Claim Missing Document
Check
Articles

Acupuncture Care for Lumbar Pain Case Due to Lumbosacral Instability at Griya Sehat BSA Holistik Pontianak Sutiyoso, Seneng; Wulandari, Mayang; Candra , Leny
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i11.2089

Abstract

Supervisor II, dr. Leny Candra, A. Md. Akp., MM Lumbar pain due to Lumbosacral Instability is one of the musculoskeletal complaints that is often found. Acupuncture as a complementary therapy has been used to reduce pain in cases of low back pain. This study is to determine the benefits of Acupuncture Care for Clients with Low Back Pain Due to Lumbosacral Instability at Griya Sehat BSA Holistik Pontianak comprehensively. The subject of the study was a 43-year-old male client who experienced lumbar pain and underwent acupuncture therapy at Griya Sehat BSA Holistik Pontianak. The research design uses a qualitative approach of the case study type. In-depth data collection is carried out using instruments in the form of Client Data Sheets. The data was processed based on Observation (Wang), Hearing and Smell (Wen), Interview (Wen), and Touch (Qie), hence the diagnosis of client syndrome Cold Moist Pathogen Attacking the Taiyang Meridians of the Bladder Leg. The intervention was carried out by needle insertion at acupuncture points according to the syndrome from the results of diangnose six meetings with an interval of three days. The results showed a significant decrease in the level of lumbar pain in clients after receiving acupuncture care. Pain complaints disappear, movement reflexes increase. In order for clients to stay healthy, it is recommended to avoid lifting heavy objects, exercise regularly, air conditioning or fans do not be directed at the body directly, drink enough water, and sunbathe every morning.
Asuhan Akupunktur Pada Penderita Batuk Pasca-Stroke: Studi Kasus Feby Efendi; Leny Candra Kurniawan; Mayang Wulandari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2532

Abstract

ABSTRAK Batuk pasca-stroke merupakan komplikasi umum akibat disfagia yang meningkatkan risiko aspirasi dan menurunkan kualitas hidup pasien. Terapi akupunktur dipandang sebagai alternatif non-farmakologis yang aman dan efektif dalam menangani kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita batuk pasca-stroke. Desain penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif terhadap satu partisipan laki-laki berusia 68 tahun yang menjalani enam sesi terapi di Rumah Sehat Indah Pandaan selama bulan April 2025. Data dikumpulkan melalui empat metode pemeriksaan akupunktur (Wang, Wen, Wen, Qie) serta dianalisis secara deskriptif. Hasil terapi menunjukkan perbaikan signifikan berupa penurunan frekuensi batuk, dahak menjadi jernih dan sedikit, hilangnya sesak napas, serta peningkatan kualitas tidur. Diagnosis akupunktur yang ditegakkan adalah Sindrom Dahak Panas pada Paru dan Ginjal tidak menangkap Qi Paru. Partisipan disarankan untuk menjaga gaya hidup sehat, termasuk rutin berolahraga, tidak merokok, dan mengelola stres untuk mempertahankan kondisi kesehatan.
Efektivitas Asuhan Akupunktur dalam Mengurangi Nyeri dan Kekakuan pada Kasus Trigger Finger Indrawati Setyono; Mayang Wulandari; Ikhwan Abdullah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2533

