Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penerapan Prinsip-prinsip Good Governance Dalam Tata Kelola Pemerintahan di Desa Bumi Sari Nita Lusiana; Najamudin Najamudin
Musamus Journal of Public Administration Vol 5 No 2 (2023): Musamus Journal of Public Administration: Volume 5, Nomor 2
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v5i2.5040

Abstract

Abstract: Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah aparatur Gampong Bumi Sari telah menerapkan prinisp-prinsip good governance dalam system pemerintahan nya, kemudian dengan dilakukannya penelitian ini maka akan dapat mengetahui apa saja kendala serta hambatan-hambatan dalam penerapannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan wawancara,observasi, serta dokumentasi yang kemudian dijadikan data primer, sedangkan untuk data sekunder didapatkan melalui media internet, buku bacaan berupa jurnal yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan penulis. Analisis data dimulai dari saat proses pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat penerapan prinsip-prinsip good governance dalam tata kelola pemerintahan Gampong Bumi sari belum optimal, dilihat dari keterlambatan pemerintah dalam pembangunan belum sesuai dengan RKPdes dan belum terlaksana pada waktu yang ditentukan, serta beberapa aparatur yang belum mampu dalam menjelaskan kejelasan terkait informasi tertulis yang dibuat. Kendala nya yaitu terbatasnya akses jaringan internet, kurangnya partsipasi masyarakat, tingkat pemahaman sebagian aparatur Gampong yang masih kurang. Disimpulkan bahwa dalam penerapan prinsip-prinsip good governance aparatur Gampong sudah cukup baik, namun, dalam proses pelaksanaanya masih ada beberapa prinsip yang belum dapat terlaksana secara optimal.
From Corruption to Declining Public Trust: Implications for Political Participation in West Aceh Regency Najamudin; Sudarman; Fadhly, Zuhrizal; Asmaul Husna, Cut; Wahyu Handayani, Sri
Journal of Politics and Policy Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jppol.2026.8.1.6

Abstract

Corruption is a major challenge in democratic governance because it has a broad impact on societal conditions, particularly economic conditions. For example, political participation shapes public trust in West Aceh Regency. This study uses a qualitative case study approach. Interviews with 10 informants and relevant documents will be conducted. This activity shows that citizens view corruption as a lack of accountability and transparency, and as the unethical use of public resources, not just as a violation of the law. This indicates a decline in public trust in local government institutions, both electoral and non-electoral, due to corruption. This study also examines the impact of corruption on the character of citizen engagement and the weakening of institutional legitimacy, which in turn affects the relationship between society and the state. The results of this study are important for improving formal accountability, transparency, and public oversight mechanisms to encourage more meaningful political participation and rebuild trust in local government bodies. This research is expected to deepen understanding of how citizens perceive corrupt behavior and its influence on local political affairs.
Unpacking Failures and Challenges in Flood Mitigation: An Actuating-Based Policy Implementation Analysis in West Aceh Erlinda Sarni Sidim; Ikhwan Rahmatika Latif; Ilham Mirza Saputra; Aulia Risky; Karuni Humairah Arta; Najamudin Najamudin
JOURNAL OF GOVERNMENT SCIENCE Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54144/govsci.v7i1.150

Abstract

Flood disasters remain a recurrent and escalating risk in Indonesia, particularly in regions with high hydrometeorological vulnerability such as West Aceh Regency. This study aims to analyze the implementation of flood disaster mitigation policies at the local government level by employing George R. Terry’s actuating framework, which encompasses motivating, directing, communicating, and leading. A qualitative research approach was adopted, utilizing in-depth interviews, field observations, and document analysis to capture the dynamics of policy implementation in practice. The findings reveal that the effectiveness of flood mitigation in West Aceh is constrained by several interrelated factors, including low community participation, weak policy synchronization across institutions, limited communication systems, and insufficient leadership coordination. Although the local government has undertaken both structural measures—such as drainage improvement and flood control infrastructure—and non-structural measures—such as community awareness programs and institutional strengthening—these efforts remain fragmented and insufficiently integrated. As a result, mitigation outcomes have not yet significantly reduced the recurring flood risks. This study contributes to the literature by proposing an integrative conceptual framework that connects the actuating function with structural and non-structural mitigation approaches. The framework highlights that effective disaster mitigation is not solely dependent on technical interventions but also on the quality of policy execution, institutional capacity, and participatory governance. The study recommends strengthening institutional coordination, enhancing participatory communication strategies, and ensuring the integration of technical and social approaches in local disaster mitigation policies. These findings provide practical and theoretical implications for improving disaster governance in flood-prone regions, particularly within decentralized governance contexts.
Sosialisasi Pendampingan Implementasi Program Kebijakan PAUD-HI di TK Pocut Meuligoe Samalanga Kabupaten Bireuen Karuni Humairah Arta; Arfriani Maifizar; Ikhwan Rahmatika Latif; Ilham Mirza Saputra; Najamudin Najamudin; Afrizal Tjoetra; Khairan Khairan; Chairul Iqbal Aziz; Reza Fahlevi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 8, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v8i1.14503

