Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Berkala Ilmiah Pertanian

KARAKTERISTIK PERUBAHAN PROTEIN BIJI MELINJO (GNETUM GNEMON) PADA AWAL PERKECAMBAHAN Siregar, Adrian Syawaluddin; Siswoyo, Tri Agus; Sukowardojo, Bambang
Berkala Ilmiah Pertanian (e-ISSN: 2338-8331) Vol 1, No 2: NOVEMBER
Publisher : Berkala Ilmiah Pertanian (e-ISSN: 2338-8331)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.072 KB)

Abstract

[ENGLISH] Protein was one of macromolecule in seed which played an important role in the process of germination. Storage protein in seed was hydrolyzed to amino acid which are then used in the translation process for a genetic message interpretating and protein building in pre-germination process. Pre-Germination was the first step of germination that have many biochemical changes. The objectives of this research was to know biochemical characteristic of soluble protein and protein pattern of melinjo seed during pre-germination. Two varieties of melinjo seed Gentong and Kerikil was used in this research with three stages of treatment (initial seed, 3 weeks warm stratification seed and 1 month seed seedling). Seed samples are extracted to determine total soluble protein and protein pattern with 15 % SDS-PAGE. The results showed that total soluble protein have a change different at each stage of the treatment. Protein patterns analysis indicates band protein with molecular weight 66 kDa and 14 kDa change during pre-germination. Keywords: Melinjo Seed; Pre-Germination; Protein; SDS-PAGE [INDONESIAN] Protein merupakan salah satu makromolekul dalam biji yang berperan penting pada proses perkecambahan. Protein yang tersimpan pada biji dihidrolisis menjadi asam amino yang kemudian digunakan dalam proses translasi untuk menginterpretasi suatu pesan genetik dan membentuk protein dalam proses awal perkecambahan. Awal perkecambahan adalah tahapan pertama dari proses perkecambahan dimana perubahan biokimia telah banyak terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik perubahan kandungan protein terlarut dan pola protein biji tanaman melinjo pada awal perkecambahan. Penelitian ini menggunakan 2 varietas biji melinjo yaitu varietas Gentong dan Kerikil dengan tiga tahap perlakuan yaitu biji awal, biji setelah perlakuan stratifikasi hangat selama 3 minggu dan biji setelah 1 bulan semai. Sampel biji melinjo diekstrak untuk menentukan kandungan protein terlarut dan pola protein menggunakan 15% SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein terlarut mengalami perubahan yang berbeda pada setiap tahap perlakuan. Analisa pola protein menunjukkan adanya 2 jenis pita protein yang mengalami perubahan pada awal perkecambahan yaitu protein dengan berat molekul 66 kDa dan 14 kDa. Kata Kunci: Biji Melinjo; Awal Perkecambahan; Protein; SDS-PAGE How to citate: Siregar AS, TA Siswoyo, B Sukowardojo. 2013. Karakteristik perubahan protein biji melinjo (Gnetum gnemon) pada awal perkecambahan. Berkala Ilmiah Pertanian 1(2): 24-26.
KARAKTERISTIK PERUBAHAN PROTEIN BIJI MELINJO (GNETUM GNEMON) PADA AWAL PERKECAMBAHAN Adrian Syawaluddin Siregar; Tri Agus Siswoyo; Bambang Sukowardojo
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 1 No 2 (2013): NOVEMBER
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.072 KB)

Abstract

[ENGLISH] Protein was one of macromolecule in seed which played an important role in the process of germination. Storage protein in seed was hydrolyzed to amino acid which are then used in the translation process for a genetic message interpretating and protein building in pre-germination process. Pre-Germination was the first step of germination that have many biochemical changes. The objectives of this research was to know biochemical characteristic of soluble protein and protein pattern of melinjo seed during pre-germination. Two varieties of melinjo seed Gentong and Kerikil was used in this research with three stages of treatment (initial seed, 3 weeks warm stratification seed and 1 month seed seedling). Seed samples are extracted to determine total soluble protein and protein pattern with 15 % SDS-PAGE. The results showed that total soluble protein have a change different at each stage of the treatment. Protein patterns analysis indicates band protein with molecular weight 66 kDa and 14 kDa change during pre-germination. Keywords: Melinjo Seed; Pre-Germination; Protein; SDS-PAGE [INDONESIAN] Protein merupakan salah satu makromolekul dalam biji yang berperan penting pada proses perkecambahan. Protein yang tersimpan pada biji dihidrolisis menjadi asam amino yang kemudian digunakan dalam proses translasi untuk menginterpretasi suatu pesan genetik dan membentuk protein dalam proses awal perkecambahan. Awal perkecambahan adalah tahapan pertama dari proses perkecambahan dimana perubahan biokimia telah banyak terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik perubahan kandungan protein terlarut dan pola protein biji tanaman melinjo pada awal perkecambahan. Penelitian ini menggunakan 2 varietas biji melinjo yaitu varietas Gentong dan Kerikil dengan tiga tahap perlakuan yaitu biji awal, biji setelah perlakuan stratifikasi hangat selama 3 minggu dan biji setelah 1 bulan semai. Sampel biji melinjo diekstrak untuk menentukan kandungan protein terlarut dan pola protein menggunakan 15% SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein terlarut mengalami perubahan yang berbeda pada setiap tahap perlakuan. Analisa pola protein menunjukkan adanya 2 jenis pita protein yang mengalami perubahan pada awal perkecambahan yaitu protein dengan berat molekul 66 kDa dan 14 kDa. Kata Kunci: Biji Melinjo; Awal Perkecambahan; Protein; SDS-PAGE How to citate: Siregar AS, TA Siswoyo, B Sukowardojo. 2013. Karakteristik perubahan protein biji melinjo (Gnetum gnemon) pada awal perkecambahan. Berkala Ilmiah Pertanian 1(2): 24-26.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK BAWANG MERAH DAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK JAMBU AIR MADU DELI HIJAU (Syzygium samarangense) Nabila Nur Aisyah Al Ayyubi; Bambang Kusmanadhi; Tri Agus Siswoyo; Yagus Wijayanto
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 2 No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.695 KB) | DOI: 10.19184/bip.v2i1.16148

