Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Dzikir Terhadap Fungsi Ventilasi Oksigenasi Paru Pada Pasien Post Ventilasi Mekanik Setiyawan, Setiyawan; Agustin, Wahyu Rima; Dianah, Afifah Nur; Sari, Ayu Novita
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jdk.v12i1.552

Abstract

Ketidakmampuan pernafasan dalam melakukan ventilasi, difusi dan transport zat merupakan indikasi pemasangan ventilasi mekanik bagi pasien gagal nafas di ICU. Perawat mempunyai peran dalam melakukan monitoring, pengkajian pola nafas, manifestasi distress pernafasan dan vital sign. Kemampuan pasien dalam bernafas spontan dan pemulihan fungsi pernafasan menjadi alasan bahwa pasien dilakukan penyapihan. Salah satu upaya pengembalian fungsi ventilasi oksigenasi paru dapat dilakukan melalui terapi religi dengan dzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap fungsi ventilasi oksigenasi paru pada pasien post ventilasi mekanik. Desain penelitian menggunakan quasy experimental. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 20 pasien dengan kriteria pasien post pemasangan ventilasi mekanik paska 1 jam setelah ekstubasi, beragama Islam, dapat bernafas spontan dan mengerti instruksi. Instrumen penelitian menggunakan SOP relaksasi psikoreligius Dzikir dan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji Wilcoxson Signed Rank Test. Hasil uji menunjukkan ada pengaruh dzikir terhadap fungsi ventilasi oksigenasi paru pada pasien post ventilasi mekanik dengan p value < 0.05.
PENGARUH MOBILISASI PROGRESIF LEVEL I-V TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN POST VENTILASI MEKANIK DI ICU RUMAH SAKIT INDRIATI SOLO BARU Rima Agustin, Wahyu; Nur Zaidah, Noviana; Ervina Apriyanti, Fika; Setiyawan, Setiyawan
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1481

Abstract

Mobilisasi progresif yaitu pemberian tindakan berupa teknik yang berfungsi sebagai pengobatan bertahap dan dilakukan kepada pasien kritis di Ruangan Intensive Care Unit. Mobilisasi pada pasien post ventilasi mekanik penting dilakukan karena dapat memperlancar peredaran darah, membantu pernapasan menjadi lebih baik, mengembalikan aktivitas pasien agar dapat bergerak normal dan memenuhi kebutuhan gerak harian, serta mengembalikan tingkat kemandirian pasien setelah operasi (Merdawati, 2018). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh mobilisasi progresif Level I-V terhadap status hemodinamik pasien post ventilasi di ruang ICU. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan Pre Experimental, teknik sampling memakai metode non probability sampling dengan purpose sampling dan sampel yang digunakan sebanyak 30 responden, instrumen yang digunakan SOP mobilisasi progresif level I-V dan lembar observasi bed monitor. Uji Wilxocon yang dan didapatkan nilai P Value pada MAP Pre_Post yaitu 0,002, RR Pre_Post yaitu 0,001, Nadi Pre_Post yaitu 0,000, Suhu Pre_Post yaitu 0,009, dan SPO2 Pre_Post yaitu 0,000 (P Value < 0,005) yang artinya ada Pengaruh Mobilisasi Progresif Level I-V Terhadap Status Hemodinamik Pada Pasien Post Ventilasi Mekanik Di ICU Rumah Sakit Indriati Solo Baru.
Edukasi Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Perawat tentang Mobilisasi Dini pada Pasien Kritis Setiyawan, Setiyawan; Agustin, Wahyu Rima
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i3.2230

