hubungan dengan kesiapan menikah pada mahasiswa.  
Hubungan Usia dan Pendidikan Dengan Pengetahuan Perempuan Tentang Menopause Di Puskesmas Sidotopo Wetan Wilayah Kota Surabaya: The Relationship between Age and Education and Women's Knowledge of Menopause at the Sidotopo Wetan Health Center, Surabaya City Area Tiara Salsabila Wibowo; K. Kasiati; Yuni Ginarsih; Rekawati Susilaningrum
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i1.199

Abstract

Menopause merupakan haid terakhir yang dialami oleh perempuan yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi yang terjadi pada usia menjelang atau memasuki usia 50 tahun. Kurangnya pengetahuan wanita dalam menghadapi masa menopause, menjadi salah satu faktor penting dalam perilaku perilakunya. Sebab, perempuan yang tidak siap dalam menghadapi menopause dapat mengalami gangguan secara fisik maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan Pendidikan dengan pengetahuan Perempuan tentang menopause di Puskesmas Sidotopo Wetan Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelatif. Pengambilan sampel secara random dengan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner sebanyak 96 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah usia dan pendidikan seseorang, variabel dependen adalah pengetahuan dalam menghadapi menopause. Hasil penelitian ini didapatkan melalui uji Chi-Square didapatkan nilai p-value < 0,05 sehingga terdapat hubungan antara usia dan pendidikan terhadap pengetahuan dalam menghadapi menopause. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia dan pendidikan dengan pengetahuan perempuan tentang menopause di Puskesmas Sidotopo Wetan Wilayah Kota Surabaya.
Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Partus Lama pada Ibu Bersalin di Puskesmas Galis Bangkalan: The Relationship Between Age and Parity with The Incidence of Old Partus in Maternity at The Galis Bangkalan Health Center Annisa' Rizky Firdhauzy; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati; Uswatun Khasanah; Yuni Ginarsih
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.207

Abstract

Partus lama merupakan masalah yang paling sering terjadi pada ibu bersalin. Faktor umur dan paritas merupakan faktor ibu yang mempengaruhi terjadinya partus lama. Penelitian ini merupakan penelitian  survei analitik yang bersifat cross sectional.  Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dari 122 responden. Data responden  diambil melalui rekam medik dan registrasi pasien. Variable independent pada penelitian ini adalah usia dan paritas. Variabel dependen adalah partus lama. Untuk menganalisis adanya suatu hubungan antara usia dan paritas dengan kejadian partus lama, maka menggunakan analisis uji statistik Chi-square. Hasil analisis chi square p= 0,000 < 0,005  menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan paritas dengan kejadian partus lama di Puskesmas Galis. Sebagian besar responden berusia dibawah 20 tahun dan diatas 35 tahun. Sedangkan pada paritas sebagian besar adalah primi dan grandemulti. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa usia < 20 tahun dan > 35 tahun adalah usia yang berisiko mengalami partus lama. Karena pada usia < 20 tahun alat reproduksi ibu belum siap untuk dibuahi dan menopang berat badan janin yang semakin tumbuh besar. Sedangkan pada paritas berisiko adalah primi dan grandemult. Pada primi dikarenakan menerima kehamilan pertama kemungkinan rahim menjadi teregang oleh adanya janin. Pada grandemulti rahim mengalami penurunan fungsi yaitu tidak dapat lagi berkontraksi dengan baik akibat regangan uterus yang berulang ulang. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti dengan menggunakan data primer agar dapat memperoleh banyak data dan informasi.
Efektivitas Senam Nifas Dengan Media Video Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Nifas: The Effectiveness of Postpartum Gymnastics with Video Media on Uterine Involution in Postpartum Mothers Arvemin Sovia Gladis Angelina; Ani Media Harumi; Yuni Ginarsih; Evi Yunita Nugrahini
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.226

Abstract

Selama masa nifas, organ reproduksi secara perlahan akan mengalami perubahan seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan organ reproduksi ini disebut involusi. Perdarahan merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian ibu pada masa nifas, dimana 50%-60% karena kegagalan uterus berkontraksi secara sempurna. Kontraksi uterus yang tidak kuat berkontraksi akan menyebabkan involusi uteri tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan masa nifas yang efektif, salah satunya adalah senam nifas. Efektivitas promosi kesehatan sangat bergantung pada media yang digunakan selama penyuluhan. Salah satu media yang menarik dan interaktif adalah video. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui efektivitas senam nifas dengan media video terhadap involusi uteri ibu nifas di PMB Afah Fahmi. Jenis penelitian ini menggunakan desain Pre experimental dengan pendekatan One Group Pre-test Post-test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di PMB Afah Fahmi yang berjumlah 84 responden. Sampel berjumlah 38 responden diambil menggunakan Purposive Sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian dengan menggunakan lembar checklist dan video senam nifas. Analisis data bivariate menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian ini adalah hampir seluruh involusi uteri ibu nifas berjalan dengan normal (92%) sebelum diberikan intervensi senam nifas dan berjalan dengan cepat (89,5%) sesudah diberikan intervensi senam nifas dengan media video. Hasil uji analisis Wilcoxon signed rank test didapatkan p-value = 0,001 yang berarti terdapat efektivitas antara senam nifas dengan media video terhadap involusi uteri pada ibu nifas di PMB Afah Fahmi. Senam nifas yang dilaksanakan secara benar, rutin dan teratur akan membantu menguatkan kontraksi otot rahim sehingga mempercepat involusi uteri. Penggunaan media video, dalam senam nifas ini menawarkan aksesibilitas yang tinggi, memungkinkan ibu nifas untuk mengikuti senam kapan saja dan di mana saja. Diharapkan senam nifas dapat dijadikan salah satu program rutin karena dapat memberikan banyak manfaat untuk menangani komplikasi masa nifas.