Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kualitas Air Permukaan Sungai Brantas Berdasarkan Parameter Fisik dan Kimia Ahmad Iqbal Addzikri; Firra Rosariawari
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v2i3.1981

Abstract

The Brantas River is a river that plays an important role in supplying the largest raw material for drinking water in the East Java region. Raw water sourced from the Brantas River must have gone through a proper water treatment process and must comply with the requirements for drinking water quality standards stipulated in Permenkes No. 492 of 2010 concerning Drinking Water Quality Requirements. This study aims to determine the surface water quality of the Brantas River based on measurements of physical parameters (turbidity, temperature, DHL, and TDS) and chemical parameters (pH, and residual chlorine) before and after the water treatment process. This study uses a quantitative method on the basis of observation. The research subjects taken were data measuring surface water parameters of the Brantas River from April 2022 to March 2023 before and after the water treatment process. The results showed that there was a difference in the average value before and after the water treatment process for turbidity of 374.8, temperature of 0.06, DHL of 13.5, TDS of 18.58, pH of 0.01, and residual chlorine of 0.27. It is known that all parameters of the surface water of the Brantas River which have gone through a water treatment process meet the drinking water quality standards according to the requirements of Permenkes No. 492 of 2010. And it can be concluded that the quality of drinking water sourced from the surface water of the Brantas River is good and can be distributed to the community.
Effect of Mixing Height on Box Model Calculation in Sulfur Dioxide Dispersion Modeling of Oil and Gas Industries Reyhan Adista Ramadhani; Mohamad Mirwan; Okik Hendriyanto; Firra Rosariawari
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v2i3.2093

Abstract

This study was conducted to determine the effect of height in the calculation of box model dispersion modeling. The experimental method was conducted using sample data of sulfur dioxide exhaust emissions produced by the oil and gas industry. The samples were obtained from an oil and gas company that produces sulfur dioxide emissions. There are two types of data obtained, namely hourly emission data and daily emission data generated by the industry with the amount of data obtained for 360 days. The results showed that the mixing height used in the box model formulation affects the results of the calculation. The optimal mixing height obtained from the study was 75 meters where all sample data used in the calculation showed that there were only 3.5% or 11 samples that did not meet the ambient air quality standards. The results also showed that the higher the mixing height used, the lower the emission of sulfur dioxide emission dispersion modeling calculation results. While calculations with lower mixing height will produce results that are inversely proportional to the concentration of sulfur dioxide emissions, the concentration of sulfur dioxide emissions produced will be higher. Therefore, sulfur dioxide dispersion modeling using a box model can be an alternative in determining the concentration of sulfur dioxide emissions produced.
Perencanaan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 (Studi Kasus: Kantor PT Pertamina Jagir, Surabaya) Fitri Alya Tampubolon; Firra Rosariawari
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 3 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i3.3932

Abstract

Hazardous and Toxic Waste (B3) can cause pollution and environmental damage if directly discharged into the environment. To avoid the impact caused by B3 waste, an integrated and sustainable management system is needed. Hazardous and toxic waste generated by PT Pertamina Jagir office, Surabaya is still not managed according to applicable regulations. Hazardous and toxic waste management efforts are one of the efforts in the implementation of environmentally sound sustainable development. One of the efforts that can be done to overcome the waste problem at the PT Pertamina Jagir office, Surabaya is to carry out Planning and Management of Temporary Storage Areas (TPS) hazardous and toxic waste. This planning consists of 2 rooms, namely, a room for medical waste and a room for solid and liquid waste. The building area of the hazardous and toxic waste TPS is 18,10 m2 with details of 4,96 m x 3,65 m.
PENYISIHAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) AIR SUNGAI DENGAN HIDRAULIS KOAGULASI FLOKULASI Erdio Maulana Wijayanto; Aulia Ulfah Farahdiba; Firra Rosariawari
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i2.12

