Claim Missing Document
Check
Articles

Penyingkapan Diri Melalui Internet Di Kalangan Remaja (Studi Komunikasi Antar Pribadi) Riris Loisa; Yugih Setyanto
Jurnal Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2014): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v6i3.38

Abstract

Abstract: Internet presence is believed to have influence on human communication. One of them is self-disclosure issue. This research will describe the self-disclosure among teenager. This is believed to be important to be done, because the current internet users in Indonesia is mostly teenager. The depiction of self-disclosure among teenager over the internet, will provide an overview of the reality of what happened in the virtual communication. Analysis is based on interpersonal communication theories by referring to a thought of Joseph devito and the self-disclosure concept from Richard West and Lynn Turner. This research will be done in quantitative paradigm, through survey methods to high school students in Central Jakarta. The result of data analysis come to the conclusion that the self-disclosure more often done when related to things that are common in the public discussion, while the personal things are still reluctant to be revealed over the internet. Abstrak:Kehadiran internet diyakini membawa pengaruh terhadap perilaku komunikasi manusia. Salah satunya di dalam perilaku penyingkapan diri (self disclosure). Penelitian ini akan menggambarkan penyingkapan diri di kalangan remaja. Hal ini diyakini penting untuk dilakukan, karena saat ini pengguna internet tertinggi di Indonesia adalah kelompok usia remaja. Penggambaran perilaku penyingkapan diri melalui internet di kalangan remaja, akan memberikan gambaran tentang realitas yang terjadi di dalam komunikasi virtual. Analisis dilandasi dari teori komunikasi antar pribadi dengan mengacu pada pemikiran dari Joseph DeVito serta konsep penyingkapan diri dari Richard West dan Lynn Turner. Penelitian dilakukan di dalam paradigma kuantitatif, melalui metode survey terhadap siswa sekolah menengah atas di wilayah Jakarta Pusat. Hasil analisis data sampai pada kesimpulan, bahwa penyingkapan diri lebih sering dilakukan ketika berkaitan dengan hal-hal yang memang lazim di dalam perbincangan publik, sementara itu hal-hal yang bersifat pribadi masih enggan untuk disingkapkan melalui internet.   
Implikasi Laboratorium dan Keaktifan di Kelas terhadap Ujian Akhir Semester Mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis Richard Andrew; Yugih Setyanto
Jurnal Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2016): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v8i1.48

Abstract

AbstractNowadays, there is a significant change from lecturer centered learning to student centered learning.  This mean that the student must actively participated in class.  In Management course, especially in quantitative subject classes, laboratories exist.  This quantitative laboratory help student to memorize and practices the method which they learn from the theoretical class.  The subject of this research is 50 students in the quantitative subject class.  This research shows that there is a significant impact from the laboratory and the active actions to the final test mark on theoretical class.  This result suggests the students to active on class to increase their marks while the faculty reminded to protect the laboratory percentages as it competitive advantage. AbstrakDewasa ini, ada perubahan yang signifikan pada penerapan sistem pendidikan di dunia. Hal ini juga berdampak pada perubahan tatanan sistem pendidikan di Indonesia, khususnya di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Perubahan yang paling jelas adalah mulai bergesernya pola pembelajaran dari yang tersentralisasi di pendidik menjadi yang tersentralisasi di peserta didik. Perubahan pola ini tentu juga berdampak pada perubahan sistem pendidikan tinggi yang menyarankan semua mahasiswa untuk aktif di kelas. Hal inilah yang terjadi di salah satu jurusan yakni Manajemen Bisnis pada Fakultas Ekonomi. Untuk itulah diambil sampel secara acak di beberapa kelas Laboratorium Kuantitatif. Laboratorium ini hadir untuk membantu dan memfasilitasi sistem pendidikan yang baru. Selain itu, Laboratorium Kuantitatif ini membantu mahasiswa untuk mengingat dan melatih metode aplikasi yang telah dipelajari sebelumnya di kelas teori. Pada penelitian ini, subjek dari penelitian adalah 50 orang mahasiswa yang tersebar di beberapa kelas jurusan Manajemen Bisnis dan metode yang digunakan untuk menganalisis adalah regresi. Dari penelitian ini didapatkan temuan bahwa ada implikasi yang signifikan dari Laboratorium dan keaktifan di kelas terhadap Ujian Akhir Semester (UAS) mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis. Untuk itu Fakultas Ekonomi sebaiknya senantiasa melindungi persentase nilai dari Laboratorium untuk menciptakan keunggulan kompetitif serta menghimbau para mahasiswa untuk aktif di kelas. Peneliti juga menyarankan untuk menambah  sejumlah variabel independen untuk penelitian mendatang.  
Diseminasi Informasi Terkait Pariwisata Berwawasan Lingkungan dan Budaya Guna Meningkatkan Daya Tarik Wisatawan (Studi pada Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat) Yugih Setyanto; Septia Winduwati
Jurnal Komunikasi Vol. 9 No. 2 (2017): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v9i2.1077

Abstract

Tourism is a huge potential owned by the regions in Indonesia. Many areas in Indonesia that actually has an interesting potential to be developed into tourism object. In order for the potential to have a selling power that attracts potential tourists to come should be disseminated information about the object. The process of information dissemination is adjusted to various things such as the intended audience and what potentials need to be known by the audience. Therefore, each local government has the authority in developing and promoting tourism potential that exists. The local government seeks the promotion of regional tourism potentials through dissemination of information to the public. Roles and functions are carried out so that the potential of tourism areas that are environmentally and culturally relevant tourism can be maximally known by the public and increase the attractiveness of tourists, especially domestic and foreign tourists. Penelitian ini merupakan studi terkait upaya diseminasi informasi di bidang komunikasi pariwisata. Pariwisata merupakan potensi yang sangat besar dimiliki oleh daerah-daerah di Indonesia. Banyak daerah di Indonesia yang sebenarnya memiliki potensi yang menarik untuk dikembangkan menjadi objek pariwisata. Agar potensi tersebut memiliki daya jual yang menarik minat calon wisatawan untuk datang harus dilakukan penyebaran informasi mengenai objek tersebut. Proses diseminasi informasi disesuaikan berbagai hal misalnya khalayak yang dituju dan potensi apa yang perlu diketahui oleh khalayak. Oleh sebab itu, masing-masing pemerintah daerah memiliki otoritas dalam mengembangkan serta mempromosikan potensi wisata yang ada. Pemda mengupayakan promosi potensi wisata daerah melalui diseminasi informasi ke publik. Peran dan fungsi tersebut dilakukan sehingga potensi wisata daerah yakni pariwisata yang berwawasan lingkungan dan budaya bisa secara maksimal dikenal oleh masyarakat dan meningkatkan daya tarik wisatawan, khususnya turis dalam dan luar negeri.