Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS PENURUNAN KADAR GULA DARAH EKSTRAK ETANOL DAUN PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Mongi, Rifo; Simbala, Herny E. I.; de Queljoe, Edwin
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29312

Abstract

ABSTRACTThe results of phytochemical analysis showed that Areca vestiaria leaves contain terpenoids, steroids and tannins. One compound that is thought to have antidiabetic activity is tannin. This study aims to determine the decrease of blood sugar levels caused by ethanol extract of pinang yaki leaves (Areca vestiaria) in male white wistar (Rattus norvegicus) strain induced by aloxan. This type of research is laboratory experiments using a Completely Randomized Design (CRD). The research subjects were twelve mice divided into 4 treatment groups with each group consisting of 3 mice. The first group was the negative control group (K-) not given treatment, the second group was positive control (K+) given metformin, the third group was the treatment group sample I (PSl) with an extract dose of 400 mg / kgBW, and the fourth group was the group treatment of sample 2 (PS2) with an extract dose of 800 mg / kgBW. Before being treated in mice, fasting blood sugar was examined, and then aloxan monohydrate 150 mg / kgBW induced intraperitonially (ip), and blood sugar levels were examined once every two days until the  day. After that, it was continued with the administration of ethanol extacts of pinang yaki leaves every two days until the  day. The results showed that extracts of pinang yaki leaves at a dose of 400 mg / kgBW and 800 mg / kgBW decreased the blood sugar levels from day 8 to day 14 with a decreasing value of 61.33 mg / mL for treatment groups 1 and 3l mg / mL for treatment group 2.Keywords       : Areca vestiaria, Rattus norvegicus, Tannin, Blood glucose. ABSTRAK Hasil analisis Fitokimia menunjukan bahwa ekstrak daun pinang yaki (Areca vestiaria) mengandung senyawa terpenoid, steroid dan tannin. Salah satu senyawa yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidiabetes adalah tannin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penurunan kadar gula darah yang disebabkan oleh ekstrak etanol daun pinang yaki (Areca vestiaria) pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan. Jenis penelitian ini ialah eksperimen laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Subyek penelitian dua belas ekor tikus dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan dengan masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok pertama merupakan kelompok kontrol negatif (K-) tidak diberi perlakuan, kelompok kedua merupakan kontrol positif (K+) yang diberikan metformin, kelompok ketiga merupakan kelompok perlakuan sampel 1 (PS1) dengan dosis ekstrak 400 mg/kgBB, dan kelompok keempat yang merupakan kelompok perlakuan sampel 2 (PS2) dengan dosis ekstrak 800 mg/kgBB. Sebelum diberi perlakuan pada tikus dilakukan pemeriksaan gula darah puasa, dan selanjutnya tikus diinduksi aloksan monohidrat 150 mg/kgBB secara intraperitonial (ip), dan dilakukan pemeriksaan kadar gula darah dua hari sekali sampai hari ke-7. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberian ekstrak etanol daun pinang yaki setiap dua hari sekali hingga hari ke-14. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun pinang yaki dengan dosis 400 mg/kgBB dan 800 mg/kgBB memiliki aktivitas penurunan kadar gula darah dari hari ke-8 sampai hari ke -14 dengan penurunan sebesar 61,33 mg/mL untuk kelompok perlakuan 1 dan 31 mg/ml untuk kelompok perlakuan 2. Kata kunci      : Areca vestiaria, Rattus norvegicus, Tannin, Glukosa darah.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAN FRAKSI SPONS Aaptos Aaptos TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans Tunggali, Sitti N; Simbala, Herny E. I.; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 8, No 1 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29251

