Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS EKOLINGUISTIK TERHADAP PEMBERITAAN ISU LINGKUNGAN DI PROVINSI JAMBI Setyonegoro, Agus; Putri, Lulu’ Nurullita Liadi; Priyanto, Priyanto
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.8.1.112-121

Abstract

Penelitian ini membahas representasi isu lingkungan dalam pemberitaan media massa daring di Provinsi Jambi melalui pendekatan ekolinguistik. Fokus utama kajian ini adalah pada makna ideologi, sosial, dan budaya yang tersirat dalam teks berita terkait lingkungan. Pengumpulan data dilakukan terhadap berita-berita yang diterbitkan oleh TribunJambi.com, BatanghariNews.com, dan SmartLestari.UNJA.ac.id dalam rentang waktu 2021 hingga 2023. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teori analisis wacana kritis Norman Fairclough yang dipadukan dengan teori ekolinguistik dari Stibbe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna ideologi tercermin melalui penggunaan istilah seperti negara hijau, kampus berkelanjutan, dan strategi nasional, yang menggambarkan keberpihakan terhadap pelestarian lingkungan sebagai nilai dan kebijakan. Pada dimensi sosial, media menampilkan peran aktif mahasiswa, komunitas lokal, dan pemerintah dalam membentuk narasi kolaboratif melalui program seperti gerakan menanam pohon dan edukasi lingkungan. Sedangkan pada dimensi budaya, ditemukan bahwa kegiatan lingkungan dikaitkan dengan nilai lokal seperti gotong royong, serta diposisikan sebagai bagian dari tradisi dan identitas komunitas. Secara umum, penelitian ini menegaskan bahwa bahasa dalam media tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai alat pembentuk kesadaran ekologis masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan wacana lingkungan yang lebih inklusif, kritis, dan kontekstual di ranah jurnalistik dan kebijakan publik. Kata kunci: ekolinguistik; pemberitaan lingkungan; media massa; Jambi
Pelanggaran Prinsip Kesantunan dan Prinsip Kerja Sama dalam Wawancara Najwa Shihab dengan Anies dan Muhaimin di Kanal Youtube Gulo, Della Silvi; Purba, Andiopenta; Setyonegoro, Agus
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i2.2143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk dan faktor pelanggaran prinsip kesantunan dan prinsip kerja sama dalam wawancara Najwa Shihab dengan Anies dan Muhaimin di Kanal Youtube. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data pada penelitian ini berupa seluruh tuturan dengan sumber dari tokoh-tokoh dalam dalam video Najwa Shihab, Anies, dan Muhaimin pada video di kanal youtube Najwa Shihab yang berjudul “Eksklusif : Blak-blakan Anies - Muhaimin Mata Najwa”. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan yaitu teknik catat dan transkrip data. Data kemudian dianalisis dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil pada penelitian menunjukkan Pelanggaran prinsip kesantunan yang paling banyak dilakukan yaitu pada maksim maksim kebijaksanaan dan pujian yang didominasi oleh pewawancara, sedangkan pada pelanggaran prinsip kerja sama yang paling mendominasi adalah kedua narasumber dengan pelanggaran terbanyak pada maksim kuantitas dan maksim cara. Faktor pelanggaran kesantunan yang paling ditemukan yaitu memojokkan mitra tutur dan faktor pelanggaran prinsip kerja sama yang paling banyak ditemukan yaitu mengabaikan maksim
IMPLEMENTASI MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS VIII DI MTS LABORATORIUM UIN STS JAMBI Wulandary, Ryana Putri; Purba, Andiopenta; Setyonegoro, Agus; Wini, Lusia Oktri
Lintang Aksara Vol. 2 No. 1 (2023): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v2i1.32236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model experiential learning dalampembelajaran menulis teks eksposisi pada siswa kelas VIII di MTs Laboratorium UIN STSJambi. Bedasarkan langkah-langkah model experiential learning yaitu pengalaman konkret,observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, eksperimentasi aktif. Penelitian ini menggunakanmetode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa hasil wawancara penelitidengan guru bahasa indonesia dan hasil belajar siswa dalam kegiatan proses pembelajaranmenulis teks eksposisi dan sumber data berupa RPP dan bahan ajar yang berkaitan denganproses Langkah-Langkah