Abstract

Pasien kritis yang dirawat di ruang ICU sangat beresiko terhadap berbagai macam komplikasi akibat dari mobilisasi dini yang tidak segera dilakukan. Perawat ICU memiliki peranan penting dalam melakukan mobilisasi dini pasien kritis, diantaranya adalah menyampaikan penjelasan, motivasi, konseling yang intensif untuk mengurangi dampak komplikasi dan mencapai kesembuhan pasien. Early mobilization programs perlu dikembangkan oleh perawat baik secara fisik, mental, psikologis sebelum kepulangan pasien dari rumah sakit. Pengetahuan, sikap dan keterampilan perawat sangat dibutuhkan dalam memberikan asuhan keperawatan pasien kritis agar tidak memengaruhi pengambilan keputusan klinis dan program perawatannya. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada perawat dalam upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan kemampuan perawat tentang mobilisasi dini pasien kritis dalam perawatan pasien kritis. Metode kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui pemberian edukasi kesehatan tentang mobilisasi dini pasien kritis dalam bentuk diskusi, ceramah, tanya jawab secara online dengan media zoom. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan selama 50 jam dari bulan Desember 2022 sampai dengan Mei 2023. Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa dan perawat rumah sakit sebanyak 30 orang. Evaluasi dan monitoring dilakukan dengan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan tentang mobilisasi dini pada pasien kritis sebesar 30% yaitu dari 65% menjadi 95%.
Pengaruh Latihan Otot Pernafasan terhadap Peningkatan Fungsi Paru pada Periode Awal Ekstubasi Setiyawan, Setiyawan; Rahmad, Muhamad Nur; Zaidah, Noviana Nur
Faletehan Health Journal Vol 11 No 03 (2024): Faletehan Health Journal, November 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i03.729

Abstract

There had been no structured breathing exercise intervention for patients at the beginning of post-extubation after the installation of mechanical ventilation in a hospital in Indonesia. Thus, this study aimed to determine the effects of respiratory muscle exercises on lung function in the early period of extubation. The research design used quasi experimental without control group. Respiratory muscle training intervention is carried out 1 hour after extubation through deep breathing 30 times (rest pause for 10 deep breaths) for 30-60 minutes. The exercises were given once a day for 3 days or according to the patient's condition. The population of this study were all patients after installation of a ventilator at the ICU. The sampling technique was consecutive with a total of 30 respondents. The instrument was an observation sheet, the results of respiratory frequency, and oxygen saturation parameters from the bedside monitor. Bivariate data analysis used Wilcoxson test. The results of the study showed that there were effects of respiratory muscle training on lung function in the initial extubation period with a p-value of 0.000 (p-value < 0.05). The results of the study proved that respiratory muscle training can improve the oxygenation function of the lungs in the early period of extubation.
Penerapan Model Pembelajaran Savi (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) terhadap Kemampuan Mengenal Penanganan Cedera Metode Rice pada Siswa Sekolah Dasar Putri, Amanda Junikha Sintia; Rahmad, Muhamad Nur; Setiyawan, Setiyawan
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.17070

Abstract

ABSTRACT Injuries have significant impacts on the global burden of disease, especially among children. Injuries related to play and sports are among the most common causes of injuries to children worldwide. Home and school environments are primary locations where such injuries frequently occur in children. Education aimed at enhancing students’ understanding of conditions that may endanger their health is crucial. One of the first aid methods for minor injuries that can be taught to elementary school students is the RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) method. This method effectively addresses pain and swelling from sprains, bruises, contusions, and strains. Implementing an engaging and enjoyable health education model is necessary for effectiveness with children. The SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) learning model is one approach that can be implemented. This model combines physical movement, cognitive activities, and the use of all senses, that significantly impacts learning outcomes. The purpose of this research is to determine the effect of implementing the SAVI Learning Model on elementary school students' ability to recognize injury management using the RICE method. This research employed a quantitative method with a pre-experimental one-group pretest-posttest design without a control group. The samples were selected through probability sampling using a simple random sampling technique, totaling 48 respondents. Data were analyzed using the Wilcoxon signed rank test, with results showing a p-value of 0.000 (< 0.05). Based on this finding, it was concluded that implementing the SAVI learning model significantly improved elementary school students’ ability to recognize injury management using the RICE method. Keywords: Injury, SAVI Learning Model, RICE Method, Elementary School  ABSTRAK Cedera memberikan dampak signifikan terhadap beban penyakit global, khususnya pada anak-anak. Cedera yang terjadi akibat permainan dan olahraga merupakan salah satu penyebab cedera yang paling umum di kalangan anak-anak di seluruh dunia. Lingkungan rumah dan sekolah merupakan dua tempat teratas di mana cedera sering terjadi pada anak. Edukasi untuk meningkatkan pemahaman anak tentang kondisi yang dapat membahayakan kesehatan mereka penting dilakukan. Salah satu pertolongan pertama cedera ringan yang bisa diajarkan kepada anak sekolah dasar adalah metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Metode ini efektif dalam mengatasi rasa sakit dan pembengkakan akibat keseleo, memar, lebam, dan terkilir. Diperlukan model pendidikan kesehatan yang menarik dan menyenangkan agar lebih efektif bagi anak-anak. Model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visualization, Intellectually) merupakan sebuah pendekatan yang bisa diimplementasikan. Model ini menyatukan gerakan fisik, aktivitas kognitif, dan pemanfaatan seluruh indera, yang berdampak besar pada hasil pembelajaran. Bertujuan untuk mengidentifikasi adanya pengaruh penerapan Model Pembelajaran SAVI terhadap kemampuan mengenal penanganan cedera menggunakan Metode RICE pada siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan yakni kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Pemilihan sampel dilakukan melalui probability sampling dengan teknik simple random sampling, melibatkan 48 partisipan. Data diolah menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, dan menghasilkan p-value sebesar 0,000 (< 0,05). Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan penerapan model pembelajaran SAVI terhadap kemampuan mengenal penanganan cedera menggunakan metode RICE pada siswa sekolah dasar. Kata Kunci: Cedera, Model Pembelajaran SAVI, Metode RICE, Sekolah Dasar
Pengaruh Pelatihan Metode Prices Terhadap Keterampilan Penanganan Cedera Strain Pada UKM KNC-Emergency Rahma Shela, Yeni; Rima Agustin, Wahyu Rima Agustin; Setiyawan, Setiyawan
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v5i1.957

