Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS NILAI TAMBAH PADA USAHA PENGOLAHAN IKAN GURAME DI KECAMATAN MEDAN AMPLAS, KOTA MEDAN Lubis, Wildani; Intan, Dian Retno; Syafrilia Gurning, Riris Nadia; Mei Br. Kabeakan, Nana Trisna; Purba, Khairul Fahmi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2507

Abstract

Penelitian dilakukan di Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan pada bulan Juni – Juli 2021. Tujuan penelitian dilaksanakan untuk mengetahui nilai tambah ikan gurami pada produk olahan bakso dengan metode Hayami dan pendapatan pengolah bakso ikan. Penentuan sample menggunakan metode sensus dengan penarikan responden metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai tambah produk bakso ikan sebesar Rp  5.635,-/ kilogram dengan harga output sebesar Rp  130.000,-/kilogram, penggunaan tenaga kerja sebanyak 2 orang dengan upah Rp 50.000,-/HOK/proses. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp  3.803.-/ kilogram pada 1 kali proses produksi. Sehingga pendapatan yang diperoleh untuk 1 bulan  Rp  532.420,-/bulan
PENDAMPINGAN NASYIATUL ‘AISYIYAH (NA) untuk MENINGKATKAN MINAT WIRAUSAHA melalui PENGOLAHAN JAMUR TIRAM Lubis, Wildani; Retno Intan, Dian; Fahmi Purba, Khairul; Trisna Mei Br. Kabeakan, Nana; Nadia Syafrilia Gurning, Riris; Mandili Lubis, Irhamna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2643-2649

Abstract

Nasyiatul Aisyiyah (NA) merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang merupakan putri-putri berusia remaja. Program ini bertujuan meningkatkan ilmu untuk menghasilkan generasi (kader) penerus Muhammadiyah yang tangguh menghadapi perubahan zaman khususnya dibidang ekonomi. Pendampingan Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) untuk Meningkatkan Minat Wirausaha melalui Pengolahan Jamur Tiram bertujuan meningkatkan ilmu untuk menghasilkan generasi (kader) penerus Muhammadiyah yang tangguh menghadapi perubahan zaman khususnya dibidang ekonomi. Generasi muda diharapkan mampu mengatasi permasalahan ekonomi salah satu cara dengan berwirausaha. Dengan berwirausaha,dapat membantu peningkatan perekonomian dan ketrampilan mitra. Hasil yang diharapkan dari terlaksananya progrsam ini yaitu : mitra memiliki ketrampilan dalam pengolahan jamur tiram sehingga mampu meningkatkan minat mitra pada bidang wirausaha. Terbentuknya minat wirausaha mitra akan berdampak pada kemampuan mitra dalam pengembangan diri sehingga tercapainya tujuan pengkaderan generasi muda.
DAUR ULANG LIMBAH MINYAK GORENG SEBAGAI BAHAN BAKU SABUN Intan, Dian Retno; Lubis, Wildani; Harahap, Wahyuni Umami; Nurjannah Ginting, Litna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i2.456-462

Abstract

Permasalahan lingkungan dan pencemaran lingkungan yang semakin hari semakin meningkat, salah satu cara mengatasinya adalah dengan pengelolaan sampah limbah modern  termasuk 3-R yaitu Reduce (mengurangi), Re-use (menggunakan kembali), dan Recycle (daur ulang). Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan, antara lain dengan memberdayakan masyarakat agar mampu melakukan pengelolaan limbah masing-masing rumah tangga, khususnya limbah minyak goreng. Adapun yang menyebabkan masyarakat membuang limbah minyak goreng diantara karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai bahayanya limbah minyak goreng dan ketidaktahuan masyarakat mengenai potensi yang dimiliki oleh limbah minyak goreng tersebut. Mitra dalam kegiatan ini adalah ibu rumah tangga yang tergabung dalam organisasi Aisyiyah Ranting Melati. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk mengelola limbah minyak goreng adalah dengan merubahnya menjadi sabun. Sabun yang akan dihasilkan merupakan sabun ramah lingkungan karena dalam pembuatannya menerapkan zero waste concept dari  pengelolaan limbah rumah tangga. Sabun yang akan dibuat merupakan sabun cuci, baik cuci piring maupun cuci pakaian. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup. mampu mengelola limbah minyak goreng dan mengurangi pencemaran lingkungan dengan kegiatan daur ulang limbah minyak goreng menjadi sabun padat dan cair.
PKM PENGEMBANGAN DAN APLIKASI TRICHODERNA Sp PADA TANAMAN BAWANG MERAH Surnaherman, Surnaherman; Lubis, Wildani; MD, Masyhura
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.309-314

