Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERLINDUNGAN KONSUMEN PADA PLATFORM E-COMMERCE DI INDONESIA: PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN TEORI HUKUM Soeharso, Silverius Yoseph; Soeharso, Silverius Yohanes; Sufiarina, Sufiarina; Dewantoro, Iwan; Wibowo, Muhammad Alfri; Syafrida, Syafrida
Jurnal Legal Reasoning Vol. 7 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jlr.v7i2.7892

Abstract

E-commerce atau perdagangan elektronik di Indonesia semakin membuat ketergantungan dan tak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat di Indonesia terutama sejak lima tahun terakhir. Seiring dengan kemajuan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong perkembangan platform belanja online, yang memberikan kemudahan bagi konsumen untuk membeli barang dan jasa tanpa perlu bertatap muka langsung dengan penjual. Namun demikian, dengan melonjaknya volume transaksi dan jumlah pengguna, muncul sejumlah persoalan hukum yang perlu diperhatikan dengan serius. Banyak konsumen yang merasa dirugikan dalam transaksi daring, baik terkait produk yang tidak sesuai dengan deskripsi maupun kasus penipuan yang melibatkan platform e-commerce. Penerapan positivisme hukum dalam perlindungan konsumen secara konsisten memberikan dasar yang kuat untuk menciptakan kepastian hukum dan menegakkan hak konsumen secara tegas. Dengan regulasi seperti UU Perlindungan Konsumen, UU Perdagangan, dan PP PMSE, dan Permendag No.72 Tahun 2020 ttg Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) pemerintah berusaha menjamin perlindungan konsumen dari praktik bisnis yang merugikan. Selain itu, penerapan hukum responsif dalam perlindungan konsumen di Indonesia wajib diterapkan melalui lembaga dan regulasi yang mengutamakan kemudahan akses, adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat, dan solusi yang cepat dan murah. Mekanisme non litigasi melalui BPSK, serta peran pengawasan oleh Kemendag RI dan Kominfo/Komdigi  dalam pengawasn platform belanja on-line mencerminkan keberhasilan pendekatan ini dalam melindungi konsumen dari berbagai tantangan, termasuk dalam perdagangan daring dan sektor jasa keuangan. Sinergitas antara OJK, Komdigi dan Kemendag RI dalam kegiatan pengawasan terhadap platform perdagangan elektronik diharapkan dapat memberikan solusi bagi perlindungan konsumen e-commerce secara berlapis dan komptrehensif dari perbuatan tindak pidana penipuan ataupun penyalahgunaan data pribadi konsumen.
The Role of Environmental Attitude as Mediator Between Perceived Sustainability Policy and Spiritual Well-Being Toward Pro-Environmental Behavior: [Peran Environmental Attitude Sebagai Mediator Perceived Sustainability Policy dan Spiritual Well-Being Atas Pro-Environmental Behavior] Soeharso, Silverius Y.; Ningtyas, Lisa Dwi; Sundari, Resy
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 38 No 1 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 1, 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v38i1.4906

Abstract

This study aims to ascertain the role of the environmental attitude (EA) variable as a moderator in the relationship between perceived sustainability policy (PSP) and spiritual well-being (SpWB) on pro-environmental behavior (PEB). The sampling technique utilized was convenience sampling, and 127 respondents were selected, consisting of lecturers and education staffs at several universities in DKI Jakarta. The measuring instruments utilized are the Pro-Environmental Behavior (PEB) Scale, Environmental Attitude (EA) Scale, Perceived Sustainability Policy (PSP) Scale, and Spiritual Well-Being (SpWB) Scale; with Structural Equation Model (SEM) as the data analysis. The conclusion is that the relationship model consisting of the variables pro-environmental behavior (PEB), environmental attitude (EA), spiritual well-being (SpWB), and perceived sustainability policy (PSP) "fits" and/or significant with the study data, although the relationship between several variables is not significant. Environmental attitude (EA) in this study was not proven to be a mediator between spiritual well-being (SpWB) and perceived sustainability policy (PSP) on pro-environmental behavior (PEB). Insignificant results may be caused by the small size of the samples. University management is suggested to implement pro-environmental policies to create a green and sustainable campus environment. Studi ini bertujuan untuk mengkaji peran variabel environmental attitude (EA) sebagai moderator pada hubungan antara perceived sustainability policy (PSP) dan spiritual well-being (SpWB) terhadap pro-environmental behavior (PEB). Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling, dan dipilih 127 responden yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan di sejumlah universitas di DKI Jakarta. Alat ukur yang digunakan adalah Pro-Environmental Behavior (PEB) Scale, Environmental Attitude (EA) Scale, Perceived Sustainability Policy (PSP) Scale, dan Spiritual Well-Being (SpWB) Scale; dengan Structural Equation Model (SEM) sebagai analisis data. Hasil studi menyimpulkan bahwa model hubungan struktural yang terdiri dari variabel pro-environmental behavior (PEB), environmental attitude (EA), spiritual well-being (SpWB), dan perceived sustainability policy (PSP) “fit” dan/atau signifikan dengan data studi, walaupun hubungan beberapa variabel tidak signifikan. Environmental attitude (EA) pada studi ini tidak terbukti dapat menjadi mediator antara spiritual well-being (SpWB) maupun perceived sustainability policy (PSP) terhadap pro-environmental behavior (PEB). Hasil yang tidak signifikan dapat disebabkan oleh ukuran sampel yang kecil. Manajemen perguruan tinggi disarankan untuk memberlakukan kebijakan pro-lingkungan tersebut, dalam rangka menciptakan lingkungan kampus hijau dan berkelanjutan.
Loyalitas pelanggan dalam E-commerce: Menguji anteseden melalui Structural Equation Modeling: E-commerce's customer loyalty: Antecedents testing through Structural Equation Model Soeharso, Silverius Y.; Putri, Angel Aulia; Lintang, Brigita Elizabeth; Chotimah, Devina Nur; Ningtyas, Lisa Dwi; Sundari, Resy
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.924 KB) | DOI: 10.30996/persona.v11i2.6524

