Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Pendapatan Petani serta Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi Sawah di Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara Rahmat Suryanto Pirngadi; Jana Putri Utami; Aflahun Fadhly Siregar; Salsabila Salsabila; Wildani Lubis; Dian Retno Intan
JURNAL AGRICA Vol. 16 No. 1 (2023): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v16i1.7423

Abstract

Aceh Utara is the largest rice producing district in Aceh Province in the last five years with a total production of 393,477 thousand tons in 2020. The high production of lowland rice in Aceh Utara District cannot be separated from the high production of lowland rice in Baktiya Sub-District with total production reaching 50,347 thousand tons with an average productivity of 5.4 tons/ha in 2020. The purpose of this study is to analyze the income of lowland rice farming, as well as to see what factors affect the production of lowland rice farming in Baktiya Sub-District in the Aceh Utara District. The method of determining the sample using random sampling method with the number of respondents as many as 140 rice farmers, while the data analysis method uses the Cobb-Douglas function analysis approach. The results of this study found that the net income received by rice farmers in Baktiya Sub-District, Aceh Utara District within one year was Rp.39,526,000/Ha/year. The description of the model to see the factors that affect the production of lowland rice in the Baktiya Sub-District, it is found that all independent variables have a positive effect on the factors that affect the production of lowland rice farming. In the partial test, the variables of land area and fertilizer have a significant effect on the factors that affect the production of lowland rice in the Baktiya Sub-District.
ANALISIS PENDAPATAN PETANI JAGUNG DI DESA PINTU ANGIN KECAMATAN LAUBALENG KABUPATEN KARO Nana Trisna Mei Br Kabeakan; Wildani Lubis; Dian Retno Intan; Khairul Fahmi Purba; Juita Rahmadani Manik
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 3 (2023): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i3.3153

Abstract

The income or profit earned by farmers is of course related to the costs incurred by farmers in managing their farming business and also the revenue earned by farmers. The purpose of this study was to find out how much corn farmers earn and to find out the feasibility of corn farming in Pintu Angin Village, Laubaleng District, Karo Regency. The number of respondents in this study amounted to 30 people. Data analysis uses the income formula and R/C ratio. The results showed that the average income of corn farmers with an average land area of 1.43 ha in Pintu Angin Village was Rp. 27,985,805 and the value of the R/C ratio is greater than 1, namely 2.31 so that farming in Pintu Angin Village, Laubaleng Subdistrict, Karo Regency is feasible to cultivate. INTISARIPendapatan atau keuntungan yang diperoleh oleh petani tentunya berkaitan dengan biaya yang dikeluarkan oleh petani dalam pengelolaan usahataninya dan juga penerimaan yang diperoleh oleh petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa pendapatan petani jagung dan untuk mengetahui kelayakan usahatani jagung di Desa Pintu Angin Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Analisis data menggunakan rumus pendapatan dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  rata-rata pendapatan petani jagung dengan luas lahan rata-rata 1,43 ha di Desa Pintu Angin sebesar  Rp. 27.985.805 dan nilai R/C ratio lebih besar dari 1 yaitu 2,31 sehingga usahatani di Desa Pintu Angin Kecamatan Laubaleng Kabupaten Karo layak untuk diusahakan.
DISEMINASI BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN MENGGUNAKAN WALL PLANTER BAG DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ANGGOTA PKK DESA PEMATANG GANJANG Nana Trisna Mei Br Kabeakan; Muhammad Alqamari; Rini Susanti; Dian Retno Intan; Khairul Fahmi Purba; Wildani Lubis
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1190

