Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya menganalisis pengaruh beban kerja dan motivasi untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam mendukung efektivitas pelayanan kelistrikan di PT. PLN (Persero) ULP Tanjung Morawa. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam mendukung kualitas, keandalan, dan keberlanjutan layanan listrik publik, khususnya pada unit layanan milik negara seperti PT PLN (Persero) ULP Tanjung Morawa. Beban kerja dan motivasi merupakan dua aspek penting yang dapat memengaruhi kemampuan pegawai dalam menyelesaikan tugas secara efektif dan mencapai target organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada PT PLN (Persero) ULP Tanjung Morawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling jenuh, yang melibatkan seluruh populasi sebanyak 80 pegawai sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan IBM SPSS versi 26. Teknik analisis data meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 63,7%, yang menunjukkan bahwa beban kerja dan motivasi menjelaskan 63,7% variasi dalam kinerja pegawai. Secara parsial, beban kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, yang ditunjukkan oleh nilai thitung < ttabel (1,962 < 1,991) dan nilai signifikansi 0,053 > 0,05. Sementara itu, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang ditunjukkan oleh nilai thitung > ttabel (11,540 > 1,991) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, beban kerja dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai Fhitung > Ftabel (67,683 > 3,12) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen perlu memprioritaskan strategi untuk memperkuat motivasi pegawai sekaligus menjaga keseimbangan beban kerja. Kesimpulannya, motivasi merupakan faktor dominan yang memengaruhi kinerja pegawai, sedangkan beban kerja perlu dikelola untuk mendukung kinerja yang optimal.