Claim Missing Document
Check
Articles

Fenomena Catcalling sebagai Bentuk Pelecehan Seksual secara Verbal terhadap Perempuan di Jakarta Angeline Hidayat; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 3, No 2 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i2.6487

Abstract

Catcalling, a familiar term that is often heard especially in big cities like Jakarta. In catcalling, there is a form of communication in which the offender gives verbal expression to the victim through whistling and also comments about body shape by attacking the sexual attributes of the victim. However, this is a problem because there is an ambiguity in the meaning of the community about catcalling as a joke or sexual harassment, especially against women. The purpose of this research is to know about the phenomena and forms of communication from catcalling. This research is qualitative research using phenomenology method. Theories used in this research are verbal communication theory, patriarchal culture, feminism, stereotypes and gender, and catcalling. This study uses interviews with key informants and informants, participant observation, literature study, and documentation to collect data. The result of this research is that catcalling is a verbal sexual harassment and is part of the rape culture. Catcalling, sebuah istilah yang tidak asing untuk didengar terutama di daerah perkotaan besar seperti di Jakarta. Dalam catcalling, terdapat bentuk komunikasi di mana pelaku memberikan ekspresi verbal terhadap korbannya misalnya melalui siulan dan juga komentar-komentar tentang bentuk tubuh mereka dengan menyerang atribut seksual korban. Namun, hal ini menjadi sebuah permasalahan karena terdapat ambiguitas makna yang terdapat di masyarakat tentang catcalling sebagai candaan atau pelecehan seksual terutama terhadap perempuan. Adapun maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang fenomena dan juga bentuk komunikasi dari catcalling tersebut. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang menggunakan metode fenomenologi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi verbal, budaya patriarki, feminisme, stereotip dan gender, dan catcalling. Penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu wawancara dengan informan kunci dan informan, observasi partisipan, studi pustaka, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil dari penelitian ini adalah catcalling merupakan pelecehan seksual secara verbal dan merupakan bagian dari rape culture.
Analisis Framing Pemberitaan Portal Berita Media Online Mediaindonesia.com dan Beritasatu.com dalam Debat Pilpres Putaran Pertama Buche Christian Sapulette; Yugih Setyanto; Septia Winduwati
Koneksi Vol 3, No 1 (2019): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v3i1.6155

Abstract

Penelitian ini meneliti mengenai analisis framing yang dilakukan portal berita media online Mediaindonesia.com dan Beritasatu.com yang melakukan pemberitaan terkait pasca debat putaran pertama pemilihan presiden yang berlangsung pada 17 Januari 2019. Dengan menggunakan teori analisis framing yang dikemukakan oleh Robert N. Entman, terlihat bahwa Mediaindonesia.com dalam melakukan pemberitaan pasca debat tersebut sangat mengarah dan selalu memberikan kesan positif pada pasangan Jokowi-Amin, serta memberikan kesan negatif bagi pasangan Prabowo-Sandi. Berbeda dengan Beritasatu.com yang terlihat lebih netral dibandingkan dengan Mediaindonesia.com, meski tetap lebih mengarah pada satu pihak, yaitu Prabowo-Sandi, namun pemberitaannya tidak ada yang memberikan kesan negatif bagi pasangan Jokowi-Amin.
Komunikasi Antar Pribadi Orangtua-Anak Pasca Perceraian Ferren Alwinda; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10282

