Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Sosialisasi Peraturan Taekwondo Kepada Komunitas Masyrakat Tridharma Setiyawan, Setiyawan; Kusuma Prastiwi, Bertika; Maharani Bachtiar, Dhea
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v4i2.17570

Abstract

Belum adanya sosialisasi peraturan baru taekwondo di lingkungan Komunitas Masyarakat Tridarma, maka perlu dilakukan pengabdian ini bagi kelompok masyarakat tersebut. Diharapkan hasil pengabdian masyarakat ini sebagai cara yang efektif dan strategi agar pemahaman Komunitas masyarakat Tridarma terhadap perubahan peraturan baru dalam taekwondo menjadi lebih baik. Pengabdian ini dilakukan dengan 3 tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dari hasil perbedaan pretest dan post test tingkat pemahaman komunitas masyarakat tridarma terjadi peningkatan. Pada tahapan evaluasi, tim pengabdi melakukan evaluasi setelah melakukan post test, tim pengabdi melihat peningkatan data berdasarkan hasil pretest dan post test, serta dalam refleksi dibagikan angket kepuasan pengguna dengan tingkat kepuasan 81%.
PENGARUH PELATIHAN METODE RICE TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PENANGANAN DISLOKASI PADA PEMAIN BULUTANGKIS DESA DELANGGU: THE EFFECT OF RICE METHOD TRAINING ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE AND SKILLS IN HANDLING DISLOCATION IN BADMINTON PLAYERS IN DELANGGU VILLAGE Rizal, David; Setiyawan, Setiyawan; Kurniawan, Sahuri Teguh
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i2.406

Abstract

Dislokasi merupakan kondisi tulang lengan atas mengalami pergeseran atau terlepas keluar dari sendi bahu normalnya. Dislokasi terjadi akibat kerusakan pada sistem otot dan rangka tubuh yang diakibatkan oleh kegiatan olahraga seperti bulutangkis. Penanganan dislokasi dapat dilakukan dengan cara metode RICE (Rest,Ice Compression, Elevation) yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengeruh pelatihan metode RICE terhadap tingkat pengertahuan dan keterampilan penangan dislokasi pada pemain bulutangkis Desa Delanggu. Metode penelitan ini menggunakan pre-exsperimental design dengan rancangan pre and posttest without control. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu 30 responden. Instrumen penelitian yang digunakan menggunakan lembar kuesioner metode RICE dan lembar observasi metode RICE. Uji analisis data penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil Analisa univariat berdasarkan Tingkat pengetahuan sebelum diberikan pelatihan metode RICE dapat diketahui jumlah terbanyak responden berada pada tingkat pengetahuan sebanyak 19 responden (63,3%), sedangkan sesudah diberikan pelatihan metode RICE dapat diketahui jumlah terbanyak responden berada pada tingkat pengetahuan cukup sebanyak 20 responden (66,7%). Berdasarkan Tingkat keterampilan sebelum diberikan pelatihan metode RICE dapat diketahui jumlah terbanyak responden berada pada tingkat keterampilan sebanyak 18 responden (60%), sedangkan sesudah diberikan pelatihan metode RICE dapat diketahui jumlah terbanyak responden berada pada tingkat keterampilan cukup sebanyak 23 responden (76,7%). Hasil analisis berdasarkan Uji Wilcoxon diperoleh nilai p value 0,000 dimana nilai p value tersebut < 0,05. Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan dengan hasil p value 0,000 Kata Kunci : Pelatihan Metode RICE, Tingkat Pengetahuan, Keterampilan, Penanganan Dislokasi   ABSTRACT Dislocation management can be effectively implemented through the RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) method, which is accessible to individuals without specialized medical training. This research aimed to assess the impact of instructional training on the participants' knowledge and practical skills in applying the RICE method for dislocation treatment among badminton players in Delanggu Village. This investigation employed a pre-experimental research design, utilizing pre- and post-intervention assessments without a control group. Data analysis was conducted using the Wilcoxon signed-rank test. The findings from the univariate analysis, conducted before implementing the RICE method training, indicated that the majority of respondents, totaling 19 individuals (63.3%), possessed a certain baseline level of knowledge. Following the administration of the RICE method training, the distribution shifted, with the highest number of respondents, 20 individuals (66.7%), attaining sufficient knowledge. Before undergoing training in the RICE method, respondents' most prevalent skill level was 18, comprising 60% of the sample population. Following the training, the predominant skill level shifted to a sufficient level, with 23 respondents (76.7%) exhibiting this competency. Statistical analysis utilizing the Wilcoxon signed-rank test yielded a p-value of 0.000<0.05. Consequently, the RICE method training has a statistically significant impact on the respondents' skill levels
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Adventure Education Bagi Guru PJOK SMK Kabupaten Semarang Hudah, Maftukhin; Kusumawardhana, Buyung; Widiyatmoko, Fajar Ari; Pratama, Dani Slamet; Setiyawan, Setiyawan
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i1.22459