Abstract

Holistic Integrative Early Childhood Education (PAUD-HI) is a strategic approach to fulfilling the essential needs of early childhood, including education, health, nutrition, care, protection, and welfare. This community service activity aimed to provide socialization and mentoring on the implementation of the PAUD-HI program at TK Pocut Meuligoe Samalanga, Samalanga District, Bireuen Regency. The activity employed a participatory approach through material presentations, interactive discussions, and question-and-answer sessions involving school principals, teachers, and school committee members. The materials delivered included PAUD-HI policies based on Bireuen Regent Regulation Number 4 of 2020, priority PAUD-HI programs, and PAUD management. The results indicate that the participant targets were successfully achieved, the materials were well understood, and participants showed high enthusiasm throughout the activity. This program is expected to enhance stakeholders’ understanding of PAUD-HI implementation and contribute to improving the quality of early childhood education services in a sustainable manner.
KUALITAS PELAYANAN PELANGGAN KAFÉ DI ERA PIALA DUNIA 2026 Nurhaslita Sari; Sri Wahyu Handayani; Desi Marlizar; Aduwina; Najamudin; Syafrizal
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6824

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan pelanggan di kafe pada era Piala Dunia serta pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan. Penyelenggaraan Piala Dunia menjadi momentum yang meningkatkan jumlah pengunjung kafe karena banyak masyarakat memilih menyaksikan pertandingan bersama di tempat yang menyediakan fasilitas pendukung. Kondisi tersebut menuntut pengelola kafe untuk memberikan pelayanan yang cepat, ramah, responsif, dan didukung oleh fasilitas yang memadai agar mampu memenuhi harapan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pelanggan kafe yang berkunjung selama periode penyelenggaraan Piala Dunia. Analisis dilakukan berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangibles). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pelanggan berada pada kategori baik, dengan dimensi bukti fisik dan keramahan karyawan memperoleh penilaian tertinggi. Sementara itu, aspek kecepatan pelayanan masih memerlukan peningkatan, terutama pada saat jumlah pengunjung meningkat selama pertandingan berlangsung. Secara keseluruhan, kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan, semakin tinggi tingkat kepuasan pelanggan, yang pada akhirnya mendorong loyalitas pelanggan dan meningkatkan daya saing kafe. Berdasarkan hasil penelitian, pengelola kafe disarankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui penambahan tenaga kerja pada jam-jam sibuk, pelatihan pelayanan prima bagi karyawan, serta peningkatan fasilitas pendukung agar pengalaman pelanggan selama menyaksikan Piala Dunia menjadi lebih nyaman dan memuaskan. Kata kunci: kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, kafe, Piala Dunia
FASILITASI PEMERINTAH DAERAH PADA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH Nurhaslita Sari; Sri Wahyu Handayani; Aduwina; Desi Marlizar; Najamudin; Reza Fahlevi
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6828

Abstract

Fasilitasi pemerintah daerah dalam penyusunan rencana pembangunan daerah merupakan salah satu instrumen pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dokumen perencanaan, mewujudkan sinkronisasi kebijakan pembangunan, serta memastikan kesesuaian dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan fasilitasi pemerintah daerah dalam penyusunan rencana pembangunan daerah, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengkaji upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas proses perencanaan pembangunan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan daerah. Analisis dilakukan terhadap proses fasilitasi yang meliputi pendampingan, konsultasi, koordinasi, evaluasi, dan penyelarasan dokumen perencanaan dengan kebijakan pembangunan nasional dan daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa fasilitasi pemerintah daerah berperan penting dalam meningkatkan kualitas dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Fasilitasi juga mendukung sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah, memperkuat kapasitas aparatur perencana, serta meningkatkan kualitas indikator kinerja dan program pembangunan. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan kualitas data, koordinasi antarperangkat daerah yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia, serta dinamika perubahan regulasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas aparatur, pemanfaatan sistem informasi pembangunan, dan pembinaan yang berkelanjutan agar proses penyusunan dokumen perencanaan menjadi lebih efektif, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Peningkatan Pemahaman Tentang Politik Uang Bagi Pemilih Pemula Di Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya Fadhil Ilhamsyah; Zuhrizal Fadhly; Said Ahmad Kabiru Rafiie; Najamudin Najamudin
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 1, No 1 (2019): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.02 KB) | DOI: 10.35308/baktiku.v1i1.1304

Abstract

This paper explains about innovation of the local government which is part of the Population and Civil Registration (Dukcapil) service reform. Aklamasidansa is the policy of the West Aceh Regency in the matter of arranging birth certificates and death certificates that are integrated with village funds. The issue of legal identity is still a problem in Indonesia, many people do not have a legal identity so that it has an impact on all services provided by the government to the community. Aklamasidansa  is an innovation that brings government and society closer. Aklamasidansa has been running since 2017 and operates in the assisted villages. This study used a qualitative method with a case study approach, the informants of this study were the community as recipients of services, the West Aceh government as an innovator. The results of the study show that the aklamasidansa policy has increased the coverage of legal identity ownership, especially birth certificates which increased from 70.25% percent (June 2017) to 93.90 percent (December 2018). Aklamasidansa as one of the service innovations to the community is running very well in improving the data administration of the village and make it easier for citizens to receive services in arranging birth certificates and death certificates.