Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Morfologi Daluga (Cyrtosperma merkusii (Hassk.) Schott) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Study on the morphology of daluga (Cyrtosperma merkusii (Hassk.) Schott) in Sangihe Archipelago, North Sulawesi) Julianti, Eka; Simbala, Herny E.I.; Koneri, Roni; Pelealu, Johanis
JURNAL BIOS LOGOS Vol 2, No 2 (2012): JURNAL BIOSLOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.2.2.2012.1043

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari morfologi daluga di Kepulauan Sangihe dan korelasinya dengan kondisi iklim setempat. Penelitian ini dilakukan di tiga lokasi yang berbeda, yaitu Tamako, Manganitu Selatan dan Tatoareng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daluga tumbuh pada ketinggian 3-24 m di atas permukaan laut dengan suhu udara 26 – 38 oC, suhu air 25 – 30 oC, kelembaban relatif 33 – 70 %, pH 5-7 dan salinitas 5-10 ppm. Morfologi daluga berbeda di ketiga lokasi pengamatan. Perbedaan yang dimaksud mencakup panjang dan berat helaian daun, panjang tulang daun utama, basal kiri dan kanan, tebal tulang daun bagian pangkal, jarak tulang daun lateral dan lebar celah daun, panjang dan diameter tangkai daun, jumlah duri, lebar spatha, diameter spadix, panjang bunga betina, bunga jantan dan bunga mandul, serta diameter dan berat kormus. Suhu udara dan air berkorelasi negatif dengan diameter kormus, tetapi kelembaban berkorelasi positif dengan diameter kormus. pH berkorelasi negatif dengan berat helaian daun, salinitas berkorelasi negatif dengan lebar spatha, tetapi elevasi berkorelasi positif dengan lebar spatha. Kata kunci: daluga, kondisi iklim, morfologi ABSTRACT This research aimed to study daluga morphology in Sangihe Archipelago and the correlation of morphology and climate conditions. The research was conducted in  three different locations, i.e. Tamako, South Manganitu and Tatoareng. The result showed that daluga grew at 3 – 24 m above the sea level with the air temperature 26 – 38 oC, water temperature 25 – 30 oC, relative humidity 33 – 70 %, pH 5-7 and salinity 5 – 10 ppm. There are some morphological differences of daluga in Tamako district, South Manganitu and Tatoareng. These differences  included the length and weight of leaf blade, the length of the main leaf blade, left and right basal, the thickness of base blade, the distance between lateral blade and leaf sinus denuding, the length and diameter of petiole, number of spines, spatha width, spadix diameter, flowers length, diameter and weight of cormus. The temperature of air and water were negatively correlated with diameter cormus, but the humidity was positively correlated with the cormus diameter. pH was negatively correlated with the weight of leaf blade, the salinity was negatively correlated with the spatha width, but the elevation was positively correlated with the spatha width. Keywords: daluga, climate condition, morphology
Biodiversitas Mangrove di Pulau Mansuar Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat (The Biodiversity of Mangrove in the Mansuar Island Raja Ampat District West Papua Province) Mayor, Troce; Simbala, Herny EI; Koneri, Roni
JURNAL BIOS LOGOS Vol 7, No 2 (2017): JURNAL BIOSLOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.7.2.2017.18576

Abstract

Abstrak            Hutan mangrove merupakan formasi hutan yang tumbuh dan berkembang pada daerah landai di muara sungai dan pesisir pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan pantai berlumpur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biodiversitas mangrove di Pulau Mansuar Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Metode yang digunakan yaitu transek kuadrat. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 6 famili 11 spesies dan 554 individu mangrove. Komposisi individu tertinggi dimiliki oleh spesies Rhizophora apiculata, sedangkan terendah yaitu spesies Xylocarpus rumpii. Indeks keanekaragaman, kekayaan, dan kelimpahan spesies mangrove pada semua tingkat pertumbuhan tertinggi pada stasiun 3, sedangkan terendah pada stasiun 1. Berdasarkan besaran kriteria yang dikemukakan oleh Shannon-Weiner maka indeks keanekaragaman mangrove di Pantai Yenbubua, Kepulauan Mansuar tergolong kategori sedang. Kata kunci: biodiversitas, kekayaan spesies, Pulau Mansuar, Rhizophora apiculata. Abstract Mangrove forests are forest formations that grow and flourish in slopes at the mouth of the rivers and coastal areas that are affected by tidal sea water and muddy beaches. This study aimed to analyze the biodiversity of mangroves in Mansuar Island, Raja Ampat District, West Papua Province. The method used was quadrat transects. The results of the study showed that there were 6 families of 11 species and 554 individuals. The highest composition of the individual mangrove species was Rhizophora apiculata, while the lowest composition was Xylocarpus rumpii.  The highest diversity index, richness, and abudance spesies in a various growth rate were observed in the station 3, while these lowest parameters were found in the station 1. Based on the magnitude of the criteria proposed by Shannon-Weiner, the index of mangrove diversity in Yenbubua Beach, Mansuar Islands was classified as medium category. Keywords: biodiversity, Mansuar Island, Rhizophora apiculata, species richness    
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sesewanua (Clerodendron Squamatum Vahl.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Escherichia coli dan Salmonella typhi Kumakauw, Vanesa Vebiola; Simbala, Herny Emma Inonta; Mansauda, Karla Lifie Riani
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.28946

