Claim Missing Document
Check
Articles

KANDUNGAN MERKURI PADA TUMBUHAN PAKU (Diplazium accedens Blume) DI DAERAH TAMBANG EMAS TATELU-TALAWAAN, KABUPATEN MINAHASA UTARA Altini O. Kosegeran; Sendy Rondonuwu; Herny Simbala; Marhaenus Rumondor
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 15 Nomor 1, April 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.387 KB) | DOI: 10.35799/jis.15.1.2015.8303

Abstract

ABSTRAK Tumbuhan paku Diplazium accedens Blume merupakan tumbuhan yang termasuk suku polypodiales yang tumbuh di hutan, di daerah pegunungan, rawa, dan di sekitar sungai. Daun paku ini sering dikomsumsi masyarakat sebagai sayur-sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan merkuri pada tumbuhan paku di daerah tambang emas Tatelu-Talawaan. Lokasi penelitian terletak di daerah Tambang Emas Talawaan-Tatelu, Kabupataen Minahasa Utara. Metode yang digunakan adalah mencakup analisis sampel tumbuhan paku dan analisis sampel tanah dengan menggunakan Alat Direct Mercury Analyzer. Tumbuhan paku dan tanah yang di ambil di 3 lokasi sebanyak 9 sampel tumbuhan paku dan 3 sampel tanah. Dari 9 sampel tumbuhan paku tidak ada yang mengandung merkuri, sedangkan tanah dari 3 lokasi pada bagian yang C yang mengandung merkuri sebesar 0,6 ppm. Kata kunci: Tanaman paku, merkuri, analisis tanah MERCURY CONTENT IN FERNS (Diplazium accedens Blume) IN THE GOLD MINE TATELU-TALAWAAN, NORTH MINAHASA DISTRICT ABSTRACT The fern Diplazium accedens Blume is a plant species belongs to Polypodiales family that grows in the forest, mountains, swamp, and near the river. This plant consumes as vegetable. This research aimed to measure the level of mercury in the fern grows near the Tatelu-Talawaan gold mining. The location for this research is the area of gold mining of Tatelu-Talawaan, North Minahasa. The methods used were plant analysis and soil analysis using Direct Mercury Analyzer. The plant and soil taken from three locations are consist of nine samples of plants and three samples of soil. None of the nine plant samples contained mercury and the soil from 3 locations contained 0.6 ppm of mercury. Keywords:The fern, mercury, soil analysis
KAJIAN ETHYLENE TRIPLE RESPONSE TERHADAP KECAMBAH TIGA VARIETAS KACANG HIJAU Kristiani Walesasi; Feky R Mantiri; Herny Simbala; Marhaenus Rumondor
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 16 Nomor 2, Oktober 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.7 KB) | DOI: 10.35799/jis.16.2.2016.14093

