Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Inovasi Kurikulum

Gerbang Maca: Strategi inovatif dalam pengembangan layanan Disarpus sebagai sumber belajar masyarakat Kab. Indramayu Eka Rahmawati; Angga Hadiapurwa; Anindya Putri Maharani; Hafsah Nugraha
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44049

Abstract

Gerbang Maca or “Gerakan Pengembangan Indramayu Membaca” is something the local government and the community must do together to increase and develop their interests, hobbies, and reading culture. To create a generation that is intelligent, characterized, and competitive. The purpose of this study is to examine the Gerbang Maca program and the impact of the implementation of the Gerbang Maca program, thus describing the library as a learning resource for the community, especially the Indramayu community. The method used is the qualitative approach with the Systematic Literature Review (SLR) method. The data collection technique uses field observations. The study was conducted by virtual observation on social media Instagram, Disarpus Kab. Indramayu and journal articles referring to library innovation strategies. In the analysis carried out, it was found that the program carried out by the Disarpus Kab. Indramayu is to shape the character of its people with varied innovations. So that some of the sub-programs carried out are adjusted to the community's needs. Such as Pelibatan Masyarakat, Perpustakaan Keliling and Kunjungan Pemustaka Anak Usia Dini. The program was then used as an innovative strategy to build a smart, characterized, and competitive Kabupaten Indramayu and make the library a learning resource for the community. AbstrakGerbang Maca atau “Gerakan Pengembangan Indramayu Membaca” merupakan serangkaian upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama dengan masyarakat untuk meningkatkan dan mengembangkan minat, kegemaran serta budaya baca, dalam rangka mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji terkait Gerbang Maca, kegiatan yang terdapat di dalamnya, serta dampak dari penerapan program Gerbang Maca, sehingga menggambarkan perpustakaan sebagai sumber belajar bagi masyarakat khususnya masyarakat Indramayu. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan (field observation). Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi virtual pada media sosial Instagram Disarpus Kab. Indramayu serta artikel dari jurnal yang merujuk pada strategi inovasi perpustakaan. Pada analisis yang dilakukan didapat hasil bahwa program yang dilakukan oleh Disarpus Kab. Indramayu dimaksudkan untuk membentuk karakter masyarakatnya dengan menggunakan inovasi yang bervariatif, sehingga beberapa sub program yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Beberapa program, seperti program Pelibatan Masyarakat, Perpustakaan Keliling dan Kunjungan Pemustaka Anak Usia Dini dijadikan strategi inovatif untuk membangun Kabupaten Indramayu yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing, juga menjadikan perpustakaan sebagai sumber belajar bagi masyarakat.Kata Kunci: Gerbang Maca; Indramayu; pelibatan masyarakat; perpustakaan keliling
Pemanfaatan Aplikasi WhatsApp sebagai Sirkulasi Sumber Belajar di Perpustakaan Tasyaa Yuliani; Hafsah Nugraha
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2250.209 KB) | DOI: 10.17509/jik.v18i1.36264

Abstract

Perpustakaan tidak hanya terbatas sebagai sebuah gedung tempat menyimpan buku. Perpustakaan dapat digambarkan sebagai lembaga sumber informasi, baik cetak maupun non cetak. Koleksi perpustakaan menjadi salah satu sumber belajar yang diperlukan oleh civitas academica khususnya di lingkungan UPI Kamda Sumedang. Koleksi-koleksi yang ada di Perpustakaan UPI Kamda Sumedang digunakan untuk bahan ajar yang mendukung proses pembelajaran dengan menyediakan berbagai macam sumber rujukan berupa buku, jurnal maupun layanan lain yang dapat menunjang kegiatan perpustakaan di Perguruan Tinggi. Di masa pandemi Covid-19 ini terdapat banyak perubahan yang terjadi. Perpustakaan sebagai bagian dari sektor pendidikan juga ikut terdampak terhadap keadaan ini. Aplikasi WhatsApp adalah salah satu media sosial yang banyak digunakan oleh mayoritas masyarakat di Indonesia. WhatsApp dianggap sebagai aplikasi yang mudah digunakan untuk tetap menjalin komunikasi dengan orang lain. Hal itulah yang diadaptasi oleh Perpustakaan UPI Kamda Sumedang, di mana perpustakaan kemudian memanfaatkan aplikasi WhatsApp sebagai sirkulasi sumber belajar untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka. Penyediaan sumber belajar bagi civitas academika UPI Kamda Sumedang harus tetap dilakukan karena kegiatan pembelajaran juga tetap berlangsung meskipun di tengah pandemi. Harapannya, aplikasi WhatsApp yang digunakan di perpustakaan dapat lebih ditingkatkan lagi, agar dapat membuat pemanfaatannya menjadi lebih mudah serta dapat membuat pemustaka menjadi lebih nyaman dalam menggunakan aplikasi WhatsApp untuk menghubungi pihak perpustakaan.Kata Kunci: Aplikasi WhatsApp, Perpustakaan; Sirkulasi; Sumber Belajar The library is not only limited as a building to store books. Libraries can be described as sources of information, both printed and non-printed. Library collections are one of the learning resources needed by the academic community, especially in the UPI Kamda Sumedang environment. The collections in the UPI Kamda Sumedang Library are used for learning materials that support the learning process by providing various reference sources in the form of books, journals and other services that can support library activities in universities. During the Covid-19 pandemic, many changes have occurred. Libraries as part of the education sector are also affected by this situation. The WhatsApp application is one of the social media that is widely used by the majority of people in Indonesia. WhatsApp is considered an easy-to-use application to stay in touch with other people. This was adapted by the UPI Kamda Sumedang Library, where the library then used the WhatsApp application as a circulation of learning resources to meet the information needs of users. The provision of learning resources for the academic community of UPI Kamda Sumedang must still be carried out because learning activities also continue even in the midst of a pandemic. It is hoped that the WhatsApp application used in the library can be further improved, in order to make its use easier and to make users more comfortable using the WhatsApp application to contact the library.