Abstract

Mitra atau peserta pada kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota PKK yang merupakan ibu rumah tangga sehingga memiliki waktu luang untuk melakukan kegiatan produktif. Kegiatan produktif yang dapat dilakukan adalah melakukan budidaya tanaman sayuran dengan teknik vertikultur menggunakan wall planter bag, kegiatan budidaya ini masih belum banyak dilakukan oleh mitra dikarenakan belum memperoleh informasi mengenai wall planter bag, sehingga tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan informasi sekaligus melakukan pelatihan atau praktik langsung budiaya tanaman sayuran dengan teknik vertikultur menggunakan wall planter bag yang nantinya dapat dipraktikkan langsung oleh mitra untuk pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, seperti yang diketahui bahwa tanaman sayuran merupakan tanaman yang memiliki kandungan gizi yang tinggi dan juga hasil panen dari budidaya yang dilakukan dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan dengan cara menjual hasil panen sayuran tersebut mengingat sayuran merupakan kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat. Metode kegiatan ini adalah memberikan informasi dan pelatihan atau mempraktikkan secara langsung kepada ibu-ibu anggota PKK bagaimana teknik budidaya vertikultur dengan menggunakan wall planter bag. Hasil yang diperoleh setelah melakukan kegiatan program kemitraan masyarakat sesuai dengan waktu yang telah disepakati adalah dapat diketahui bahwa ibu-ibu anggota PKK yang merupakan mitra kegiatan ini antusias dalam mengikuti kegiatan dan aktif dalam mengikuti kegiatan praktik budidaya yang dilakukan secara langsung setelah sebelumnya diberikan informasi mengenai kegiatan produktif yang dapat dilakukan dan menjelaskan apa itu wall planter bag kepada mitra. Diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan yang diberikan kepada ibu-ibu anggota PKK dapat menambah pengetahuan dan keterampilan melakukan kegiatan budidaya menggunakan wall planter bag dengan memanfaatkan dinding luar rumah ataupun pagar rumah yang dimiliki.
Analysis of Marketing Channels And Marketing Efficiency of Corn Farmers (Zea Mays L) Tanjung Morawa Riris Nadia Syafrilia Gurning; Nurhajijah Nurhajijah; Salsabila Salsabila; Sakral Hasby Puarada; Wildani Lubis
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v11i1.5089

Abstract

Purpose: This study aims to (1) identify the corn marketing channels, (2) determine the corn marketing margins, and (3) evaluate the efficiency of corn marketing in Tanjung Morawa District. Methodology: A sample of 30 corn farmers from three villages with corn farming areas was selected. A quantitative descriptive analysis was used to examine marketing channel patterns and analyze marketing costs and margins. Results: The study found that Marketing Channel I is widely used by farmers, who prefer selling corn directly to collectors. The marketing efficiency values for the first (I) and second (II) marketing channels are 10% and 16.6%, respectively. Findings: Both marketing channels are efficient. This indicates that the marketing channels involved in the marketing of shelled corn in the study area do not involve lengthy marketing institutions, resulting in low marketing costs and margins, and the selling price received by the final consumer is not much higher than the price received by the farmers. Novelty: This research provides insights into the efficiency of corn marketing channels, highlighting the benefits of shorter marketing pathways. Originality: The study offers a detailed analysis of marketing channel efficiency for corn, contributing to the understanding of effective agricultural product marketing. Conclusions: The corn marketing channels in Tanjung Morawa District are efficient, benefiting both farmers and consumers. Type of Paper: Empirical Research Article
Performance of Agricultural Extension Services (BPP) in Enhancing Rice Production in North Sumatra, Indonesia Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Puarada, Sakral Hasby; Lubis, Wildani; Nurhajijah, Nurhajijah
Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Vol. 6 No. 02 (2023): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/agriecobis.v6i02.28812

Abstract

Indonesia has experienced an increase in national population, the Government is targeting rice production of 54.50 million tons in 2023. North Sumatra Province has the largest rice production on the island of Sumatra, 2,088,584 tons. The effectiveness of the Agricultural Extension Service (BPP) in Percut Sei Tuan is of concern to researchers. This research method uses a differential semantic measurement scale or attitude scale to analyze performance data.  The number of samples determined in the research was 10 farmers per village so that the number of samples from all villages was 30 rice farmers with 5-point rating scale and the choices "Very Good" to "Very Poor" with the interval scale formula {a(m-n)}/b and the number of question attributes is 12 points, and the class interval is 9.6. The results performance is in the "Very Good" performance category with an average score of 4.24. However, based on their respective scores of 3.03, there is a low score of 2.53 in the category of agricultural extension officers who do not assist farmers in obtaining agricultural financing, nor do they help market their agricultural products. Extension officers have carried out but are still not optimal with answers from one research category.
Pemenuhan Ketahanan Pangan Keluarga melalui Pembuatan Vertical Garden Habib, Akbar; Intan, Dian Retno; Lubis, Wildani; Kabeakan, Nana Trisna Mei Br; Purba, Khairul Fahmi; Ginting, Litna Nurjannah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i01.6044