Abstract

Strain injuries are injuries caused by excessive stretch or tear of the muscles or tendons, calves, groin, hamstring muscles, back and legs. The first 24 hours of treatment can use Protect, Rest, Ice, Compression, Evaluation, and Support for this method (PRICES) will be given as soon as possible. When a player is injured to prevent unresolved injuries the provision of help. The purpose of this study was to determine the skills of handling strain injuries using the PRICES method. The type of research conducted was quantitative pre-experimental with the Quasy Experimental method with the design of one group pretest - postes Without Control Group Design. This study used a sample of 37 respondents. In this study using the Wilcoxon test analysis and the intervention was carried out on March 14, 2024 at Kusuma Husada University Surakata using an observation sheet instrument by collecting data conducted pre test and post test. The results of the study prove that the data obtained have significant changes in the skill variables before and after training for KNC-E members with a p value <0.05. The conclusion that can be drawn with the PRICES method training can improve the skills of KNC-E members, it is hoped that KNC-E members can apply it in health team activities.
Pengaruh Latihan Bounce Ball 2 Vs 2 dan 3 Vs 3 Terhadap Kelincahan Atlet Taekwondo Setiyawan, Setiyawan
Journal of Sport and Exercise Science Vol. 1 No. 2 (2018): September
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jses.v1n2.p42-46

Abstract

Penelitian yang dilakukan mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh latihan bounce ball 2 vs 2 dan 3 vs 3 terhadap kelincahan atlet taekwondo. Penelitian ini menggunakan model penelitian eksperimen semu two groups pretest-posttest design. Kelompok eksperimen merupakan kelompok yang latihan dengan metode bounce ball 2 vs 2 dan 3 vs 3. Populasi yang digunakan adalah seluruh atlet taekwondo Universitas PGRI Semarang yang berjumlah 38 atlet. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel yang memenuhi syarat berjumlah 20 atlet. Pembagian kelompok menggunakan match subject ordinal pairing (MSOP). Instrumen yang digunakan adalah hexagonal agility test dengan nilai reliabilitas tes 0.938. Analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh peningkatan kelincahan pada kelompok 2 vs 2 dengan dengan peningkatan 4,48%, dan ada pengaruh peningkatan kelincahan kelompok 3 vs 3 dengan peningkatan 2.68%.
ANALISIS KEMAMPUAN PASSING BAWAH BOLA VOLI DENGAN PENDEKATAN TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TaRL) PADA PESERTA DIDIK SMKN H MOENADI Muthoharoh, Layly; Setiyawan, Setiyawan; Santoso, Teguh
Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : YLPK Mahardhika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53869/jpas.v6i1.259

