Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Upaya Menghadapi Era Society 5.0 Melalui Sosialisasi Pembentukan Jiwa Entepreneur dan Penyajian Laporan Keuangan pada Generasi Muda di Tangerang Ristiyana, Rida; Trianto, Eko; Lesmana, Sri Jaya
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i2.15193

Abstract

Background: Perkembangan industri dan produksi menuntut adanya efisiensi otomatisasi dan digitalisasi. Sebagai generasi muda perlu mempersiapkan diri dengan bekal yang cukup guna menghadapi Era Society 5.0. Pengabdian ini bertujuan untuk membekali generasi muda di Tangerang dengan sosialisasi pembentukan jiwa entrepreneur dan pelatihan penyajian laporan keuangan. Metode: Kegiatan sosialisasi melibatkan 31 peserta dengan pelaksanaan secara luring menggunakan metode konvensional dan inquiry, proses kegiatan meliputi: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan pelaporan. Lokasi dilaksanakan di Universitas Islam Syekh-Yusuf Kota Tangerang. Hasil: Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman generasi muda di Tangerang terkait dengan pembentukan jiwa entrepreneur dan penyajian laporan keuangan sebesar 25,25 %. Ini artinya sosialisasi ini dapat memberikan kontribusi pada generasi muda. Dari 31 peserta semua dinyatakan lulus dan berhasil dalam sosialisasi. Kesimpulan: Pasca sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan potensi diri generasi muda untuk semangat menghadapi Era Society 5.0 dengan berbekal pengetahuan dan wawasan dalam melihat peluang bisnis dan mengaplikasikan pada dunia nyata. Selain itu pemahaman siklus akuntansi dan laporan keuangan menjadi wadah untuk terus konsisten mengembangkan bisnisnya agar bisnis yang dijalankan memiliki daya saing baik secara nasional maupun internasional.
Corporate Social Responsibility: Environmental Concern Through the Application of Communitarian Citizenship Thinking Fahmi, Rizal; Hilal Ramdhani; Hudaya Latuconsina; Sri Jaya Lesmana
Forum Ilmu Sosial Vol. 51 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v51i1.6709

Abstract

Environmental awareness is an integral part of the sustainability of ecosystems worldwide that are starting to be damaged due to rapid industry. The rise of industrial companies in Indonesia impacts environmental damage and has drawn criticism from the community, so corporate social responsibility was formed, which is a form of corporate commitment to its social environment to maintain environmental sustainability and empowerment of the surrounding community. Ideologically, environmental damage is inseparable from the muscular liberalism that pays little attention to ecological elements. This paper seeks to raise an alternative study of communitarian CSR that understands environmental awareness. Communitarianism focuses on the social reality that must be maintained and cared for to raise collective consciousness, including environmental elements. This paper uses a literature study to examine the understanding of communitarianism. The knowledge gained from the literature search is that communitarianism provides a different perspective from liberalism regarding self and environment, so it is interesting to apply communitarian thinking in companies to implement environmental awareness as an alternative to solving environmental problems where this condition indicates the need for a movement based on communal awareness in reforestation. The more communal awareness of nature is built on the impact of community pressure on the government to make a rule that pays attention to environmental problems.
ANALISIS KETERKAITAN HAK ASASI MANUSIA DALAM PRAKTIK EUTHANASIA PASIF: STUDI KASUS DI NEGARA YANG MELARANG (INDONESIA) DAN MELEGALKAN (BELGIA) Widyaningsih, Elis Dwi; Lesmana, Sri Jaya; Indayatun, Ratna
SOSCIED Vol 8 No 2 (2025): SOSCIED - November 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jsoscied.v8i2.979

