Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SATURASI OKSIGEN DENGAN TINGKAT VO2 MAX PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI DATARAN TINGGI DESA BELANTIH, KINTAMANI BANGLI Goncalves, Francisco Araujo; Vitalistyawati, Luh Putu Ayu; Parwata, I Made Yoga
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2708

Abstract

Kadar saturasi oksigen merupakan indikator penyebaran oksigen dalam tubuh manusia dan mengindikasikan jumlahnya mencukupi atau tidak untuk seluruh tubuh. Kapasitas vital paru/VO2 max adalah merupakan volume maksimal oksigen yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif dan merupakan suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam liter/menit atau mililiter/menit/kg berat badan. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar di dataran tinggi desa Belantih Kintamani yang berjumlah 55 anak yang terdiri dari 23 laki-laki dan 32 perempuan dengan umur 11 – 13 tahun. Metode pengambilan data menggunakan pulse oximetry dan spirometry untuk mengetahui kadar saturasi oksigen dan tingkat kapasitas vital paru/VO2 max. data yang telah dikumpulkan kemudian diolah oleh tenaga profesional di bidangnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat linear antara saturasi oksigen dengan kapasitas vital paru/VO2 max dengan nilai signifikan pada kedua variabel 0,054 lebih besar dari 0,05. Uji korelasi didapatkan angka koefisien korelasi 0,460 yang artinya ada korelasi saturasi oksigen dengan tingkat VO2 max (kategori sedang).
Hubungan Aktivitas Fisik terhadap Kualitas Tidur pada Lansia di Banjar Dlod Pasar Blahkiuh Adnyana, I Gusti Ngurah Eka; Parwata, I Made Yoga; Vitalistyawati, Luh Putu Ayu
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2715

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mencari korelasi antara aktifitas fisik dengan kualitas tidur pada lansia di banjar dlod pasar blahkiuh abiansemal.. Metode yang digunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional, dimana merupakan penelitian dengan pengukuran atau pengamatan yang dilakukan pada saat bersamaan pada data variabel independen dan dependen (sekali waktu
Hubungan Lingkar Lengan Atas Dengan Kemampuan Push Up Pada Buruh Bangunan Di Banjar Susut Kaja, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali Suapridana, I Komang; Parwata, I Made Yoga; Vitalistyawati, Luh Putu Ayu
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2939

Abstract

Pekerjaan seperti mengangkut, membongkar, memasang, dan memotong material dalam suatu bangunan tentu memerlukan kekuatan otot lengan. Semakin besar kekuatan otot lengan seseorang mengakibatkan semakin besarnya massa otot dan lingkar otot lengan atas yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkar otot lengan atas terhadap kemampuan push up pada buruh bangunan. Lingkar otot lengan atas diukur melalui Push up Test. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Cross Sectional dengan jenis penelitian korelasi. Sampel penelitian berjumlah 12 orang yang didapat melalui kriteria inklusi dan eksklusi.. Hasil analisa statistik deskriptif dengan rata-rata nilai lingkar otot lengan atas 128,4167 dan nilai rata-rata kemampuan push up 1 menit 17,3333. Uji linieritas menggunakan Test for Linearity dengan nilai >0,05 yaitu 0,463, dan uji pearson product moment menunjukan nilai 0,546. Hasilnya terdapat hubungan yang linier antara lingkar otot lengan atas dengan kemampuan push up satu menit, dengan tingkat korelasi yang sangat kuat ke arah positif. Sehingga semakin besar lingkar otot lengan atas seseorang maka kemampuan push up juga akan meningkat.
PENGARUH STATIC STRETCHING TERHADAP PENINGKATAN FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING PADA PENJAHIT DI WIWA KONVEKSI Sari, Ni Luh Made Reny Wahyu; Dwipayani, Kadek Priastuti; Vitalistyawati, Luh Putu Ayu; Parwata, I Made Yoga; Larashati, Ni Putu Dwi
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v7i2.2789

Abstract

Para penjahit bekerja dalam posisi duduk monoton dalam jangka waktu yang cukup lama, hal ini dapat memicu terjadinya penurunan fleksibilitas otot hamstring. Maka dari itu di butuhkan latihan dalam meningkatkan fleksibilitas, salah satu latihan adalah Static stretching. Static stretching merupakan salah satu latihan peregangan, latihan ini dapat meningkatkan fleksibilitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Static Stretching terhadap Peningkatan Fleksibilitas Otot Hamstring pada Penjahit di Wiwa Konveksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre eksperimental design dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah one groups pre tets dan post test design. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi, ekslusi dan drop out. Jumlah sampel pada penilitian ini sebanyak11 orang dan fleksibilitas otot hamstring diukur dengan metode active knee extension test menggunakan alat ukur goniometer. Pada uji normalitas menggunakan Shapiro-wilk test dan diperoleh hasil pre test sinistra nilai sig. = 0,363 (p > 0,05) dan post test sinistra nilai sig. = 0,165 (p > 0,05) sedangkan pada pre test dextra nilai sig. = 0,436 (p > 0,05) dan post test dextra nilai sig = 0,546 (p > 0,05) dari hasil tersebut menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Dianalisis menggunakan uji paired sampel t-test pada bagian dektra dan sinistra menunjukan hasil p=0,000 (p<0,05) dari hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh latihan static stretchingterhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada subjek penelitian. Dapat disimpulkan jika fleksibilitas otot hamstring meningkat maka keluhan muskuloskeletal juga berkurang sehingga produktivitas para penjahit dalam bekerja juga meningkat.
KOMBINASI LATIHAN CORE STABILITY DAN LATIHAN MCKENZIE UNTUK MENINGKATKAN FLEKSIBILITAS LUMBAL PETANI WANITA DI DESA TIBUBENENG, BADUNG Putri, Putu Ayu Maharani Eka; Vitalistyawati, Luh Putu Ayu; Putri, Ni Made Rininta Adi; I Made Yoga Parwata
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v7i2.2803