Abstract

ABSTRACT Sponge Aaptos aaptos is a marine biota that has great potential, which can be applied, in the pharmaceutical field because of the presence of large compounds in inhibiting microbial growth. This study aims to determine the inhibitory activity of extracts and fractions of sponge Aaptos aaptos on microbial growth of Escherichia coli, Staphylococcus aureus, and Candida albicans. The samples were extracted by maceration with 96 % ethanol and fractioned with n-hexane, choloroform and methanol. Testing is done using the Disc Diffusion Agar method. Crude ethanol extract and fraction of sponge Aaptos aaptos showed the greatest antimicrobial activity against Staphylococcus aureus and categorized as strong, with an average value of 20.32 mm for ethanol extract with strong categories, chloroform fraction 13,28 mm with medium category and methanol fractions 18,48 mm strong category. Keyword: Aaptos aaptos, antimicrobial activity, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans.  ABSTRAK Spons Aaptos aaptos merupakan biota laut yang memiliki potensi sebagai antimikroba yang dapat diterapkan di bidang farmasi dengan kandungan senyawa yang besar dalam menghambat pertumbuhan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat dari ekstrak dan fraksi spons Aaptos aaptos terhadap pertumbuhan mikroba Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans. Sampel diekstraksi secara maserasi dengan etanol dan difraksinasi dengan pelarut n–heksan, kloroform dan metanol. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Disc Diffusion Agar. Ekstrak kasar etanol dan fraksi dari Spons Aaptos aaptos menunjukkan aktivitas antimikroba paling besar terhadap Staphylococcus aureus dan dikategorikan kuat, dengan nilai rata – rata 20,32 mm untuk ekstrak etanol dengan kategori kuat, fraksi kloroform 13,28 mm, kategori sedang dan fraksi metanol 18,48 mm kategori kuat.Kata Kunci : Aaptos aaptos, aktivitas antimikroba, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans
AKTIVITAS ANTIMIKROBA DARI EKSTRAK DAN FRAKSI KARANG LUNAK Sarcophyton sp., DARI PERAIRAN PONTENG DESA TUMBAK MINAHASA TENGGARA TERHADAP MIKROBA PATOGEN Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans Mokodongan, Triswa A.; Simbala, Herny E. I.; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29380

Abstract

ABSTRACTSoft coral sarcophyton sp., poruduces natural chemical compounds and is known as a natural product. These natural chemical compounds have the potential as a source of natural medicine. Soft coral sarcophyton sp., has antimicrobial, antibacterial, anti-fungal, anti-tumor,neurotoxic, and anti-inflammatory activities that are beneficialt to the pharmaceutical industry. This study aims to determine the biological  activity of soft corals Sarcophyton sp., collected from the waters of Ponteng Tumbak Village, Southeast Minahasa Regency on microbial growth of staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans. Soft coral samples were macerated with 96% of ethanol solvent and partitioned liquid-liquid using methanol, chloroform, and n-hexane solvents. Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria with a medium category,  and were unable to inhibit the growth of the fungus Candida albicans.Keywords: Sarcophyton sp., Antimicrobial, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Candida albicans.ABSTRAKKarang lunak Sarcophyton sp., merupakan salah satu jenis karang lunak yang memproduksi senyawa kimia alami dan dikenal dengan istilah natural product. Senyawa kimia alami tersebut berpotensi sebagai sumber obat alami. Karang lunak Sarcophyton sp., mempunyai aktivitas antimikroba, antibakteri, anti fungi, anti tumor, neurotoksik, dan anti inflamasi yang bermanfaat bagi industry farmasi.  Karang lunak Sarcophyton sp., ditemukan di daerah perairan Poteng Desa Tumbak Minahasa Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas daya hambat pertumbuhan mikroorganisme dari Karang lunak Sarcophyton sp., terhadap mikroba Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans. Sampel diekstraksi metode maserasi dengan pelarut etanol dan fraksinasi menggunakan pelarut methanol, kloroform, dan n-heksan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing ekstrak dan fraksi  mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan kategori daya hambat sedang. Sedangkan masing-masing ekstrak dan fraksi pada Jamur Candida albicans tidak mampu menghasilkan aktivitas antibakteri. Kata Kunci :  Sarcophyton sp., Antimikroba, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albican.
IDENTIFIKASI FITOKIMIA, UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE 1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH), DAN TOKSISITAS DENGAN METODE Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) DARI EKSTRAK ETANOL TANGKAI BUAH PINANG YAKI (Areca vestiaria Giseke) Karundeng, Glorya; Simbala, Herny E. I.; Jayanto, Imam
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29385