Abstract

Humans are social beings who are unable to live alone. The first environment for every human being when he is born into the world is family. Communication that occurs in the family is interpersonal communication. An ideal family would have dreams of having a harmonious life. But in reality, not all families can feel it. There are several factors that can cause this disharmony to lead to divorce. Every divorce that occurs, of course, has its own impact, especially for married couples who already have children. The impact of parental divorce will certainly form a different character for the child, especially for those who are growing up in their teens. The impact of divorce will also change the interpersonal communication that occurs between fathers and mothers and their children. The purpose of this study was to analyze the application of interpersonal communication in the family to children after their parents' divorce. This study uses a qualitative research approach with descriptive research methods. In this study, researchers interviewed a single father with his teenage children, a single mother with her child and a psychologist. The results of this study indicate that divorce has an impact on changing the interpersonal communication relationship between children and parents, which initially becomes tenuous, but not with parents who still live at home with their children.Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak mampu hidup seorang diri. Setiap manusia yang terlahir, tentu ia akan langsung berada di sebuah keluarga. Maka dari itu,  lingkungan pertama bagi setiap manusia ketika lahir ke dunia adalah keluarga. Komunikasi yang terjadi di dalam keluarga ialah komunikasi antarpribadi. Sebuah keluarga yang ideal tentu memiliki impian untuk memiliki kehidupan yang harmonis. Namun pada kenyataannya, tidak semua keluarga dapat merasakannya. Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan ketidakharmonisan tersebut sehingga menimbulkan perceraian. Setiap perceraian yang terjadi, sudah pasti memiliki dampaknya tersendiri terutama bagi pasangan suami-istri yang sudah memiliki anak. Dampak dari perceraian orang tua, tentu akan membentuk karakter yang berbeda terhadap anak tersebut, terutama bagi yang sedang tumbuh di usia remaja. Dampak dari perceraian juga akan merubah komunikasi antarpribadi yang terjadi antara ayah dan ibu serta anak mereka. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis penerapan komunikasi antarpribadi di dalam keluarga terhadap anak pasca perceraian orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan  metode penelitian deskriptif. Pada penelitian ini, peneliti mewawancari seorang ayah tunggal dengan anak remajanya dan seorang psikolog. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan adanya perbedaan penerapan komunikasi antarpribadi antara orang tua ketika sudah bercerai dengan anak remajanya.
Komunikasi Antarpribadi antara Anak dan Ibu Asuh (Studi Kasus SOS Children’s Villages Indonesia) Ivana Ivana; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.2015

Abstract

SOS Children’s Villages merupakan organisasi sosial yang bergerak dalam hal pengasuhan anak-anak yang telah atau beresiko kehilangan pengasuhan orang tua. Organisasi ini  memberikan rumah dan keluarga berupa ibu asuh sebagai orang tua pengganti. Penelitian ini membahas mengenai komunikasi antarpribadi yang dilakukan antara anak dan ibu asuh di desa SOS Children’s Villages Jakarta. Penelitian ini dilandasi oleh beberapa teori yaitu teori komunikasi, komunikasi antarpribadi dan penetrasi sosial. Unit analisis berupa keluarga, ibu asuh dan anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari wawancara mendalam dengan tujuh narasumber yaitu Project Director Desa SOS Cibubur dan tiga ibu asuh serta tiga anak asuh SOS, observasi, dokumentasi, penelusuran data online dan studi kepustakaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ibu asuh menggunakan penetrasi sosial melalui komunikasi antarpribadi untuk mendekatkan diri dengan anak asuhnya. Dari sana terbentuk hubungan antarpribadi yang dilandasi oleh ketulusan terlihat oleh adanya keterbukaan, terdapat empati yang dirasakan, sikap saling mendukung, adanya sikap positif dengan memberikan pujian atau penghargaan dan kesetaraan seperti teman dalam hubungan mereka. 
Komunikasi Antarpribadi Pada Tahap Pra Induksi Dalam Metode Hipnoterapi Antara Psikiater Dengan Pasien Gangguan Cemas Di Rumah Sakit Atmajaya Andre Wijaya; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 1, No 2 (2017): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v1i2.1959