Abstract

Metode pengolahan yang dapat diterapkan untuk menyisihkan Total Suspended Solids (TSS) dan turbidity pada air sungai salah satunya adalah hidraulis koagulasi flokulasi. Kelebihan dari pengaduk hidraulis, diantaranya waktu detensi yang singkat, tidak memerlukan energi listrik, dan tidak menghasilkan emisi. Parshall flume dan baffle channel merupakan pengaduk yang menggunakan loncatan hidraulis (hydraulic jump) dan tumbukan air dengan sekat. Reaktor parshall flume yang digunakan memiliki ukuran lebar leher 2,54 cm, sedangkan baffle channel berkapasitas 120 liter dengan 75 sekat. Variasi variabel yang digunakan diantaranya debit 8, 10, 12 L/menit, dosis koagulan Alum 70, 80, 90, 100, 110 mg/L, dan waktu pengendapan 60, 90, 120 menit untuk mengetahui pengaruh terhadap penyisihan TSS dan turbidity. Efisiensi penyisihan kandungan TSS 84% dan turbidity 93% didapatkan pada debit 8 L/menit, dosis koagulan 80 mg/L, dan waktu pengendapan di bak penampung 120 menit. Berdasarkan hasil yang diperoleh dan analisis statistik bahwa debit, dosis koagulan, dan waktu pengendapan mempunyai korelasi dan pengaruh terhadap efisiensi penyisihan.
PENGARUH DEBIT ALIRAN TERHADAP DISSOLVE OXYGEN PADA PROSES HIDROULIK KOAGULASI DENGAN PARSHALL FLUME DALAM PENYISIHAN SENYAWA ORGANIK Firra Rosariawari; Aulia Ulfah Farahdiba; Mohammad Pranoto S
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 12 No. 1 (2020): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v12i1.14

Abstract

Proses koagulasi dan flokulasi secara mekanik merupakan proses yang sering digunakan dalam mencampurkan koagulan dengan air sampel. Hidroulik koagulasi merupakan proses koagulasi yang digunakan mencampurkan koagulan secara hidroulik, yaitu dengan manfaatkan aliran air untuk pengadukannya. Parshall Flume merupakan unit yang biasanya diganakan dalam proses aerasi. Unit Parshall flume memanfaatkan betuk penyempitan saluran untuk membentuk suatu terjunan. Pada titik dipenyempitan saluran Parshall Flume dimanfaatkan sebagai proses pencampuran antara koagulan dengan air yang akan diolah. Sehingga Debit aliran yang melalui penyempitan saluran tersebut berpengaruh terhadap tinggi terjunan nya. Level air pada terjunan akan menimbulkan kontak pula antara air dengan udara, sehingga perlu diketahui nilai Dissolve Oxygen yang turut mempengaruhi proses penyisihan senyawa organik yang berada pada air yang akan diolah. Variasi debit dan variasi koagulan digunakan untuk mengetahui nilai optimum aliran dan koagulan dalam menyisihkan senyawa organik
PENURUNAN KADAR MIKROPLASTIK PADA AIR KALI WONOKROMO DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI Firra Rosariawari; Dila Rahmayanti
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.148

Abstract

Kelimpahan mikroplastik di air permukaan Surabaya dapat mengganggu keberlangsungan kehidupan ekosistem sungai dan berdampak buruk bagi manusia. Karena sebagian besar air baku yang digunakan masyarakat Surabaya berasal dari air permukaan. Mikroplastik yang berukuran kurang dari 5µm mengandung bahan kimia berbahaya seperti Polikrolin Binefil (PCB) dan bersifat toksik. Mikroplastik dapat membawa logam berat dan juga beberapa mikroorganisme patogen yang menempel pada badan mikroplastik, hal tersebut dapat dimungkinkan akan masuk kedalam peredaran darah dan menginfeksi tubuh. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar mikroplastik adalah dengan menggunakan elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan proses penggumpalan dan pengendapan partikel-partikel halus yang terdapat di air dengan menggunakan energi listrik. Mikroplastik yang terkandung dalam air tersisihkan melalui proses flokulasi dan pengendapan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penurunan kadar mikroplastik menggunakan elektrokoagulasi dengan variasi jarak antar elektroda dan waktu detensi. Variasi jarak antar elektroda yang digunakan adalah 1,5 cm; 2 cm; 3cm; dan 5 cm. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa untuk menurunkan kadar mikroplastik dalam sampel air permukaan jarak antar elektroda yang paling efektif adalah 3 cm dengan penurunan kadar mikroplastik sebesar 89%.
PENYISIHAN PARAMETER PENCEMAR AIR PERMUKAAN DENGAN MOBILE WATER TREATMENT Firra Rosariawari; Aulia Ulfah Farahdiba
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.177