Abstract

Sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.) secara empiris telah digunakan oleh masyarakat dibeberapa daerah di Sulawesi Utara untuk mengobati berbagai macam penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun sesewanua terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella typhi menggunakan tiga kosentrasi yakni 20%, 40% dan 60%. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan cakram kertas (difusi Kirby dan Bauer). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sesewanua berpotensi sebagai antibakteri dan memiliki kekuatan antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella typhi, pada kosentrasi 20%, 40% dan 60% termasuk golongan kuat untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus, sedangkan pada kosentrasi 40% dan 60% termasuk dalam golongan kuat untuk menghambat bakteri Escherichia coli dan Salmonella typhi.Sesewanua (Clerodendron squamatum Vahl.) have been used by communities in North Sulawesi for to treat or handle various diseases. This study aims to determine the antibacterial activity from ethanol extract Sesewanua Leaves against the growth inhibition of the bacterium Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Salmonella typhi using three concentrations of 20%, 40% and 60%. Extraction was done by maceration method using ethanol 96%. Antibacterial activity test was performing using the paper disk diffusion method (Kirby and Bauer diffusion). This results of this study indicate that ethanol extracts of Sesewanua leaves are considered as antibacterial and have antibacterial strength against Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Salmonella typhi, at concentrations of 20%, 40% and 60% include strong groups to inhibit Staphylococcus aureus, while at a concentration of 40% and 60% include strong groups to inhibit Escherichia coli and Salmonella typhi.
Skrining Fitokimia Dan Potensi Antioksidan Dari Ekstrak Daun Tumbuhan Ekor Tikus (Stachytarpheta jamaicensis L) Dengan Metode 1.1 Diphenyl-2-Picrylhydracyl (Dpph) Rante, Trian Rizki Kala’; Simbala, Herny Emma Inonta; Mansauda, Karla Lifie Riani
Jurnal MIPA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jmuo.9.2.2020.29000

Abstract

Tumbuhan Ekor Tikus (Stachytarpheta jamaicensis L.) merupakan famili Verbenaceae. Tumbuhan Ekor Tikus (Stachytarpheta jamaicensis L.) atau biasa disebut Pecut Kuda, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahiu potensi dari daun tanaman ekor tikus yang tumbuh di kota Tomohon berdasarkan kandungan fitokimia dan kemampuan aktivitas antioksidannya. Ekstrak daun tumbuhan ekor tikus diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol 96%. Srining  fitokimia menggunakan beberapa reagen yang disesuaikan dengan jenis uji fitokimia. Metode 1.1 diphenyl-2-picrylhydracyl (DPPH) digunakan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan memiliki kandungan steroid, tanin dan saponin dengan nilai IC50 19,76 µg/mL. Ekstrak etil asetat memiliki kandungan steroid dan tanin dengan nilai IC50 12,91 µg/mL. Ekstrak etanol memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, triterpenoid, tanin dan saponin dengan nilai IC50 16,66 µg/mLEkor tikus (Stachytarpheta jamaicensis L.)  are family of verbenaceae. Ekor tikus (Stachytarpheta jamaicensis L.)  or pecut kuda, The aim of this study was determining the potential of the leaves of ekor tikus that growing in Tomohon city based on phytochemicals content and antioxsidant activities. The leaves of ekor tikus extract done extraction with using maceration terraced methods used n-heksan, ethyl acetate and ethanol 96%. Phytochemicals screening are used some reagent that 's adapted to type of phytochemical test. Dpph methods are used to evaluate the antioxidant activities. The results showed that n-hexane extract contained steroids, tannins and saponins, IC50 value of 19.76 µg / mL. Ethyl acetate extract has steroid and tannin content, IC50 value of 12.91 µg / mL. Ethanol extract contains alkaloids, flavonoids, triterpenoids, tannins and saponins, IC50 values 16.66 µg / mL
UJI INVIVO EKSTRAK UMBI BAWANG HUTAN (Eleutherine americana Merr.) TERHADAP GAMBARAN MAKROSKOPIS ORGAN JANTUNG TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Rondonuwu, Greifen Triky; Simbala, Herny; Rumondor, Erladys
PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.34043