Abstract

ABSTRACT Green Deli Rose Apples (Syzygium samarangense) has several beneficial properties in terms of usability, cultivation, health, and economy. The intensive development of green deli rose apples plants is needed given increasing demand, needs, and has bright prospects. One of the efforts to develop green deli rose apples plants is through handling plant propagation. Propagation of green deli rose apples can be done in two ways, namely generative and vegetative. Generative propagation requires a relatively long time, while vegetative propagation have difficult to growth in rooted. Shoot-cuttings is one of the vegetative propagation that has been chosen because it is easier to root than the old parts of the plant. The use of plant growth regulators (PGR) is needed to stimulate green deli rose apples shoot-cuttings rooting. Alternative PGR is giving shallot extract and coconut water as a substitute for synthetic auxin which has a relatively expensive price. The purpose of this study was to determine the combination of the effect of the concentration shallot extract and coconut water, as well as to find out the concentration of shallot extracts and coconut water which was most influential on the growth of shoot-cutting of green deli rose apples. The extract shallot concentration used is control, 0,5%, 1,0%, and 1,5%. The coconut water concentration used is control, 20%, 30% and 40%. Data obtained next analyzed and tested using DMRT α 5%. The result showed te best treatment combination for concentration shallot extract of 0,5% and coconut water of 20%. Keywords: greend deli rose apples, shoot-cutting, shallot extract, coconut water ABSTRAK Jambu air madu deli hijau (MDH) (Syzygium samarangense) memiliki beberapa sifat yang menguntungkan baik dari segi kegunaan, budidaya, kesehatan, maupun ekonomi. Pengembangan tanaman secara intensif diperlukan mengingat permintaan dan kebutuhan yang semakin meningkat, serta memiliki prospek yang cerah. Salah satu usaha pengembangan tanaman yaitu melalui penanganan perbanyakan tanaman. Perbanyakan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu generatif dan vegetatif. Perbanyakan secara generatif membutuhkan waktu yang relatif lama, sedangkan perbanyakan vegetatif memiliki kendala sulit membentuk perakaran. Stek pucuk merupakan salah satu perbanyakan vegetatif yang banyak dipilih karena lebih mudah berakar dibandingkan bagian tanaman tua. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) diperlukan untuk merangsang perakaran stek pucuk jambu air MDH. Alternatif ZPT yaitu pemberian ekstrak bawang merah dan air kelapa sebagai pengganti auksin sintetis yang memiliki harga relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi pengaruh konsentrasi ekstrak bawang merah dan air kelapa terhadap pertumbuhan stek pucuk jambu air MDH, serta mengetahui konsentrasi ekstrak bawang merah dan air kelapa yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan stek pucuk jambu air MDH. Konsentrasi ekstrak bawang merah yang digunakan antara lain kontrol, 0,5%, 1% dan 1,5%. Konsentrasi air kelapa yang digunakan antara lain kontrol, 20%, 30%, dan 40%. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan diuji menggunakan DMRT α 5%. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan terbaik untuk konsentrasi ekstrak bawang merah dan air kelapa adalah konsentrasi 0,5% dan air kelapa 20%. Kata Kunci: jambu air madu deli hijau, stek pucuk, ekstrak bawang merah, air kelapa
PERUBAHAN SENYAWA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) SELAMA FASE TUMBUH TUNAS Arbi Bahtiar Boedi Iman Halanobis; Tri Agus Siswoyo
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 1 (2022): Februari
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.697 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i1.33153

