Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh The Otago Home Exercise Programme Terhadap Keseimbangan Dinamis pada Lansia Putu Mariska Abdi Cahyani; I Putu Darmawijaya; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.603 KB)

Abstract

Abstract Balance is a person's skill or ability to maintain a stable body position or not fall when supporting against gravity in a certain field. Balance is influenced by many factors including age, gender, body mass index, and physical activity. The purpose of the study was to determine the effect of The Otago home exercise program on dynamic balance in the elderly. This research design uses the Pre-Experimental method with one group pre-test and post-test. The independent variable in this study is The Otago home exercise program and the dependent variable is balance. Determination of the sample using inclusion, exclusion and drop out criteria. The study was conducted for 4 weeks. The average value of balance in the pre-test is 14.18 seconds which indicates the balance is in the bad category, while the average value of balance in the post-test is 13.49 seconds which indicates an increase in balance of 4.86%. Analyzed by using the paired t-test with the result that the p value is 0.000 where the p value <0.05, the test results are significant. This shows The otago home exercise program can improve dynamic balance in the elderly Keywords:Elderly, Dynamic Balance, The otago home exercise program Abstrak Keseimbangan merupakan keahlian atau kemampuan seseorang untuk mempertahankan posisi tubuh supaya tetap stabil atau tidak jatuh pada saat menumpu melawan gravitasi pada bidang tertentu. Keseimbangan dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh The otago home exercise programme terhadap keseimbangan dinamis pada lansia . Rancangan pada penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan one group pre-test and post-test. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah The otago home exercise programme dan variabel terikat adalah Keseimbangan. Penentuan sampel menggunakan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out. Penelitian dilakukan dalam kurun 4 minggu. Nilai rata – rata keseimbangan pada pre-test yaitu 14,18 detik yang menandakan keseimbangan dalam kategori buruk, sedangkan nilai rata – rata keseimbangan pada post-test yaitu 13,49 detik yang menunjukan adanya peningkatan keseimbangan sebesar 4,86%. Penelitian ini dianalisis dengan uji paired t-test dengan hasil nilai p adalah 0,000 dimana nilai p<0,05 maka hasil uji signifikan. Hal ini menunjukkan The otago home exercise programme dapat meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia. Kata kunci:Lansia, Keseimbangan Dinamis, The otago home exercise programme.
HUBUNGAN GANGGUAN SENSORIS PADA EKSTREMITAS BAWAH DENGAN PERUBAHAN POLA BERJALAN PADA PENDERITA HERNIA NUCLEUS PULPOSUS (HNP) LUMBAL I Made Astika Yasa; Luh Putu Ayu Vitalistyawati; I Made Yoga Parwata
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v6i2.2377

Abstract

Meningkatnya angka penderita Nyeri Punggung Bawah akibat Hernia Nucleus Pulposus (HNP) Lumbal dapat berdampak pada terganggunya kemampuan sensoris, motoris serta refleks pada ekstremitas bawah. Munculnya keluhan nyeri dan kebas pada kedua tungkai secara tidak langsung akan mengubah pola berjalan pada penderita HNP lumbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gangguan sensoris pada ekstremitas bawah dengan perubahan pola berjalan pada penderita HNP lumbal. Rancangan penelitian menggunakan metode Cross-Sectional. Gangguan sensoris akan diukur menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS), sedangkan pola berjalan akan diukur dengan parameter panjang langkah. Sampel pada penelitian ini sejumlah 10 orang yang didapat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil Uji Pearson didapatkan hasil r= -0,639 dengan signifikansi p=0,047 yang berarti terdapat hubungan yang cukup ke arah negatif antara gangguan sensoris ekstremitas bawah dengan perubahan pola berjalan pada penderita Hernia Nucleus Pulposus (HNP) Lumbal Kata kunci: Hernia Nucleus Pulposus, HNP, NPRS, Gait Analysis
Perbandingan Kemampuan Pengembangan Sangkar Toraks pada Lansia yang Melakukan Aktivitas Fisik Olahraga dan Tidak Olahraga di Br. Wangaya Kaja, Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara Kadek Diah Wulandari; Indah Pramita; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i1.1947