Abstract

ABSTRACTForest onion bulbs (Eleutherine americana Merr.), Including the Iridaceae family, have been used for generations by the Dayak people as medicinal plants for various types of diseases such as breast and colon cancer, hypertension, diabetes mellitus, hypercholesterolemia and stroke. This study was conducted to evaluate the effect and side effects of extracts of forest onion bulbs to the macroscopic description of cardiac organ in rats. Thirty male white rats Wistar strain was used as research object, which is divided into three groups of dose that applied with the ethanol extract of Forest onion bulbs orally (5mg/ml, 10mg/ml, 15mg/ml)  and one group as controls for comparison. The tests were carried out for 15 days, with observations made against the body weight of rats, macroscopic observation of cardiac organ and observation of cardiac organ weights. The results showed that the provision of forest onion bulbs extract did not cause significant changes based on the graph of observations made on the macroscopic image of the heart organ and the weight of the rats. Keywords : Forest onion bulbs (Eleutherine Americana Merr.), cardiac macroscopic, white rat (Rattus norvegicus)  ABSTRAKUmbi bawang hutan (Eleutherine americana Merr.) termasuk familia Iridaceae, secara turun temurun telah dipergunakan oleh masyarakat dayak sebagai tumbuhan obat untuk berbagai jenis penyakit seperti kanker payudara dan kolon, hipertensi, diabetes mellitus, hiperkolesterol dan strok. Penelitian ini bertujuan untuk  melihat pengaruh yang ditimbulkan dari konsumsi ekstrak  Umbi bawang hutan terhadap gambaran makroskopis organ jantung pada tikus putih. Penelitian dilakukan menggunakan hewan percobaan  tikus putih jantan galur wistar berjumlah 30 ekor, yang dibagi dalam empat kelompok dosis yang diberi ekstrak etanol umbi bawang hutan secara oral yaitu (5mg/ml, 10mg/ml, 15mg/ml) dan satu kelompok kontrol sebagai pembanding. Masa pengujian dilakukan selama 15 hari, dengan pengamatan yang dilakukan berupa pengamatan berat badan tikus, pengamatan makroskopis organ jantung dan pengamatan berat organ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ektrak umbi bawang hutan tidak menimbulkan perubahan yang signifikan berdasarkan grafik pengamatan yang dilakukan pada gambaran makroskopis organ jantung serta penimbangan berat badan tikus. Kata kunci : Umbi bawang hutan (Eleutherine americana Merr.), makroskopis jantung, tikus putih (Rattus norvegicus)
UJI EFEKTIFITAS SARI BUAH DAN EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP HIPERKOLESTEROLEMIA PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Mende, Rivaldo; Simbala, Herny; Mansauda, Karlah L.R.
PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.32754