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman rempah dan herbal yang dimanfaatkan sebagai minuman atau campuran pada bahan pangan. Jahe memiliki nilai jual yang tinggi karena banyaknya permintaan konsumen baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun sebagai bahan baku perusahaan jamu dan makanan. Permasalahan utama pada budidaya jahe adalah sulitnya menjaga ketersediaan rimpang benih bermutu dalam jumlah cukup pada waktu yang diperlukan. Permasalah tersebut disebabkan oleh rendahnya mutu bahan tanaman, seperti umur panen dan penyimpanan yang tidak tepat. Jahe mengandung senyawa antioksidan alami yang secara farmakologis cukup tinggi dan mampu menghambat radikal bebas. Senyawa antioksidan yang terdapat pada jahe yaitu senyawa fenolik yang berupa golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, dan asam-asam organik polifungsional. Senyawa fenolik pada jahe yang berperan sebagai antioksidan terdiri dari gingerol dan shogaol. Berdasarkan penelitian sebelumnya menyatakan bahwa penyimpanan pada rimpang jahe berpengaruh dalam kandungan senyawa antioksidan pada rimpang jahe. Begitu pula dengan seiring bertambahnya periode pertumbuhan tunas rimpang jahe maka aktivitas antioksidannya semakin meningkat. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui mengenai pengaruh umur rimpang pada umur tumbuh tunas terhadap perubahan senyawa dan aktivitas antioksidan. Data yang diperoleh yaitu pada umur rimpang jahe berpengaruh terhadap perubahan senyawa dan aktivitas antioksidan pada rimpang jahe. Umur tunas jahe yang telah melalui proses penyimpanan tidak berpengaruh terhadap perubahan senyawa dan aktivitas antioksidan pada rimpang jahe.
Pengaruh Cekaman Salinitas Terhadap Aktivitas Katalase dan Pertumbuhan Bibit Melinjo (Gnetum gnemon L.) Reza Septyan Pratama; Tri Agus Siswoyo
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 5 No 3 (2022): Agustus
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.734 KB) | DOI: 10.19184/bip.v5i3.16080

Abstract

ABSTRACTMelinjo plant (Gnetum gnemon L.) is one of the plants that has the potential to be developed, especially inthe tropics. Melinjo plants have a protein content of 9-10%. Reactive Oxygen Species (ROS) have increasedaccumulation in plant cells offset by increased antioxidants, which serve to protect against cell damage causedby osmotic pressure in plant tissue. Salinity stress can be induced through the application of Sodium Chloride(NaCl). This research was conducted to determine the response of growth and activity of the enzyme catalase(CAT) of melinjo seeds to the duration of NaCl application. The study was conducted from January tocompletion in the Green House and plant analysis laboratory at the Faculty of Agriculture, University of Jember.The experimental method used was the Completely Randomized Design (CRD) of NaCl application treatment of0, 5, 10, 15, and 20%. with a treatment duration of application of 45 days and repeated as many as 5 replications.NaCl application of 0 - 20% significantly affects plant growth, especially on plant height, root length, and wetweight parameters. When the condition of the plant experiences salinity stress, it affects the percentage of acidreduction 2,2'- Azinobis (3-ethylbenzatiazolin) - 6-sulfonate (ABTS) has the highest value in the P3 treatment of26.08%. The highest CAT antioxidant activity in P4 treatment was 1.02 units / mg protein.Keywords: NaCl, protein, antioxsidant, Gnetum gnemon L.ABSTRAKTanaman melinjo (Gnetum gnemon L.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkankhususnya di daerah tropis. Tanaman melinjo mempunyai kandungan protein sebesar 9-10%. Reactive OxygenSpesies (ROS) mengalami peningkatan akumulasi didalam sel tanaman diimbangi dengan meningkatnyaantioksidan, yang berfungsi melindungi dari kerusakan sel akibat dari tekanan osmotik didalam jaringantanaman. Cekaman salinitas dapat diinduksikan melalui aplikasi Natrium Chlorida (NaCl). Penelitian inidilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan aktivitas enzim katalase (CAT) bibit melinjo terhadaplama aplikasi NaCl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai selesai di Green House dan laboratoriumanalisis tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jember. Metode percobaan yang digunakan adalah RALperlakuan aplikasi NaCl 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan perlakuan lama aplikasi 45 hari dan diulangsebanyak 5 ulangan. Lama aplikasi NaCl 0% - 20% berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanamankhususnya pada parameter tinggi tanaman, panjang akar, berat basah tanaman. Pada saat kondisi tanamanmengalami stress salinitas mempengaruhi persentase peredaman Asam 2,2’- Azinobis (3-etilbenzatiazolin)- 6-sulfonat (ABTS) memiliki nilai tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 26,08%. Aktivitas antioksidan CAT tertinggipada perlakuan P4 sebesar 1,02 unit/mg protein.Kata Kunci: NaCl, protein, antioksidan, melinjo