Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGALAMAN PERILAKU SEKSUAL PADA PASIEN SKIZOFRENIA STUDI: FENOMENOLOGI Nurwijaya Fitri; Shanti Wardaningsih
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v11i2.239

Abstract

Pendahuluan : Skizofrenia merupakan suatu ganguan neurobiologikal pada bagian otak yang persisten, serius dengan munculnya gejala psikotik berupa delusi, halusinasi, gangguan mood dan pikiran yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi kepribadian, pikiran, ingatan dan persepsi serta dapat menimbulkan kerusakan pada fungsi utama kehidupan baik secara individu, keluarga maupun komunitas. Gejala yang muncul pada penderita pasien skizofrenia akibat dari pengobatan antipsikotik selama dalam perawatan di rumah sakit ataupun pengobatan rawat jalan mengalami masalah seksual salah satunya masalah perilaku seksual dimana perilaku seksual adalah semua bentuk perilaku yang terjadi karena didorong oleh hasrat seksual baik lawan jenis maupun sesama jenis yang dimulai dari perasaan tertarik sampai pada tingkah laku bermesraan, bercumbu, berkencan sampai bersenggama. Tujuan penelitian: Untuk mendapatkan gambaran mengenai perilaku seksual pada pasien skizofrenia di Poli Psikiatrik. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitataif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara secara mendalam terhadap beberapa partisipan dan observasi menggunakan panduan wawancara. Peneliti menggunakan alat bantu seperti alat perekam (voice Recorder), catatan lapangan dan alat tulis agar hasil wawancara dapat disimpan dengan baik. Hasil penelitian; Hasil wawancara peneliti dengan partisipan didapatkan beberapa tema yang diperoleh melalui pengkatagorian ungkapan partisipan berjumlah tiga tema. Tema berupa upaya penyaluran hasrat, pendorong dan penekan penyaluran seksual, dan keputusan dalam penyaluran kebutuhan seksual. Kesimpulan: Hasil penelitian ini partisipan mengungkapan adanya masalah seksual akibat penolakan pasangan terhadap kebutuhan seksual, tidak adanya pelampiasan terhadap penyaluran seksual dan tidak tersalurnya kebutuhan seksual. Informasi ini dapat dijadikan acuan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi tentang masalah perilaku seksual pada pasien skizofrenia.
Logotherapy For Mental Disorders A Literature Review Setiyawan, Agus; Wardaningsih, Shanti
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol. 12 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v12i1.801

Abstract

Mental disorders will often have fatal consequences or decrease productivity in all aspects of a person's life. If mental disorders are not treated, they not only have an impact on the individual but also on the family, environment, and society and become a burden on a country. Actions are needed that can reduce mental disorders effectively, one of which is logotherapy. There are still few people who understand the positive impacts caused by this therapy, which actually provides many benefits. This study contributed to the effectiveness or influence of logotherapy on reducing mental disorders. This study used a literature review method using 3 databases: Pubmed, ScienceDirect, and Scopus. The article search obtained 8 articles that had previously been screened using PRISMA guidelines. This study looked for articles about the influence of logotherapy on mental disorders in general that were included in the inclusion criteria. The results of this study are There were 586 articles obtained from 4 databases, with 65 articles in the Pubmed database, 465 in the ScienceDirect database, and 60 in the Scopus database. A review of 8 articles showed that logotherapy could reduce symptoms of mental disorders such as emotional disorders, life expectancy, mental well-being, social well-being, level of hope, self-stigma, depression, suicidal ideation, hopelessness, anxiety, stress, and general health. Logotherapy can be applied to someone who experiences mental disorders. This therapy is a holistic therapy that can overcome mental disorders.
PENGARUH PRACTICE BASED SIMULATION MODEL TERHADAP CRITICAL THINKING DI NURSING SKILL LABORATORY Retno Issroviatiningrum; Shanti Wardaningsih; Novita Kurnia Sari
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v4i1.329

Abstract

ABSTRAK Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan keperawatan khususnya untuk mendukung peserta didik menjadi perawat profesional memerlukan proses pembelajaran dengan menggunakan fasilitas keterampilan klinis. Practice based simulation model didasarkan pada teori belajar konstruktif yang menegaskan bahwa pengetahuan tidak pasif ditransfer dari pendidik kepada peserta didik, tetapi dibangun oleh peserta didik melalui pengolahan pengalaman dan interaksi dengan lingkungan mereka. Dengan metode simulasi di laboratorium dapat mendorong mahasiswa untuk menggunakan critical thinking dalam mengambil keputusan dalam mengatasi masalah tanpa merugikan pasien yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh practice based simulation model terhadap critical thinking pada mahasiswa semester VI di FIK Unissula Semarang. Penelitian ini menggunakan metode Quasy – Experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Pengambilan sampel dengan teknik  simple random sampling dengan jumlah 21 responden baik kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test dan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian selisih peningkatan critical thinking pada kelompok intervensi sebanyak 11.95 poin dan pada kelompok kontrol 2.05. Practice based simulation model berpengaruh terhadap critical thinking dengan nilai p=0.00<0.05. Disimpulkan bahwa practice based simulation model mempengaruhi critical thinking pada mahasiswa semester VI FIK Unissula Semarang. Kata kunci: Practice based simulation model, critical thinking
Psikoedukasi dan Konseling Mandiri sebagai Strategi Penurunan Ansietas Remaja Young Caregiver Anugerah, Shelany; Wardaningsih, Shanti
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i1.954