Abstract

AbstrakPenuaan menyebabkan menurunnya kemampuan pengembangan dinding dada. Penurunan yang terjadi pada lansia dapat disebabkan oleh kurangnya melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Dengan olahraga dapat memperbaiki fungsi otot pernapasan sehingga pernapasan menjadi lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kemampuan pengembangan sangkar toraks pada lansia yang berolahraga dengan yang tidak berolahraga. Penelitian ini menggunakan metode komparatif yang membandingkan 2 kelompok dengan jumlah sampel 10 orang tiap kelompok. Pengembangan sangkar toraks diukur menggunakan midline. Hasil data diuji menggunakan uji normalitas shapiro-wilk test serta uji hipotesis independent sampel t-test. Hasil uji hipotesis yaitu 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan antara kedua kelompok dengan nilai p<0,05. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pengembangan sangkar toraks pada lansia yang melakukan aktivitas fisik olahraga lebih baik dibandingkan dengan yang tidak melakukan aktvitas fisik olahraga. AbstractAging causes a decrease of thoracic cage’s expandability. The substraction appears in the elderly can be caused by a lack of physical activity or sports. Exercise will improve the function of the chest wall muscles which will increase thoracic cage’s expandability so that breathing becomes more efficient. This study’s purpose was to compare the thorax cage’s expandability in the elderly engage in sports activities and do not. This study uses a comparative method by comparing 2 groups with 10 samples of each. The thoracic cage expansion was measured using the midline. The research datas were tested using the Shapiro-wilk test for normality and independent sample t-test. The hyphotesis test result is 0,000 which shows that there is a difference between the two groups with a p value of <0,05. It can be concluded that the thorax cage’s expandability in the elderly engage in sports activiteis is better than do not.
Pengaruh The Otago Home Exercise Programme Terhadap Keseimbangan Dinamis pada Lansia Putu Mariska Abdi Cahyani; I Putu Darmawijaya; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 1 No. 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v1i2.2312

Abstract

Abstract Balance is a person's skill or ability to maintain a stable body position or not fall when supporting against gravity in a certain field. Balance is influenced by many factors including age, gender, body mass index, and physical activity. The purpose of the study was to determine the effect of The Otago home exercise program on dynamic balance in the elderly. This research design uses the Pre-Experimental method with one group pre-test and post-test. The independent variable in this study is The Otago home exercise program and the dependent variable is balance. Determination of the sample using inclusion, exclusion and drop out criteria. The study was conducted for 4 weeks. The average value of balance in the pre-test is 14.18 seconds which indicates the balance is in the bad category, while the average value of balance in the post-test is 13.49 seconds which indicates an increase in balance of 4.86%. Analyzed by using the paired t-test with the result that the p value is 0.000 where the p value <0.05, the test results are significant. This shows The otago home exercise program can improve dynamic balance in the elderly Keywords:Elderly, Dynamic Balance, The otago home exercise program Abstrak Keseimbangan merupakan keahlian atau kemampuan seseorang untuk mempertahankan posisi tubuh supaya tetap stabil atau tidak jatuh pada saat menumpu melawan gravitasi pada bidang tertentu. Keseimbangan dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh The otago home exercise programme terhadap keseimbangan dinamis pada lansia . Rancangan pada penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan one group pre-test and post-test. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah The otago home exercise programme dan variabel terikat adalah Keseimbangan. Penentuan sampel menggunakan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out. Penelitian dilakukan dalam kurun 4 minggu. Nilai rata – rata keseimbangan pada pre-test yaitu 14,18 detik yang menandakan keseimbangan dalam kategori buruk, sedangkan nilai rata – rata keseimbangan pada post-test yaitu 13,49 detik yang menunjukan adanya peningkatan keseimbangan sebesar 4,86%. Penelitian ini dianalisis dengan uji paired t-test dengan hasil nilai p adalah 0,000 dimana nilai p<0,05 maka hasil uji signifikan. Hal ini menunjukkan The otago home exercise programme dapat meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia. Kata kunci:Lansia, Keseimbangan Dinamis, The otago home exercise programme.
Gambaran Kecepatan Berjalan Lansia Kelompok Umur 60-74 Tahun di Desa Batannyuh Marga Ni Made Rininta Adi Putri; Ni Putu Dwi Larashati; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 6 (2023): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v6i.2766