Abstract

Human rights are basic rights that are inherent in every individual from birth, regardless of race, religion, nationality, or social status. In this context, the right to life is one of the most fundamental and universally recognized rights. However, the development of medical technology and contemporary social dynamics have given rise to new debates about the interpretation of the right to life, especially when faced with the practice of passive euthanasia, i.e. the termination of medical procedures on terminally ill patients. This study aims to analyze the comparison of euthanasia practices in relation to human rights in Indonesia and Belgium. Indonesia is guided by the principle of the sanctity of life which is contrary to the practice of passive euthanasia. Meanwhile, in Belgium, euthanasia regulations are more systematic. This study uses normative legal research methods with a comparative approach. The results of the study show that the legal policies of euthanasia in Indonesia and Belgium have striking differences, especially in terms of regulation and legal protection. Belgium already has a comprehensive legal system and clear oversight mechanisms, which provide certainty and protection for medical personnel and patients alike. Meanwhile, in Indonesia, there is no explicit regulation regarding passive euthanasia, thus causing legal, ethical, and social dilemmas in its implementation. The researcher recommends the importance of cross-sectoral discourse in Indonesia to formulate policies or ethical guidelines that consider human rights values, religious norms, and local socio-cultural contexts in a balanced and responsible manner.
ECO-ENTREPRENEURSHIP: MENGOPTIMALKAN PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI DI KELURAHAN BABAKAN KABUPATEN TANGERANG Lesmana, Sri Jaya
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.60804

Abstract

In Babakan Village, the waste problem remains a significant environmental issue, but on the other hand, it also holds great potential to be developed into an economic resource. Eco-entrepreneurship, or environmentally friendly entrepreneurship, is a concept that combines innovation in waste management with community economic empowerment. This community service program (PKM) aims to optimize waste management through a participatory approach (PAR) by introducing innovative waste management technology and providing education and training to the community on processing waste into economically valuable products, such as organic fertilizers. This approach is expected to create sustainable entrepreneurial opportunities that not only help reduce the volume of waste but also improve the economic well-being of the local community. Thus, it is hoped that an efficient, environmentally friendly, and sustainable community-based waste management system will be created, supporting sustainable development efforts in Babakan Village. The results of this PKM activity showed a 70.47% increase in public understanding and skills related to entrepreneurship.Di Kelurahan Babakan, permasalahan sampah masih menjadi isu lingkungan yang signifikan, namun disisi lain juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi. Eco-entrepreneurship atau kewirausahaan ramah lingkungan merupakan konsep yang menggabungkan inovasi dalam pengelolaan sampah dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah melalui pendekatan pendekatan partisipatif (PAR) dengan memperkenalkan teknologi pengelolaan sampah yang inovatif serta memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomis, seperti pupuk organik. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan peluang kewirausahaan berkelanjutan yang tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Dengan demikian, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, mendukung upaya pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Babakan. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran lingkungan dikalangan masyarakat serta munculnya usaha kecil berbasis pengolahan sampah yang dapat meningkatkan perekonomian lokal.
Upaya Menghadapi Tantangan Bisnis melalui Optimalisasi Bisnis Digital, Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pengelolaan Keuangan pada Pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang Ristiyana, Rida; Trianto, Eko; Lesmana, Sri Jaya
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.18954

Abstract

Background: Pelaku usaha di Kabupaten Tangerang belum optimal dalam pemanfaatan teknologi berbasis digital, kurang kreatif dan inovatif serta tidak terampil dalam mengelola keuangan. Tantangan bisnis yang makin besar menuntut pelaku bisnis berupaya mengadopsi digitalisasi, meningkatkan kualitas diri dan menyediakan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Demi menghadapi persaingan yang ketat pelaku UMKM harus siap dengan berbekal pengetahuan dan mampu melihat peluang bisnis. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan UMKM Di Kabupaten Tangerang melalui optimalisasi bisnis digital, peningkatan sumber daya manusia dan pengelolaan keuangan. Metode: Kegiatan sosialisasi melibatkan 43 peserta, panitia dan mitra yaitu LKP Topi Bambu Foundation dengan pelaksanaan secara luring berlokasi Di Desa Klutuk, Kecamatan Mekar Baru Kabupaten Tangerang. Terdapat dua pendekatan yaitu secara konvensional dan inquiry. Metode pelaksanaan secara bertahap yang meliputi: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan pelaporan. Hasil: Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman pelaku UMKM Di Kabupaten Tangerang terkait dengan optimalisasi bisnis digital, kualitas sumber daya manusia dan pengelolaan keuangan bisnis sebesar 25,81 % dari nilai rata-rata. Ini artinya sosialisasi ini dapat memberikan kontribusi pada pelaku UMKM. Dari 43 peserta yang mengisi kuesioner semua dinyatakan lulus dan berhasil dalam sosialisasi. Kesimpulan: Pasca sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan potensi diri dan keterampilan pelaku usaha untuk menjadi sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan mampu mengembangkan bisnis kearah yang lebih maju dan besar dengan pemanfaatkan teknologi di era digitalisasi. Selain itu mampu mengelola keuangan bisnis dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan agar bisnis yang dijalankan memiliki daya saing baik secara nasional maupun internasional.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Blue Economy Menggunakan Teknologi Desvaporasi Air Laut Lesmana, Sri Jaya; Khairani, Aulian; Ahmad, Ahmad; Saputri, Dwi Azizah; Mardiyya, Nurul Inda; Budiman, Ahmad
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.527

