Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Triton

INCOME OVER FEED COST PADA AYAM KAMPUNG YANG DIBERI NANOENKAPSULASI MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus) VIA WATER INTAKE Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Maria Herawati; Ni Putu Vidia Tiara Timur; Ebit Eko Bachtiar; Farid Maulana
JURNAL TRITON Vol 10 No 2 (2019): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2019 di Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penambahan nanoenkapsulasi minyak buah merah pada air minum dengan (P0:kontrol; P1:ekstrak minyak buah merah 2,5%; P2:nanoenkapsulasi minyak buah merah 2,5%; P3:nanoenkapsulasi minyak buah merah 5% dan P4:nanoenkapsulasi minyak buah merah 10%) untuk meningkatkan Income OverFeed Cost dan performa pada ayam kampung. Metode yang digunakan yaitu analisis diskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Income Over Feed Cost (IOFC) tertinggi terdapat pada ayam dengan penambahan nanoenkapsulasi buah merah 5% (P2) yaitu Rp. 826.322,40 dan terendah pada ayam dengan penambahan ekstrak minyak buah merah 2,5% yaitu Rp. 578.900,95. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan nanoenkapsulasi buah merah 2,5% (P2) dapat meningkatkan IOFC sebesar 42,73% lebih tinggi dari IOFC paling rendah yaitu penambahan ekstrak minyak buah merah 2,5% (P1) dan 27,03% lebih tinggi dari kontrol (P0).
Mortalitas dan Profil Organ Dalam Ayam Kampung yang diberi Fitobiotik Nanoenkapsulasi Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus) Vidia Timur; Maria Herawati; Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Ebit Bachtiar
JURNAL TRITON Vol 11 No 1 (2020): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v11i1.104

Abstract

Buah merah adalah salah satu tanaman obat asli Indonesia yang berasal dari Papua dan dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit. Minyak buah merah diolah dan digunakan sebagai obat herbal dan fitobiotik bagi ternak. Pemberian fitobiotik ini bertujuan untuk mengoptimalkan mekanisme kerja dari masing-masing bioaktif dalam buah merah sebagai antibakteri untuk menggantikan antibiotik yang digunakan sebagai feed additive pada pakan ternak. Objek penelitian ini adalah ayam kampung yang diberikan minyak buah merah via air minum. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari selama dua bulan pada bulan Oktober sampai November 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan nanoenkapsulasi minyak buah merah pada air minum dengan beberapa perlakuan (P0:kontrol; P1: ekstrak minyak buah merah 2,5%; P2: nanoenkapsulasi minyak buah merah 2,5%; P3: nanoenkapsulasi minyak buah merah 5% dan P4: nanoenkapsulasi minyak buah merah 10%) terhadap mortalitas dan profil organ dalam dari ayam kampung. Setiap hari dilakukan pengamatan terhadap kematian (mortalitas) ayam kampung dan pada hari ke 56 ayam dipanen kemudian dilakukan pengamatan dan pengukuran pada organ dalam seperti organ hati, jantung, dan usus halus. Data penelitian ini dianalisis menggunakan metode analisis diskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanoenkapsulasi minyak buah merah sebagai additive tidak berpengaruh nyata (F<0,05) terhadap mortalitas ayam kampung, berat pada organ hati, jantung, dan usus halus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan nanoenkapsulasi minyak buah merah sebagai additive tidak menurunkan tingkat mortalitas ayam kampung, dan tidak menunjukkan perubahan profil organ dalam.
Physiological Response of Etawa Goats by Offering Complete Feed Containing Flour of Various Types of Banana Plant Weevil Purwanta Purwanta; Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Aswandi Aswandi
JURNAL TRITON Vol 13 No 1 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i1.248

Abstract

The objective of this research was to observe the Physiological response of Etawa goats which are given complete feed containing flour of various types of banana plant weevil. The study was carried out using a completely randomized design with treatment in the form of 6 complete types of feed with different formulations, consisting of T0, T1, T2, T3, T4, and T5 containing different varieties of banana weevil flour and control treatment (T0). Each treatment in this study was repeated 5 times, so that in total there were 30 experimental units. The media used in this study the form of rumen fluid taken from 30 (thirty) Etawa goats were given a complete feed containing banana weevil flour for 90 days, the Etawa goats used were 30 male. The rumen liquid is sucked using a vacuum pump. Etawa goat mean initial body weight, 18.89 ± 1.87 kg (CV: 12.32%) aged 15-18 months. Livestock are given complete feed containing banana weevil flour for 90 days. Loss-shaped cage measuring 24 mx 6 m as many as 2 units of cages, with a stage-floored construction as high as 140 cm from the ground, inside the cage there is an experimental cage plot measuring 1 x 1 m with a height of 130 cm for Etawa goats. Variables pH, Acetic Acid (mM), Propionic (mM), Butyric Acid (mM) and C2/C3 ratio. Complete feed containing various banana weevil flours had no significant effect on (P> 0.05), while Acid Acetic, Propionic Acid were significantly different (P<0.01).
Kecernaan dan Produksi Gas In Vitro Silase Pelepah Kelapa Sawit dengan Penambahan Inokulan Bakteri Purwanta Purwanta; Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Okti Widayati; Hotmauli Febriana Pardosi
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1311

