Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Saluran Pemasaran Buah Naga (Hyilocereus Polyrhizus) Di Desa Taratak Nagodang Kecamatan Ujung Padang Kabupaten Simalungun Aulia, Endang Sri; Wahyuni, Sri; Yani, Farida
Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA) Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jiperta.v5i2.2591

Abstract

Taratak Nagodang Village, Simalungun Regency is one of the dragon fruit producing villages in Ujung Padang District, Simalungun Regency, which has been cultivated by 45 farmers. The problems in this village are the lack of extensive marketing network and the weak bargaining position of farmers at harvest time. The purpose of this study was to determine the dragon fruit marketing channels, the amount of margin received by each marketing channel and the marketing efficiency of dragon fruit in Taratak Nagodang Village, Ujung Padang District, Simalungun Regency. The research was conducted in Taratak Nagodang Village by taking a sample of 16 people. The analytical method used is the formula: Margin: HP – HB and the efficiency formula: Ep = (TB/TNB) × 100%. Based on the results of the study it was concluded that there were 2 (two) marketing channels for dragon fruit that occurred in Taratak Nagodang Village, namely, the first channel: farmers consumers and the second channel: farmers collectors retailers consumers. The margin obtained in the first channel is Rp. 0,- and the margin obtained in the second channel is Rp. 8.000,-/Kg. Of the two marketing channels, the farmer's share obtained for the first marketing channel is 100% and for the second channel the farmer's share is 64.7% so that the first channel is more efficient because it is higher than the second marketing channel, even though the marketing channel one is more efficient, but in fact the marketing channel the second is more chosen by dragon fruit farmers in the village of Taratak Nagodang because it is faster in the sales process and does not want to bear the risk of losses for storage costs.
Edukasi Masyarakat Dalam Pembuatan Probiotik Alami Dalam Meningkatkan Kesehatan Ternak di Desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Wahyuni, Sri; Rahayu, Yayuk Putri; Noviani, Nomi; Habibie, Dian; Yani, Farida
Jurnal Pengabdian West Science Vol 4 No 06 (2025): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v4i06.2339

Abstract

Penggunaan probiotik telah menjadi alternatif penting dalam praktik peternakan untuk mengatasi resistensi antibiotik dan meningkatkan kesehatan ternak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya peternak di Desa Binjai Bakung, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, dalam memahami serta membuat probiotik alami untuk ternak. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan praktik langsung pembuatan probiotik. Hasil Pre Test menunjukkan pemahaman dan keterampilan awal peserta yang bervariasi, dengan hanya 50% memahami probiotik, 75% mengetahui contoh probiotik (umumnya untuk manusia), dan 30% mampu membuat probiotik alami. Setelah program, evaluasi melalui Post Test menunjukkan peningkatan luar biasa dengan tingkat keberhasilan 100% pada seluruh indikator: 20 dari 20 peserta memahami pengertian dan manfaat probiotik, 20 dari 20 peserta mampu menyebutkan contoh produk probiotik, dan 20 dari 20 peserta mampu membuat probiotik alami untuk ternak. Keberhasilan 100% ini membuktikan efektivitas metode dan materi yang disampaikan. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu peserta tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif pada pemberdayaan ekonomi lokal dan praktik peternakan yang berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan pada pakan komersial dan antibiotik. Untuk memastikan keberlanjutan dan dampak jangka panjang, direkomendasikan adanya pendampingan pasca-pelatihan, pembentukan kelompok peternak, evaluasi dampak komprehensif, serta menjalin kemitraan untuk pengembangan program lebih lanjut.
Demographic analysis for agroecology adoption in sugar palm agroindustry: evidence from Deli Serdang Regency Yani, Farida; Syahni, Rahmat; Nazir, Novizar; Lee, Tzong-Ru (Jiun-Shen); Hadiguna, Rika Ampuh
AGROINTEK Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i3.29341

Abstract

This study explores the potential of agroecology in developing a sustainable sugar palm agroindustry in Deli Serdang Regency, North Sumatra, Indonesia. The sugar palm (Arenga pinnata) is a vital economic resource, yet its development faces limited technology, traditional management practices, and low-quality seed availability. The research aims to analyze the demographic characteristics influencing the adoption of agroecological principles among sugar palm craftsmen and assess the agroindustry's sustainability and productivity. A qualitative descriptive approach was employed, involving in-depth interviews with 100 respondents, including sugar palm farmers and craftsmen, alongside secondary data from the Central Statistics Agency. The findings reveal that most artisans are in the productive age group, with low formal education but significant practical experience. While 65% of respondents practice crop diversification, challenges remain in soil conservation and adopting environmentally friendly technologies. The study forecasts increased palm sugar production, projecting growth from 664.4 tons in 2022 to 790.8 tons by 2026, indicating potential for enhanced productivity. Integrating traditional knowledge with modern agroecological practices is essential for improving sustainability and competitiveness in the sugar palm agroindustry. Training programs that respect traditional values while promoting sustainable practices are necessary to empower artisans and enhance regional food security. This research underscores the importance of community collaboration among farmers, government, and research institutions to foster a more resilient and equitable agroecological system.
Menggali Potensi Lokal Desa Ujung Kubu sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Petani Kelapa Armayadi, Cut Faranazwa; Lubis, Meysha Farah Izzati; Rambe, Hayu Azhari; Siregar , Nadila; Arnanda, Bayu; Yani, Farida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi lokal Desa Ujung Kubu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani kelapa melalui optimalisasi pemanfaatan hasil utama maupun produk turunannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi terhadap petani dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan kelapa masih terbatas, yaitu hanya digunakan sebagai santan rumah tangga dan dijual kepada pengepul dengan harga Rp13.000 per gandeng. Produksi kelapa mencapai ±4.000 gandeng per bulan, namun sebagian besar dipasarkan dalam bentuk mentah ke Medan dan Pematang Siantar. Sementara itu, limbah sabut kelapa hanya ditumpuk lalu dibakar, sehingga menimbulkan masalah lingkungan dan hilangnya peluang ekonomi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa potensi kelapa di Desa Ujung Kubu belum dikelola secara optimal. Diversifikasi produk seperti minyak kelapa murni (VCO), gula kelapa, santan instan, serta pengolahan sabut menjadi cocopeat atau kerajinan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani. Oleh karena itu, diperlukan dukungan pelatihan, teknologi, dan kelembagaan terkait guna mendorong pengembangan industri kelapa lokal.
Dampak Sosial Ekonomi Terhadap Penerapan Teknologi Padi Sawah di Desa Melati II Noviani, Nomi; Sari, Dwi Novita; Handayani, Leni; Wahyuni, Sri; Yani, Farida; Habibie, Dian
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v3i01.921