Abstract

Adolescents who play the role of primary caregivers for parents with chronic illnesses face a heavy psychological burden. This can cause significant anxiety and affect their psychological condition. This study aims to determine the effectiveness of psychoeducation and self-counseling in reducing anxiety in adolescents who experience role burden. The method used is a case study with a comprehensive psychiatric nursing care approach. The participant in the study was a 19-year-old female adolescent who experienced anxiety symptoms due to her role as a caregiver for parents with advanced cancer. This therapy was carried out for six sessions from March 10-22, 2025 with different topics at each meeting. Counseling and education topics include anxiety, managing negative thoughts, time management, relaxation techniques and self-evaluation and reflection. The effectiveness of therapy was measured using the Generalized Anxiety Disorder (GAD-7) and Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) questionnaires. Based on the results of the analysis and discussion, it shows a decrease in the GAD-7 score from 14 (moderate anxiety) to 3 (minimal anxiety) and a decrease in the SRQ-20 score from 9 to less than 6, which indicates no psychological disorders. In addition, the Client showed the ability to apply coping strategies independently, increased emotional control, and improvements in psychological well-being. The assessment of nursing care and the nursing problems were anxiety. Psychoeducation and independent counseling have proven effective in reducing anxiety in adolescents with role burdens. Development and implementation of similar interventions are needed in a wider scope to support the mental health of adolescents, especially those facing the burden of the role as caregivers.
Penerapan Musik Klasik untuk Mengatasi Gangguan Pola Tidur pada Pasien dengan Gangguan Depresi Nissa, Nazala Sholihatun; Wardaningsih, Shanti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 2 (2025): April 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i2.6435

Abstract

Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh pasien dengan depresi dan dapat berdampak negatif pada kualitas hidup. Berbagai metode nonfarmakologis, seperti terapi musik klasik, telah dikembangkan untuk membantu mengatasi gangguan pola tidur. Penelitian ini bertujuan untuk memahami efektivitas terapi musik klasik dalam memperbaiki kualitas tidur pada pasien dengan depresi. Penelitian ini meliputi desain studi kasus dengan asuhan keperawatan secara komprehensif, meliputi dari pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subjek penelitian adalah seorang perempuan berusia 19 tahun yang didiagnosis depresi dengan gejala psikotik dan mengalami gangguan tidur. Intervensi terapi musik klasik diberikan selama tiga hari di rumah sakit swasta. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DASS untuk mengukur tingkat depresi dan PSQI untuk menilai kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi. Metode yang dilakukan dengan pre-test dan post-test design without control group menggunakan instrumen terstandar (PSQI), serta didukung oleh observasi selama proses asuhan keperawatan. Hasil menunjukkan terjadi penurunan skor PSQI dari 16 pada hari pertama setelah diberi intervensi, kemudian menjadi 15 pada hari kedua intervensi, dan total skor 5 pada hari ketiga setelah di intervensi, yang mengindikasikan adanya perbaikan kualitas tidur secara bertahap. Kesimpulan yang bisa didapatkan dari penelitian ini yaitu terapi musik klasik efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan gangguan depresi, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk mengatasi gangguan pola tidur.
EDUKASI DAN KREATIVITAS KARYA TANGAN SEBAGAI UPAYA PEMELIHARAAN KESEHATAN MENTAL REMAJA PUTRI Chayati, Nur; Azizah, Fajriyati Nur; Wardaningsih, Shanti; Syahputri, Syakhira Istighfarin; Pangestika, Nindya Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.28887

