Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penyuluhan Mediasi Sengketa Medik pada Dokter yang akan Diambil Sumpah di Fakultas Kedokteran Unila Sukohar, Asep; Sibero, Hendra Tarigan; Ratna, Maya Ganda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1151

Abstract

Semakin banyaknya pengaduan kasus Malpraktik kedokteran di Indonesia sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pelayanan kedokteran yang diterima pasien. Dengan banyaknya pengaduan kasus Malpraktikkedokteran maka kasus di Pengadilan bertambah sehingga Mahkamah Agung mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung (PerMA) Nomor 2 Tahun 2003 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Mediasi sengketamedik sebagai satu bentuk penyelesaian sengketa medik di luar pengadilan dan mempunyai kekuatan hukum. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah penyuluhan dengan metode ceramah dan role play. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah 18 dokter yang baru lulus ujian UKMPPD yang akan disumpah. Hasil post test yang dilakukan menunjukan adanya peningkatan nilai rerata peserta. Hasil post test didapatkan 6 peserta (33,33%) masuk kategori cukup paham dan sebanyak 12 peserta (66,67%) dapat dikategorikan paham terhadapmateri yang diberikan. Terjadi peningkatan pengetahuan yang siginifikan pada 18 dokter yang baru lulus UKMPPD setelah mendapat penyuluhan materi tentang Penyelesaian Sengketa Medik Kedokteran.Kata kunci: malpraktik, mediasi, sengketa medik, penyuluhan
Upaya Pencegahan Dermatitis Kontak Akibat Kerja pada Pengrajin Batik di Bandar Lampung Anggraini, Dwi Indria; Yusran, Muhammad; Rahmayani, Fidha; Tjiptaningrum, Agustyas; Sibero, Hendra Tarigan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v4i1.2530

Abstract

Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) adalah peradangan kulit yang diakibatkan oleh lingkungan kerja. DKAK merupakansalahsatumasalahkesehatan yang sering terjadi pada pekerja di dunia, termasuk Indonesia. Beberapa penelitian melaporkan DKAK pada pengrajin batik cukup tinggi. Di Bandar Lampung dilaporkan kejadian DKAK pada pengrajin batik di Bandar Lampung sebesar 53,3%. Terdapat beberapa faktor eksogen dan endogen yang mempengaruhi kejadian DKAK. Pengetahuan pengrajin batik terhadap faktor-faktor tersebut masih kurang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengrajin batik tradisional Lampung mengenai DKAK dan upaya pencegahan timbulnya DKAK. Kegiatan dilakukan di Batik Siger, Jalan Bayam No.38 Kemiling, Bandar Lampung pada tanggal 19 Oktober 2019. Khalayak sasaran yang mengikuti kegiatan adalah pengrajin batik tradisional, pengeloladan pemilik Batik Siger berjumlah 25 orang. Program dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: pemberian materi kepada khalayak sasaran mengenai penyebab, tanda dan gejala klinis, cara pemeriksaan, penatalaksanaan, dan upaya pencegahan dan pengobatan DKAK; pemberian poster dan leaflet mengenai DKAK; pelatihan perawatan diri dan penggunaan APD pada khalayak sasaran; Focus group discussion (FGD). Hasil kegiatan ini menunjukkan rerata skor pengetahun sebelum dilakukan penyuluhan adalah 56,8 meningkat menjadi 93,2 sesudah penyuluhan. Seluruh peserta (100%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan intervensi. Terjadi peningkatan kemampuan perawatan diri menggunakan pelembap dan APD pada 100% pengrajin batik setelah dilakukan pelatihan. Simpulan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perawatan diri pengrajin batik tradisional.Kata Kunci: dermatitis kontak akibat kerja, pengrajin batik tradisional Lampung
Penyuluhan Kesehatan Untuk Meningkatkan Pemahaman Dan Praktik Dalam Pencegahan Serta Perawatan Akne Vulgaris Sibero, Hendra Tarigan; Anggraini, Dwi Indria; Fauzi, Ahmad
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2958

Abstract

Penelitian yang dilakukan di Provinsi Lampung didapatkan bahwa akne vulgaris lebih banyak dialami oleh perempuan (69,7%) dibandingkan laki-laki (30,3%). Usia muda (16-25 tahun) lebih banyak mengalami akne vulgaris 53,2%. Pengguna kosmetik ternyata lebih banyak mengalami akne vulgaris (59,1%). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang pencegahan serta perawatan akne vulgaris pada remaja sehingga dapat meningkatkan kognitif (pengetahuan dan pemahaman), afektif (sikap) dan psikomotor (tindakan) remaja terhadap pencegahan serta perawatan akne vulgaris.  Metode yang digunakan dalam kegiatan terdiri dari pemberian materi oleh pakar dan diskusi. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 30 remaja yang berkunjung pada pelayanan kulit di Kota Bandar Lampung. Sebagian besar peserta meningkat pengetahuannya setelah diadakan penyuluhan kesehatan tentang akne vulgaris. Kata kunci: penyuluhan kesehatan, pemahaman, praktik, pencegahan, perawatan, akne vulgaris
Peningkatan Keterampilan Tenaga Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Cacat Pasien Kusta di Puskesmas Pasar Ambon, Kota Bandar Lampung Sibero, Hendra Tarigan; Anggraini, Dwi Indria; Rahmayani, Fidha; Yisran, Muhammad
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3244

Abstract

Penyakit kusta atau lepra disebut juga Morbus Hansen disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae yang menyerang berbagai bagian tubuh diantaranya saraf dan kulit. Kusta merupakan penyakit infeksi kronik yang menular dan dapat terjadi komplikasi berupa kecacatan yang dapat menetap. Angka kecacatan akibat kusta dilaporkan masih cukup tinggi. Di Indonesia proporsi kecacatan tingkat dua pada kasus baru kusta masih tinggi, yaitu 9,86%. Target nasional untuk proporsi cacat tingkat dua adalah di bawah 5%. Provinsi Lampung juga belum mencapai target tersebut. Bandar Lampung merupakan kota dengan persentase kecacatan tingkat dua tertinggi di antara kota/kabupaten lainnya. Pencegahan kecacatan pada kusta yang disebut sebagai prevention of disability merupakan salah satu program dalam penanggulangan penyakit kusta. Upaya pencegahan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan (medis) di Puskesmas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Bandar Lampung.Kegiatan dilakukan di Puskesmas Pasar Ambon Kota Bandar Lampung pada tanggal 10 Januari 2023. Khalayak sasaran yang  mengikuti kegiatan adalah petugas medis atau tenaga kesehatan pengelola program kusta yang berjumlah 20 orang. Program dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: 1) pemberian materi kepada khalayak sasaran mengenai penyebab, tanda dan gejala klinis kusta, cara pemeriksaan saraf pada kusta, deteksi dini cacat pada kusta, dan upaya pencegahan cacat pada kusta; 2) pelatihan pengisian lembar prevention of disabilit (POD); 3) focus group discussion (FGD). Hasil kegiatan ini menunjukkan rerata skor pengetahun sebelum dilakukan penyuluhan adalah 72,6 meningkat menjadi 98,7 sesudah penyuluhan. Seluruh peserta (100%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan intervensi. Terjadi peningkatan kemampuan pengisian lembar prevention of disability (POD) pada 100% tenaga kesehatan setelah dilakukan pelatihan. Simpulan: kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam upaya pencegahan cacat pada pasien kusta.   Kata Kunci: cacat, kusta, lepra, Morbus Hansen, POD, pencegahan cacat