Abstract

ABSTRACT Pinang Yaki (Areca vestiaria Giseke) which is a kind of wild palm, is a multi-functional plant. The people of North Sulawesi empirically use this plant to cure various diseases. In a previous study that said leaves, seeds and even the seed skin of areca nut have very high antioxidant content. Because of the large amount of antioxidants contained in Pinang Yaki plants, the study wanted to examine the compound content of the stalks of this plant. This study aims to determine the phytochemical content, ability of antioxidant activity, and plant toxicity, so that later it can be used as medicine. The results of this study indicate that the ethanol extract of areca fruit stalk has flavonoids, saponins, triterpenoids which have the potential as antioxidants and have a strong Inhibition Concetration 50 (IC50) value, ie, 16.52 μg / mL based on the 1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl method (DPPH), and the level of toxicity, namely the value of Lethality Concetration 50 (LC50) of 602 μg / mL which was carried out by the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Keywords: Areca vestiaria Giseke, Antioxidants, Toxicity, DPPH, BSLT ABSTRAK Pinang Yaki (Areca vestiaria Giseke) yang merupakan sejenis palem liar, merupakan tanaman yang multi fungsi. Masyarakat Sulawesi Utara secara empiris menggunakan tanaman ini untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Pada penelitian yang sebelumnya mengatakan bahwa daun, biji bahkan kulit biji dari Pinang Yaki mempunyai kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Oleh karena banyaknya kandungan antioksidan yang terkandung dalam tanaman Pinang Yaki maka peneliti ingin meneliti kandungan senyawa dari tangkai buah tanaman ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia, kemampuan aktivitas antioksidan, dan toksisitas tanaman, agar nantinya bisa digunakan sebagai obat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol tangkai buah Pinang Yaki memiliki kandungan flavonoid, saponin, triterpenoid yang berpotensi sebagai antioksidan dan memiliki nilai Inhibisi Concetration 50 (IC50) yang sangat kuat yakni, 16.52 μg/mL berdasarkan pengujian dengan metode 1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH), dan  kadar toksisitas yakni nilai Lethality Concetration 50 (LC50) sebesar 602 μg/mL yang dilakukan dengan metode pengujian Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Kata kunci: Pinang Yaki, Antioksidan, Toksisitas, DPPH, BSLT
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN PANGI (Pangium edule Reinw. ex Blume) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Escherichia coli DAN Pseudomonas aeruginosa Sakul, Glorya; Simbala, Herny E. I.; Rundengan, Gerald
PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.29282

Abstract

ABSTRACTOne of the natural ingredients that are often used as a medicinal plants is Pangi (Pangium edule Reinw. Ex Blume) plant. The part of pangi that are often used are leaves, which is known have antibacterial activity. North Sulawesi people empirically use this plant as food and to cure various diseases such as treating itching on the skin caused by bacteria found on the skin. The aim of this research was to determine and study the strength of antibacterial inhibition based on the category of inhibition by Davis and Stout of ethanol extract from pangi (Pangium edule Reinw. ex Blume) leaf performed by disc diffusion Kirby and Bauer method againts Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Pseudomonos aeruginosa bacterias. The result showed that the ethanol extract from pangi (Pangium edule Reinw. Ex Blume) leaf has medium inhibitory strength at concentrations of 4%, 6% and 8%.Keywords: Pangium edule Reinw. ex Blume leaf, Antibacterial, Disc diffusion method  ABSTRAKSalah satu bahan alam yang sering digunakan sebagai tumbuhan obat adalah tumbuhan pangi (Pangium edule Reinw. ex Blume). Bagian dari tumbuhan pangi yang sering digunakan adalah bagian daun, dimana telah diketahui mempunyai aktivitas antibakteri. Masyarakat Sulawesi Utara secara empiris menggunakan tumbuhan ini sebagai bahan makanan serta untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti mengobati penyakit gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri yang terdapat pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan daya hambat antibakteri berdasarkan kategori penggolongan daya hambat oleh Davis dan Stout dari ekstrak etanol daun Pangium edule Reinw. ex. Blume dengan metode difusi agar (difusi disk Kirby dan Bauer) terhadap bakteri uji Staphyloccocus aureus, Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Hasil penelitian didapati bahwa ekstrak etanol daun Pangium edule Reinw ex. Blume mempunyai kekuatan daya hambat kategori sedang pada konsentrasi 4%, 6% dan 8%.Kata kunci: Daun Pangium edule Reinw. ex Blume, Antibakteri, Metode difusi disk
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAN FRAKSI ALGA Turbinaria ornata (Turner) J.Argadh DARI PERAIRAN DESA TUMBAK, MINAHASA TENGGARA TERHADAP Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida albicans Lawani, Vaneza C.; Simbala, Herny E. I.; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29355