Abstract

Abstrak: Kegiatan Nasyiatul ‘Aisyiah (NA) yang lama vakum menjadi keprihatinan bagi Pimpinan Ranting ‘Aisyiah (PRA) Tamantirto Utara, sehingga dirancang kegiatan untuk mengumpulkan semua pengurus bertema kesehatan mental. Tujuan kegiatan untuk memberikan pemahaman yang benar akan kesehatan mental, serta meningkatkan keterampilan dalam merangkai bucket. Lokasi kegiatan di TK ABA Godegan Tamantirto Utara. Kegiatan dilakukan dalam dua sesi, sesi pertama melakukan talkshow tentang permasalahan kesehatan mental pada remaja. Sesi kedua yaitu melakukan demonstrasi dan praktek pembuatan karya tangan bucket. Evaluasi dilakukan melalui pemberian instrument SRQ-20 untuk screening kesehatan mental, serta lembar observasi keaktifan membuat bucket. Kegiatan dihadiri 36 peserta Hasil kegiatan untuk screening risiko gangguan mental diperoleh 50% partisipan tidak ada indikasi mengalami gangguan mental dan 50% terindikasi adanya gangguan mental. Semua peserta aktif membuat satu bucket sebagai hasil karyanya. Perlu assessment lebih lanjut untuk memastikan risiko gangguan mental tersebut, serta tindakan preventif dan kuratif terhadap kelompok yang beresiko.Abstract: The Nasyiatul 'Aisyiah (NA) activities, which had been on hiatus for a long time, had become isolating for the North Tamantirto 'Aisyiah (PRA) Branch Leaders, so an activity was designed to gather all administrators on the theme of mental health. The aim of the activity is to provide right understanding of mental health, as well as improve skills in assembling buckets. Location of activities at ABA Godegan Kindergarten Tamantirto Utara. The activity was carried out in two sessions, the first session held a talk show about mental health problems in adolescents. The second session was intensive and practical work on making handmade buckets. Evaluation was carried out by administering the SRQ-20 instrument for mental health screening, as well as observation sheets for bucket making activities. The activity was attended by 36 participants. The results of the activity for screening the risk of mental disorders showed that 50% of the participants had no indication of having a mental disorder and 50% indicated that they had a mental disorder. All participants were active in made one bucket. Further studies need to be carried out to ascertain the risk of mental disorders, as well as preventive and curative measures for the groups affected.
Pencegahan Stigma Gangguan Jiwa dengan Pelatihan Community Mental Health Nursing Hidayati, Laili Nur; Fahrizal, Yanuar; Wardaningsih, Shanti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.9479

Abstract

Kegiatan Community Mental Health Nursing (CMHN) memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, komprehensif dan paripurna. Pelatihan ini sebagai program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk memberikan dukungan dalam perawatan kesehatan jiwa. Perawat CMHN berupaya memberikan layanan untuk meningkatkan produktivitas klien dengan gangguan jiwa, yang dalam perkembangannya kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat.  Penerimaan lingkungan terutama lingkungan internal atau keluarga mendapatkan tekanan dari lingkungan sosial sehingga berdampak pada cara pandang klien. Pelatihan dilakukan pada kader Kesehatan jiwa perwakilan tiap kabupaten di wilayah DI Yogyakarta sejumlah 52 orang selama 2 hari kegiatan. Program pelatihan hari pertama dilakukan pre-test, pemberian materi secara online dan post-test, kemudian hari kedua melakukan deteksi kepada 10 keluarga secara langsung. Melalui pelatihan CMHN yang dilakukan ini dapat menjadi salah satu upaya pencegahan stigma negatif gangguan jiwa yang ada di masyarakat. Peningkatan kesadaran dari masyarakat diharapkan dapat membangun lingkungan sosial yang mendukung tahap pemulihan klien gangguan jiwa saat dirumah. Hasil evaluasi menunjukkan pengetahuan masyarakat meningkat dari rata-rata skor pre-test 71,51 menjadi 91,76 saat post-test. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah memberikan manfaat dalam upaya promotive dan preventif sehingga status Kesehatan jiwa masyarakat dapat meningkat.
Enhancing Adolescent Health Literacy Through A Community- Based Educational Intervention: A Pilot Study In A Rural Indonesian Setting Bambang Edi Susyanto, M.; Wardaningsih, Shanti; Nur Hidayah, Sarah
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 3 (2025): August 2025 (Indonesia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v5i3.419

Abstract

Access to accurate and meaningful health information remains a major challenge for adolescents living in rural areas, which negatively affects their level of health literacy, particularly in relation to general physical health and mental well-being. To address this issue, this preliminary study was designed to examine the extent to which a brief community-based educational intervention could enhance the health literacy capacity of adolescents in rural Indonesia. A total of 33 adolescents aged between 11 and 18 participated in two structured educational sessions, which focused on topics such as nutrition, personal hygiene, emotional regulation, stigma reduction, and peer counseling techniques. Interactive learning activities—including group discussions, scenario-based case problem solving, and role-playing—were employed to strengthen participant engagement and contextualize the material to the local setting. Changes in participants' knowledge were evaluated using a structured questionnaire administered before and after the intervention, covering two main dimensions: general health literacy and mental health literacy. A paired t-test was applied to analyze differences between pretest and posttest scores. The findings revealed a significant improvement in general health literacy, with mean scores increasing from 79.9 (SD = 17.3) to 94.9 (SD = 7.9; p < 0.01). A more substantial improvement was observed in mental health literacy and peer counseling skills, with mean scores rising from 31.82 (SD = 24.43) to 81.82 (SD = 20.98; p < 0.001). Overall, the results indicate that participatory, short-term educational models that are aligned with local cultural values hold considerable promise for strengthening adolescents’ conceptual understanding and emotional engagement with health-related issues, particularly in areas with limited access to healthcare services.
Effectiveness of Self-Management Related to Physical Activity with Life Quality in Hypertension Juliyanti Cardoso Amaral; Shanti Wardaningsih; Lisa Musharyanti
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 1 (2025): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i1.815