Abstract

ABSTRACTLime is a type of orange that is often consumed by the public. The content of lime is vitamin C, flavonoids. This study aims to test the effectiveness of lime juice and ethanol extract of lime peel (Citrus aurantifolia) against hypercholesterolemia in male white rats Galur Wistar (Rattus norvegicus). The method used was experimental laboratory. The results were obtained from the stage of measuring blood cholesterol, namely pre and post. The treatment was started by giving high fat feed for 14 days. Furthermore, pretest measurements were carried out. After that, treatment was given to each of the 8 groups, namely CMC in the negative control, simvastatin in the positive control, lime juice and ethanol extract of lime peel. Posttest measurements were carried out after 7 days of administration. The best results with a dose of T3 (0.3) fruit juice and lime peel ethanol extract were PS1 (7.2 mg). Then, the treatment was analyzed using Paired T-test and One Way ANOVA statistical test using SPSS with the results of the sig value. > 0.05 means that it can be concluded that there is no significant difference in the average cholesterol level of rats based on the treatment group.Keywords: Effectiveness test, Lime (Citrus aurantifolia ), Hypercholesterolemia, Male white mouseABSTRAKJeruk nipis merupakan  salah satu jenis  jeruk yang sering dikonsumsi masyarakat. Kandungan  dari  jeruk nipis yaitu vitamin C, flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas sari jeruk nipis dan ekstrak etanol kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Hiperkolesterolemia pada tikus putih jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus). Metode yang digunakan eksperimental laboratorium. Hasil penelitian diperoleh dari tahap pengukuran kolesterol darah,yaitu pre dan post. Perlakuan dimulai dengan memberi pakan tinggi lemak selama 14 hari Selanjutnya dilakukan pengukuran Pretest. Selanjutnya diberikan perlakuan pada tiap 8  kelompok, yaitu CMC pada kontrol negatif, simvastatin pada kontrol positif, Sari buah jeruk nipis dan ekstrak etanol kulit jeruk nipis. Pengukuran Posttest dilakukan setelah 7 hari pemberian. Hasil yang terbaik dengan dosis sari buah T3(0,3) dan Ekstrak etanol kulit jeruk nipis adalah PS1(7,2 mg) . Lalu selanjutnya perlakuan dianalisa dengan uji Paired T-test dan uji statistik One Way ANOVA menggunakan SPSS dengan hasil nilai sig. > 0,05 berati disimpulkan maka tidak ada perbedaan yang bermakna rata-rata hasil kadar kolesterol tikus berdasarkan kelompok perlakuan.Kata Kunci: Uji Efektifitas, Jeruk nipis (Citrus aurantifolia), Hiperkolesterolemia, Tikus Putih jantan (Rattus norvegicus)
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus, Escherichia coli DAN Salmonella typhi Putri, Rafi’a Adinda; Simbala, Herny E.I.; Mpila, Deby A.
PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.31360

Abstract

ABSTRACTDayak onions (Eleutherine americana Merr) has been used as a traditional plant which has  benefits  for  many  diseases,  one  of  them  is  antibacterial. This study aims to determine the growth inhibition of ethanol extract of Dayak onions leaves on the bacterium S. aureus, E. coli and  S. typhi using three concentrations of 20%, 40% and 60%. Extraction was done by maceration method using ethanol 96%. Antibacterial activity test was performing using the paper disk diffusion method (Kirby-Bauer diffusion). The results showed that ethanol extract of bawang dayak has the potential as an antibacterial and has antibacterial strength against S. aureus, E. coli and S. typhi. At concentrations of 20%, 40% and 60% forming inhibition zone diameters (16.23 mm, 19.18 mm, 21.25 mm) S. aureus, (10.7 mm, 13.98 mm, 15.87 mm) E. coli, and  (14.43 mm, 14.6 mm, 17.2 mm) S. typhi. At concentration of 20%, 40% and 60% included strong groups to inhibit E. coli and  S. typhi, while at concentration of 60%, it is included in a very strong group to inhibit the S. aureus bacteria. Keywords: Antibacterial activity, Bawang Dayak , Kirby-Bauer diffusion method   ABSTRAK Bawang Dayak (Eleutherine americana Merr) telah digunakan sebagai tanaman tradisional yang bermanfaat bagi banyak penyakit salah satunya sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol bawang dayak terhadap bakteri S. aureus, E.coli dan S. typhi menggunakan tiga kosentrasi yaitu 20%, 40% dan 60%. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan  menggunkan metode difusi dengan cakram kertas (difusi Kirby-Bauer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang dayak berpotensi sebagai antibakteri dan memiliki kekuatan antibakteri terhadap S. aureus, E. coli dan S. typhi. Pada konsentrasi 20%, 40% dan 60% membentuk diameter zona hambat (16.23 mm, 19.18 mm, 21.25 mm) pada S. aureus, (10.7 mm, 13.98 mm, 15,87 mm) pada E. coli, (14.43 mm, 14.6 mm, 17.2 mm) pada S. typhi. Pada konsentrasi 20%, 40% dan 60% termasuk golongan kuat untuk menghambat bakteri E. coli dan S. typhi, sedangkan pada konsentrasi 60% termasuk dalam golongan sangat kuat untuk menghambat bakteri S. aureus. Kata kunci: Aktivitas antibakteri, Bawang Dayak, metode difusi Kirby-Bauer
Identifikasi Dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Suku Dani Di Kabupaten Jayawijaya Papua -, Juliana Mabe; Simbala, Herny E.I; -, Roni Koneri
Jurnal MIPA Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.2.2016.13512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikas spesies tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat dan cara penggunaannya sebagai obat tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah survey eksploratif dan Participatory Rural Appraisal melalui wawancara dengan dukun kampung bersamaan dengan pengambilan sampel dan identifikasi tumbuhan obat di lokasi penelitian. Hasil penelitian identifikasi dan pemanfaatan tumbuhan obat di 9 desa di Kecamatan Asologaima, Kurulu dan Wamena, ditemukan 16 spesies tumbuhan obat dari 12 famili yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dengan khasiat  dan cara penggunaan yang berbeda-beda dan sederhana namun umumnya dengan merebus tumbuhan dan air rebusannya diminum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai November 2015. Berdasarkan habitusnya yang paling banyak ditemukan adalah semak sedangkan bagian tumbuhan yang banyak digunakan adalah bagian daun.This research aims for identifying plant species which particularly have ability as medicine and can be used as traditional medicine. Research methods used are explorative survey and Participatory Rural Appraisal through interview with a village shaman (or called person who has ability and experience with traditional medicine) followed with sampling and identifying medication plant in research location. Result of identifying research and used of medication plant in 9 villages in Asologaima, Kurulu, and Wamena Districts, found that 16 species of plant medication of 12 family which used by local society with different benefits and the way it is used and simple but commonly with boiled the medication and drink the water. This research held in September to November 2016. Based on the place of habits the most found plants is shrub, meanwhile the most useful part of the plant is leaf
The Diversity of Medicinal Herbs of Bogani Ethnic in Bolaang Mongondow, North Sulawesi Herny E. I. Simbala; Sartje J. Rondonuwu; Edwin De Queljoe
Journal of Tropical Ethnobiology Vol. 2 No. 1 (2005): January 2005
Publisher : The Ethnobiological Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3106.55 KB)