Abstract

Gangguan cemas merupakan salah satu bentuk gangguan jiwa. Di Indonesia, jumlah orang yang mengalami gangguan cemas terus meningkat. Menurut data Riskesdas tahun 2013, penderita gangguan kecemasan sebanyak 6% dari total penduduk di Indonesia atau sekitar 14 juta penderita. Hal ini dikarenakan tuntutan hidup yang semakin beragam di era modern seperti sekarang ini. Gangguan cemas dapat ditangani dengan terapi menggunakan hipnosis atau sering dikenal hipnoterapi. Dalam metode hipnoterapi ini, komunikasi menjadi kunci utama kesembuhan pasien. Namun, sebelum memasuki metode hipnoterapi, pasien dan dokter akan melakukan percakapan atau tahap pra induksi yang di dalamnya melibatkan komunikasi antarpribadi, sekaligus membangun hubungan dari tahap ke tahap. Penelitian ini membahas bagaimana penerapan komunikasi antarpribadi pada tahap pra induksi dalam metode hipnoterapi antara dokter dengan pasien. Subjek penelitian yaitu dokter dengan spesialisasi hipnoterapi dan pasien yang menderita gangguan cemas di Rumah Sakit Atmajaya. Adanya hubungan interpersonal yang baik antara dokter dengan pasien menciptakan komunikasi antarpribadi yang sifatnya transaksional. Dengan adanya faktor-faktor pembangun hubungan interpersonal seperti sikap percaya, suportif dan terbuka dapat menjadikan pasien merasa nyaman dan memiliki kepercayaan penuh pada dokter yang menangani. Metodologi yang dipakai dalam penelitian ini adalah metodologi kualitatif dengan metode wawancara dan studi kepustakaan.
Strategi Komunikasi Guru Terhadap Siswa Berprestasi Bobby Walanda; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6411

Abstract

Basically, humans want to get recognition from others. One way is to score achievements so that they can be recognized by others. For high school students, the teacher's role in helping them score achievements is very important, because the teacher will be the first to introduce, teach and guide their students to understand, understand and score achievements. The method used in this study is the interpersonal communication approach that is centered on interpersonal attraction, strung carrot strategy and sword depending on the teacher's strategy to support student achievement. This research uses a qualitative approach. While the technique of collecting data using interviews, observation and documentation. The results showed that interpersonal attraction between teacher and students and the provision of rewards as an implementation of the strung carrot strategy can provide more motivation for students in teaching and learning activities to score achievements, while punishment can motivate learning to avoid punishment and not to score achievements. Pada dasarnya manusia ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain. Salah satu caranya adalah dengan mencetak prestasi agar dapat diakui oleh orang lain. Bagi siswa SMA, peran guru dalam membantu mereka mencetak prestasi sangatlah penting, karena guru akan menjadi orang pertama yang memperkenalkan, mengajar dan membimbing siswanya untuk mengerti, memahami dan mencetak prestasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan komunikasi interpersonal yang berpusat pada atraksi interpersonal, strategi wortel teruntai dan pedang tergantung dalam strategi guru untuk menunjang prestasi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya atraksi interpersonal antara guru dan murid serta pemberian reward sebagai implementasi dari strategi wortel teruntai dapat memberikan motivasi yang lebih bagi siswa dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencetak prestasi, sedangkan punishment dapat memberi motivasi belajar untuk menghindari hukuman dan bukan untuk mencetak prestasi.
Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi terhadap Motivasi Kerja Karyawan Telunjuk.com Evan Septian Handra; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 5, No 1 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i1.10213