Abstract

Permasalahan guru penjas SMK di Kabupaten Semarang pada tahun 2024 adalah kesulitan dalam meyusun modul ajar kurikulum merdeka dan tidak mengikuti program sekolah penggerak sehingga profil pelajar Pancasila menjadi sulit tercapai. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah MGMP PJOK SMK Kabupaten Semarang dapat mengetahui serta terampil dalam menyusun modul ajar kurikulum merdeka berbasis adventure education. Sehingga, dalam menghadapi kurikulum dimasa yang akan datang kesiapan guru PJOK harus siap dalam menyusun perangkat ajar yang inovatif. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan Participatory Action Research dengan melakukan workshop dalam penyusunan modul ajar berbasis adventure education. Tahapan pelaksanaan disusun sebagai berikut: (1) Tahap analisis kebutuhan mitra; (2) Tahap persiapan; (3) Tahap Pelaksanaan; (4) Tahap evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil pendampingan pembuatan modul ajar berbasis adventure education yang dilaksanakan di MGMP PJOK SMK Kabupaten Semarang maka didapat kesimpulan para peserta pengabdian mampu menyusun perangkat ajar kurikulum merdeka berbasis adventure education. Para peserta dapat menyusun dengan sistematis serta mengetahui dasar-dasar dari penyusunan perangkat ajar tersebut. Peserta antusias dalam mengikuti pendampingan penyusunan perangkat ajar dalam hal ini adalah modul ajar berbasis adventure education yang dapat meningkatkan keterampilan siswa dan membentuk karakter.
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Adventure Education Bagi Guru PJOK SMK Kabupaten Semarang Hudah, Maftukhin; Kusumawardhana, Buyung; Widiyatmoko, Fajar Ari; Pratama, Dani Slamet; Setiyawan, Setiyawan
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 7, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i1.22459

Abstract

Permasalahan guru penjas SMK di Kabupaten Semarang pada tahun 2024 adalah kesulitan dalam meyusun modul ajar kurikulum merdeka dan tidak mengikuti program sekolah penggerak sehingga profil pelajar Pancasila menjadi sulit tercapai. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah MGMP PJOK SMK Kabupaten Semarang dapat mengetahui serta terampil dalam menyusun modul ajar kurikulum merdeka berbasis adventure education. Sehingga, dalam menghadapi kurikulum dimasa yang akan datang kesiapan guru PJOK harus siap dalam menyusun perangkat ajar yang inovatif. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan Participatory Action Research dengan melakukan workshop dalam penyusunan modul ajar berbasis adventure education. Tahapan pelaksanaan disusun sebagai berikut: (1) Tahap analisis kebutuhan mitra; (2) Tahap persiapan; (3) Tahap Pelaksanaan; (4) Tahap evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil pendampingan pembuatan modul ajar berbasis adventure education yang dilaksanakan di MGMP PJOK SMK Kabupaten Semarang maka didapat kesimpulan para peserta pengabdian mampu menyusun perangkat ajar kurikulum merdeka berbasis adventure education. Para peserta dapat menyusun dengan sistematis serta mengetahui dasar-dasar dari penyusunan perangkat ajar tersebut. Peserta antusias dalam mengikuti pendampingan penyusunan perangkat ajar dalam hal ini adalah modul ajar berbasis adventure education yang dapat meningkatkan keterampilan siswa dan membentuk karakter.