Abstract

Trigger Finger merupakan gangguan muskuloskeletal yang ditandai oleh nyeri dan sensasi mengunci (locking) yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Akupunktur adalah terapi komplementer yang relatif aman untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi gerak pada kasus gangguan muskuloskeletal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur pada penderita Trigger Finger di Klinik Aura Akupunktur Jakarta Barat. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus dengan sampel satu orang partisipan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode Wang, Wen, Wen, dan Qie. Intervensi dilaksanakan sebanyak enam kali sesi terapi menggunakan titik lokal Ashi (A1 pulley) serta titik distal LI-4, SJ-5, dan SI-3 dengan metode reduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah enam kali terapi, nyeri tajam (stabbing pain) pada jari tangan ke-3 kiri hilang sepenuhnya. Kekakuan, sensasi terkunci, serta bengkak dan nyeri tekan pada area A1 pulley mengalami perbaikan signifikan hingga kembali normal. Penjaruman pada titik-titik tersebut terbukti melancarkan aliran Qi dan darah sehingga memperbaiki fungsi gerak jari. Hasil penelitian ini disarankan menjadi bahan pertimbangan bagi akupunktur terapis dalam memberikan asuhan yang tepat dan aman bagi penderita Trigger Finger.
Penatalaksanaan Infertilitas melalui Akupunktur dalam Perspektif Chinese Medicine: Studi Kasus Zulli Nuralita; Leny Candra Kurniawan; Mayang Wulandari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2540

Abstract

Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang kompleks dan sering berkaitan dengan gangguan keseimbangan internal tubuh, termasuk dalam perspektif Chinese Medicine. Salah satu sindrom yang berperan adalah sindrom dingin di rahim yang dapat menghambat fungsi reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil asuhan akupunktur pada kasus infertilitas sekunder dengan sindrom dingin di rahim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada satu partisipan perempuan usia reproduktif yang menjalani enam sesi terapi akupunktur di Klinik Anugerah Cahaya Ilahi Jakarta Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi berdasarkan empat metode pemeriksaan Chinese Medicine (Wang, Wen, Wen, dan Qie), kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif antara kondisi sebelum dan sesudah terapi. Hasil penelitian menunjukkan timbulnya kembali menstruasi setelah sesi terapi ke-6, disertai berkurangnya rasa dingin pada tangan dan kaki, penurunan frekuensi buang air kecil, serta perbaikan kualitas tidur dan kondisi emosional. Temuan objektif juga menunjukkan perubahan positif pada pemeriksaan lidah, nadi, dan kondisi otot perut serta pinggang. Berdasarkan hasil tersebut, akupunktur disarankan sebagai pendekatan komplementer dalam penanganan infertilitas dengan latar belakang sindrom dingin di rahim.
Asuhan Akupunktur pada Kasus Palpitasi: Studi Kasus di Klinik Akupunktur Sutami 58 Bandung Rani Hardi Ningsih; Mayang wulandari; Amal Prihatono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8228

Abstract

Palpitasi merupakan sensasi detak jantung yang tidak normal dan sering menimbulkan ketidaknyamanan serta penurunan kualitas hidup. Penatalaksanaan palpitasi umumnya menggunakan terapi farmakologis, namun pada sebagian pasien dapat menimbulkan efek samping dan ketergantungan obat. Akupunktur sebagai terapi komplementer berpotensi menjadi alternatif yang aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur dalam mengurangi keluhan palpitasi pada pasien di Klinik Akupunktur Sutami 58 Bandung. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien perempuan berusia 34 tahun yang mengalami palpitasi. Asuhan akupunktur diberikan selama enam minggu dengan total delapan kali terapi menggunakan titik BL15 (Xinshu), BL17 (Geshu), BL23 (Shenshu), PC6 (Neiguan), dan HT7 (Shenmen). Evaluasi dilakukan pada setiap sesi berdasarkan perubahan keluhan subjektif, pemeriksaan nadi, serta kondisi umum pasien. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan frekuensi dan intensitas palpitasi secara bertahap, ditandai dengan penurunan denyut nadi dari 105 kali/menit menjadi 78 kali/menit pada akhir terapi. Selain itu, pasien melaporkan perbaikan kualitas tidur, penurunan kecemasan, dan peningkatan energi, serta penghentian penggunaan obat medis di bawah pengawasan dokter. Disimpulkan bahwa asuhan akupunktur efektif dalam mengurangi keluhan palpitasi dan dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer yang aman dan bermanfaat.
Asuhan Akupunktur Untuk Kasus Kaku Leher : Studi Kasus Alice Alice; Mayang Wulandari; Leny Candra; Amal Prihartono; Tjhia Khie Khiong
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52272