Abstract

Abstract This research is to determine the role of customer satisfaction as a mediator between utilitarian service quality and pleasant service quality on customer loyalty. The research used a questionnaire conducted online using the Google Form feature. Using a convenience sampling technique, 455 e-commerce users throughout Indonesia who are in the millennial to baby boomer generation (20-74 years) are found as research samples. The researcher developed a questionnaire using a Likert scale that modified the instruments from previous research to suit current research needs. The construct validity was reviewed again using CFA (confirmatory factor analysis). CFA results reveal that all indicators of the research measuring tool get a loading factor ≥ 0.50, construct reliability ≥ 0.70, and Average Variance Extracted ≥ 0.50. The data analysis process was carried out using Structural Equation Modeling. The study results show that customer satisfaction is a mediator between utilitarian and pleasant service quality on customer loyalty. This research implies that e-commerce can consider factors such as Customer Relationship Management, Customer Satisfaction, Pleasant Service Quality, and Utilitarian Service Quality to achieve customer satisfaction, ultimately maximizing company profits. Keywords: Customer Loyalty; Customer Relationship Management; Customer Satisfaction; Service Quality Pleasant; Service Quality Utilitarian Abstrak Penelitian ini untuk mengetahui peran customer satisfaction sebagai mediator antara service quality utilitarian dan service quality pleasant terhadap customer loyalty. Penelitian menggunakan kuesioner yang dilakukan secara online menggunakan fitur dari Google Form. Dengan teknik convenience sampling, didapatkan 455 pengguna e-commerce di seluruh Indonesia yang berada pada generasi millennials hingga generasi baby boomer’s (20-74 tahun) sebagai sampel penelitian. Peneliti mengembangkan kuesioner dengan menggunakan skala Likert yang memodifikasi instrumen-instrumen dari penelitian terdahulu agar sesuai dengan kebutuhan penelitian saat ini yang dilihat Kembali validitas konstruknya menggunakan CFA (confirmatory factor analysis). Hasil CFA mengungkapkan bahwa semua indikator alat ukur penelitian mendapatkan loading factor ≥ 0,50, construct reliability ≥ 0,70, dan Average Variance Extracted ≥ 0,50. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukan bahwa customer satisfaction berperan sebagai mediator antara service quality utilitarian dan service quality pleasant terhadap customer loyalty. Implikasi dari penelitian ini, e-commerce dapat mempertimbangkan faktor-faktor seperti Customer Relationship Management, Customer Satisfaction, Service Quality Pleasant, dan Service Quality Utilitarian untuk mencapai kepuasan pelanggan yang pada akhirnya memaksimalkan keuntungan perusahaan. Kata kunci: Kepuasan Pelanggan; Kualitas Layanan Kesenangan; Kualitas Layanan Utilitarian; Loyalitas Pelanggan; Pengelolaan Hubungan Pelanggan
PENGARUH PSYCHOLOGICAL CAPITAL TERHADAP READINESS TO CHANGE PADA KARYAWAN PENJAGA GARDU TOL DI JABODETABEK ahadian almizan gani; silverius y. soeharso; seta a. wicaksana; aisyah pia asrunputri
Ekonomi & Bisnis Vol 18 No 2 (2019): JURNAL EKONOMI BISNIS VOL 18 NO 2 DESEMBER 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/eb.v18i2.1992

Abstract

The government of Indonesia has started to create a policy to enact Gerakan Nasional Non- Tunai (GNNT) which was inaugurated since last 2014 and this movement started from the implementation of transaction at Jabodetabek toll road. The main purpose of this research is to evaluate the influence of psychological capital on readiness for change among toll gate guards in Jabodetabek. This research used Readiness for change scale to measure the individual readiness in facing organizational change and psychological capital questionnaire is used to measure the level of psychological capital among the respondent of the research. The respondent of this research focuses on 103 toll gate guards in Jabodetabek area. The result shows that there is a significant impact of psychological capital on readiness for change and resilience is the dimension that most significantly influences the readiness for change among the toll gate guards in Jabodetabek.Key words: Readiness for change, psychological capital, toll gate guards