Abstract

Pelepah kelapa sawit berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia karena tersedia melimpah, akan tetapi perlu pengolahan untuk meningkatan kualitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rasio penggunaan jenis bakteri dan komposisi hijauan silase pelepah kelapa sawit dengan menggunakan teknik produksi gas secara in vitro. Rancangan percobaan penelitian menggunakan pola faktorial 3x3, dengan menggunakan 3 jenis bakteri asam laktat (EM4, Bacillus sp., dan Lactobacillus sp.) dan 3 formulasi hijauan yang berbeda (28,35% pelepah sawit + 50% Mucuna bracteata; 39,17% pelepah sawit + 39,17% Mucuna bracteata; dan 50% pelepah sawit + 28,35% Mucuna bracteata). Adapun bahan pakan lain penyusun silase adalah 20% dedak, 1% molases, 0,3 % premix, 0,3% garam serta 0,05 % bakteri asam laktat. Silase dievaluasi menggunakan in vitro gas tes yang diinkubasi selama 48 jam. Produksi gas dari hasil pengamatan mulai dari jam ke 0, 2, 4, 6, 12, 24, 36, dan 48 jam yang akan digunakan untuk dianalisis menggunakan program fit curve. Berdasarkan hasil penelitian, tidak terdapat interaksi yang nyata antara perbedaan penggunaan jenis bakteri asam laktat dengan proporsi hijauan silase terhadap produksi gas dan kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Perlakuan jenis bakteri memberikan pengaruh nyata pada fraksi b, fraksi a+b, nilai pH, dan NH3 cairan rumen, sedangkan perlakuan proporsi pelepah sawit dan Mucuna bracteate memberikan pengaruh pada fraksi a, fraksi b, dan fraksi a+b. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi penggunaan bakteri Lactobacillus sp. dan penggunaan 28,35% pelepah sawit + 50% Mucuna bracteate menghasilkan produksi gas dan kecernaan yang paling tinggi.
Kecernaan dan Produksi Gas In Vitro Silase Pelepah Kelapa Sawit dengan Penambahan Inokulan Bakteri Purwanta Purwanta; Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Okti Widayati; Hotmauli Febriana Pardosi
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1311

Abstract

Pelepah kelapa sawit berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia karena tersedia melimpah, akan tetapi perlu pengolahan untuk meningkatan kualitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rasio penggunaan jenis bakteri dan komposisi hijauan silase pelepah kelapa sawit dengan menggunakan teknik produksi gas secara in vitro. Rancangan percobaan penelitian menggunakan pola faktorial 3x3, dengan menggunakan 3 jenis bakteri asam laktat (EM4, Bacillus sp., dan Lactobacillus sp.) dan 3 formulasi hijauan yang berbeda (28,35% pelepah sawit + 50% Mucuna bracteata; 39,17% pelepah sawit + 39,17% Mucuna bracteata; dan 50% pelepah sawit + 28,35% Mucuna bracteata). Adapun bahan pakan lain penyusun silase adalah 20% dedak, 1% molases, 0,3 % premix, 0,3% garam serta 0,05 % bakteri asam laktat. Silase dievaluasi menggunakan in vitro gas tes yang diinkubasi selama 48 jam. Produksi gas dari hasil pengamatan mulai dari jam ke 0, 2, 4, 6, 12, 24, 36, dan 48 jam yang akan digunakan untuk dianalisis menggunakan program fit curve. Berdasarkan hasil penelitian, tidak terdapat interaksi yang nyata antara perbedaan penggunaan jenis bakteri asam laktat dengan proporsi hijauan silase terhadap produksi gas dan kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Perlakuan jenis bakteri memberikan pengaruh nyata pada fraksi b, fraksi a+b, nilai pH, dan NH3 cairan rumen, sedangkan perlakuan proporsi pelepah sawit dan Mucuna bracteate memberikan pengaruh pada fraksi a, fraksi b, dan fraksi a+b. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa interaksi penggunaan bakteri Lactobacillus sp. dan penggunaan 28,35% pelepah sawit + 50% Mucuna bracteate menghasilkan produksi gas dan kecernaan yang paling tinggi.
Local Feed Exploration in Tanah Laut: Analisis Kualitas Fisikokimia dan Uji Fluoroglucinol pada Dedak Padi Berbasis Citra Digital Rifqi Hidayatulloh; Alief Rahmania Safitri; Baluh Medyabrata Atmaja; Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Ahmad Zain; Muhammad Irvan Ali
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON (Issue in Progress)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1684

Abstract

Dedak padi merupakan salah satu hasil samping penggilingan beras yang berpotensi besar sebagai bahan pakan ternak, namun kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses pengolahan dan kandungan sekam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia dedak padi yang diperoleh dari beberapa pabrik penggilingan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada periode Jani–Juli 2025. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, persentase sekam, serta uji floroglusinol dengan bantuan analisis citra digital. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan wilayah di Kabupaten Tanah Laut. Sampel dedak padi diperoleh dari 11 kecamatan yang memiliki aktivitas penggilingan padi, dengan setiap kecamatan diambil empat titik penggilingan dari desa berbeda. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menghitung nilai rata-rata, standar deviasi dari parameter kualitas dedak padi di tiap wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air dedak padi berkisar antara 9,36–12,18%, kadar abu 4,79–12,33%, persentase sekam 2,15–27,08%, serta intensitas warna merah dari hasil analisis warna berbasis citra digital pada uji floroglusinol sebesar 10,71–39,27%. Sebagian besar dedak padi tergolong mutu I, sedangkan dedak dari Kecamatan Panyipatan termasuk mutu II. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi persentase warna merah yang terdeteksi melalui analisis citra digital, semakin besar pula kandungan sekam dalam dedak padi. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya penerapan teknologi analisis sederhana dan akurat untuk mengklasifikasikan mutu dedak padi di tingkat lokal. Direkomendasikan untuk dilakukan penelitian lanjut mengenai analisis proksimat nutrisi untuk memperkuat basis data kualitas dedak padi sebagai bahan pakan.