Abstract

Kemajuan bidang pertanian di Indonesia mengalami peningkatan yang terjadi secara signifikan dari masa ke masa. Penggunaan alat pertanian yang tradisional dari masa ke masa mengalami perubahan, dengan seiring berkembangnya zaman dan peningkatan serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. Begitu juga di bidang pertanian dari pada saat petani sudah banyak menerapkan teknologi di bidang alat pertanian, sehingga memudahkan dan membuat kegiatan produksi pertanian menjadi lebih cepat dan efisien. Urgensi Penelitian, Untuk menganalisis dampak positif dan negatif pada penerapan penggunaan teknologi modern petani padi sawah desa Melati II. Metode penelitian dengan deskriptif kualitatif. Jenis dan sumber data yaitu jenis data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menjelaskan bahwa. Dampak positif dan negative terhadap penerapan teknologi adalah sebelum menggunakan teknologi petani padi sawah menggunakan alat pertanian yang tradisonal. Dan setelah menggunakan teknologi para petani padi sawah menggunakan teknologi modern. Dengan perubahan sarana produksi, terjadi banyak perubahan dalam kegiatan pertanian. Sebelum munculnya teknologi modern, pekerjaan para petani dan buruh tani bisa membutuhkan waktu yang tidak singkat, tetapi biaya produksi yang di keluarkan lebih sedikit karena menggunakan tenaga manual. Sedangkan setelah menggunakan teknologi pekerjaan petani lebih muda dan memakan waktu pengerjaan yang singkat. Tetapi petani mengeluarkan biaya produksi lebih dengan menggunakan teknologi modern. Dan kebutuhan untuk tenaga kerja juga berkurang karena sudah digantikan teknologi modern. Dengan begitu di simpulkan bahwa, pentingnya penerapan teknologi, tetapi teknologi maju juga memiliki sisi negatif, karena dengan adanya alat canggih tidak memerlukan banyak tenaga kerja hanya dengan beberapa orang alat tersebut bisa di jalankan. Sedangkan pekerjaan para tenaga kerja akan semakin berkurang. Karena bagian dari pekerjaannya sudah digantikan dengan alat modern.
Permen Jelly Mangrove Sebagai Nilai Tambah Buah Mangrove di Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Habibie, Dian; Handayani, Leni; Wahyuni, Sri; Noviani, Nomi; Yani, Farida; Hermanto, Bambang; Sugiar, Sugiar; Fadhilah, Dita Deviana
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 07 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i07.1519

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah buah mangrove, memberdayakan masyarakat, dan melestarikan lingkungan melalui pengembangan produk permen jelly berbahan dasar buah mangrove. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat Desa Bagan Serdang berhasil memproduksi permen jelly buah mangrove yang memiliki cita rasa yang unik dan kaya akan nutrisi. Program ini juga berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang pengolahan pangan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa pengembangan produk olahan berbasis sumber daya lokal merupakan salah satu upaya yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan melestarikan lingkungan.
PROSPEK JERUK MANIS (Citrus sinensis L) DI DESA PANRIBUAN JULUAN KECAMATAN DOLOK SILAU KABUPATEN SIMALUNGUN tulail, wardah; Farida Yani
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL AGRONUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i2.5025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan jeruk manis yang berada Di Desa Panribuan Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan menerapkan analisis SWOT pada petani jeruk manis serta analisis skoring pada pedagang pengumpul. Analisis SWOT digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh para petani dalam usaha pertanian jeruk manis. Temuan dari analisis ini menunjukkan bahwa jeruk manis dari Panribuan memiliki nilai lebih dalam rasa dan kesegarannya; namun, ada batasan dalam teknologi pascapanen dan akses ke pasar yang menghalangi. Di sisi lain, analisis skoring terhadap pedagang pengumpul memberikan informasi mengenai preferensi serta pertimbangan pasar yang digunakan dalam menilai kualitas dan jumlah pembelian jeruk. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa jeruk manis dari Desa Panribuan memiliki potensi yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah, terutama bila didukung oleh peningkatan infrastruktur pertanian dan penguatan kolaborasi antara para petani dan pelaku pasar.