Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

STRUCTURE CHARACTERIZATION OF FLAVONOID Aglycone FROM ETHYL ACETATE EXTRACT OF Rhodomyrtus tomentosa (AIT) HASSK Fahmi, Rizal; Manjang, Yunazar; -, Dachriyanus; Lajis, Nordin
Jurnal Riset Kimia Vol 4, No 2 (2011): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v4i2.127

Abstract

 ABSTRACT A flavonoid aglycone, 5-hydroxy-3,3’,4’,5’,7 pentamethoxy - flavone (Combretol), an antibacterial compound of ethyl acetate extract from the leaves of Rhodomyrtus tomentosa. The structure of this compound was established based on spectroscopic analyses and comparison with the related compound. The structure characterization of this compound will be discussed.  Keywords: Rhodomyrtus tomentosa, flavonoid aglycone, structure characterization 
PENGEMBANGAN POTENSI RHODOMYRTONE SEBAGAI BAHAN AKTIF SEDIAAN TOPIKAL Fahmi, Rizal; Rullah, Kamal; Rahmat, Rosita Dewi; Lucida, Henny; Manjang, Yunazar; Hj. Lajisc, Nordin; Dachriyanus, .
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rhodomyrtone, an antibacterial constituent was isolated from the active fraction of theleaves extract of Karamuntiang, Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk. In this presentstudy, the topical cream formula of rhodomyrtone 2% in vanishing cream was evaluated byin vitro and in vivo preclinical test. The in vitro test was peformed against Staphylococcusaureus ATTC 6538 and Staphylococcus epidermidis ATTC 12228 by using disk agardiffusion method, while the in vivo test was evaluated on the surface of skin infection area ofthe rabbit caused by Staphylococcus aureus. Both these tests were guided bychloromphenicol 2% cream as a comparison. The topical cream of rhodomyrtone 2% invanishing cream showed diameters of inhibition zones of 15 mm and 26 mm towardStaphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis respectively. These diffusions werelower than inhibition zones of chloromphenicol 2% cream which has 30 mm and 32 mm forthe same bacterias in the same condition. The in vivo test showed that rhodomyrtone 2%topical cream can reduced that skin infection and did not caused irritation on the testedrabbits.ABSTRAKRhodomyrtone adalah suatu konstituen antibakteri fraksi aktif ekstrak daun karamuntiang,Rhodomyrtus tomentosa (Ait) Hassk. Pada penelitian ini telah dilakukan uji preklinisterhadap krim sediaan topikal Rhodomyrtone 2% dalam vanishing cream. Uji preklinissecara in vitro menggunakan media agar dan Staphylococcus aureus ATTC 6538 danStaphylococcus epidermidis 12228 sebagai bakteri uji, sedangkan secara in-vivo dilakukanterhadap kulit pada kelinci yang di infeksi dengan Staphylococcus aureus. Kedua uji inimenggunakan krim kloromfenikol 2% sebagai pembanding. Krim sediaan topikalrhodomyrtone 2% dengan basis vanishing cream memberikan diameter hambatan berturutturut15 mm dan 26 mm terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.Difusi ini lebih rendah dibanding sediaan krim kloromfenikol 2% yang memberikan diameterhambatan 30 mm dan 32 mm, masing-masing untuk Staphylococcus aureus danStaphylococcus epidermidis pada kondisi yang sama. Selanjutnya uji secara in vivomenunjukkan bahwa krim sediaan topikal rhodomyrtone 2% dapat mengurangi infeksi kulitdan tidak menimbulkan iritasi pada kelinci percobaan.
PENGEMBANGAN POTENSI RHODOMYRTONE SEBAGAI BAHAN AKTIF SEDIAAN TOPIKAL Fahmi, Rizal; Rullah, Kamal; Rahmat, Rosita Dewi; Lucida, Henny; Manjang, Yunazar; Hj. Lajisc, Nordin; Dachriyanus, .
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v6i1.93