Abstract

Kebutuhan air bersih secara kuantitatif dan kualitatif sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari hari. Penelitian ini mendesain unit pengolahan air permukaaan menjadi air bersih secara sederhana. Dengan beberapa unit yang dibuat dalam Mobile Water Treatment (MWT) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih sesuai dengan standar baku mutu air bersih. Proses yang ada pada Unit Mobile Water Treatment adalah proses koagulasi dengan menggunakan parshall flume, proses flokulasi dengan menggunakan baffle chanel, bak penampung untuk mengendapkan hasil dari proses flokulasi dan dilanjutkan dengan proses adsorbsi menggunakan karbon aktif dan silica serta desinfektan. Efektifitas unit desinfeksi akan diuji dengan menggunakan beberapa variasi waktu pemaparan untuk mendapatkan waktu detensi yang tepat. Kapasitas unit ini adalah 120 L dengan debit 9 L/menit dan koagulan yang digunakan adalah PAC dengan konsentrasi 75 mg/L. Hasil pengolahan dari unit Mobile Water Treatment ini adalah air bersih yang disesuaikan dengan baku mutu air bersih Permenkes No. 32 Tahun 2017. Dimana parameter pencemar yang akan dianalisis adalah TSS, TDS, Kekeruhan, Fe, Mn, pH, kesadahan dan angka permanganat.
Analisis Evaluasi Kinerja Dan Proses Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Bunga Cinta Kasih; Syahrul Romadon; Firra Rosariawari
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 3, No 2 (2023): Vol 3, No 2 (2023) Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dengan air limbah dari usaha atau kegiatan manusia yang lain. Pengelolaan limbah rumah sakit perlu dilakukan dan dipantau secara menyeluruh. Peran instalasi sanitasi dalam rumah sakit sangat dibutuhkan, salah satunya untuk penanggulangan pencemaran yang di dalamnya termasuk mengolah limbah cair. Limbah cair yang dihasilkan di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur diolah menggunakan IPAL dengan pengolahan secara biologi, fisika, dan kimia. Demi menjaga kualitas IPAL agar mampu bekerja secara maksimal, diperlukan evaluasi secara berkala terhadap seluruh kegiatan baik petugas operasional maupun unit dan sistem peralatan mekanis yang digunakan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi IPAL RSUD Haji Provinsi Jawa Timur secara keseluruhan mulai dari kinerja unit IPAL dan hasil air limbah yang diolah. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam menganalisis sistem pengelolaan, penyaluran, dan pengolahan air limbah RSUD Haji Provinsi Jawa Timur. Evaluasi yang dianalisis dilakukan secara bertahap, mulai dari input dan output air limbah hingga unit dan proses pengolahan serta maintenance IPAL. Diperoleh hasil bahwa sistem pengolahan air limbah yang digunakan oleh RSUD Haji Provinsi Jawa Timur termasuk ke dalam sistem yang lengkap. Unit yang digunakan berupa biofilter aerob, sedimentasi, rapid sand filtration, dan advanced disinfection menggunakan gas ozon. Kinerja unit IPAL dikatakan baik karena mampu mereduksi parameter pencemar hingga batas aman untuk dibuang ke badan air. Perhitungan penyisihan rata-rata parameter TSS sebesar 92,9%, BOD sebesar 77,2%, COD sebesar 36,1%, amonia (NH3-N) sebesar 25%, dan fosfat sebesar 44%. Evaluasi pengelolaan IPAL dikatakan baik karena petugas mampu melaksanakan tanggungjawabnya mengawasi dan mengelola IPAL, baik sistem jaringan perpipaan air limbah hingga unit pengolahan utama.
Identifikasi Parameter Bod Dan Cod Dalam Air Limbah Pt. X Menggunakan Software Pemodelan Mike 21 Firra Rosariawari; Ahmad Iqbal Addzikri
Prosiding ESEC Vol. 4 No. 1 (2023): Seminar Nasional (ESEC) 2023