Abstract

KAJIAN ETHYLENE TRIPLE RESPONSE TERHADAP KECAMBAH TIGA VARIETAS KACANG HIJAU ABSTRAK Pembudidayaan tanaman kacang hijau selalu terkendala dengan keadaan lahan yang terbatas. Tanaman kacang hijau di tanam dengan tumpang sari, sehingga mengakibatkan tanaman ini tumbuh dengan keadaan ternaungi. Naungan ini menyebabkan naiknya produksi etilen, sehingga menimbulkan triple response yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh karena itu hal ini menjadi alasan dilakukan penelitian ini dengan etilen pada tiga varietas kacang hijau yaitu VIMA I, Seriti dan Kutilang. Setelah dikecambahkan tujuan untuk menyeleksi varietas kacang hijau yang tahan dengan adanya peningkatan jumlah selama 5 hari, panjang kacang hijau varietas VIMA I yang diberi karbid (penghasil etilen) adalah yang tertinggi. Bengkokan varietas kacang hijau yang terendah adalah varietas VIMA I. Namun untuk diameter kecambah ketiga varietas tidak berbeda nilainya baik yang diberi karbid maupun yang tidak diberi karbid. Dari penelitian ini menunjukkan varietas VIMA I adalah tanaman yang tahan terhadap peningkatan etilen, sehingga varietas ini berpotensi untuk ditanam di naungan. Kata Kunci :Etilen, Triple Response, Kacang Hijau STUDY OF ETHYLENE TRIPLE RESPONSE ON SEEDLINGS OF THREE VARIETIES OF MUNGBEAN ABSTRACT Grow green beans are always constrained by the state of limited land. Thus the green bean crop planted with intercropping, resulting in these plants grow with shady circumstances. However, this shade causes increased production of ethylene, causing triple response which can affect plant growth and development. Therefore this is the reason of this research with the aim of selecting resistant varieties of green beans with the increased amount of ethylene on three varieties of green beans that VIMA I, Seriti and Kutilang. Once germinated for 5 days, the length of green beans varieties by VIMA I carbide (ethylene producer) is the highest. And bend varieties of green beans were the lowest observed varieties VIMA is I who have given carbide. But for the three varieties of sprouts diameter does not vary in value whether it is given or not given acetylene carbide. From this research shows VIMA I is a plant varieties that are resistant to an increase in ethylene, so that this variety has the potential to be planted in the shade. Keywords: Ethylene, Triple Response, Mung Bean
UJI TOKSISITAS AKUT KOMBINASI EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.) DAN PINANG YAKI (Areca vestiaria Giseke) TERHADAP ORGAN PARU-PARU TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Khairunnisa Mutiara Thaib; Herny Simbala; Irma Antasionasti
PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dayak onions (Eleutherine americana Merr.) and Pinang yaki (Areca vestiaria Giseke) have potential as traditional medicinal ingredients. However, the toxic effect of the combination of these extracts is not yet known. This study aimed to determine the effect of the combination of extracts Dayak and pinang yaki on the lungs of male white rats Wistar strain (Rattus norvegicus) in acute toxicity testing. This type of research was conducted using laboratory experimental methods consisting of 18 male white rats of wistar strains. Extraction was made by maceration using 96% Ethanol. The treatment was carried out for 14 days by observing body weight and macroscopic observations of the rat lungs. The results showed that the administration of combination extracts Dayak Onion and Pinang Yaki  for 14 days at dose of 10.8 mg, 14.4 mg, 21.6 mg didn’t cause any changed, on the macroscopic picture the lungs looked normal and didn’t different when compared with the control group. Based on the results of statistical tests in the combination treatment group proved  have a significant weight loss.
UJI TOKSISITAS AKUT KOMBINASI EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.) DAN PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP ORGAN GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Sharon Colin Tangkere; Herny Simbala; Meilani Jayanti
PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) dan pinang yaki (Areca vestiaria) memiliki potensi sebagai bahan obat tradisional. Namun belum diketahui efek toksik penggunaan kombinasi ekstrak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian oral kombinasi ekstrak bawang dayak dan pinang yaki terhadap organ ginjal tikus putih melalui pengujian toksisitas akut. Penelitian dilakukan menggunakan hewan percobaan tikus putih berjumlah 18 ekor, dibagi dalam dua kelompok perlakuan ekstrak bawang dayak dosis 10,8 mg dan 14,4 mg, dua kelompok perlakuan ekstrak pinang yaki dosis 10,8 mg dan 14,4 mg, satu kelompok perlakuan kombinasi ekstrak bawang dayak dan pinang yaki dosis 21,6 mg, dan satu kelompok kontrol sebagai pembanding. Perlakuan dilakukan selama 14 hari dengan pengamatan yang dilakukan berupa pengamatan makroskopis organ ginjal, pengamatan berat badan dan berat organ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna, konsistensi, dan permukaan organ pada semua perlakuan terlihat normal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara makroskopik, kombinasi ekstrak bawang dayak dan pinang yaki tidak menunjukkan kerusakan organ ginjal.
STANDARISASI PARAMETER SPESIFIK EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine Americana Merr.) Anggraini Toar; Herny E.I. Simbala; Gerald Rundengan
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 6 No. 1 (2023): Vol 6 No 1
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v6i1.41614

