Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SPEKTRUM INDUSTRI

KARAKTERISTIK REAKTOR HIDROGENASI MINYAK BIJI KAPUK UNTUK PEMBUATAN GREEN DIESEL Siti Salamah; Martomo Setyawan
Spektrum Industri Vol. 11 No. 1: April 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v11i1.1637

Abstract

Green diesel merupakan salah satu solusi mengatasi kebutuhan bahan bakar diesel yang semakin meningkat, green diesel merupakan minyak diesel yang berasal dari hidrogenasi minyak nabati yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan biodiesel dan ramah lingkungan. Proses hidrogenasi minyak nabati menjadi green diesel dirancang di reaktor yang beroperasi pada suhu 250 0 C dan tekanan 10 atm, untuk beroperasi pada suhu dan tekanan tersebut maka perlu diketahui karakter reaktor juga suhu pemanasnya. Penelitian ini dilakukan dengan merancang reaktor hidrogenasi dan merancang pemanas reaktor juga uji temperatur pemanas.Pemanas listrik disambungkan dengan regulator tegangan, termokopel dipasang pada batu penahan panas tepat di atas elemen pemanas. Regulator diputar pada tegangan 100 volt, perubahan suhu dicatat tiap 5 menit, percobaan dihentikan apabila suhu sudah konstan , percobaan diulangi untuk tegangan 125,150,175,200 dan 225 volt. Percobaan diulang untuk mempelajari karakter perpindahan panas ke reaktor. Hasil dari penelitian ini adalah reaktor hidrogenasi dirancang dari bahan stainless steel, beroperasi pada temperatur 250 0 C dengan tekanan 10 atm, Spesifikasi reaktor sebagai berikut : volume cairan 2 liter, tinggi reaktor 31 cm, diameter luar 15 cm dan diameter dalam 10 cm. Reaktor tabung ini dilihat dari persyaratan suhu dan kebutuhan panas dapat digunakan sebagai reaktor untuk hidrogenasi minyak biji kapuk. Pemanasan di reaktor dapat mencapai suhu 2400 C dengan menggunakan tegangan 175 Volt. . Kata kunci : Karakteristik , Reaktor hidrogenasi , Green diesel
Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Kelapa dan Aplikasinya untuk Penjernihan Asap Cair Siti Jamilatun; Martomo Setyawan
Spektrum Industri Vol. 12 No. 1: April 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/si.v12i1.1651

Abstract

Arang aktif merupakan senyawa karbon amorph, yang dapat dihasilkan dari bahan-bahan yang mengandung karbon atau dari arang yang diperlakukan dengan cara khusus untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Arang aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan.. Arang aktif akan dibuat dari arang hasil pirolisis tempurung kelapa.dan diimplementasikan untuk menjernihkan asap cairnya. Adapun langkah yang pertama membuat arang aktif dari tempurung kelapa adalah, membuat arang tempurung kelapa dengan membersihkan tempurung kelapa terlebih dahulu dari bahan-bahan pengotor seperti tanah, kerikil. Kemudian mengeringkannya dibawah sinar matahari, selanjutnya membakar tempurung kering pada drum/bak pembakaran dengan suhu 300-500 0C selama 3-5 jam. Langkah yang kedua adalah arang hasil pembakaran direndam dengan bahan kimia CaCl2 dan ZnCl2 (kadar 25 %) selama 12 sampai 24 jam untuk menjadi arang aktif. Selanjutnya melakukan pencucian dengan air suling/air bersih hingga kotoran atau bahan ikutan dapat dipisahkan. Arang aktif basah dihamparkan pada rak dengan suhu kamar untuk ditiriskan, kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 110 – 8000C selama 3 jam. Suhu aktivasi mempengaruhi kualitas karbon aktif yang terbentuk. Dari uji kualitas karbon aktif yang dilakukan, kualitas karbon aktif yang terbaik diperoleh pada suhu 800oC dengan kadar air 1,3 %, kadar abu 0,60 % memenuhi standar SII 0258-79 dan memiliki daya serap terhadap kadar iod sebesar 580,0 mg/g yang memenuhi standar SNI 06-3730. Penjernihan air limbah rumah tangga, air berwarna menggunakan karbon aktif dari suhu aktivasi 800oC menghasilkan air yang jernih, tidak berbau dan memenuhi pH standar air (7,0-7,5). Key words : Asap cair, tempurung kelapa, pirolisis, arang aktif