Abstract

Rhodomyrtone, an antibacterial constituent was isolated from the active fraction of theleaves extract of Karamuntiang, Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk. In this presentstudy, the topical cream formula of rhodomyrtone 2% in vanishing cream was evaluated byin vitro and in vivo preclinical test. The in vitro test was peformed against Staphylococcusaureus ATTC 6538 and Staphylococcus epidermidis ATTC 12228 by using disk agardiffusion method, while the in vivo test was evaluated on the surface of skin infection area ofthe rabbit caused by Staphylococcus aureus. Both these tests were guided bychloromphenicol 2% cream as a comparison. The topical cream of rhodomyrtone 2% invanishing cream showed diameters of inhibition zones of 15 mm and 26 mm towardStaphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis respectively. These diffusions werelower than inhibition zones of chloromphenicol 2% cream which has 30 mm and 32 mm forthe same bacterias in the same condition. The in vivo test showed that rhodomyrtone 2%topical cream can reduced that skin infection and did not caused irritation on the testedrabbits.ABSTRAKRhodomyrtone adalah suatu konstituen antibakteri fraksi aktif ekstrak daun karamuntiang,Rhodomyrtus tomentosa (Ait) Hassk. Pada penelitian ini telah dilakukan uji preklinisterhadap krim sediaan topikal Rhodomyrtone 2% dalam vanishing cream. Uji preklinissecara in vitro menggunakan media agar dan Staphylococcus aureus ATTC 6538 danStaphylococcus epidermidis 12228 sebagai bakteri uji, sedangkan secara in-vivo dilakukanterhadap kulit pada kelinci yang di infeksi dengan Staphylococcus aureus. Kedua uji inimenggunakan krim kloromfenikol 2% sebagai pembanding. Krim sediaan topikalrhodomyrtone 2% dengan basis vanishing cream memberikan diameter hambatan berturutturut15 mm dan 26 mm terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.Difusi ini lebih rendah dibanding sediaan krim kloromfenikol 2% yang memberikan diameterhambatan 30 mm dan 32 mm, masing-masing untuk Staphylococcus aureus danStaphylococcus epidermidis pada kondisi yang sama. Selanjutnya uji secara in vivomenunjukkan bahwa krim sediaan topikal rhodomyrtone 2% dapat mengurangi infeksi kulitdan tidak menimbulkan iritasi pada kelinci percobaan.
Pengembangan E-Modul Berbasis Web Pada Mata Pelajaran Pembuatan Busana Industri Kelas XI SMK Dermawan, Dermawan; Fahmi, Rizal
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v3i3.29123

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan karena kurangnya media pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa dalam belajar sehingga siswa kesulitan dalam memahami materi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-modul berbasis WEB pada mata pelajaran pembuatan busana industry kelas XI SMK. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang menggunakan model pengembanagan Four-D dalam mengembangkan E-modul. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Jurusan Tata Busana. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi dan wawancara. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif statistik kualitatif dan deskriptif statistik kuantitatif. Hasil penelitian yaitu validitas E-modul berbasis web dinyatakan valid dengan nilai 0,84 > 0,67, Praktikalitas E-modul berbasis web dinyatakan sangat praktis dengan nilai rata-rata 88 dan berdasarkan respon siswa E-modul dinyatakan sangat praktis dengan nilai rata-rata 84. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa E-modul berbasis web dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dan efektif meningkatkan aspek pengetahuan siswa dilihat dari hasil tugas pembuatan busana rumah anak yang dihasilkan.
Supervisi Klinis Mempengaruhi Peningkatan Profesional Guru di SMP Babul Istiqamah Miswar*, Miswar; Fahmi, Rizal; Abdar, Yusrijal
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 7, No 3 (2022): Agustus, Pendidikan dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v7i3.21831

Abstract

Pemberian supervisi klinis pada guru dapat mempengaruhi peningkatan keterampilan   dalam mendesain strategi pembelajaran.  Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan penggunaan konsep-konsep supervisi klinis dalam meningkatkan profesi dan kemampuan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran. Subjek penelitian adalah Guru-guru SMP Babul Istiqamah Tahun Pelajaran 2020/2021 berjumlah 20 orang guru dengan kemampuan  disiplin ilmu yang bervariasi sesuai dengan jurusan yang di emban.  Prosedur penelitian dilakukan dua siklus dengan persiapan perencanaan melakukan tindakan, pengamatan dan renungan. Hasil penelitian siklus I pertemuan ke 1  pengamatan  aspek kompetensi inti 30 %, kompetensi dasar 35 %, Materi Ajar 35 %, Indikator, 35 % strategi pembelajaran 30% dan evaluasi 30%. Pertemuan ke 2 aspek kompetensi inti 30 %, kompetensi dasar 45 %, Materi Ajar 45 %,, Indikator, 45 %,  strategi pembelajaran 45 %, dan evaluasi 45 %. Siklus II pertemuan ke 1 aspek kompetensi inti 55 %, kompetensi dasar 65 %, Materi Ajar 65  %,, Indikator, 65  %,  strategi pembelajaran 65  %, dan evaluasi 55 %. Pertemuan ke 2 aspek  kompetensi inti 80  %, kompetensi dasar 75 %, Materi Ajar 80  %,, Indikator, 75  %,  strategi pembelajaran 80  %, dan evaluasi 75 %.
KARAKTERISTIK PENDAPATAN, PENDIDIKAN, POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI PUSKESMAS MEURAXA Fahmi, Rizal; Atika, Ratih Ayu; Wahab, Abdul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i4.15226