Abstract

Root rot or stem and fusarium wilt are the diseases that come often to onion plant that may  impair growth and also reduce onion production. The holocaust  of root rot or stem and fusarium wilt is often to take of by chemical pesticides. This way can destroy the earth and circuit for the reduce onion production. To reduce chemical pesticides use,  treat the earth, and increase onion production, the solution is organic pesticides used by trichoderma sp. Trichoderma sp is vegetable pesticides as antagonistic bacteria which have many benefit to increase the quality of onion production for enviromentally friendly by control OPT. PKM team do development training of trichoderma sp by point trichoderma sp usely. The Partner or farmers in Medan Marelan district  i.e Kelompok Tani Karya Maju and Kelompok Tani Karunia. The development of high quality  trichoderma sp and most economic value may spread in product marketing hopefully. 
PEMANFAATAN LIMBAH SEMANGKA SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN MANISAN DALAM UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN DAN PENDAPATAN Lubis, Wildani; Intan, Dian Retno; Harahap, Wahyuni Umami
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i1.88-93

Abstract

Pada umumnya buah semangka hanya dikonsumsi pada bagian daging yang berwarna mencolok saja (misalnya merah, merah muda, dan kuning). Sedangkan pada bagian lapisan putih kulit kurang diminati masyarakat karena dianggap tidak memiliki manfaat. Minimnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat dari daging putih buah semangka sehingga menjadikan daging putih tersebut sebagai limbah. Dengan penerapan teknologi pengolahan pangan yang sesuai, daging putih buah semangka dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan salah satunya produk olahan makanan berupa manisan kulit semangka. Pengolahan limbah (daging putih semangka) semangka menjadi manisan adalah upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk dan diversifikasi pangan yang dapat menjadi jenis pangan yang baru. Selain itu, dengan pemanfaatan limbah (daging putih semangka) dapat membantu dalam peningkatan pendapatan. Mitra pada program pengabdian adalah ibu-ibu Aisyiah Ranting Melati Cabang Teladan Satu, dimana sebagian besar merupakan ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini diharapkan menjadi solusi dari persoalan penanganan limbah (daging putih buah semangka) sekaligus pemberdayaan ibu-ibu Aisyiah guna meningkatkan kreativitas dalam usaha yang dapat membantu peningkatan pendapatan rumah tangga.
PEMANFAATAN DAN APLIKASI LIMBAH RUMAH TANGGA DALAM PEMBUATAN ECO-ENZYME Retno Intan, Dian; Habib, Akbar; Lubis, Wildani; Nurjannah Ginting, Litna; Fahmi, Khairul
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 8 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i8.2793-2800

Abstract

Menjaga kebersihan menjadi hal sangat penting terutama di tahun ketiga pandemi COVID-19 ini. Mencuci tangan pakai sabun di air mengalir mencerminkan perilaku hidup bersih dan sehat, namun dirasa kurang efisien karena membutuhkan banyak air dan perlu tisu atau lap bersih untuk menyeka air setelah mencuci tangan. Cara lain untuk membersihkan tangan adalah dengan menggunakan hand sanitizer  dan cairan desinfektan yang memiliki kadar alcohol tinggi. Di sisi lain, penggunaan kedua produk ini dapat menimbulkan efek samping berupa kulit kering bahkan iritasi. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membuat cairan pembersih dari bahan alami dan ramah lingkungan sekaligus menerapkan sistem zero waste concept. Cairan yang dimaksud adalah cairan eco-enzyme yang berasal dari limbah rumah tangga. Mitra dalam kegiatan ini adalah ibu rumah tangga yang merupakan anggota Aisyiyah Cabang Medan Johor.  Kegiatan pengabdian tidak hanya dilaksanakan untuk membuat cairan eco-enzyme saja, namun juga produk turunannya berupa hand sanitizer dan desinfektan sehingga mitra dapat memenuhi kebutuhan akan cairan pembersih di masa pandemi ini. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan ini harapannya dapat menambah wawasan dan keterampilan mitra, yaitu ibu-ibu Aisyiyah Cabang Medan Johor dalam penerapan konsep zero waste dengan mengelola limbah rumah tangga menjadi cairan serba guna berupa eco-enzyme. Mitra juga diharapkan mampu berinovasi dan berimprovisasi untuk menciptakan produk turunan lain dari eco-enzyme seperti pupuk dan pestisida, atau produk lain yang dapat membantu keperluan rumah tangga.
Eco-Enzyme Watermelon Skin Efforts to Implement Net-Zero Emissions in Increasing the Green Economy Gurning, Riris Nadia Syafrilia; Lubis, Wildani; Nurhajijah, Nurhajijah; Puarada, Sakral Hasby; Intan, Dian Retno; Kabeakan, Nana Trisna Mei Br
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.650