Abstract

ABSTRACT  ANGGRAINI N. TOAR Standardization of Specific Parameters of Dayak Onion Tubers Extract (Eleutherin americana Merr.) Under the guidance of HERNY E. I. SIMBALA as chairman and GERALD RUNDENGAN as member.            Dayak onion bulbs (Eleutherine americana Merr.) belonging to the Iridaceae family, have been used by the Dayak community for generations as medicinal plants for various types of diseases such as breast and colon cancer, hypertension, diabetes mellitus, hypercholesterolemia and stroke. This study aims to determine the results of the standardization of specific parameter tests. The results of this study indicate that the extract produced is a thick extract, brownish red in color, has a bitter taste, and has a distinctive smell. The content of compounds dissolved in water is 26.388%, while the levels of compounds dissolved in ethanol are 4.522%. Contains secondary metabolites in the form of alkaloids, flavonoids, saponins, quinones, steroids and triterpenoids. Total flavonoid content of 1.2%. Keywords: Standardization, Eleutherin Americana Merr,Specific Parameters
PELATIHAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS RUMAH TANGGA DI KELURAHAN GIRIAN WERU DUA KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG Citraningtyas, Gayatri; Simbala, Herny; Rundengan, Gerald
The Studies of Social Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v6i2.57154

Abstract

Limbah medis rumah tangga perlu dikelola dengan baik karena akan membahayakan diri sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitar. Limbah medis dapat berupa obat yang telah rusak, obat yang sudah lewat masa kedaluwarsa-nya, obat sisa yang tidak digunakan, serta kemasan primer obat. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Mitra terkait pengelolaan limbah medis rumah tangga. Metode yang digunakan berupa edukasi lewat penyuluhan untuk tahap pertama dan peningkatan keterampilan lewat pelatihan/pendampingan mengelola limbah medis rumah tangga di tahap kedua terhadap kelompok PKK dan kelompok Dasawisma di Kelurahan Girian Weru Dua, Kec. Girian, Kota Bitung, yang berjumlah masing-masing 20 orang per kelompok. Prosedur yang digunakan untuk edukasi yaitu sosialisasi sedangkan untuk pelatihan menggunakan metode praktik mandiri. Hasil kegiatan PKM yaitu mitra masih awam terhadap limbah medis dan terlihat antusias peserta dibuktikan lewat tanya jawab dengan pemateri. Kegiatan berjalan aman dan lancar. Kesimpulannya, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan Mitra mengenai cara mengelola limbah medis rumah tangga.
UJI IN VIVO EKSTRAK BAWANG HUTAN (Eleutherine america Merr.) TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS ORGAN HATI TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Valensia J. Takapaha; Herny E. I. Simbala; Irma Antasionasti
PHARMACON Vol. 11 No. 1 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.39146

