Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Moderasi : Journal of Islamic Studies

Nilai-nilai Pendidik dalam Perspektif KH. M. Adnan Syarif Faiqotul Maghfiroh; Haidar Idris
Moderasi : Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2021): December
Publisher : Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.059 KB) | DOI: 10.54471/moderasi.v1i2.9

Abstract

This research is based on education in Indonesia, which is considered very rigid, bureaucratic and feels like nothing and futile. Problems in the world of education cannot be separated from the role of educators and a leader in an educational institution or foundation. This research is focused on the values ​​of educators from the perspective of KH. M. Adnan Syarif and the relevance of KH's example. M. Adnan Syarif in the book For the sake of Islam and NU: Commemorating the Actions and Struggles of KH. M. Adnan Syarif and aims to find out the values ​​of educators and the relevance of the example of a Kiai as an educator figure in an Islamic boarding school-based educational institution or foundation. This study uses the Literacy Study method (library research) which uses Content Analysis data collection techniques by reviewing books, and scientific works related to the focused problem. The primary data source in this research is the book “For the sake of Islam and NU: Memorizing the Actions and Struggles of KH. M. Adnan Syarif” which focuses on the values ​​of educators and their relevance by using a descriptive analysis approach. The results of the study show that the values ​​of KH. M. Adnan Syarif, namely the value of high dedication, professional, visionary, productive and intellectual. The values ​​of educators in the perspective of KH. M. Adnan Syarif is relevant to the competence of teachers and the opinions of several experts.
Fenomena Child Abuse: Al-Qur’an sebagai Sumber Kebijakan Sosial Problem Kekerasan Anak di Indonesia Idris, Haidar; Muttaqin, Ahmad Ihwanul; Fajarudin, Akhmad Afnan
Moderasi : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/moderasi.v4i1.60

Abstract

Fenomena kekerasan terhadap anak di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya, terutama selama pandemi Covid-19. Data dari berbagai sumber menunjukkan angka kekerasan yang terus naik, dengan kekerasan seksual sebagai jenis kekerasan paling dominan. Fenomena ini mengkhawatirkan karena sebagian besar kekerasan terjadi di lingkungan keluarga, yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan perkembangan anak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep keluarga dalam menghadapi fenomena kekerasan terhadap anak, dengan fokus pada perspektif Islam dan Al-Qur’an sebagai sumber kebijakan sosial. Al-Qur’an melarang kekerasan terhadap anak dan menekankan pentingnya perlindungan dan pendidikan yang baik bagi anak. Ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits menunjukkan bahwa anak adalah amanah dari Allah dan orang tua memiliki kewajiban untuk merawat dan mendidik mereka dengan baik. Islam menolak kekerasan terhadap anak dalam bentuk apapun dan mengajarkan hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak berdasarkan hak dan kewajiban timbal balik. Dengan demikian, artikel ini menyimpulkan bahwa implementasi ajaran Islam dan kebijakan sosial yang berlandaskan Al-Qur’an dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah kekerasan terhadap anak di Indonesia.
Fenomena Child Abuse: Al-Qur’an sebagai Sumber Kebijakan Sosial Problem Kekerasan Anak di Indonesia Idris, Haidar; Muttaqin, Ahmad Ihwanul; Fajarudin, Akhmad Afnan
Moderasi : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/moderasi.v4i1.60

Abstract

Fenomena kekerasan terhadap anak di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya, terutama selama pandemi Covid-19. Data dari berbagai sumber menunjukkan angka kekerasan yang terus naik, dengan kekerasan seksual sebagai jenis kekerasan paling dominan. Fenomena ini mengkhawatirkan karena sebagian besar kekerasan terjadi di lingkungan keluarga, yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan perkembangan anak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep keluarga dalam menghadapi fenomena kekerasan terhadap anak, dengan fokus pada perspektif Islam dan Al-Qur’an sebagai sumber kebijakan sosial. Al-Qur’an melarang kekerasan terhadap anak dan menekankan pentingnya perlindungan dan pendidikan yang baik bagi anak. Ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits menunjukkan bahwa anak adalah amanah dari Allah dan orang tua memiliki kewajiban untuk merawat dan mendidik mereka dengan baik. Islam menolak kekerasan terhadap anak dalam bentuk apapun dan mengajarkan hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak berdasarkan hak dan kewajiban timbal balik. Dengan demikian, artikel ini menyimpulkan bahwa implementasi ajaran Islam dan kebijakan sosial yang berlandaskan Al-Qur’an dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi masalah kekerasan terhadap anak di Indonesia.
Konsep Pendidikan Inklusif dalam Al-Qur’an: Analisis Multidimensional terhadap Implementasi Keragaman dan Kesetaraan di Pesantren Idris, Haidar; Sidiq, Muhammad Abdul Halim; Fajarudin, Akhmad Afnan
Moderasi : Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Lajnah Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kabupaten Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/moderasi.v4i2.88

Abstract

Riset ini mengkaji konsep pendidikan inklusif dalam Al-Qur’an serta implementasinya di pesantren melalui pendekatan multidimensional. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menerapkan tafsir tematik untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan inklusivitas serta menelusuri bagaimana pesantren mengadopsi nilai-nilai tersebut dalam praktik pendidikannya. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pimpinan pesantren, tenaga pendidik, dan santri, sedangkan data sekunder bersumber dari literatur pendidikan Islam, tafsir klasik dan kontemporer, serta artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren secara inheren telah menerapkan inklusivitas dengan menerima santri dari berbagai latar belakang serta menggunakan metode pengajaran partisipatif. Namun, masih terdapat berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya, perspektif konservatif terhadap keberagaman, serta stigma sosial terhadap kelompok marjinal. Studi ini merekomendasikan solusi strategis, termasuk adaptasi kurikulum, pelatihan guru dalam pedagogi inklusif, serta peningkatan kolaborasi dengan institusi eksternal. Penelitian ini berkontribusi pada wacana pendidikan inklusif dalam konteks Islam serta memberikan kerangka kerja untuk memperkuat praktik inklusivitas di pesantren.