Abstract

As so far, modern medical system has rapidly progress; however traditional medical system is still prevailing for the most Indonesian people. Bogani ethnic in Residency of Bolaang Mongondow still use traditional medical system. As evidence, traditional medicine ingredients are still used in their daily living. In the case, traditional medicine was used to treat many diseases, from minor diseases (headache, cough, and influenza, to the acute ones such as lung inflamed (113C), liver and tetanus. The research objectives are : (1) to inventory and describe the medicine plant species; (2) to study plant usage as traditional medicine ingredients for many diseases ; (3) as conservation effort of traditional medicine knowledge because most of them not inherited and have limited data, and (4) to collect scientific information regarding the peculiar property of medicine herb where the research information is potential for pharmacology research in order to discover a new medicine ingredient. A rapprochement method for the research is ethno-directed sampling. Following Friedberg (1993) in Purwanto (2002), eihno-directed sampling methods is a data collection of medicine herb material that based on the local knowledge (ethnic) about medicine herbs, treatment technique, ingredients technique and other aspects that related to public health and conducted with ethnoscience approach. Ethnoscience is an approach that enable us to achieve deep understanding and reveal community knowledge system about medicine herb, treatment technique, ingredient technique and other aspect that related to public health. Qualitative and quantitative approach was used as data collection technique. The result showed that there were 56 species of herbs used as traditional medicine material for Bogani ethnics in Bolaang Mongondow; North Sulawesi. The herbs were generally collected from forest area, garden near with settlement area and indeed from cultivation product at yard. There were 34 families of medicine herbs and most of them including family of Euphorbiaceae, Labiatae, Verbenaceae, Araceae, and Asteraceae. Chemical analysis results showed that 8.9 % of medicine herbs contained terpenoid, 42.8 % of medicine herbs contained steroid, 53.5 % contained tannin, 50 % contained flavonoid, 75 % contained alkaloid, and 30 % contained saponin. The analysis indicated that most of herbs positively contained alkaloid as active medicine compound. However the analysis was only as pretest in determining active compound in a medicine herb. There are some medicine herbs classified as endemic should be given priority to be cultivated immediately because their existence are more and more scarce such as Areca vestrana, Musa sp,and Ficus nunahassae. The herbs are almost extinct and need other proper alternative to conserve them.
Inventarisasi Jenis Dan Populasi Gulma Pada Areal Percetakan Sawah Baru Di Desa Purworejo Timur Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Agustinus Mokoginta; Herny I Simbala; Ahmad Sugandi
AGRITROP Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v19i2.6403

