Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS DISTRIBUSI KERANG POKEA (Batissa violacea) DI PERAIRAN SUNGAI MEUREUBO, KABUPATEN ACEH BARAT Roni Arif Munandar; Masuki Firman; Astuti Rika; Nufus Hayatun; Heriansyah Heriansyah; Jerri Gunandar
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 10, No 1 (2026): Jurnal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v10i1.14915

Abstract

Kerang pokea (Batissa violacea) merupakan kerang air tawar yang hidup di daerah muara Sungai. Biota ini sering ditemukan pada berbagai jenis substrat seperti lumpur, pasir, bebatuan, kerikil di perairan sungai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi distribusi dan kondisi habitat kerang pokea (Batissa violacea) di perairan sungai Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai dengan November 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi lapangan. Prosedur penelitian yang dilakukan adalah dengan cara penentuan tiga stasiun pengamatan, dimana jarak antar stasiun adalah 1,60 km. Stasiun 1 berada di Desa Mesjid Tuha, Stasiun 2 di Desa Ujong Tanjong, dan staisun 3 berada di Desa Padang Seurahet, dengan masing-masing ulangan 4 kali pengulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi tertinggi kerang pokea (Batissa violacea) di perairan sungai Meureubo kabupaten Aceh Barat terdapat pada stasiun 3 dengan nilai rata-rata 0,92 ind/m2, kepadatan kerang pokea yang tertinggi berada pada stasiun 1 dengan nilai rata-rata 2,54 ind/m2, kelimpahan pada jenis kerang pokea nilai tertinggi terdapat pada stasiun 1 dimana kelimpahan relatif 62.99% dan pola distribusi kerang pokea (Batissa violacea) yang berada pada kawasan ini adalah secara beraturan/seragam (uniform). Kondisi habitat perairan sungai Meurebo mendukung bagi kehidupan kerang pokea dengan parameter perairan yang diukur meliputi suhu, salinitas, dan pH, dimana hasil yang ditemukan memenuhi standar baku mutu perairan sungai yang sesuai dengan kondisi lingkungan hidup kerang pokea.
First assessment of anthropogenic marine debris in the Cut Mamplam Mangrove Ecosystem, Lhokseumawe City Hayatun Nufus; Rika Astuti; Roni Arif Munandar; Fitra Wira Hadinata; Syahrial Syahrial; Ekamaida Ekamaida; Muhammad Fauzan Isma; Haqqy Rerian Erlangga; Nella Tri Agustini
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 3 (December, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v12i3.25107

Abstract

This study aimed to determine the presence of AMD, analyze mangrove structure, and determine the relationship between AMD and mangrove density. AMD and mangrove stands were collected using a 40 meter transect line parallel to the shoreline, and four 10 x 10 m plots were created. One-way ANOVA statistics were used to test the mean differences in SLA telling, while the Shapiro-Wilk test and Spearman correlation were performed to analyze the relationship between SLA telling and mangrove structure. A total of 11923 AMD items were found in the Cut Mamplam mangrove ecosystem, with a density ranging from 47075 to 76900 items/ha. Furthermore, four species of mangrove trees were found in the mangrove stands, with Avicennia alba having the highest tree, sapling, and seedling densities (3275 ± 5158 ind/ha, 2800 ± 1932.18 ind/ha, and 132500 ± 75883.68 ind/ha). The relationship between AMD and mangrove density was not very strong, with no significant associations between adults, saplings, or seedlings (p > 0.05) on the amount of AMD retained in the Cut Mamplam mangrove ecosystem. This study is an initial step in assessing the impact of AMD on mangrove vegetation and sustainable monitoring, leading to the initiation of public awareness and future strategies for improved coastal and marine monitoring and management. Keywords: Cut Mamplam; Density; Plastic; Pollution; Reporting
Olerikultura Cerdas: Solusi Praktis Panen Sayuran Sehat dari Halaman Rumah di Desa Gunong Pulo Fitriyani Fitriyani; Roni Arif Munandar; Suci Azkiya; Ramdiva Ramdiva; Nabilla Fitria; Mahangga Maulana S; Suriani Suriani; Rinon Sukma Lestari; Reva Alfiani
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2026): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/snr12p67

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan Olerikultura Cerdas sebagai cara sederhana untuk memakai halaman rumah sebagai tempat menanam sayuran sehat di Desa Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kelompok 67 bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga. Kegiatan dimulai dari menyiapkan lahan, mengolah tanah, menyiapkan media tanam, mengisi polybag, menanam sayuran, memasang paranet, dan merawat tanaman. Sayuran yang ditanam adalah kangkung, bayam, sawi, dan pakcoy. Jumlahnya sekitar 70 polybag. Data kegiatan diperoleh melalui pengamatan langsung, pencatatan jumlah tanaman, pengukuran pertumbuhan tanaman, dan dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya kebun sayuran berbasis polybag yang bisa dirawat oleh warga. Hasil kegiatan terdiri atas sekitar 20 polybag kangkung, 16 polybag bayam, 18 polybag sawi, dan 16 polybag pakcoy. Pertumbuhan awal tanaman menunjukkan bahwa tinggi tanaman dan jumlah daun bertambah selama masa pengamatan. Kegiatan ini memberi pengalaman langsung kepada warga untuk menyiapkan media tanam, menanam sayuran, dan merawat sayuran. Olerikultura Cerdas bisa menjadi cara sederhana untuk memakai halaman rumah sebagai tempat budidaya sayuran.
Pelatihan Penanaman Sayur Kangkung dan Bayam di Desa Sri Kayu Afita Julia; Husnul Fatimah; Mauliza Mauliza; Nisa Aliya; Lepi Arlita; Ardiyan Syah; Darmili Darmili; Roni Arif Munandar
-
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/tpm.v3i1.10727

Abstract

Program pelatihan penanaman sayur kangkung dan bayam di Desa Srikayu bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menanam sayuran dan memanfaatkan lahan yang kurang produktif guna memenuhi kebutuhan pangan serta mendukung perekonomian warga. Pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan berbasis hortikultura yang menyediakan pengetahuan serta praktik langsung terkait budidaya sayuran dengan metode yang ramah lingkungan. Pelatihan ini melibatkan masyarakat Desa Srikayu, terutama ibu rumah tangga dan pemuda, dalam berbagai tahap, mulai dari persiapan lahan, pemilihan bibit unggul, teknik penanaman, perawatan, hingga proses panen. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam menanam sayuran secara mandiri, serta potensi peningkatan ketahanan pangan keluarga dan perekonomian desa melalui pemanfaatan hasil panen untuk kebutuhan sendiri dan penjualan. Program ini juga berdampak positif dengan dukungan dari pemerintah desa yang memberikan bibit dan pupuk secara gratis.