Abstract

ABSTRACTForest onion (Eleutherine americana Merr.) tuber can treat cancer by pounding the tuber then squeezed and the water is drunk every morning. This study was observed macroscopically in the liver of wistar rats (Rattus norvegicus) given ethanol extract of forest onion bulbs (Eleutherine americana Merr.). In vivo test on the liver of rats was carried out to determine the effect or effect of giving forest onion extract on the liver. The study was conducted using 30 wistar rats which were divided into three groups, namely (5mg/ml, 10mg/ml, 15mg/ml) given the ethanolic extract of forest onion bulbs orally, and a control group as a comparison. The treatment was carried out for 15 days by observing the rat's body weight and macroscopic observation of the rat's liver. This indicates that the administration of the ethanolic extract of forest onion bulbs did not give a significant change in the weight of the rats and the macroscopic appearance of the liver.Keywords: Forest onion (Eleutherine americana Merr.), macroscopic liver, white rat (Rattus norvegicus).ABSTRAKBawang hutan (Eleutherine americana Merr.) bagian umbinya dapat mengobati penyakit kanker dengan cara menumbuk bagian umbinya kemudian diperas dan airnya diminum setiap pagi hari. Penelitian ini diamati secara makroskopis pada organ hati tikus wistar (Rattus norvegicus) yang diberikan ekstrak etanol umbi bawang hutan (Eleutherine americana Merr.). Uji in vivo pada organ hati tikus dilakukan untuk mengetahui efek atau pengaruh pemberian ekstrak umbi bawang hutan pada organ hati tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 30 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi tiga kelompok yaitu (5mg/ml, 10mg/ml, 15mg/ml) yang diberikan ekstrak etanol umbi bawang hutan secara oral, dan satu kelompok kontrol sebagai pembanding. Perlakuan dilakukan selama 15 hari dengan pengamatan berat badan tikus dan pengamatan makroskopis organ hati tikus. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pemberian ekstrak etanol umbi bawang hutan tidak memberikan perubahan yang signifikan pada penimbangan berat badan tikus dan gambaran makroskopis organ hati.Kata Kunci: Bawang hutan (Eleutherine americana Merr.), makroskopis hati, tikus putih (Rattus norvegicus).
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK BAWANG HUTAN (Eleutherine americana) DAN PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS ORGAN HATI TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Grafland Langkay; Herny Simbala; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41724

Abstract

ABSTRAKBawang Hutan (Eleutherine americana) digunakan oleh masyarakat setempat terutama bagian umbinya untuk mengobati penyakit kanker. Pinang Yaki (Areca vestiaria) digunakan oleh masyarakat sebagai bahan obat tradisional, biasanya untuk menyembuhkan penyakit seperti diare dan diabetes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran makroskopis kombinasi ekstrak bawang hutan (E. americana) dan pinang yaki (A. vestiaria) terhadap organ hati dan perubahan berat badan yang terjadi pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus). Penelitian ini dilakukan menggunakan hewan percobaan tikus putih berjumlah 15 ekor, ekstrasi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 70%, perlakuan dilakukan selama 14 hari, kemudian dilakukan pembedahan.Gambaran makroskopis dari organ hati tikus putih berwarna merah kecoklatan, pada berat badan ditimbang sebelum dan sesudah perlakuan.Peneltian menunjukan bahwa dengan pemberian kombinasi ekstrak bawang hutan dan pinang yaki tidak memberikan perubahan yang signifikan terhadap gambaran makroskopis organ hati dan mengalami penurunan berat badan pada tikus putih.Kata Kunci: Bawang Hutan (Eleutherine americana), Pinang Yaki (Areca vestiaria), makroskopis hati, tikus putih (Rattus norvegicus)ABSTRACTForest Onion (Eleutherine americana) is used by local people especially the tuber to treat cancer. Crownshaft Palm Nut (Areca vestiaria) is used by the community as an ingredient in traditional medicine, usually to cure diseases such as diarrhea and diabetes. The purpose of this study was to determine the macroscopic description of the combination of extract of onion forest (E. americana) and Crownshaft Palm Nut (A. vestiaria) on the liver and change in body weight that occurred in male white rats wistar strain (Rattus norvegicus). This research was conducted using 15 white rats, extraction was carried out by maceration using 70% ethanol, treatment was carried out for 14 days, then surgery. Macroscopic Image of the liver of white rats brownish red, the body weight was weighed before and after treatment. Research shows that the combination of forest onion and crownshaft palm nut extracts did not give a significant change to the macroscopic appearance of the liver and decreased body weight in white rats.Keyword: Forest Onion (Eleutherine americana), Crownshaft Palm Nut (Areca vestiaria), macroscopic liver, white rat (Rattus norvegicus)
PENENTUAN SKRINING FITOKIMIA, PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK EKSTRAK UMBI BAWANG HUTAN (Eleutherine americana Merr) Yulien C. Sambode; Herny Simbala; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41726