Abstract

ABSTRACTAlgae are chromista that live in the ocean, some are stranded on the beach, attached to rocks with a kind of root adhesives. Algae produce many compounds, which can be used as antimicrobial and anticancer. This study aims to determine the antimicrobial activity of the extracts and fractions of Turbinaria ornata algae collected from the of Ponteng Island waters, Tumbak, Southeast Minahasa against Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Candida albicans. Turbinaria ornata algae were extracted using maceration method with 96% of ethanol solvent and fractionation using a partition method with n-hexane, chloroform and methanol as well as antimicrobial testing using the Kirby Bauer diffusion method. The results of this study indicate that ethanol extract of algae Turbinaria ornata has moderate category of antimicrobial activity in methanol, n-hexane and chloroform fractions with an average inhibition of 7.33 mm against Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Candida albicans. Keywords: Antimicrobials, Extraction, Fractionation, Turbinaria ornata  ABSTRAKAlga merupakan chromista yang hidup lautan ada yang terdampar di pinggir pantai, melekat pada batu-batuan dengan alat pelekat semacam akar. Alga banyak menghasilkan senyawa yang dapat digunakan sebagai antimikroba dan antikanker, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak dan fraksi alga Turbinaria ornata yang dikoleksi dari perairan pulau Ponteng, desa Tumbak, Minahasa Tenggara terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida albicans. Alga Turbinaria ornata diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dan fraksinasi menggunakan metode partisi dengan pelarut n-heksan, kloroform dan metanol serta pengujian antimikroba menggunakan metode difusi agar Kirby Bauer. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol Alga Turbinaria ornata memiliki aktivitas antimikroba  kategori sedang pada fraksi metanol, n-heksan dan kloroform dengan daya hambat rata-rata 7,33 mm terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Candida albicans. Kata kunci: Antimikroba, Ekstraksi, Fraksinasi, Turbinaria ornata
UJI AKTIVITAS ANTIHIPERLIPIDEMIA EKSTRAK ETANOL BUAH PINANG YAKI (Areca vestiaria) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI PAKAN HIPERLIPIDEMIA Sagay, Steleynes; Simbala, Herny E. I.; de Queljoe, Edwin
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29311

Abstract

ABSTRACT Pinang Yaki (Areca vestiaria) is a plan originating from the North Sulawesi region. Pinang Yaki nut containds flavonoide which can act as anti-hyperlipidemia. The study aims to identify the anti-hyperlipidemic actibity of ethanol extract of Pinang Yaki (Areca vestiaria)  fruit on wistar strain rats induced by hyperlipidemic. Total cholesterol level is a parameter on this study. The method used was laboratory experimental with a completely randomized design. The result of the study were obtained from 2 stagxes of measuring blood cholesterol, namely pre and post. The treatment was started by giving high-fat feed for 28 days. On the 29th day pre measurementswere taken. Furthermore, treatment was given to each group, namely CMC in the negative control group, simvastatin in the positive control groups, and ethanol extract of Pinang Yaki Fruit with doses of each group of PS2 (200 mg), PS4 (400 mg), and PS8 (800 mg). Post measurement are cerried out after 2 hours of administration. Data were analyzed by Paired T-test. Statistical results indicate a significant difference between the pre and post groups. From the percentage point of view, the dose of 400 mg ethanol extract of Pinang Yaki Fruit gives the best reduction in blood cholesterol levelKeywords: Pinang Yaki Fruit, Antihyperlipidemia, Male White Rat. ABSTRAK Pinang Yaki (Areca vesitaria) merupakan tanaman yang berasal dari daerah Sulawesi Utara. Buah Pinang Yaki mengandung flavonoid yang dapat berperan sebagai antihiperlipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktifitas antihiperlipidemia Ekstrak etanol buah Pinang Yaki (Areca vestiaria) terhadap tikus galur wistar yang diinduksi hiperlipidemia. Kadar kolesterol total merupakan parameter dalam penelitian ini. Metode yang digunakan eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap. Hasil penelitian diperoleh dari 2 tahap pengukuran kolesterol darah, yaitu pre dan post. Perlakuan dimulai dengan memberi pakan tinggi lemak selama 28 hari. Pada hari ke 29 dilakukan pengukuran pre. Selanjutnya diberikan perlakuan pada tiap kelompok, yaitu CMC pada kelompok Kontrol negatif, simvastatin pada kelompok Kontrol positif, dan ekstrak etanol buah pinang yaki dengan dosis masing-masing kelompok PS2 (200 mg), PS4 (400 mg), dan PS8 (800 mg). Pengukuran Post dilakukan setelah 2 jam pemberian. Data dianalisis dengan Paired T-test. Hasil statistika menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok pre dan post. dilihat dari presentase, dosis ekstrak etanol buah pinang yaki 400 mg memberikan penurunan kadar kolesterol darah terbaik.Kata kunci : Buah Pinang Yaki, Antihiperlipidemia, Tikus Putih Jantan
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAN FRAKSI TUNIKATA Lissoclinum patella TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROBA Escherichia coli, Staphylococcus aureus, DAN Candida albicans Ngantung, Yunike E.; Simbala, Herny E. I.; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29359

