Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERANCANGAN TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN BEO DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS DI KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD SULAWESI UTARA Aomo, Herdyanto; Budhyowati, M. Y. Noorwahyu; Suharto, Moh Fachruddin
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur DeSciArs Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/s3a6c744

Abstract

Perancangan terminal penumpang Pelabuhan Beo di Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara mengadopsi pendekatan arsitektur tropis untuk menanggapi kondisi iklim budaya dan lingkungan setempat Desain ini berfokus pada kenyamanan termal efisiensi energi dan keberlanjutan dengan memanfaatkan elemen elemen arsitektur tropis seperti atap menjorok overhang ventilasi alami serta pengoptimalan pencahayaan alami Terminal ini dirancang untuk menjadi gerbang transportasi yang fungsional estetis dan ramah lingkungan sekaligus memperkuat identitas lokal melalui integrasi elemen budaya Talaud Analisis tapak mencakup respons terhadap angin laut kelembapan tinggi sehingga tata letak bangunan mempertimbangkan orientasi yang optimal Struktur terbuka dipilih untuk mengurangi jejak karbon sekaligus memastikan daya tahan terhadap iklim pesisir Selain itu ruang tunggu dan area pelayanan penumpang didesain dengan sirkulasi udara silang untuk meminimalkan ketergantungan pada pendingin mekanis Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan arsitektur tropis tidak hanya meningkatkan kinerja bangunan secara pasif tetapi juga menciptakan kesan yang selaras dengan lanskap kepulauan Proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan infrastruktur transportasi berkelanjutan di wilayah kepulauan Indonesia.
PERANCANGAN KAWASAN WISATA PANTAI LAKBAN DESA RATATOTOK TIMUR KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Ngantung, Cindy; Budhyowati, M.Y. Noorwahyu; Kawatu, Freike E.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur DeSciArs Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/7epnth74

Abstract

Sebagai Negara berkembang Indonesia terus berupaya mencapai hasil terbaik di semua aspek pembangunannya termasuk pariwisata [1] Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan pengelolaan lingkungan sebagai destinasi wisata Salah satu provinsi yang memiliki potensi pantai yang sangat indah adalah Sulawesi Utara Di Sulawesi Utara terdapat banyak destinasi wisata pantai yang masih terawat dan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi namun tampaknya penataan komponen pantai dan penyediaan sarana dan prasarananya belum tertangani secara efektif salah satunya yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara Dengan potensi wisata alamnya yang luar biasa Ratatotok merupakan salah satu kecamatan yang tengah berkembang di Kabupaten Minahasa Tenggara dengan adanya Pantai Lakban yang cukup terkenal di Desa Ratatotok Timur memiliki keindahan alam yang masih alami dan patut untuk dilestarikan dilindungi dan ditingkatkan Kawasan Wisata Pantai Lakban dirancang untuk memaksimalkan pemandangan dengan memanfaatkan potensi alam yang ada Kawasan ini juga bertujuan untuk menciptakan destinasi wisata dengan fitur aksesibilitas dan visibilitas yang dapat membantu wisatawan dalam beraktivitas sekaligus menjadi wadah bagi pemerintah dan masyarakat setempat untuk mengembangkan pariwisata yang ada dan meningkatkan perekonomian daerah untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara.
PERANCANGAN RESORT DI TELAGA PACA KOTA TOBELO Batfeny, Gunawan J; Suharto, Moh. Fachrudin; Budhyowati, M.Y. Noorwahyu
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur DeSciArs Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/5x7bzr04

Abstract

Kabupaten Halmahera Utara yang beribu kota di Tobelo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Maluku Utara dengan potensi pariwisata yang cukup besar Sekitar 40 wilayahnya merupakan perairan dengan karakteristik iklim laut tropis yang mendukung aktivitas wisata sepanjang tahun Salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah ini adalah Telaga Paca yang terletak di Desa Paca Kecamatan Tobelo Selatan Telaga ini dikenal karena keindahan alamnya yang masih asri dan menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Halmahera Utara 2022 jumlah kunjungan wisatawan mengalami fluktuasi selama tahun 2018 hingga 2021 Kunjungan tertinggi tercatat pada tahun 2019 dengan total 65 159 wisatawan sementara penurunan drastis terjadi pada tahun 2020 akibat pandemi COVID 19 Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata yang dimiliki Telaga Paca menganalisis tren kunjungan wisatawan serta merumuskan strategi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan berbasis potensi lokal Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan dan dokumentasi data sekunder Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan pariwisata daerah serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
TEMPAT WISATA ALAM PEGUNUNGAN KILAPONG HILLS DI KOTA TOMOHON Juliawan, I Gede; Daud, M.; Budhyowati, M. Y. Noorwahyu; Kalude, Desty R. R.
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur DeSciArs Desember
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/nfaas451

Abstract

Kota Tomohon dikenal juga sebagai kota pariwisata memiliki banyak sekali potensi-potensi wisata salah satunya wisata alam pegunungan. Tempat wisata yang ada belum mampu menjaga keberlanjutannya sehingga diperlukan konsep tempat wisata alam pegunungan yang lebih menarik. Dengan menghadirkan kegiatan rekresai seperti Lux Gravity pada perancangan ini mejadi daya tarik sendiri karena belum pernah ada sebelumnya pada tempat wisata di Tomohon. Penerapan Arsitektur Hijau sebagai tema menhadirkan rancangan yang bersahabat dengan alam dan juga berkelanjutan