Abstract

Permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah kurangnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga, khususnya oleh ibu rumah tangga, akibat minimnya edukasi dan pengetahuan mengenai pengolahannya menjadi produk bernilai guna seperti eco-enzyme. Padahal, eco-enzyme sangat bermanfaat sebagai pupuk dan pestisida alami baik untuk skala kecil maupun besar, serta mendukung program pemerintah dalam upaya net-zero emission (NZE) yang berguna untuk mengurangi emisi dan polusi dari industri pupuk dan pestisida konvensional yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada ibu rumah tangga dalam mengolah limbah organik, khususnya kulit buah semangka, menjadi eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik (sayur dan buah) dengan tambahan gula merah atau molase, yang memiliki berbagai manfaat seperti pembersih serbaguna, pupuk, pestisida nabati, pembersih lingkungan, serta stimulan pertumbuhan tanaman dan peningkat unsur hara tanah. Selain manfaat ekologisnya, eco-enzyme juga berpotensi untuk dikomersialisasikan sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan mendorong terciptanya ekonomi hijau (green economy). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran lingkungan, serta kemampuan inovasi masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi produk bermanfaat dan ramah lingkungan.
PAKAN RACIK ORGANIK DARI BUAH SERI Habib, Akbar; Barus, Wan Arfiani; Lubis, Wildani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i1.25-29

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat yang berjudul: ‘Pakan Racik Organik dari Buah Seri’ bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berpikir dan keahlian yang mandiri secara ekonomi; membantu menciptakan lapangan usaha guna meningkatan pendapatan mitra. Mitra pada PKM ini adalah kelompok pencinta burung kicau yaitu : Nirwana Bird Club dan Oversize Bird Club. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada mitra tentang manfaat buah seri serta pentingnya menggunakan pakan organik untuk burung kicau dan proses pembuatan pakan racik organik. Program kemitraan masyarakat diharapkan dapat diaplikasikan oleh mitra secara mandiri guna mengurangi konsumsi pakan kimia, mengurangi pengeluaran pembelian pakan kimia, mampu memproduksi dan memasarkan pakan racik organik.
Performance of Agricultural Extension Services (BPP) in Enhancing Rice Production in North Sumatra, Indonesia Riris Nadia Syafrilia Gurning; Sakral Hasby Puarada; Wildani Lubis; Nurhajijah Nurhajijah
Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Vol. 6 No. 02 (2023): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/agriecobis.v6i02.28812

Abstract

Indonesia has experienced an increase in national population, the Government is targeting rice production of 54.50 million tons in 2023. North Sumatra Province has the largest rice production on the island of Sumatra, 2,088,584 tons. The effectiveness of the Agricultural Extension Service (BPP) in Percut Sei Tuan is of concern to researchers. This research method uses a differential semantic measurement scale or attitude scale to analyze performance data.  The number of samples determined in the research was 10 farmers per village so that the number of samples from all villages was 30 rice farmers with 5-point rating scale and the choices "Very Good" to "Very Poor" with the interval scale formula {a(m-n)}/b and the number of question attributes is 12 points, and the class interval is 9.6. The results performance is in the "Very Good" performance category with an average score of 4.24. However, based on their respective scores of 3.03, there is a low score of 2.53 in the category of agricultural extension officers who do not assist farmers in obtaining agricultural financing, nor do they help market their agricultural products. Extension officers have carried out but are still not optimal with answers from one research category.
Assessing Efficiency of Paddy Farming in Deli Serdang Regency, North Sumatra, Indonesia Kabeakan, Nana Trisna Mei Br; Purba, Khairul Fahmi; Intan, Dian Retno; Lubis, Wildani; Vionika, Cahya
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 23 NO 02 2024 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.23.02.705-720

Abstract

The use of agricultural input is significant for farm management. It would relate to productivity and efficiency. The problem is that the paddy farmers still needed to determine the appropriate agricultural input use level to achieve efficiency. This study aims to assess the efficiency of paddy farming in Deli Serdang Regency, North Sumatra, Indonesia. This study evaluated the efficiency of paddy farming with three types: technical efficiency, allocative efficiency, and economic efficiency. A survey was conducted with 40 paddy farmers to obtain data on paddy production and agricultural input use such as seed, fertilizer, chemicals, and labor. Data envelopment analysis with an input approach was employed to analyze the data. The scores of technical efficiency, allocative efficiency, and economic efficiency were 0.935, 0.711, and 0.668, respectively. This study indicated that paddy farming in Deli Serdang Regency, North Sumatra, Indonesia, was technically efficient. However, it was allocative and economically inefficient. The unachieved cost minimization was the driving factor of the allocative inefficiency. Furthermore, this study also found that the condition of paddy farming increased the return to scale (IRS). This condition implied that the paddy farmers could escalate the paddy production and achieve efficiency by improving agricultural input use. Moreover, eco-friendly agricultural input is encouraged to minimize costs to improve allocative efficiency and support sustainable agriculture. Also, the government should take some actions and policies to improve the efficiency of paddy farming in Deli Serdang.