Abstract

The digital industry in Indonesia is growing quite rapidly, one of which is marked by the existence of many online shopping platforms. Telunjuk.com is a company that works and serves in the digital-based industry. The purpose of this study was to determine and measure the influence of organizational communication climate on employee motivation at Telunjuk.com. The population in this study has a total of 31 people, with the same number of samples, namely 31 people. This study adapted a total sample or census data collection technique and was calculated using a Likert scale. The data collection techniques in this study made use of a questionnaire and literature study. The validity test in this study uses the validity test and reliability test. The data processing method used is the T test, simple linear regression test, correlation coefficient and determination coefficient. The results showed that: (1) There is a significant influence between organizational communication climate on Telunjuk.com employee motivation, (2) The correlation test results show the Pearson correlation value which shows a very strong relationship between variables, (4) organizational communication climate 64, 1% affects Telunjuk.com employee's work motivation.Industri digital di Indonesia berkembang cukup pesat, salah satunya ditandai dengan adanya banyak platform belanja online. Telunjuk.com merupakan perusahaan yang melayani dalam ruang lingkup industry berbasis digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mengukur pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap motivasi kerja karyawan di Telunjuk.com. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 31 orang, dengan jumlah sample yang sama, yaitu 31 orang. Penelitian ini mengadaptasi teknik pengumpulan data sampel total atau sensus dan dihitung dengan skala Likert. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini memanfaatkan angket kuesioner dan studi kepustakaan. Uji keabsahan dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Metode pengolahan data yang digunakan adalah uji T, uji analisa regresi linear sederhana, analisa koefisien korelasi dan analisa koefisien determinasi. Penelitian menemukan bahwa: (1) iklim komunikasi organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi kerja karyawan, (2) terdapat hubungan yang sangat kuat antara iklim komunikasi organisasi dan motivasi kerja karyawan, (3) iklim komunikasi organisasi 64,1% berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan.
Analisa Komunikasi Antar Pribadi dalam Sebuah Organisasi dalam Menunjang Keberhasilan Sebuah Event (Studi Acara Jakarta Dessert Project yang Diselenggarakan HYPE.ID) Brenda Brenda; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 2, No 1 (2018): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v2i1.2427

Abstract

Komunikasi interpersonal merupakan sebuah proses komunikasi yang terjadi antara satu individu dengan individu lainnya. Jika proses komunikasi interpersonal tersebut berjalan dengan baik, maka setiap acara yang diselenggarakan oleh sebuah event organizer akan membuahkan hasil yang maksimal. Sukses atau tidaknya sebuah bazar diyakini memiliki hubungan yang sangat erat dengan strategi komunikasi interpersonal yang digunakan. Dengan demikian, penelitian ini dibuat untuk menganalisis strategi komunikasi interpersonal yang digunakan oleh event organizer HYPE.ID pada acara Jakarta Dessert Project. Teori utama yang digunakan yakni model perencanaan komunikasi dari Philip Lesly yang kemudian dikaitkan dengan teori humanistis dan pragmatis yang dikemukakan oleh Joseph A. DeVito. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam dengan informan internal dan eksternal terpilih guna untuk mendapatkan informasi yang lengkap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa event organizer HYPE.ID telah menggunakan strategi komunikasi interpersonal menurut model perencanaan komunikasi dari Philip Lesly dengan baik, dilihat dari suksesnya acara yang diselenggarakan.
Pengaruh Komunikasi Efektif Pada Perkuliahan Fotografi Saat Pandemi Covid-19 terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Jonathan Victorius; Yugih Setyanto; Nigar Pandrianto
Koneksi Vol 5, No 2 (2021): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v5i2.10347