Abstract

The purpose of this research is to determine the ability to pass under volleyball using the teaching at the right level (TaRL) approach for students at SMKN H MOENADI. The research method used is quantitative descriptive. The data used in this research was collected using tests. The population in this study were 35 students of class The results of the research show that the test results after being given the TaRL approach have increased with the data obtained by 8 students with a percentage (23%) who had lower passes in the very good category, 11 students with a percentage (31%) who had lower passes in the good category. , 12 students with a percentage (34%) who have lower passes in the medium category, 3 students with a percentage (9%) who have lower passes in the poor category, 1 student with the percentage (3%) who had a lower pass was in the very poor category. From the research results, it can be concluded that there is an increase in volleyball bottom passing ability with the teaching at the right level (tarl) approach in students at SMKN H MOENADI, with an increase in the percentage of the excellent category from 17% to 23%, good from 14% to 31% , moderate from 31% to 32%, from less than 26% to 9%, and very less from 11% to 3%.
Peningkatan Kualitas Hidup melalui Pendampingan Implementasi Effective Communication Training Service pada Kader Posyandu Sulisetyawati, S Dwi; Murharyati, Atiek; Setiyawan, Setiyawan
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6810

Abstract

Kualitas hidup kader posyandu sangat penting sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat terutama di wilayah desa. Peningkatan kualitas hidup kader posyandu ditunjukkan dengan kualitas kesehatan fisik, mental maupun kesejahteraan sosial. Peran besar dari kader posyandu dalam pelayanan kesehatan masyarakat bisa dilaksanakan dengan meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam melakukan pembinaan masyarakat khususnya dibidang kesehatan, menyampaikan informasi dengan baik, sehingga kader posyandu harus mampu melakukan ketrampilan komunikasi dengan baik dan efektif. Fenomena tersebut menjadi penting dilakukan pengabdian kepada masyarakat khususnya kader posyandu tentang kualitas hidup perawat dan komunikasi efektif baik secara teori maupun ketrampilan berkomunikasi. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Kelurahan Plesungan wilayah kerja Puskesmas Gondangrejo pada bulan Mei 2025. Pengabdian kepada masyarakat akan diberikan dalam bentuk sosialisasi dengan diberikan materi tentang komunikasi efektif, peran kader posyandu dalam implementasi komunikasi efektif, dan kualitas hidup kader posyandu. Jumlah kader posyandu yang hadir sebagai peserta sejumlah 25 orang. Setelah dilaksanakan sosialisasi tersebut diikuti dengan evaluasi dan monitoring di bulan Juni 2025 sehingga tujuan kegiatan bisa diukur dengan baik dalam upaya peningkatan kualitas hidup dengan meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam effective communication sehingga pemberdayaan masyarakat lebih optimal. Setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan maka diketahui kualitas hidup kader posyandu meningkat dari kategori cukup (76%) menjadi baik (92%), hal ini salah satunya ditunjukkan dengan meningkatnya ketrampilan kemampuan berkomunikasi efektif, melalui berbicara dengan jelas, menyusun kalimat dengan baik, sesuai inti pembicaraan, mudah dimengerti dan dipahami oleh lawan bicara serta kesejahteraan social.
Impact of plyometric training using step-up and lateral box jumps on the improvement of leg muscle power in youth school futsal athletes Kurniawan, Risky Sandy; Fahmi, Donny Anhar; Setiyawan, Setiyawan
Physical Education and Sports: Studies and Research Vol. 4 No. 2 (2025): Physical Education and Sports: Studies and Research
Publisher : CV Rezki Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56003/pessr.v4i2.611

Abstract

Background: Futsal is a high-intensity sport that requires leg muscle power, especially in aerial duels, anticipating the ball, and performing powerful kicks. Limited jumping ability can reduce leg muscle power and overall performance. Objectives: This study aims to test the impact of plyometric training using step-up and lateral box jumps on the improvement of leg muscle power in youth school futsal athletes. Methods: A quasi-experimental single-group pretest-posttest design was conducted with 40 male participants over a four-week plyometric training program. Leg muscle power was measured using a vertical jump test before and after the intervention. Data were analyzed using a t-test with the assistance of SPSS. Results: Both step-up and lateral box jumps significantly increased leg muscle power (p < 0.05). The step-up group showed an average increase of 4.20 cm, while the lateral box jump group showed an average increase of 3.45 cm, with no statistically significant difference (p = 0.326). Conclusions: Both training methods effectively enhance leg muscle power and can be integrated into school-based futsal training programs to improve performance.