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan dimana tinggi badan seorang anak lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan orang lain yang seusianya. Stunting dipengaruhi oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi secara berulang - ulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurut World Health Organization (WHO) stunting ditentukan dengan nilai Z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) yang kurang dari-2 standar deviasi (SD), Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan observasi analitik dan rancangan yang digunakannya adalah cross sectional. Sampel penilitian menggunakan purposive sampling. Pengambilan sampel menggunakan rumus Isaac dan Michael. Dalam penelitian ini karakteristik ibu dengan anak stunting adalah 67.0%. Berdasarkan tingkat pendidikan ibu anak stunting adalah 63.7%. Berdasarkan tingkat pendapatan orang tua anak stunting dengan pendapatan kurang dari Rp. 2.000.000,00 adalah 72,5%. Karakteristik pola asuh keluarga abaik dengan anak stunting adalah 60.4%. Kasus stunting diPuskesmas Meuraxa didapatkan bahwa jumlah anak yang mengalami stunting sebanyak 186 dari total 702 pada tahun 2023. Kasus stunting pada anak di Puskesmas Meuraxa lebih banyak pada Ibu dengan tingkat pendidikan sekolah menengah atas dengan presentasi 63.7% . Orang tua dengan tingkat pendapatan rendah lebih banyak pada pasien stunting di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh dengan presentasi 72,5. Orang tua dengan pola asuh baik lebih banyak pada pasien stunting di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh dengan presentasi 60,4 %.
ANALISIS BLOCKCHAIN UNTUK TRANSAKSI PADA DOMPET DIGITAL APLIKASI DANA DI INDONESIA Fahmi, Rizal; Saputro, Verdian Dwi; Sonata, Dipa
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 6 No. 5 (2025): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kohesi.v6i5.9727

Abstract

Blockchain merupakan teknologi yang semakin banyak diterapkan pada berbagai sektor, termasuk dalam transaksi dompet digital. Penelitian ini menganalisis penerapan teknologi blockchain pada aplikasi DANA di Indonesia, dengan tujuan mengidentifikasi kelebihan, kekurangan, serta potensi pengembangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada aplikasi DANA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi blockchain dapat meningkatkan keamanan, transparansi, dan efisiensi transaksi. Namun, tantangan seperti biaya implementasi dan adopsi regulasi menjadi hambatan utama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa blockchain memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas layanan dompet digital di Indonesia, dengan catatan diperlukan kolaborasi antara pihak pengembang dan regulator untuk mengatasi kendala yang ada.
Is The Implementation of Citizen-Centric Service in E-Government the Key to a Sustainable Solution? Fahmi, Rizal; Adara Huwaida, Ayesha; Purboningsih, Dewi; Azwari, Trisylvana; Dewi, Avela; Ariyani, Erma
Iapa Proceedings Conference 2024: AAPA-EROPA-AGPA-IAPA International Conference 2024 Towards World Class Bureaucracy
Publisher : Indonesian Association for Public Administration (IAPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30589/proceedings.2024.1164

Abstract

The public demand for effective and efficient public services continues to grow over time, especially in the 21st century. Through the digitization of public services, also known as e-government, it is believed that these demands can be addressed, although criticisms remain regarding its implementation. The concept of citizen-centric service, which focuses on citizen-centered governance, could be a response to these criticisms. This research analyzes the implementation of e-government through a citizen-centric service approach. Using a literature review and content analysis methods, the author will examine various sources such as books, journals, articles, and so forth, supplemented by several relevant case studies aligned with the research topic. The research findings highlight the importance of the citizen-centric service approach, and this approach can serve as an optimal solution in creating inclusive and representative public policies. The conclusion of this study emphasizes that implementing e-government through a citizen-centric service approach not only has a positive impact but also broadens public participation. Furthermore, it is crucial to continuously improve digital infrastructure and digital literacy to support the more effective implementation of e-government.
ANALISIS KEBIJAKAN PUBLIK DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN POLITIK INDONESIA Hutabarat, Putra Kaslin; Fahmi, Rizal; Pelas, Mina Umrah
CIVITAS (JURNAL PEMBELAJARAN DAN ILMU CIVIC) Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/civitas.v11i1.7097