Abstract

Semakin meningkatnya populasi penduduk dan adanya dorongan untuk hidup sehat tidak sejalan dengan ketersediaan lahan pertanian. Kecenderungan konversi lahan pertanian menyebabkan terjadinya kesulitan penurunan dalam produksi komoditas pertanian. Selain itu, terdapat juga kekhawatiran dalam penggunaan teknik budidaya secara konvensional berupa pengaplikasian pupuk dan pestisida kimia. Alasan-alasan inilah yang menjadi awal dari munculnya konsep prosumer. Prosumer adalah konsep ketika orang memiliki kemampuan untuk memproduksi makanan mereka sendiri dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. munculnya konsep prosumer membantu daerah perkotaan di banyak negara untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian dan menjaga keberlanjutannya. Perumahan di Kota Medan merupakan daerah padat penduduk yang setiap rumah jarang sekali memiliki pekarangan luas. Pekarangan biasanya hanya terbatas atau cukup dan dibuat hanya untuk keperluan memarkirkan kendaraan saja. Pekarangan yang sempit ini dapat dibuat menjadi multifungsi sebagai tempat bercocok tanam dengan menggunakan vertical garden. Budidaya tanaman sendiri ini dalam rangka untuk pemenuhan kebutuhan asupan sayuran keluarga untuk mencapai ketahanan pangan keluarga dengan menyediakan sendiri. Adanya kegiatan ini diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan asupan sayuran mitra saja, diharapkan juga mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga dan lebih luasnya lagi mitra dapat mengembangkannya sampai tercapai ketahanan pangan keluarga.
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA KELOMPOK TANI CABAI MERAH DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN ANGGOTA KELOMPOK TANI DESA SIDODADI RAMUNIA, KECAMATAN BERINGIN, KABUPATEN DELI SERDANG Lubis, Wildani; Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Intan, Dian Retno; Purba, Khairul Fahmi; Kabeakan, Nana Trisna Mei Br
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3880

Abstract

Juli Tani farmer’s group in Sidodadi Ramunia Village, Beringin District, Deli Serdang Regancy was a responden in reseach of “Contribusi Income of Chili Farmer’s Group in Improving the Welfare of Farmer’s Group”. This research to determine the income contribution of chili processing bussines  in Sidodadi Ramunia Village, Beringin District, Deli Serdang Regancy for red chili into other product. The research was conducted for three month (May-July, 2022) with the conclusion that contribution of the red chili as 35,24 percent to income with the income obtained from the red chili processing farmer’s group (chili sauce) amount to IDR 6,827,655. Keyword : Contribution, Famer’s group, Income, Red chili. INTISARI Kelompok Tani ”Juli Tani” di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang merupakan responden pada penilitian yang berjudul Kontribusi Pendapatan Usaha Kelompok Tani Cabai Merah dalam Peningkatan Kesejahteraan Anggota Kelompok Tani. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendapatan usaha pengolah cabai yang merupakan sentra cabai merah dan pengolah cabai merah menjadi produk lainnya. Penelitian dilakukan selama tiga bulan (Mei – Juli 2022) dengan kesimpulan bahwa usaha pengolahan cabai merah memberikan kontribusi pendapatan sebesar 35,24 persen dengan pendapatan yang diperoleh dari usaha kelompok tani pengolah cabai merah (saos cabai) sebesar Rp 6.827.655,-. Kata kunci : Cabai merah, Kelompok tani, Kontribusi, Pendapatan
“Healthy Pop” Alternatif Minuman Boba dari Buah yang Menyehatkan Habib, Akbar; Intan, Dian Retno; Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Lubis, Wildani; Kabeakan, Nana Trisna Mei Br
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v6i3.13672