Abstract

ABSTRAKBawang Hutan (Eleutherine americana Merr) digunakan oleh masyarakat sangihe sebagai obat untuk mengobati kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan skrining fitokimia, parameter spesifik dan non spesifik ekstrak umbi bawang hutan (Eleutherine americana Merr) yang mencakup penetapan parameter spesifik (uji identifikasi ekstrak, uji organoleptik dan senyawa yang larut dalam alkohol), parameter non spesifik (Susut pengeringan, Kadar air dan kadar abu). Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Awalnya sampel umbi bawang hutan diekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 95% kemudian dievaporasi hingga didapatkan ekstrak kental. Hasil ekstrak umbi bawang hutan menghasilkan kandungan kimia flavonoid, alkaloid, glikosida, saponin, tanin, dan triterpenoid, ekstrak etanol umbi bawang hutan (Eleutherine americana Merr) berbentuk kental, berwarna merah pekat, bau seperti gula aren, kadar senyawa larut etanol 40,7%, Penetapan susut pengeringan 0,79%, kadar air yang diperoleh 0,616%, kadar abu yang diperoleh 0,684%. Kata kunci: Umbi bawang hutan, skrining fitokimia, parameter spesifik dan non spesifik.  ABSTRACTForest onion (Eleutherine americana Merr) used by society of sangihe as a medicine for cancer. This research aimed to determined phytochemical screening, determination of specific and non-specific parameters forest onion extract that encompass determination of specific parameter (extract identificafion test, organoleptic test and compound that dissolve in alcohol test), non-specific parameters (drying shrinkage, concentration of water and ash content). This research methods is experimental laboratorium. Initially, the sample of forest onion bulbs was extracted by maceration with 95% ethanol solvent and then evaporated to obtain a thick extract. The results of the extract of forest onion bulbs produce chemical content of flavonoids, alkaloids, glycosides, saponins, tannins, and triterpenoids, ethanol extract of forest onion bulbs (Eleutherine americana Merr) is thick, dark red in color, smells like palm sugar, the content of ethanol soluble compounds is 40.7%, the determination of drying shrinkage is 0.79%, the water content obtained is 0.616%, and the ash content obtained is 0.684%. Keywords: Forest onion, phytochemical screening, specific and non-specific parameters
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN PINANG YAKI (Areca vestiaria) DENGAN MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) Pristian Sibua; Herny Simbala; Olvie Syenni Datu
PHARMACON Vol. 11 No. 2 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.11.2022.41729