Abstract

Kebijakan publik memiliki peran penting dalam menentukan arah pengambilan keputusan politik di Indonesia. Proses penyusunan kebijakan melibatkan interaksi yang kompleks antara berbagai aktor politik, institusi pemerintah, dan masyarakat sipil. Artikel ini berfokus pada analisis pengaruh dinamika politik, kepentingan kelompok, serta kondisi sosial dan ekonomi terhadap kebijakan publik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis kebijakan. Temuan menunjukkan bahwa pengambilan keputusan politik di Indonesia kerap didasarkan pada hasil negosiasi berbagai kepentingan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Selain itu, faktor seperti desentralisasi, keterlibatan masyarakat, dan transparansi menjadi elemen kunci yang memengaruhi efektivitas kebijakan yang diterapkan. Abstrak ini memberikan wawasan terkait tantangan serta peluang dalam mewujudkan proses pengambilan keputusan politik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Peran Pesantren sebagai Implementasi Community Civics di Pesantren Nahdlatul Ulama Hubi, Zindan Baynal; Fahmi, Rizal; Adhari, Nursanda Rizki; Nadya, Aisha
Journal of Moral and Civic Education Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412512021525

Abstract

Artikel ini membahas peran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai implementasi pendidikan kewarganegaraan kemasyarakatan (community civics) dengan basis kulturalnya yaitu pesantren dalam membina dan membentuk warga NU (Nahdliyin) agar menjadi warga negara yang baik dan cerdas. Community civics merupakan domain sosiokultural Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang dilakukan di luar pendidikan formal (deformalisasi) serta berkembang di masyarakat melalui organisasi sosial kemasyarakatan, organisasi politik, lembaga swadaya masyarakat, institusi, dan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data guna mendapatkan hasil yang mendalam. Adapun metode yang digunakan berupa studi kasus di Pesantren Nahdlatul Ulama Al-Hikamussalafiyah Cipulus Purwakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama dengan pesantren yang dinaunginya telah mampu menjadi teladan pelaksanaan community civics. Implementasi tradisi ilmu keagamaan mampu disinergikan dengan konteks keindonesiaan dalam membentuk karakter warga Nahdliyin dan santri khususnya di lingkungan Pesantren Al-Hikamussalafiyah. Modal kultural tersebut berupa sikap tawassuth (tengah/moderat), i’tidal (tegak lurus) tasamuh (toleransi), tawazun (seimbang), dan amar ma’ruf nahi munkar (menegakkan yang benar dan melarang yang salah). Modal ini berdasar pada tradisi keagamaan yang menjadi sebuah legitimasi utama dalam mensyiarkan risalah Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta (Islam rahmatan lil ‘alamin). Pada akhirnya para santri bisa memahami, menganalisa, dan menjawab masalah-masalah sosial yang dihadapi baik didalam masyarakat dan bernegara secara berkesinambungan dan berperan dalam menciptakan Indonesia sebagai negara idaman yang selaras kebaikan alam dan masyarakatnya (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur). Kata kunci: peran pesantren, Nahdaltul Ulama (NU), pendidikan kewarganegaraan kemasyarakatan (community civics) ABSTRACT This article explains the role of Nahdlatul Ulama (NU) as an implementation of community civics with Islamic boarding school (pesantren) as its cultural base, in fostering and shaping the NU community (Nahdliyin) to become good and smart citizens. Community civics is a socio-cultural domain of Civic Education which is implemented beyond the formal education at school (deformalization) and develops in the community through social organizations, political organizations, non-governmental organizations, institutions, and companies. The study used a qualitative approach, with interviews and observations as data collection techniques in order to obtain in-depth results. The method used is a case study at the Nahdlatul Ulama Islamic Boarding School Al-Hikamussalafiyah Cipulus Purwakarta. The results indicate that Nahdlatul Ulama and its supported Islamic boarding school have been able to become a role model in implementing community civics. Religious knowledge tradition blended with Indonesian identity is implemented in shaping the characters of Nahdliyin community and students, particularly at the Al-Hikamussalafiyah Islamic Boarding School. The cultural values are tawassuth (moderate), i’tidal (straight), tasamuh (tolerant), tawazun (balanced), and amar ma'ruf nahi munkar (enjoining what is right and forbidding what is wrong). The values are based on religious tradition which is the main legitimacy in spreading the message of Islam for the good of all human beings (rahmatan lil 'alamin). In the end, the students can understand, analyze, and answer social problems in the society and the nation in a sustainable manner and play a role in building Indonesia as an ideal state with good citizens and natural resources (baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur). Keywords: Islamic boarding school (pesantren), Nahdaltul Ulama (NU), community civics