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang mempunyai nilai negatif, tumbuhan yang tidak dikehendaki, atau tumbuhan yang tumbuh pada tempat yang tidak diinginkan. Kerugian yang disebabkan oleh tumbuhan gulma seringkali dikaitkan dengan kemampuan gulma sebagai tanaman yang kompetitif. Pada kenyataannya di lapangan. Tujuan penelitian ini untuk  mengetahui jenis dan populasi gulma pada areal percetakan sawah baru  di Desa Purworejo Timur Kecamatan  Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Metode yang digunakan yaitu  metode survey dengan pengambilan data secara sengaja (Purposive Sampling). Pengambilan sampel secara sengaja pada areal tanaman padi sawah di lokasi percetakan sawah baru. Hasil penilitian menunjukan bahwa ada 11 spesies gulma yang tumbuh pada area persawahan percetakan baru di Desa Purworejo Timur Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Beberapa jenis gulma tersebut yaitu jenis gulma Fimbrystilis sp, Cyperus difformis, Cyperus iria, Ludwigia hyssopifolia, Eleusine indica, Digitaria sp, Comelina diffusa, Cyperus rotundus, Cynodon sp, Echinocloa sp, Cleome sp. Kata Kunci: Inventarisasi Jenis Populasi Gulma
Co-Authors Agustinus Mokoginta Ahmad Sugandi Altini O. Kosegeran Altini O. Kosegeran, Altini O. Anggraini Toar Antasionasti, Irma Bakti, Andi Ikhtiar Defny S. Wewengkang, Defny S. Dolongtelide, Jeclin Inebel Edi, Hosea Jaya Edwin de Queljoe Eka Julianti Elly Suoth ERLADYS MELINDAH RUMONDOR, ERLADYS MELINDAH Erladys Rumondor Fatimawali . Feky R Mantiri Feky R. Mantiri Gayatri Citraningtyas Gerald Rundengan Grafland Langkay Hariyanto, Yuanita Amalia Henki Rotinsulu, Henki Hermelina Yosephina Burdam Hosea Jaya Edy Irma Antasionasti Jayanto, Imam Johanis Pelealu Juliana Mabe -, Juliana Mabe Julianri Lebang Kalalo, Marko Jeremia Karlah L. R. Mansauda Karundeng, Glorya Khairunnisa Mutiara Thaib Kotel, Marcelinda Kotel, Marcelinda N. Kristiani Walesasi Kumakauw, Vanesa Vebiola Lawani, Vaneza C. Lawani, Vaneza Christine Ludong, Raynaldo M. Marampung, Wahyuni Marhaenus Rumondor Marhaenus Rumondor Marhaenus Rumondor Mayor, Troce Meilani Jayanti Mende, Rivaldo Mokalu, Ribka G. Mokodongan, Triswa Mokodongan, Triswa A. Mokoginta, Rizkah V. Mongi, Rifo Nadine Natari Ngantung, Yunike Ngantung, Yunike E. Oeiyano, Walen Oeiyano, Walen E. Olvie Syenni Datu Pabundu, Daniel Pristian Sibua Purwoko, Agus Putri, Rafi’a Adinda Rambi, Christani Rante, Trian Rizki Kala’ Ratu, Kartini Redwik, Danni U. W. Redwik, Danni Umbu Wira Ribka G. Mokalu Rondonuwu, Greifen Triky Roni Koneri Roring, Tirza Rumondor, Erladys Rundengan, Gerald Sagay, Steleynes Sakul, Glorya Sarai Raehilda Febriansi Korban Sartje J. Rondonuwu Sendy Rondonuwu Sendy Rondonuwu, Sendy Sharon Colin Tangkere Sitti Tasya Putri Ibrahim Toding, Serly D. S. TRINA EKAWATI TALLEI Tunggali, Sitti Tunggali, Sitti N Valensia J. Takapaha Waas, Riviani Angela Walesasi, Kristiani Wawo, Arsianita Ester Wewengkang, Defny Wewengkang, Defny Silvia Wiranatika Jhonatan Sangkoy Yulien C. Sambode