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi di bidang makanan dan minuman membuat semakin maraknya produk-produk instan yang mengandung zat aditif, diantaranya pemanis sintetis dan pewarna makanan. Konsumsi produk-produk ini dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, sehingga perlu adanya alternatif produk atau olahan lain yang lebih menyehatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diselenggarakan untuk memperkenalkan minuman sehat yang terbuat dari buah-buahan, khususnya popping boba atau yang dinamakan “Healthy pop”, sebagai alternatif minuman manis. Kegiatan ini melibatkan Sanggar Belajar Cerdas, sebuah kelompok yang terdiri dari anak-anak dan orang tua, yang belajar membuat minuman ini bersama-sama. Para peserta mengikuti lokakarya di mana mereka belajar membuat popping boba dengan menggunakan buah-buahan lokal seperti mangga, jeruk, buah naga, dan semangka. Mereka juga mendapatkan edukasi mengenai manfaat kesehatan dari bahan-bahan tersebut. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi minuman sehat dan memotivasi peserta untuk mencoba membuat minuman ini di rumah. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu, sumber daya, dan tingkat pengetahuan yang berbeda-beda, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru, mempromosikan kebiasaan hidup sehat, dan menciptakan peluang bagi keluarga untuk mempraktikkan pola makan sehat di rumah. Secara keseluruhan, kegiatan ini diterima dengan baik dan mendapat tanggapan positif.
Pemenuhan Ketahanan Pangan Keluarga melalui Pembuatan Vertical Garden Habib, Akbar; Intan, Dian Retno; Lubis, Wildani; Kabeakan, Nana Trisna Mei Br; Purba, Khairul Fahmi; Ginting, Litna Nurjannah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i01.6044

Abstract

Semakin meningkatnya populasi penduduk dan adanya dorongan untuk hidup sehat tidak sejalan dengan ketersediaan lahan pertanian. Kecenderungan konversi lahan pertanian menyebabkan terjadinya kesulitan penurunan dalam produksi komoditas pertanian. Selain itu, terdapat juga kekhawatiran dalam penggunaan teknik budidaya secara konvensional berupa pengaplikasian pupuk dan pestisida kimia. Alasan-alasan inilah yang menjadi awal dari munculnya konsep prosumer. Prosumer adalah konsep ketika orang memiliki kemampuan untuk memproduksi makanan mereka sendiri dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. munculnya konsep prosumer membantu daerah perkotaan di banyak negara untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian dan menjaga keberlanjutannya. Perumahan di Kota Medan merupakan daerah padat penduduk yang setiap rumah jarang sekali memiliki pekarangan luas. Pekarangan biasanya hanya terbatas atau cukup dan dibuat hanya untuk keperluan memarkirkan kendaraan saja. Pekarangan yang sempit ini dapat dibuat menjadi multifungsi sebagai tempat bercocok tanam dengan menggunakan vertical garden. Budidaya tanaman sendiri ini dalam rangka untuk pemenuhan kebutuhan asupan sayuran keluarga untuk mencapai ketahanan pangan keluarga dengan menyediakan sendiri. Adanya kegiatan ini diharapkan tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan asupan sayuran mitra saja, diharapkan juga mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga dan lebih luasnya lagi mitra dapat mengembangkannya sampai tercapai ketahanan pangan keluarga.
Artikel Ilmiah Agribisnis Analisis Perbandingan Produktivitas Tanaman Durian (Durio zibethinus) antara Indonesia dan Malaysia: Studi Deskriptif Kuantitatif Berdasarkan Data Tahun 2019–2023 Ardilla, Riska; Lubis, Wildani; Nik Mohd Masdek, Nik Rozana
JURNAL AGRICA Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL AGRICA
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agrica.v18i2.16337

Abstract

This study aims to analyze the comparison of durian (Durio zibethinus L.) productivity between Indonesia and Malaysia based on secondary data from 2019 to 2023. A quantitative descriptive method was applied by calculating the ratio between total production (tons) and cultivated area (hectares). The results indicate that although Indonesia has a much larger cultivation area, averaging 10.69 million hectares, its productivity remains low at around 0.11–0.16 tons/ha. In contrast, Malaysia, with an average of only 76 thousand hectares, achieved a significantly higher productivity level of 5.08–5.56 tons/ha. This difference is mainly due to the use of certified superior varieties such as Musang King, the implementation of intensive cultivation systems and modern agricultural technologies, and strong institutional support through national policies. Meanwhile, Indonesia’s durian productivity is still constrained by the use of uncertified seedlings, traditional farming techniques, and inefficient post-harvest management. The study concludes that improving durian productivity in Indonesia requires the strengthening of technological innovation, certified superior variety development, and the establishment of an integrated and sustainable agribusiness system to enhance competitiveness in the international market.