Abstract

Kaku leher adalah salah satu masalah kesehatan yang sering muncul yang ditandai dengan kekakuan leher dan nyeri pada leher dan area sekitarnya yang dapat menjalar ke area bahu, lengan dan tangan dan dapat menjalar sampai ke kepala dan menimbulkan sakit kepala. Kaku leher yang tidak diobati dapat memberikan dampak terhadap penurunan produktivitas yang dapat menyebabkan dampak ekonomi bagi pasien, keluarga, dan lingkungan kerja penderita. Tatalaksana kasus kaku leher saat ini adalah berupa obat-obatan penghilang rasa nyeri dan pelega otot. Pengobatan yang diberikan tersebut ternyata belum dapat mengobati secara tuntas, bahkan ada yang menimbulkan efek samping, oleh karena itu dibutuhkan modalitas terapi lain seperti akupunktur sebagai komplimentari. Terapi akupunktur yang mudah, aman, rasional, efektif, murah dan alami diharapkan mampu mengobati kaku leher. Tujuan penelitian ini adalah mengunakan akupunktur untuk mengobati kasus kaku leher dan diharapkan dampak dari kesembuhan ini dapat menjadikan suatu panduan yang dapat diterapkan di masyarakat luas dan memberikan dampak terhadap pengabdian di Masyarakat. Metode yang digunakan adalah melakukan penusukan titik-titik akupunktur GB20, GB21, SI3, SI15, LI4, BL 10 dan Titik Extra EX-UE-8 sebanyak 2 kali seminggu selama 6 kali terapi. Hasil penelitian menunjukkan perbaikan dari raut muka, nyeri dan kaku leher menjadi sembuh dan kualitas hidup penderita menjadi lebih baik. Simpulan bahwa akupunktur pada kasus kaku leher dengan menusuk titik-titik terpilih memberikan dampak positif perbaikan terhadap keluhan nyeri dan kaku pada leher penderita.
Asuhan akupunktur kasus hemorrhoid di Praktek Mandiri dr. Tjhia Bandung Alfie Vere Likhie; Mayang Wulandari; Leny Candra; Amal Prihartono; Tjhia Khie Khiong
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52278

Abstract

Hemorrhoid merupakan kondisi patologis pada anorektal yang sering terjadi dan meskipun tergolong jinak tetapi memiliki dampak sosial yang tinggi sehingga perlu mendapat perhatian baik dari perspektif diagnostik maupun terapeutik. Hemorrhoid ditandai dengan hiperplasia vaskular dan respon mediator inflamasi (Ramnayan et al., 2025). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat asuhan akupunktur hemorrhoid di Praktik Mandiri dr. Tjhia Bandung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Studi kasus dipilih pada penelitian ini dengan tujuan untuk mengeksplorasi suatu masalah/fenomena dengan batasan terperinci, pengambilan data dapat lebih mendalam dan menyertakan berbagai sumber informasi. Hasil dengan berubahnya data pada sesi terapi ke-1 dengan sesi terapi ke-2, sampai sesi terapi ke-10 yang terakhir, menghasilkan perubahan membaik, maka rumusan diagnosis akupunktur yang diterapkan tetap mengikuti sindrom sesuai kondisi saat itu dan juga tidak langsung diubah sindromnya walaupun ada perubahan pada pemeriksaan. Simpulan asuhan akupunktur memberikan perbaikan pada kasus hemorrhoid di praktek mandiri dr. Tjhia Bandung.
Acupuncture Care For Gastritis Sufferers At Griya Bimaristan Qisthi Banda Aceh Habeib, Rinaldi; Abdullah, Ikhwan; Mahadini, Chantika; Wulandari, Mayang
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i1.343

