Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

INTEGRASI FIQH DAKWAH DENGAN MEDIA TEKNOLOGI DAN PENDEKATAN MULTIKULTURAL DALAM MERESPONS ISU KONTEMPORER Uyuni, Badrah; Anim, Sarbini; Sirojuddin, Sirojuddin; Asmawi, Moh; Hanapi, Ali
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v4i3.5298

Abstract

Perkembangan media, baik tradisional maupun digital, serta kompleksitas masyarakat multikultural menuntut pendekatan dakwah yang tidak hanya efektif tetapi juga tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip fiqh yang relevan. Dakwah kontemporer juga dihadapkan pada tantangan isu-isu seperti radikalisme dan intoleransi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi fiqh dakwah dengan pemanfaatan media teknologi, penerapannya dalam masyarakat multikultural, serta formulasi solutifnya terhadap isu-isu kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang menganalisis konsep-konsep fiqh dakwah, etika media, dan sosiologi masyarakat multikultural. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis. Kajian ini menemukan bahwa: (1) Fiqh dakwah memberikan kerangka etis untuk memanfaatkan media tradisional dan digital, menekankan pada prinsip hasanah (kebajikan) dan mujadalah (debat yang baik). (2) Dalam masyarakat multikultural, fiqh dakwah bersifat adaptif, mengedepankan moderasi dan penghormatan terhadap perbedaan budaya tanpa mengorbankan prinsip dasar ajaran. (3) Pendekatan fiqh yang kontekstual mampu merumuskan solusi dakwah untuk melawan narasi radikalisme dan intoleransi melalui penegasan moderasi beragama. (4) Simulasi studi kasus membuktikan bahwa solusi berbasis fiqh dapat dioperasionalkan secara praktis. Integrasi fiqh dakwah dengan media teknologi dan pendekatan multikultural bukan hanya sebuah keniscayaan, tetapi juga strategi efektif untuk menjadikan dakwah lebih relevan, kontekstual, dan solutif dalam menjawab tantangan zaman. Diperuhkan pendalaman terus-menerus terhadap fiqh dakwah yang responsif terhadap dinamika sosial-media.
FONDASI PERADABAN ISLAM: PELAJARAN DARI MASA KHULAFAUR RASYIDIN Gunawan, Chandra; Sirojuddin, Sirojuddin; Islam, Fahmi; Mastori, Mastori; Darmi, Darmi
Spektra: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Spektra: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam As Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/spektra.v6i3.5305

Abstract

Peradaban Islam mengalami fondasi yang kuat sejak masa Khulafaur Rasyidin, yang meliputi Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Kepemimpinan mereka tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi teladan integrasi nilai spiritual, etika, hukum, dan kesejahteraan sosial. Studi ini menggunakan pendekatan interdisipliner dengan metode kualitatif analisis literatur klasik dan kontemporer untuk mengeksplorasi praktik kepemimpinan, penerapan syariah, dan pembangunan masyarakat pada periode tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa struktur politik, sistem hukum, serta kebijakan sosial-ekonomi pada masa Khulafaur Rasyidin menekankan prinsip keadilan, kemaslahatan publik, dan pendidikan, yang relevan sebagai model pembangunan peradaban Islam kontemporer. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai-nilai kepemimpinan, etika, dan integrasi hukum-spiritual tetap dapat dijadikan pedoman dalam menghadapi tantangan modernitas dan transformasi sosial-politik.