pembelajaran experiential learning yang dilaksanakan.Pengambilan data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan tes.Nantinya data tersebut akan di analisis dengan cara, reduksi data, penyajian data danpenarik kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model experientiallearning merupakan sebuah model yang sangat cocok digunakan dalam pembelajaranmenulis teks eksposisi karena model tersebut menggunakan pengalaman peserta didik yangakhirnya dapat mempermudah pemahaman materi serta mengaktifkan peserta didik dalampembelajaran. Hal ini terbukti dengan hasil kerja peserta didik diatas KKM (KriteriaKetuntasan Minimal) Selain itu model experiential learning bukan hanya mengutamakanpengalaman peserta didik saja namun membuat pengalaman baru yang berkesan pada diripeserta didik.Kesimpulan penelitian ini meunjukkan bahwa implementasi model experientiallearning dalam pembelajaran menulis teks eksposisi di kelas VIII di MTs Laboratorium UINSTS Jambi berjalan sesuai dengan langkah-langkah model experiential learning.
Analisis Tindak Tutur Ekspresif Para Tokoh dalam Film Jembatan Pensil Hidayanti, Fitri; Setyonegoro, Agus; Oktri Wini, Lusia
Lintang Aksara Vol. 4 No. 1 (2025): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v4i1.44277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk serta fungsi tindak tutur ekspresif dalam film Jembatan Pensil berdasarkan pendekatan pragmatik. Tindak tutur ekspresif merupakan salah satu jenis tindak tutur yang digunakan penutur untuk mengungkapkan kondisi psikologis atau emosional terhadap suatu situasi. Kajian ini penting dilakukan karena film sebagai media komunikasi audiovisual kerap merefleksikan ekspresi budaya, sosial, dan emosional melalui dialog tokoh-tokohnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) sebagai teknik pengumpulan data. Data penelitian berupa tuturan tokoh dalam film Jembatan Pensil yang mengandung tindak tutur ekspresif. Hasil analisis menunjukkan terdapat tujuh jenis tindak tutur ekspresif yang ditemukan dalam film, yaitu: berterima kasih, meminta maaf, memberi selamat, memuji, menyampaikan belasungkawa, menyalahkan, dan marah, dengan total 29 data. Tindak tutur ekspresif marah merupakan jenis yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa film Jembatan Pensil tidak hanya menyampaikan pesan sosial tentang pendidikan, tetapi juga menggambarkan ekspresi emosional karakter secara nyata melalui bahasa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian pragmatik, khususnya dalam memahami penggunaan bahasa ekspresif dalam media film.
Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Hasil Belajar Menulis Teks Berita Kelas XI SMA Negeri 10 Kota Jambi Putri, Pijariani Mutiara; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Setyonegoro, Agus
Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Tematik Dikdas
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Dasar Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jptd.v8i1.25498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh media audio visual dalam pembelajaran menulis teks berita siswa kelas XI SMA Negeri 10 Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 10 Kota Jambi. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas F1 yang berjumlah 35 orang siswa. Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji homogenitas, uji normalitas dan uji hipotesis. Dari hasil data dengan cara uji hipotesis maka menunjukkan nilai sig (2 tailed) = 0,00 < 0,05 sesuai dengan kriteria uji t tes jika sig (2 tailed) lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui, adanya pengaruh media audiovisual terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 10 Kota Jambi. Dengan hasil nilai rata- rata sebelum dan sesudah diberi perlakuan mengalami peningkatan dari 63,4 menjadi 76,3. Kata Kunci: Audio visual, hasil belajar, menulis teks berita.
Nilai Pendidikan Karakter Dalam Cerita Rakyat Jambi dan Relevansinya dengan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Wahyuningsih, Isti; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Setyonegoro, Agus; Dewi, Yusra; Purba, Andiopenta
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 13, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v13i2.544