Abstract

Background: Hypertension is a major cause of disability and death worldwide. Efforts to reduce blood pressure and disease complications can be made by changing lifestyle, controlling the disease, and monitoring blood pressure regularly. Blood pressure management and improved quality of life can be achieved through effective self-management, particularly through physical activity.                                                         Purpose: The purpose of this literature review is to identify the effectiveness of self-management in physical activity in improving the quality of life of patients with hypertension.                                                                                                                                           Methods: In this study, three international databases, i.e., Dimensions, Scopus, and ScienceDirect, were included. There were initial 605 articles from the last 5 years (2020 to 2024). The inclusion criteria used included English articles, original articles, and full text. Then, after screening using the Prisma guide, 18 articles met the criteria.   Results: The literature review showed that quality of life, physical activity and self-management in patients with hypertension can be improved with digital interventions, support from various parties (family and society, multidisciplinary health workers), and self-management training. There is evidence that exercise such as walking, aerobic exercise, and light strength training can lower blood pressure and improve health status. Social and psychological support are also critical in supporting self-management. Conclusion: A comprehensive approach, which includes a combination of technology-based interventions, multidisciplinary support and self-management training in physical activity, is needed to improve the quality of life of patients with hypertension. Continuous intervention and support programs can encourage patients to adopt a healthy lifestyle and be motivated to control the disease.
Program Day Care di Kelompok Gelimas Jiwo untuk Meningkatkan Produktifitas Kerja dan Kemampuan Sosial Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Wardaningsih, Shanti; Puspitosari, Warih Andan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa menjadi beban produktivitas paling besar diantara penyakit-penyakit lain di dunia. Gejala-gejala yang dialami oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lamanya ODGJ sakit dan tidak adekuatnya pengobatan, menyebabkan ODGJ mengalami penurunan baik fungsi personal, fungsi sosial dan produktivitas. ODGJ memiliki kemampuan rawat diri yang buruk, interaksi sosial yang kurang dan kemampuan bekerja yang buruk sehingga tidak produktif. Saat ini, penanganan ODGJ tidak hanya bertujuan untuk menyembuhkan gejalanya saja, namun juga bertujuan meningkatkan fungsi dan produktivitasnya. Untuk itu diperlukan upaya rehabilitasi, yang terbukti efektif meningkatkan fungsi personal, sosial dan produktivitas ODGJ. Paguyuban “Gelimas Jiwa (Gerakan Peduli Masyarakat Sehat Jiwa)” merupakan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan jiwa. “Gelimas Jiwa” beranggotakan kader kesehatan, ODGJ dan keluarganya serta tokoh masyarakat setempat. “Gelimas Jiwa” memiliki program pemberdayaan bagi ODGJ dan keluarga, namun belum optimal. “Gelimas Jiwa” memerlukan pendampingan dan pembinaan agar program pemberdayaan ODGJ lebih terstruktur dan terukur efektivitasnya, sehingga ODGJ tidak hanya pulih dari gejalanya namun juga kembali produktif di masyarakat. Program “Daycare” merupakan program rehabilitasi komprehensif bagi ODGJ yang dilaksanakan di masyarakat. Tujuan program ini adalah meningkatkan keterampilan personal, sosial, keterampilan bekerja bagi ODGJ dan pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas. Peserta adalah 10 ODGJ anggota “Gelimas Jiwa”, berusia 18-50 tahun, fase stabil terkait gangguan jiwanya, minum obat secara rutin, memiliki keluarga sebagai caregiver dan bersedia mengikuti program. Peserta datang setiap dua hari sekali dengan mengikuti kegiatan pembuatan telur asin, latihan membawakan cara dan latihan hadroh, selama 3 bulan. Fungsi personal, sosial dan produktivitas ODGJ diukur di awal program dan setelah program selesai. Luaran dari pengabdian ini adalah adanya kemampuan ODGJ untuk memproduksi telur asin serta memasarkan, mampu membawakan acara dan terbentuk kelompok Hadroh serta peningkatan kapasitas “pengurus Gelimas Jiwa” dalam pendampingan ODGJ. Luaran lain adalah tersusunnya modul program “Daycare”, sebagai acuan bagi paguyuban kesehatan jiwa di masyarakat.