Abstract

ABSTRACT Tunicate is one of the marine biota that has the potential to be utilized as a search for bioactive compounds, as prospective drugs in the pharmaceutical world. This study aims to determine the antimicrobial activity of extracts and fractions of Tunicates Lissoclinum patella obtained from the waters of Tumbak Village against the growth of microbes Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans. Samples were extracted by maceration using ethanol as a solvent. Fractionation using n-hexane, chloroform and methanol. Antimicrobial activity was tested using the disc diffusion method (Kirby and Bauer). The results showed that the ethanols extract, n-hexane fraction, chloroform fraction, methanol fraction effectively inhibited the growth of microbes Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans with moderate inhibition strength categories based on Davis and Stout theory. Keywords     : Tunicata, Lissoclinum patella, antimicrobial, Candida albicans, Escherichia coli, Staphylococcus aureus.  ABSTRAK Tunikata merupakan salah satu biota laut yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pencarian senyawa bioaktif, calon obat di dunia farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba dari ekstrak dan fraksi Tunikata Lissoclinum patella yang diperoleh dari perairan Desa Tumbak terhadap pertumbuhan mikroba Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Sampel diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol. Fraksinasi menggunakan pelarut n-Heksan, kloroform dan metanol. Aktivitas antimikroba diuji menggunakan metode disc diffusion test (Kirby dan Bauer). Hasil penelitian menunjukkan bahkwa ekstrak etanol, fraksi n-Heksan, fraksi kloroform, fraksi metanol efektif menghambat mikroba Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans dengan kategori kekuatan daya hambat sedang berdasarkan teori Davis dan Stout. Kata kunci     : Tunikata, Lissoclinum patella, antimikroba, Candida albicans, Escherichia coli, Staphylococcus aureus.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN KACAPIRING (Gardenia augusta) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Escherichia coli DAN Salmonella thypi Toding, Serly D. S.; Simbala, Herny E. I.; Mpila, Deby A.
PHARMACON Vol 9, No 2 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.29281

Abstract

ABSTRACT One of the potential medicinal plants as traditional medicine is gardenia plant (Gardenia augusta). Gardenia leaf extract contains alkaloid compounds, flavonoids, tannins, saponins and triterpenoids, which are known to have antibacterial abilities..The aim of this research was to determine the antibacterial activity of gardenia leaf extract on the growth of Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Salmonella thypi. The examination on the inhibitory power using the Kirby-Bauer method. The Kirby-Bauer method is referring to the diffusion method using paper disc with five treatments, namely the extract of gardenia leaves with a substance concentration of 20%, 40%, and 60% as well positive control (Ciprofloxacin) and negative control (aquades). Based on the research results obtained, it can be concluded that gardenia leaf extract can inhibit growth of Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Salmonella thypi at a concentration of 20%, 40% and 60% and classified as strong and medium category. Keywords  :    Gardenia augusta, antibacterial, of Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella thypiABSTRAK  Salah satu tanaman obat dengan potensi sebagai obat tradisional adalah tanaman kacapiring (Garddenia augusta). Daun kacapiring mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan triterpenoid, yang berpotensi sebagai antibakteri sehingga digunakan dalam penelitian ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun kacapiring terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella thypi. Pengujian daya hambat menggunakan metode Kirby-Bauer, yaitu metode difusi dengan cakram kertas dengan 5 perlakuan yaitu ekstrak daun kacapiring dengan konsentrasi 20%, 40%, dan 60% serta kontrol positif (ciprofloxacin) dan kontrol negatif (akuades). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kacapiring dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella thypi pada konsentrasi 20%, 40% dan 60% dan tergolong dalam kategori kuat dan sedang. Kata Kunci  : Kacapiring, Antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella thypi
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BULBUS BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr) DENGAN METODE DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl) Mokoginta, Rizkah V.; Simbala, Herny E. I.; Mansauda, Karlah L.R
PHARMACON Vol 9, No 3 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.30031