Abstract

Effective communication is defined as communication that can bring about a change in attitude. Effective communication aims to make it easier for others to interpret the message conveyed by the messenger. Effective communication is very important in improving student learning outcomes. At the time of the Covid-19 pandemic, the e-learning learning method became the learning method used by all universities. Learning outcomes refer to the achievements obtained by students in teaching activities through updating and creating their own behavior. This research was conducted to measure the effect of effective communication on student learning outcomes. This study uses quantitative techniques with survey methods and makes Visual Communication Design students the object of research. The main data were collected by distributing questionnaires to 70 respondents. Data analysis in this study used the Statistical Package for the Social Sciences with the SPSS for Windows 25 application. Based on the results of the study, it was found that effective communication had a significant and positive effect on student learning outcomes. Effective communication has an effect of 67.4% on student learning outcomes, while the other 32.6% is another factor. Thus, the higher an effective communication, the learning outcomes will also increase. Vice versa, the lower an effective communication, the learning outcomes will also decrease. Komunikasi yang efektif diartikan sebagai komunikasi yang dapat mewujudkan perubahan sikap. Komunikasi yang efektif bertujuan untuk mempermudah orang lain menafsirkan pesan yang diberitahukan oleh penyampai pesan. Komunikasi yang efektif sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Pada saat pandemi Covid-19, metode pembelajaran e-learning menjadi metode pembelajaran yang digunakan oleh semua universitas. Hasil belajar merujuk pada prestasi yang diperoleh mahasiswa dalam kegiatan mengajar melalui pembaharuan dan pembuatan tingkah laku sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengaruh komunikasi efektif terhadap hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dengan metode survei dan menjadikan mahasiswa Desain Komunikasi Visual sebagai objek penelitian. Data utama dikumpulkan dengan cara menyebar kuesioner kepada 70 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Statistical Package for the Social Sciences dengan aplikasi SPSS for windows 25. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa komunikasi efektif memiliki pengaruh yang signifikan dan bernilai positif terhadap hasil belajar mahasiswa. Komunikasi efektif memiliki pengaruh sebesar 67,4% terhadap hasil belajar mahasiswa, sementara 32,6% lainnya merupakan faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi suatu komunikasi efektif maka hasil belajar juga semakin meningkat. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah suatu komunikasi efektif maka hasil belajar juga semakin menurun.
Strategi Public Relations dalam Membangun Solidaritas (Studi Pada Komunitas Motor Icon) Michael Michael; Yugih Setyanto
Koneksi Vol 4, No 1 (2020): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v4i1.6639

Abstract

Communication has an important role in a community to support high solidarity between members. But not all communities know what things can build solidarity between members. Therefore, administrators in the community think about how to build solidarity within the group, how to keep the group members afloat, and also how to maintain group members so that they still have a family attitude and also care for one another. Of course in this community, some members are chosen to be community administrators, and changed every year. Some of these members have roles as chairperson, public relations officer, and treasurer. The role of a chairperson includes many things, managing members, organizing events, looking for useful information for the community and also building cohesiveness within the community. The communication process that takes place in ICON uses the Laswell communication model which is one-way, i.e. the community leader gives direction to community members directly or through WhatsApp group media. The approach used in this research is descriptive-qualitative and with the case study method. The research subject in this study was ICON. While the object of research in this study is the communication process in forming solidarity that is used by ICON in increasing solidarity within groups and also building a good image in the eyes of the community. Data collected by interview, documentation, and literature study. The conclusion of this study is that ICON uses communication strategies in the form of publications, events, community participation, CSR. In addition, to build the solidarity of its members, ICON often holds touring, Sunday morning rides, and kopdar. Komunikasi mempunyai peran penting dalam sebuah komunitas untuk menunjang solidaritas yang tinggi antar anggota. Namun tidak semua komunitas mengetahui hal-hal apa saja yang dapat membangun solidaritas antar anggota. Oleh karena itu, pengurus di dalam komunitas tersebut memikirkan bagaimana cara membangun solidaritas dalam kelompok, bagaimana cara menjaga anggota kelompok tetap bertahan, dan juga bagaimana memelihara anggota kelompok agar tetap memiliki sikap kekeluargaan dan juga saling peduli satu sama lain. Dalam komunitas ini, beberapa anggota dipilih untuk menjadi pengurus komunitas, dan berganti setiap tahunnya. Beberapa anggota tersebut memiliki peran sebagai ketua, humas, dan bendahara. Peran seorang ketua mencakup banyak hal diantaranya mengurus anggota, mengadakan acara, mencari info-info yang bermanfaat untuk komunitas dan juga membangun kekompakan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan dengan metode studi kasus. Subjek penelitian pada penelitian ini adalah komunitas motor ICON. Sedangkan objek penelitian pada penelitian ini adalah proses komunikasi dalam membentuk solidaritas yang digunakan oleh komunitas motor ICON dalam meningkatkan solidaritas dan membangun citra yang baik di pandangan masyarakat. Data dikumpulkan dengan wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komunitas motor menggunakan strategi komunikasi berupa publications, event, community involvement, CSR. Selain itu, untuk membangun solidaritas anggotanya, komunitas motor mengadakan touring, sunday morning ride, dan kopi darat.