Abstract

Setiap individu akan memasuki masa Lanjut Usia (lansia) dan mengalami proses degeneratif secara perlahan yang dapat menimbulkan penurunan kondisi fisik. Diantaranya adalah penurunan keseimbangan dan kekuatan otot tungkai. Keduanya merupakan komponen yang mempengaruhi kecepatan berjalan pada lansia. Skrining awal kecepatan berjalan lansia dapat menjadi prediktor risiko jatuh lansia yang menjadi permasalahan kesehatan global hingga saat ini. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran nilai kecepatan berjalan lansia kelompok umur 60-74 tahun di kelompok lansia Desa Batannyuh Kecamatan Marga, Tabanan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif-cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 67 sampel. Skrining awal kecepatan berjalan lansia dilakukan dengan mengukur 10 meter’s walking test. Peneliti juga mencatat faktor lain dalam penelitian ini yakni jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan tingkat aktivitas fisik dengan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran jenis kelamin responden laki-laki 36%, perempuan 64%; IMT kategori normal 12%, overweight 65%, obesitas 23%; tingkat aktivitas fisik ringan 58%, sedang 42%; kecepatan berjalan lansia kategori dibawah rata-rata 54%, rata-rata 34%, dan di atas rata-rata 12%. Simpulan dalam penelitian ini adalah responden dengan jenis kelamin laki-laki lebih sedikit dibandingkan perempuan, IMT kategori overweight lebih banyak dibandingkan normal dan obesitas, memiliki tingkat aktivitas ringan lebih banyak dibandingkan sedang, serta memiliki nilai kecepatan berjalan dominan dibawah rata-rata.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEBUGARAN KARDIORESPIRASI PADA ANAK USIA 9-12 TAHUN DI SD NEGERI 4 SIBANG GEDE Gumilang, Kadek Gosha Arga; Ayu Vitalistyawati, Luh Putu; Made Reny Wahyu Sari, Ni Luh
Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Ikatan Fisioterapi Indonesia cabang kota bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jfki.2023.222

Abstract

Physical fitness is very important for all people, especially children who are in the age range of 9-12 years who have quite busy activities such as playing. This research was conducted on May 29 and 31. The aim of this study was to provide an overview of the relationship between physical activity and cardiorespiratory fitness in children aged 9-12 years. This research is a quantitative study with a cross-sectional correlation method with one independent variable and one dependent variable. The sample in this study were 9-12 year old children at SD Negeri 4 Sibang Gede totaling 30 people who met the inclusion and exclusion criteria. Data collection in this study used the PAQ-C questionnaire and conducted cooper tests during the pre and post tests. Data were analyzed using the Pearson Product Moment Test. The results of this study showed a significance value in the deviation from linearity line of 0.491 which illustrates that the value of physical activity and cardiorespiratory fitness has a linear relationship. Based on the results of the Pearson product moment test, it was found that the value of P = <0.05 indicated that there was a correlation between the value of physical activity and cardiorespiratory fitness. The Pearson correlation value obtained is 0.790 which indicates a relatively strong level of correlation. It can be concluded that there is a relationship between physical activity and cardiorespiratory fitness in children aged 9-12 years at SD Negeri 4 Sibang Gede
Kontribusi Latihan Kombinasi Simple Balance Exercise dan Theraband Exercise terhadap Peningkatan Kecepatan Berjalan Lansia Ni Made Rininta Adi Putri; Ni Putu Dwi Larashati; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v5i1.2362

Abstract

Seiring bertambahnya usia, setiap individu akan mengalami penurunan kebugaran fisik yang dapat mengakibatkan penurunan kecepatan berjalan dan peningkatan risiko terjatuh khususnya pada lanjut usia (lansia). Diperlukan bentuk latihan untuk meningkatkan komponen kebugaran fisik seperti latihan keseimbangan dan latihan kekuatan otot tungkai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kecepatan berjalan lansia melalui kombinasi latihan keseimbangan dan kekuatan otot tungkai. Diharapkan, melalui kombinasi latihan ini dapat mengoptimalkan mobilitas lansia terutama aktivitas berjalan sehingga memperlambat terjadinya penurunan berbagai sistem tubuh termasuk komponen kebugaran fisik pada lansia. Penelitian quasi eksperimental ini menggunakan desain pre-posttest control group dengan jumlah subjek penelitian 20 orang yang kemudian dibagi menjadi kelompok 1 mendapat kombinasi latihan dan kelompok 2 tetap melakukan aktivitas rumah tangga sehari-hari dengan tingkat aktivitas sedang. Penelitian dilakukan selama 12 minggu, dengan 3 sesi per minggu. Berdasarkan hasil uji statistik yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kombinasi latihan efektif meningkatkan kecepatan berjalan pada individu lanjut usia dibandingkan dengan mereka yang hanya melakukan aktivitas rumah tangga sehari-hari dalam tingkat sedang. Kesimpulannya, rutinitas olahraga ini lebih mudah diingat dan dilakukan oleh lansia sehingga dapat dijadikan sebagai home based exercise terutama bagi lansia yang memiliki keterbatasan untuk mengikuti kegiatan rutin di kelompok lansia.
Pelatihan Abdominal Stretching dan Core Stability Exercise untuk Mengurangi Nyeri Disminore Ni Putu Dwi Larashati; Luh Putu Ayu Vitalistyawati; Daryono
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.76063