Abstract

The purpose of this study was to describe the value of character education contained in Jambi folklore and its relevance to learning Indonesian in junior high schools. This research is in the form of qualitative descriptive. The data of this study is the value of character education in twelve Jambi folk tales and the data source is the bilingual Jambi Folklore book with twelve story titles, namely 1) Black Water and Clear Water, 2) Swearing Stone, 3) Buffalo Stone, 4) Likat Lake, 5) Datuk Blood Putih, 6) Datuk Kerungkung Bebulu, 7) Dideng Dang Ayu, 8) Girls with Long Hair, 9) Lubuk Bujang Girls, 10) Smooth People, 11) Rice as Big as a Coconut, 12) Tama Tujeuh. The findings from this study include: there are five aspects of character education proclaimed by the Ministry of Education and Culture, namely religious, nationalist, independent, mutual cooperation and integrity and Jambi folklore is relevant to learning Indonesian in junior high school because it can be used as teaching material. 
Pelatihan Digital Storytelling sebagai Inovasi Pedagogidalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra bagi Guru SMP Priyanto, Priyanto; Wini, Lusia Oktri; D, Yusra; Setyonegoro, Agus; Harjono, Hary Soedarto; Wachyunni, Sri
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1023

Abstract

Pelatihan digital storytelling bagi guru menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan tuntutan pembelajaran kreatif dan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Namun, banyak guru masih mengalami keterbatasan dalam mengembangkan konten digital yang naratif, terstruktur, dan menarik bagi peserta didik. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan media pembelajaran berbasis digital storytelling melalui pelatihan yang mengadaptasi model delapan langkah Morra (2013). Metode yang digunakan meliputi pelatihan tatap muka, pendampingan teknis, praktik langsung, dan evaluasi berbasis indikator keterampilan proses yang mencakup aspek ide cerita, riset, penulisan naskah, pembuatan storyboard, pemanfaatan multimedia, dan penyatuan konten. Peserta terdiri dari 29 guru dari berbagai jenjang pendidikan yang mengikuti serangkaian kegiatan pelatihan selama satu bulan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan pada semua indikator, dengan persentase peserta yang mencapai kategori baik hingga sangat baik sebesar 72,4%–82,8%. Selain itu, uji normalitas, homogenitas, dan linearitas membuktikan bahwa data hasil pelatihan memenuhi asumsi statistik parametrik. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga memperkuat kemampuan pedagogis mereka dalam merancang pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Dengan demikian, pelatihan digital storytelling ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan kesiapan guru dalam menghadapi era pendidikan digital.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara pada Pembelajaran Pidato dengan Model Talking Stick di Kelas VIII MTsN 1 Sarolangun Febriana, Indri; Setyonegoro, Agus; Enik Mukhoiyaroh Bambang, Siti
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v7i2.6920

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran talking stick untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada pembelajaran pidato peserta didik di kelas VIII C MTs Negeri 1 Sarolangun. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri 1 Sarolangun pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahap berulang, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sumber data dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII C MTs Negeri 1 Sarolangun. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pelaksanaan tes berpidato pada akhir siklus untuk mengetahui tingkat keterampilan berbicara pada pembelajaran pidato setelah menerapkan model pembelajaran talking stick. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I peserta didik yang memperoleh nilai tes berpidato di atas 75 adalah sebanyak 13 orang dengan persentase ketuntasan sebesar 38%. Kemudian, pada siklus II persentase ketuntasan peserta didik meningkat sebesar 100%, yang mana jumlah keseluruhan yaitu 34 orang peserta didik berhasil memperoleh nilai di atas 75. Dengan demikian, dapat dibuktikan bahwa adanya peningkatan persentase dari siklus I dan siklus II yaitu 62%. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran talking stick sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik.
Implementation of the Scaffolding Approach in Teaching Popular Scientific Article Writing to Eighth-Grade Students at MTsN 2 Bungo Aini, Zulfa Fitri; Setyonegoro, Agus; Priyanto, Priyanto; Purba, Andiopenta
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 02 (2026): Maret: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v5i02.2597

Abstract

Writing is a complex language skill because it requires mastery of structure, idea development, and accurate linguistic rules. In the context of the Independent Curriculum, the ability to write popular scientific articles is crucial for strengthening the literacy of junior high school (SMP/MTs) students. However, classroom learning practices still show low structural regularity and idea development due to minimal gradual guidance. This study aims to describe the implementation of the scaffolding approach in teaching popular scientific articles to eighth-grade students at MTsN 2 Bungo and identify supporting and inhibiting factors. This study used a qualitative research type with an instrumental case study design. Data were obtained through learning observations, document analysis of 32 student articles, and interviews with teachers and students. Then, they were analyzed descriptively through stages of reduction, categorization, and thematic interpretation with triangulation of sources and techniques. The results showed that scaffolding was implemented gradually through providing intensive assistance in the initial stage, simplifying tasks, providing examples and feedback, and reducing assistance (fading). Most students were able to structure texts in a more organized manner, develop ideas logically, and show improvements in linguistic aspects and writing independence. It was concluded that the scaffolding approach effectively improves the quality of the writing process and products while encouraging students' learning independence, and is relevant to the learning principles in the Independent Curriculum.