Abstract

Seorang petani yang melakukan pekerjaannya dengan posisi membungkuk. Posisi kerja seperti ini jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan penurunan fleksibilitas lumbal, untuk mencegahnya diperlukan latihan untuk meningkatkan fleksibilitas. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kombinasi latihan Core Stability dan latihan Mckenzie untuk meningkatkan fleksibilitas lumbal petani wanita. Metode penelitian: menggunakan pre-experimental dengan desain one group pre-test dan post-test. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out didapatkan sampel sejumlah 10 orang. Alat ukur yang digunakan yaitu modified-modified schober test Hasil penelitian: nilai rata-rata fleksibilitas lumbal pre-test diperoleh 19, 29 cm dengan kategori kurang dan post-test menjadi 21, 21 cm dengan kategori normal. Hasil uji normalitas yang digunakan adalah uji Shapiro wilk test menunjukan p=0,120 (p>0,05). Uji hipotesis yang digunakan uji paired sample T test menunjukkan p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat pengaruh kombinasi latihan Core Stability dan Mckenzie untuk fleksibilitas lumbal. Simpulan pada penelitian ini yaitu kombinasi latihan Core Stability dan Mckenzie meningkatkan fleksibilitas lumbal dengan peningkatan sebesar 9,9 %.
Association Between Stress Levels, BMI, and Menstrual Cycle Regularity Among Female University Students Hambarsika, I Gusti Ayu Komang Esti Purnami; Vitalistyawati, Luh Putu Ayu; Putri, Ni Made Rininta Adi; Sari, Ni Luh Made Reny Wahyu
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 14 Issue 2 November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v14i2.740

Abstract

Background: The menstrual cycle functions through a coordinated balance of reproductive hormones. An imbalance in these reproductive hormones can disrupt the menstrual cycle. Aspects that can impact the menstrual cycle include stress and BMI. This study aimed to assess the association between stress levels and BMI on the menstrual cycle among female university students  Methods: This research used a cross-sectional study conducted at Dhyana Pura University from April 2025 to May 2025. A total of 40 respondents participated in this study with purposive sampling. Data collection of stress level using the PSS-10 questionnaire, BMI using Staturemeter and digital scales, and menstrual cycle with tracking application (FLO). Pearson correlation test for stress and menstrual cycle variables, Spearman’s Rho for BMI and menstrual cycle variables, and multiple linear regression test. A Significance level of p<0.05 was used. Results: The association between stress levels and menstrual cycle showed a p-value of 0.13 (p < 0.05). The relationship between BMI and menstrual cycle showed a p-value of 0.411 (p>0.05). The relationship between stress level and BMI on menstrual cycle showed a p-value of 0.44 (p < 0.05) with an R-squared value of 0.395. This indicates a weak-to-moderate correlation between stress level and BMI on the menstrual cycle. Conclusion: This demonstrates a relationship between stress level and BMI on the menstrual cycle, with a weak-to-moderate strength. Based on these findings, students are encouraged to manage their stress levels and maintain a healthy BMI to support regular menstrual cycles.
Efektivitas Latihan Hurdle Hops terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Tungkai Atlet Taekwondo Ni Putu Tata Pradnya Dewi; I Made Yoga Parwata; Ni Putu Dwi Larashati; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v6i3.4613

Abstract

Daya ledak otot tungkai sangat penting untuk mengoptimalkan komponen kebugaran jasmani yang berhubungan dengan tendangan. Daya ledak otot tungkai dapat ditingkatkan dengan latihan plyometric, salah satunya adalah latihan hurdle hops. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas latihan hurdle hops terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada anggota Dojang Taekwondo Gamarga. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental dengan pendekatan nonequivalent control group design melalui purposive sampling terhadap 16 atlet laki-laki berusia 12-15 tahun yang terbagi dalam kelompok eksperimen (hurdle hops) dan kontrol (latihan standar rutin). Intervensi dilakukan sebanyak 12 kali pertemuan selama 4 minggu dengan pengukuran vertical jump test. Hasil penelitian menunjukkan kelompok eksperimen mengalami peningkatan 16,44%, sedangkan kelompok kontrol 5,95%. Analisis Independent Samples T-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan nilai signifikansi p<0,001 (p < 0,05), Paired Samples T-Test mengonfirmasi peningkatan dalam kelompok eksperimen dengan nilai signifikansi p<0,001 (p < 0,05), dan ANCOVA membuktikan efektivitas latihan hurdle hops setelah mengontrol kovariat dengan nilai signifikansi p=0,034 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa latihan hurdle hops secara signifikan lebih efektif dibandingkan latihan standar rutin dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai pada atlet taekwondo.