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to test the MIKE 21 Software model in predicting the distribution of COD andBOD parameters in PT. X East Java. Although not all water bodies that function as a meansof receiving liquid waste are used by humans (residents) to bathe or drink, it still refers toAnnex VI of PP RI Number 22 of 2021 concerning National Water Quality Standards. Thisstudy aims to determine the parameters of BOD and COD produced by PT. X food industryuses MIKE 21 modeling software. Monitoring was carried out at 4 points with a distancedifference of 300m per point. The results obtained were that the simulation of BOD distributionwas carried out for 30 days using the maximum value concentration of waste discharge activity(30 mg / L) for the front river and 85 mg / L for the back river, while the simulation of CODdistribution simulation was carried out for 30 days using the maximum value concentration ofwaste discharge activity (30 mg / L) for the front river and 85 mg / L for the back river.
Analisis Radius Persebaran (Dispersi) Karbon Monoksida Di Jalan Raya Darmo Kota Surabaya Ananda Iqbal Ibrahim; Firra Rosariawari
Jurnal Serambi Engineering Vol. 9 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this research, the concentration of carbon monoxide (CO) on Jalan Raya Darmo, Surabaya City, which is one of the main highways with heavy traffic, was measured and analyzed. The main aim of this research is to measure CO concentrations and create practical plans to reduce pollution levels. The process consists of collecting information about CO concentration, wind speed, temperature, and air humidity using instruments including hygrometers, anemometers, and CO analyzers. The CO distribution was modeled using the AERMOD dispersion model according to the collected data and the associated meteorological conditions. The research findings revealed that CO concentrations varied significantly depending on traffic volume and weather, with the highest figure being 13,704 μg/m3 on Friday afternoon and the lowest figure being 5,224 μg/m3 on Monday morning. A strong CO distribution pattern was found towards the North, Northeast, West and Southwest using AERMOD for distribution analysis. The research conclusion proves that the amount of CO on Jalan Raya Darmo is significantly influenced by weather and traffic density. It is recommended that risk management techniques be used, such as routine motor vehicle maintenance, implementation of odd-even programs, and regular air quality audits to manage and reduce air pollution.
Co-Authors Achmad Afandi Oktavianto Adila Putri Anindya Ahmad Iqbal Addzikri Ahmad Iqbal Addzikri Alfredo Paelongan Ali, Munawar Amanda Cornelia Prastiwi Ana Mauidatul Khasanah Ananda Iqbal Ibrahim Anatasia Wira Harianti Anidah H Triwulandari Anisa Nurrahma Annisa Pita Safira Aprilia Permata Sari Aprilia Putri Ningrum Arini Sayyidah Achmad Atikah Margi Utami Aulia Ulfah Faradiba Aulia Ulfah Farahdiba Aussie Amalia Bunga Cinta Kasih Dea Kirana Nurlaili Debora Rousyella Saulina Tampubolon Della Lusiana Fitri Dheas Rizqi Ameilia Dila Rahmayanti Dila Rahmayanti Dila Rahmayanti Dila Rahmayanti Dwi Agus Novianto Emeralda Rieke Wibowo Erdio Maulana Wijayanto Erdio Maulana Wijayanto Eva Oktavia Fabian Pascalis Serenai Farah Andina Fauziyah Farah Eka Putri Ramadaniati Farras Naufal Zingga Fikry Ardianto Fitri Alya Tampubolon Getlin Ainur Hana Gita Fitriani Hermawan Finistyanto Himmatul Aliyah Rosydi Iwan Wahjudianto Iwan Wahjudijanto Kabul Fadilah Laila Wahyu Susanti M. Faisal Fadhil Moch Altof Maulana Mochammad Qidham Arrizal Aninuddin Mohamad Mirwan Mohamad Mirwan Mohamad Mirwan Mohamad Mirwan Mohammad Pranoto S Muhammad Almadhany Muhammad Fathin Taqiyuddin Muhammad Taufik Albanjari Murti, Restu Hikmah Ayu Novembrianto, Rizka Novirina Hendrasarie Novirina Hendrasarie Novirina Hendrasarie Nuriadin Kazal Nurvita Cundaningsih Okik Hendriyanto Okik Hendriyanto Cahyonugroho Olla Kemala Dyani Pandu Wicaksono Praditya Sigit Ardisty Sitogasa Putri Dwi Yanti Rahmat Aditya Reynaldi Restu Hikmah Ayu M Reyhan Adista Ramadhani Risma Indah Salsabila Sherly Galuh Puspita Shinta Esharikha Sumaidi Sumaidi Syafina Ramadhini Estie Rahayu Syahrul Munir Syahrul Romadon Tiara Mohamad Mirwan Tuhu Agung Rachmanto Tuhu Agung Rachmanto William Steviano Lesa Zilda Diandra Zuraida