Abstract

Gastritis is a common digestive disorder in adults with irregular lifestyles and eating patterns. This qualitative case study collected data through four traditional examination methods: observation (Wang), hearing and smell (Wen), interviews (Wen), and palpation (Qie), complemented by documentation. The participant, a 31-year-old male with heartburn, received six sessions of acupuncture therapy. Based on the examination results, a diagnosis of Deficient Spleen and Cold Stomach Syndrome was made. The evaluation showed positive progress, with a significant reduction in heartburn, accompanied by an improvement in appetite, and the elimination of bloating and nausea. This case study is expected to provide additional material to enrich the knowledge of acupuncture students. For future researchers, this report can serve as a reference for treating stomach pain with an acupuncture approach. For the wider community, these findings reinforce acupuncture as an effective and safe therapeutic modality for functional stomach disorders, in addition to available conventional treatment options.
Asuhan Akupunktur pada Penderita Kecemasan di Rumah Sehat Alam Borneo Sangatta Wahyudi, Deddy Eko; Wulandari, Mayang; Abdullah, Ikhwan; Candra, Leny
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/-.v8i2.446

Abstract

Gangguan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang berdampak kompleks pada aspek fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan asuhan akupunktur pada penderita kecemasan di Rumah Sehat Alam Borneo Sangatta, propinsi Kalimantan Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada seorang partisipan laki-laki berusia 51 tahun yang mengalami kecemasan berat dan insomnia. Berdasarkan pemeriksaan Traditional Chinese Medicine (TCM), partisipan didiagnosis mengalami sindrom Stagnasi Qi Hati disertai Defisiensi Qi Limpa. Intervensi dilakukan sebanyak enam sesi selama empat minggu pada Desember 2025 menggunakan titik utama Taichong (LR3), Neiguan (PC6), Shenmen (HT7), Zusanli (ST36), Sanyinjiao (SP6), dan Baihui (GV20). Hasil penelitian menunjukkan perbaikan signifikan baik secara subjektif maupun objektif. Keluhan cemas menurun, kualitas tidur membaik dari sulit tidur menjadi 5–6 jam per malam, serta keluhan penyerta seperti gangguan pencernaan dan kelelahan teratasi. Secara objektif, kondisi Shen menjadi segar, selaput lidah menipis, dan nadi menjadi stabil. Disimpulkan bahwa terapi akupunktur efektif dalam menangani gangguan kecemasan dengan prinsip menenangkan Shen, melancarkan aliran Qi, dan menguatkan Limpa.
THE ROLE OF ACUPUNCTURE IN A SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS PATIENT: A CASE STUDY Mayang Wulandari; Amal Prihatono
Journal of Vocational Health Studies Vol. 9 No. 3 (2026): March 2026 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V9.I3.2026.217-223

Abstract

Background: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) is a chronic autoimmune disease commonly characterized by symptoms such as frequent headaches, joint pain, and occasional body swelling. Acupuncture, a traditional Chinese medicine therapy, has been identified as a possible alternative for managing symptoms in SLE patients, especially for those seeking relief from the side effects of conventional treatments. Purpose: This study aims to evaluate the effectiveness and safety of acupuncture, a minimally invasive therapy, in addressing chronic and complex complaints in a SLE patient. Case analysis: A case study was conducted on a 23-year-old woman diagnosed with SLE presenting complaints of frequent headaches, joint pain, and occasional body swelling. Data were collected through observation, hearing (auscultation)/smelling (olfaction) assessment, interview, and palpation. The patient underwent 12 acupuncture sessions with assessments conducted before and after therapy, including Traditional Chinese Medicine (TCM) examination, abdominal ultrasound, chest X-ray, and laboratory tests. Result: Following acupuncture therapy, the patient’s headaches were resolved, joint pain diminished, and swelling subsided. Conclusion: Acupuncture can be an effective supportive therapy and a safe option for reducing various symptoms in SLE patients.