Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : CHMK HEALTH JOURNAL

HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI II KOTA KUPANG Maria Goreti Pantaleon
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 3 No 3 (2019): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.71 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v3i3.513

Abstract

Status gizi adalah keadaan tubuh akibat mengkonsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi (Almatsier, 2010). Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap perubahan fisik, dan seringkali memiliki pola perilaku makan yang tidak sehat. Ini terlihat pada perilaku remaja yang selalu dianggap benar oleh remaja itu sendiri seperti melakukan diet yang ketat, mengurangi asupan makanan dengan melewatkan makan pagi, dan menahan rasa lapar. Ini dilakukan agar remaja tetap memiliki tubuh langsing, dan takut untuk menjadi gemuk (Barasi, 2007 dalam Pujiati, dkk , 2015). Tujuan umum dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dan kebiasaan makan dengan status gizi remaja putri di SMA Negeri II Kota Kupang. jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Hasil penelitian pada 100 orang siswa putri menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan makanan pokok, hewani dan nabati dengan status gizi remaja putri, namun tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi remaja putri di SMA Negeri II Kota Kupang.
Perbedaan Asupan Zat Gizi dan Prestasi Belajar Pada Anak Sekolah Dasar Stunting dan Tidak Stunting di Kota Kupang Maria Goreti Pantaleon
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 4 No 3 (2020): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/the public health.v4i3.816

Abstract

Stunting (tubuh pendek) adalah keadaan tubuh yang sangat pendek hingga melampaui defisit 2 SD dibawah median panjang atau tinggi badan populasi yang menjadi referensi internasional (Gibney, 2008). Stunting menggambarkan keadaan gizi kurang yang sudah berjalan lama dan memerlukan waktu bagi anak untuk berkembang serta pulih kembali. Sejumlah penelitian memperlihatkan keterkaitan antara stunting dengan perkembangan motorik dan mental yang buruk dalam usia kanak-kanak dini, serta prestasi kognitif dan prestasi sekolah yang buruk dalam usia kanak-kanak lanjut (Gibney, 2008). Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak Sekolah Dasar di Kota Kupang yang stunting dan tidak stunting yang berjumlah 106 anak. Hasil analisis perbedaan asupan energi, protein dan lemak menunjukkan tidak terdapat perbedaan asupan zat gizi pada siswa stunting dan non stunting, sedangkan hasil analisis asupan karbohidrat, menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa stunting dan tidak stunting (p = 0,012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden memiliki prestasi belajar dengan kategori cukup. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa stunting dan tidak stunting (0,369).
POLA MAKAN DAN EFEKTIFITAS EDUKASI TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI KOTA KUPANG Maria Goreti Pantaleon; Asweros Umbu Zogara
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 7 No 1 (2023): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iron Nutritional Anemia is Anemia that arises due to iron deficiency so that the formation of red blood cells and other functions in body disrupted. Nutritional anemia is very common in Indonesia an occur in every age groups. Riskesdas 2018 found that is increase in cases of anemia in young women. In 2013, there is 37,1 percent of young women experienced anemia. The largest proportion of anemia occurs in the age group 15 – 24 years, and those aged 25 to 34 years. The purpose of this study was to describe the diet of young women, and to analyze the effectiveness of nutrition education on increasing the knowledge of young women about nutritional anemia in Kupang City. The sample in this study were 30 young women. The research was conducted in May until October 2022. The result found that there were differences in knowledge before and after being given education with a value of p = 0.000, and the results of the analysis of the effectiveness of educational methods on changes in knowledge showed that there were no significant differences of three methods on changes in knowledge of young women p = 0.532. to describe the dietary pattern of respondents, it is known that the highest energy consumption is in the sufficient category (43.33%), the highest protein consumption in in the sufficient category (33,33%), and the highest iron consumption in in the less category (93,33%). Keywords : Iron Deficiensy, Knowledge, and Diet