Abstract

ABSTRACTDayak onion plant (Eleutherine americana Merr.) or commonly called forest onion is a typical plant of Central Kalimantan that has been used by local peoples for cure a various types of diseases. This study aims to determine the activity of antioxidant compounds from Dayak bulb ethanol extracts from Kotamobagu City. This research method is an experimental laboratory. Initially the Dayak bulb sample was extracted maceration with 96% ethanol solvent then evaporated until a thick extract was obtained. As a parameter, the DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) was used to test the antioxidant activity of the samples at concentrations of 50, 60, 70, 80 and 90 mg / L and as a comparison standard used Vitamin C with concentrations of 2, 4, 6, 8 and 10 mg / L. The results obtained showed antioxidant activity in Dayak bulb ethanol extracts with IC50 values of 41.46 mg / L and on vitamin C IC50 values of 1.04 mg / L. Based on these results it can be concluded that the onion bulb ethanol extract has very strong antioxidant activity. Keywords: Dayak Onion bulbs, Activity, Antioxidant, DPPH  ABSTRAK Tanaman bawang Dayak (Eleutherine americana Merr.) atau biasa disebut bawang hutan merupakan tanaman khas Kalimantan Tengah yang sudah dipergunakan masyarakat lokal sebagai obat berbagai jenis penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa antioksidan dari ekstrak etanol bulbus bawang Dayak yang berasal dari Kota Kotamobagu. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Awalnya sampel bulbus bawang Dayak diekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96% kemudian dievaporasi hingga didapatkan ekstrak kental. Sebagai parameter, digunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) untuk pengujian aktivitas antioksidan sampel pada konsentrasi 50, 60, 70, 80 dan 90 mg/L dan sebagai standar pembanding digunakan Vitamin C dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8 dan 10 mg/L. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol bulbus bawang Dayak dengan nilai IC50 sebesar 41,46 mg/L dan pada vitamin C nilai IC50 sebesar 1,04 mg/L. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bulbus bawang Dayak memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Kata kunci: Bulbus Bawang Dayak, Aktivitas, Antioksidan, DPPH
Co-Authors Agustinus Mokoginta Ahmad Sugandi Altini O. Kosegeran Altini O. Kosegeran, Altini O. Anggraini Toar Antasionasti, Irma Bakti, Andi Ikhtiar Defny S. Wewengkang, Defny S. Dolongtelide, Jeclin Inebel Edi, Hosea Jaya Edwin de Queljoe Eka Julianti Elly Suoth ERLADYS MELINDAH RUMONDOR, ERLADYS MELINDAH Erladys Rumondor Fatimawali . Feky R Mantiri Feky R. Mantiri Gayatri Citraningtyas Gerald Rundengan Grafland Langkay Hariyanto, Yuanita Amalia Henki Rotinsulu, Henki Hermelina Yosephina Burdam Hosea Jaya Edy Irma Antasionasti Jayanto, Imam Johanis Pelealu Juliana Mabe -, Juliana Mabe Julianri Lebang Kalalo, Marko Jeremia Karlah L. R. Mansauda Karundeng, Glorya Khairunnisa Mutiara Thaib Kotel, Marcelinda Kotel, Marcelinda N. Kristiani Walesasi Kumakauw, Vanesa Vebiola Lawani, Vaneza C. Lawani, Vaneza Christine Ludong, Raynaldo M. Marampung, Wahyuni Marhaenus Rumondor Marhaenus Rumondor Marhaenus Rumondor Mayor, Troce Meilani Jayanti Mende, Rivaldo Mokalu, Ribka G. Mokodongan, Triswa Mokodongan, Triswa A. Mokoginta, Rizkah V. Mongi, Rifo Nadine Natari Ngantung, Yunike Ngantung, Yunike E. Oeiyano, Walen Oeiyano, Walen E. Olvie Syenni Datu Pabundu, Daniel Pristian Sibua Purwoko, Agus Putri, Rafi’a Adinda Rambi, Christani Rante, Trian Rizki Kala’ Ratu, Kartini Redwik, Danni U. W. Redwik, Danni Umbu Wira Ribka G. Mokalu Rondonuwu, Greifen Triky Roni Koneri Roring, Tirza Rumondor, Erladys Rundengan, Gerald Sagay, Steleynes Sakul, Glorya Sarai Raehilda Febriansi Korban Sartje J. Rondonuwu Sendy Rondonuwu Sendy Rondonuwu, Sendy Sharon Colin Tangkere Sitti Tasya Putri Ibrahim Toding, Serly D. S. TRINA EKAWATI TALLEI Tunggali, Sitti Tunggali, Sitti N Valensia J. Takapaha Waas, Riviani Angela Walesasi, Kristiani Wawo, Arsianita Ester Wewengkang, Defny Wewengkang, Defny Silvia Wiranatika Jhonatan Sangkoy Yulien C. Sambode