Abstract

ABSTRACTAreca yaki leaves (Areca vestiaria) are a source of antioxidants that can prevent free radicals that can damage body cells. Areca yaki leaves contain secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, triterpenoids, steroids, and tannins with anticancer, antitumor, antibacterial, and anticancer effects as an anti-fertilizer. This study analyzed the antioxidant activity of areca yaki (Areca vestiaria) leaves obtained from village kinilow . On this research with the maceration method and using the DPPH method (1,1- diphenyl-2- picrylhydrazyl) with concentrations of 5, 10, 15, 20, 25 mg/L to analyze antioxidant activity by spectrophotometer. The results of this study showed that the levels of antioxidants in areca yaki (Areca vestiaria) leaves have antioxidant activity. It also means that the higher the concentration, the higher the levels of antioxidants produced. High levels of antioxidants were obtained at a concentration of 25 with a value of 85.30%. Therefore, the obtained inhibition value is calculated using IC50. The obtained value is 7,8, this matter conclude the antioxidant levels in areca yaki leaves are very strong.Keywords: Areca Yaki Leaves (Areca vestiaria), Antioxidant, DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl)  ABSTRAKDaun pinang yaki (Areca vestiaria) merupakan sumber antioksidan yang dapat mencegah radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh, daun pinang yaki memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, triterpenoid, steroid, dan tanin yang memiliki efek sebagai antikanker, antitumor, antibakteri, dan juga sebagai antifertilisasi. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari daun pinang yaki (Areca vestiaria) yang di peroleh dari desa kinilow. Penelitian ini di lakukan dengan metode maserasi dan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazi) dengan konsentrasi 5, 10, 15, 20, 25 mg/L untuk menganalisa aktivitas antioksidan dengan spektrofotometer . Hasil dari penelitian ini memperlihatkan kadar antioksidan pada daun pinang yaki (Areca vestiaria) memiliki aktivitas antioksidan dan semakin tinggi konsentrasi semakin tinggi pula kadar antioksidan yang dihasilkan. Kadar antioksidan yang besar di dapatkan pada konsentrasi 25 dengan nilai 85,30%. Pada penelitian ini nilai inhibisi yang telah di dapatkan kemudian di hitung dengan menggunakan IC50 dan nilai yang di dapatkan adalah 7,8, hal ini dapat di simpulkan kadar antioksidan pada daun pinang yaki sangat kuat. Kata kunci: Daun Pinang Yaki (Areca vestiaria),Antioksidan, DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil)
Co-Authors Agustinus Mokoginta Ahmad Sugandi Altini O. Kosegeran Altini O. Kosegeran, Altini O. Anggraini Toar Antasionasti, Irma Bakti, Andi Ikhtiar Defny S. Wewengkang, Defny S. Dolongtelide, Jeclin Inebel Edi, Hosea Jaya Edwin de Queljoe Eka Julianti Elly Suoth ERLADYS MELINDAH RUMONDOR, ERLADYS MELINDAH Erladys Rumondor Fatimawali . Feky R Mantiri Feky R. Mantiri Gayatri Citraningtyas Gerald Rundengan Grafland Langkay Hariyanto, Yuanita Amalia Henki Rotinsulu, Henki Hermelina Yosephina Burdam Hosea Jaya Edy Irma Antasionasti Jayanto, Imam Johanis Pelealu Juliana Mabe -, Juliana Mabe Julianri Lebang Kalalo, Marko Jeremia Karlah L. R. Mansauda Karundeng, Glorya Khairunnisa Mutiara Thaib Kotel, Marcelinda Kotel, Marcelinda N. Kristiani Walesasi Kumakauw, Vanesa Vebiola Lawani, Vaneza C. Lawani, Vaneza Christine Ludong, Raynaldo M. Marampung, Wahyuni Marhaenus Rumondor Marhaenus Rumondor Marhaenus Rumondor Mayor, Troce Meilani Jayanti Mende, Rivaldo Mokalu, Ribka G. Mokodongan, Triswa Mokodongan, Triswa A. Mokoginta, Rizkah V. Mongi, Rifo Nadine Natari Ngantung, Yunike Ngantung, Yunike E. Oeiyano, Walen Oeiyano, Walen E. Olvie Syenni Datu Pabundu, Daniel Pristian Sibua Purwoko, Agus Putri, Rafi’a Adinda Rambi, Christani Rante, Trian Rizki Kala’ Ratu, Kartini Redwik, Danni U. W. Redwik, Danni Umbu Wira Ribka G. Mokalu Rondonuwu, Greifen Triky Roni Koneri Roring, Tirza Rumondor, Erladys Rundengan, Gerald Sagay, Steleynes Sakul, Glorya Sarai Raehilda Febriansi Korban Sartje J. Rondonuwu Sendy Rondonuwu Sendy Rondonuwu, Sendy Sharon Colin Tangkere Sitti Tasya Putri Ibrahim Toding, Serly D. S. TRINA EKAWATI TALLEI Tunggali, Sitti Tunggali, Sitti N Valensia J. Takapaha Waas, Riviani Angela Walesasi, Kristiani Wawo, Arsianita Ester Wewengkang, Defny Wewengkang, Defny Silvia Wiranatika Jhonatan Sangkoy Yulien C. Sambode