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Tanjung Pasir melalui penerapan konsep blue economy. Melalui teknologi Desvaporator, alat desalinasi yang beroperasi berdasarkan prinsip dew-vaporation, air laut diubah menjadi air tawar atau air bersih, sekaligus menghasilkan garam sebagai produk nilai tambah. Pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), dimulai dari sosialisasi, pelatihan, penerpan teknologi dan pendampingan yang melibatkan warga sebagai mitra aktif dalam seluruh proses. Hasil awal menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat secara signifikan, tercermin dari perolehan rata-rata skor post-test (82 %) dibanding pre-test (29 %). Dampak yang dicapai meliputi akses air bersih yang lebih andal, perolehan produk garam residu dengan potensi ekonomi, serta peningkatan kapasitas lokal yang meningkatkan rasa kepemilikan terhadap inovasi teknologi. Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi) dan SDGs 14 (Ekosistem Laut), serta mendemonstrasikan model keberlanjutan pemberdayaan dan pembangunan pesisir berbasis teknologi ramah lingkungan dan ekonomi lokal. Dengan karakteristik teknologi yang sederhana, adaptif, dan berbasis partisipasi masyarakat, Desvaporator memiliki potensi besar untuk direplikasi di desa-desa pesisir lain yang menghadapi permasalahan serupa dalam akses air bersih dan penguatan ekonomi lokal.
CITIZENS INVOLVEMENT AS A CONFLICT RESOLUTION EFFORT IN GENERAL ELECTIONS Rizal Fahmi; Hilal Ramdhani; Hudaya Latuconsina; Sri Jaya Lesmana
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v11i1.3

Abstract

Konflik dalam pemilu merupakan sebuah keniscayaan berdasarkan sejarah pemilu di Indonesia, perdebatan dari pra pemilu hingga pasca pemilu kerap mewarnai pemilu di Indonesia, konflik antar elite politik telah mengakibatkan konflik di masyarakat umum. Urgensi kesadaran politik elite politik untuk mengutamakan bangsa dan negara ternyata belum mampu terwujud secara maksimal. Kondisi ini mendorong munculnya gerakan alternatif yang memberikan kesadaran akan pentingnya mewujudkan pemilu yang aman. Penelitian ini menggunakan studi literatur untuk mengkaji pandangan-pandangan alternatif berupa gerakan warga untuk menjadi solusi konflik politik saat pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga negara merupakan kelompok yang paling berpengaruh terhadap situasi politik pada masa pemilu, keterampilan warga negara dalam menganalisis situasi politik berdampak pada tindakan para elit politik untuk selalu mengedepankan nilai-nilai perdamaian secara umum. pemilu. Semakin banyaknya generasi muda yang terhasut kampanye hitam membuat mereka mudah tergerak oleh elite politik sesuai kemauan politiknya. Atas dasar itu, peningkatan pemahaman warga negara terhadap nilai-nilai demokrasi menjadi aspek yang sangat penting sebagai upaya penyelesaian konflik pada masa pemilu.   Conflict in general elections is a necessity based on the history of general elections in Indonesia, debates from pre-election to post-election often color general elections in Indonesia, conflicts between political elites have resulted in conflicts in the general public. The urgency of the political elite's political awareness to prioritize the nation and the state has actually not been able to materialize optimally. This condition encourages the emergence of an alternative movement that provides awareness of the importance of realizing safe general elections. This study uses literature studies to examine alternative views in the form of citizen movements to be a solution to political conflicts during general elections. The results of the study show that citizens are the most influential group over the political situation during the general election period, the skills of citizens in analyzing political situations have an impact on the actions of the political elite to always prioritize the values of peace in general elections. The more young citizens to be instigated by black campaigns make it easy for them to be moved by the political elite according to their political will. On that basis, increasing citizens' understanding of democratic values is a very important aspect as an effort to resolve conflicts during the general election period.