Abstract

Pendekatan nonfarmakologis, seperti latihan fisik, telah menunjukkan potensi dalam mengurangi nyeri dismenore. Namun, masih terbatasnya bukti ilmiah yang spesifik mengenai efektivitas kombinasi latihan abdominal stretching dan core stability exercise sebagai intervensi untuk mengurangi intensitas nyeri dismenore menjadi sebuah celah yang perlu diteliti lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pelatihan abdominal stretching dan core stability exercise dapat memberikan dampak positif dalam mengurangi nyeri dismenore, serta bagaimana mekanisme fisiologis di balik intervensi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan abdominal stretching dan core stability exercise dalam mengurangi intensitas nyeri dismenore pada wanita usia reproduktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah remaja putrì. Metode analisis data yang digunakan analisis kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan mengadakan transfer ilmu melalui kegiatan sosialisasi dan program pelatihan stretching abdominal dan core stability exercise bagi remaja putrì. Adapun hasil yang didapatkan ialah terjadi peningkatan pemahaman remaja putri terkait siklus menstruasi, cara mengatasi dismenore, serta peningkatan keterampilan dalam melakukan abdominal stretching dan core stability exercise dalam rangka mengatasi dismenore. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendekatan nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri dismenore, khususnya melalui pelatihan abdominal stretching dan core stability exercise.
The Relationship Between Physical Activity and Body Mass Index on Functional Ability Elderly Women in Jegu Village, Penebel, Tabanan Ni Luh Made Narisa Pradnyasari; I Made Yoga Parwata; Luh Putu Ayu Vitalistyawati; Ni Putu Dwi Larashati
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/7q3rbv04

Abstract

Functional ability is an important indicator in determining the level of independence of older adults in performing daily activities. Low physical activity and non-ideal body mass index (BMI) have the potential to reduce functional ability, especially in older women who experience physiological changes due to aging and hormonal shifts after menopause. This study aimed to determine the relationship between physical activity and BMI with functional ability in older women in Jegu Village. This research used a quantitative approach with a cross-sectional analytic design. The sample consisted of 64 older women aged 60–74 years, selected through purposive sampling. Physical activity was measured using the Physical Activity Scale for the Elderly (PASE), functional ability was assessed using the Barthel Index, and BMI was calculated based on weight and height. Data were analyzed using Spearman’s correlation test and multiple correlation analysis. The results show a significant positive relationship between physical activity and functional ability (p = 0.000; r = 0.783), and a significant negative relationship between BMI and functional ability (p = 0.002; r = –0.376). The multiple correlation analysis shows a significant relationship between physical activity and BMI simultaneously with functional ability (p = 0.000; R = 0.723; R² = 0.523), with physical activity being the dominant factor. It can be concluded that there is a strong relationship between physical activity and BMI with the functional ability of older women in Jegu Village.
Hubungan Indeks Massa Tubuh terhadap Keseimbangan Lansia di Desa Batubulan Putra, Gusti Agung Gede Bayu; Parwata, I Made Yoga; Vitalistyawati, Luh Putu Ayu
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2691

Abstract

Lansia merupakan suatu periode usia tua dimana organ-organ dan fungsi tubuh mengalami penurunan sehingga akan menyebabkan kemunduran pada peran-peran sosialnya. Ada beberapa pengertian lansia menurut para ahli, Lansia adalah keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres fisiologis. Faktor penyebab gangguan keseimbangan dapat berupa faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain usia, jenis kelamin, pekerjaan, nutrisi, dan riwayat jatuh, sedangkan untuk faktor eksternalnya disebabkan oleh lingkungan. Berat badan yang tidak ideal juga merupakan salah satu penyebab dari gangguan keseimbangan pada lansia. Berat badan erat kaitannya dengan Indeks Masa Tubuh (IMT). Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan keseimbangan lansia. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dengan teknik Purposive Sampling. Sampel berjumlah 20 lansia. Instrumen penelitian menggunakan Timed Up and Go Test. Metode analisis menggunakan uji statistik univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk test dan uji korelasi menggunakan uji Kendall’s Tau test. Hasil Penelitian: Ada hubungan Indeks Masa Tubuh (p=0,0002) dimana (p<00,5) yang menunjukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, berarti “ada hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan keseimbangan lansia”. Kesimpulan: ada hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan keseimbangan lansia.