Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN ANKLE STRATEGY EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN DINAMIS PADA LANSIA DI BANJAR BURUAN DESA TAMPAKSIRING I Gede Bayu Nugraha; IP Darmawijaya; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 4: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua manusia akan mengalami fase lansia. Berbagai macam permasalahan akan mulai muncul di fase lansia. Salah satunya adalah penurunan fungsi fisiologis yang mengakibatkan terjadinya gangguan degeneratif. Gangguan degeneratif tersebut salah satunya penurunan fungsi keseimbangan dinamis dan peningkatan resiko jatuh. Salah satu latihan yang dapat dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan keseimbangan dinamis, sekaligus menurunkan resiko jatuh adalah Ankle Strategy Exercise. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Ankle Strategy Exercise terhadap nilai keseimbangan dinamis pada lansia. Rancangan pada penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan one group pre-test dan post-test, terdiri dari 15 orang lansia berjenis kelamin laki- laki yang berumur 60-65 tahun. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur keseimbangan dinamis adalah Timed Up and Go Test. Penelitian dilakukan dalam kurun 4 minggu. Didapat persentase peningkatan keseimbangan sebanyak 7,33%. Penelitian ini dianalisis dengan uji paired t-test dengan hasil nilai p adalah 0,000 dimana nilai p<0,05 maka hasil uji signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa Ankle Strategy Exercise dapat meningkatkan keseimbangan dinamis pada lansia.
PEMBERIAN LATIHAN PILATES TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PERUT PADA IBU-IBU DALAM MASA POST PARTUM Komang Ari Yasmini; I Putu Darmawijaya; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 4: September 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post partum merupakan masa sesudah melahirkan atau persalinan. Pada umumnya, ibu post partum banyak mengalami perubahan salah satunya yaitu penurunan kekuatan otot perut yang diakibatkan karena proses melahirkan dan setelah persalinan dinding perut akan menjadi kendor. Dalam kehidupan sehari-hari, otot perut bersama dengan otot lain saling berhubungan berfungsi dalam mempertahankan posisi organ dalam, menjaga postur tubuh, ataupun aktivitas fungsional seperti angkat angkut, duduk, berdiri, berjalan dan berlari. Untuk memperbaiki kekuatan otot perut dapat diberikan latihan pilates. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari latihan pilates terhadap peningkatan kekuatan otot perut pada ibu-ibu dalam masa post partum. Rancangan penelitian menggunakan one group pre-test and post-test. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah latihan pilates, variabel terikat adalah kekuatan otot perut. Nilai rata-rata kekuatan otot perut sebelum melakukan latihan diperoleh 21,75 dan setelah diberikan latihan menjadi 32,25 dengan presentase peningkatan 43,6 %. Dianalisis menggunakan uji paired t-test dengan hasil nilai p adalah 0,001 (p<0,05) maka hasil uji signifikan. Kesimpulan yaitu latihan pilates dapat meningkatkan kekuatan otot perut setelah diberikan kepada ibu-ibu dalam masa post partum.
PEMBERIAN BALANCE TRAINING DAPAT MENINGKATKAN KESEIMBANGAN DINAMIS LANISA DI BANJAR PENENG, DESA MEKARSARI, TABANAN Putu Aditya Nugraha; Antonius Tri Wahyudi; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 5: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan morfologis neuromuscular yang terjadi pada lanjut usia akan menyebabkan perubahan fungsional seperti mempertahankan keseimbangan dinamis pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian Balance Training dalam meningkatkan keseimbangan dinamis lansia. Jenis penelitian ini adalah penelitian Experimental dengan One Group Pre-test and Post-test Design. Total sampel adalah 15 sampel. Pengukuran nilai Keseimbangan dinamis diukur dengan tes Time UP and Go Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan dinamis pada lansia mengalami peningkatan dari sebelum dan sesudah perlakuan sebanyak 16%. Peningkatan ini terbukti signifikan yang dinyatakan oleh hasil uji statisktik dengan nilai p= 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Balance Training dapat meningkatkan keseimbangan dinamis pada orang lanjut usia di banjar Peneng.
The Relationship of Shoulder Flexibility to Swimming Speed in Teenage Beginner Swimmers Ni Nyoman Ayu Mellynia Putri Astawa; I Putu Darmawijaya; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
JOURNAL RESPECS (Research Physical Education and Sports) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal RESPECS (Research Physical Education and Sports)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.005 KB) | DOI: 10.31949/respecs.v5i1.3101

Abstract

One of the improved physical components in juvenile novice swimmers is the speed of swimming. Swimming speed can be affected by several factors one of the factors is the flexibility of the shoulders. This study aims to determine the relationship between shoulder flexibility and swimming speed in adolescent novice swimmers in Club Renang Takahide, Badung Regency, Bali.  The research design used was cross sectional and a sample of 10 people was obtained. In this study, there was a free variable, namely shoulder flexibility and the bound variable, namely swimming speed. Data collection for shoulder flexibility was measured using a shoulder elevation test, while swimming speed was measured with a digital stopwatch.  Based onthe calculation results using the Pearson Product Moment correlation test with a value of 0.001 and a very strong correlation of -0. 875. This suggests the presence of a very strong correlation in a significant negative direction between shoulder flexibility and swimming speed in teenage novice swimmers. The swimming speed with the shoulder flexibility category is less good is slower compared to the very good shoulder flexibility category.
PELATIHAN PIJAT BAYI KEPADA KADER BINA KELUARGA BALITA, DESA CATUR, KINTAMANI, BANGLI Indah Pramita; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 4 (2021): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.944 KB)

Abstract

ABSTRAKDesa Catur memiliki 3 Banjar, yaitu Banjar Catur, Banjar Mungsengan, dan Banjar Lampu. Desa Catur mempunyai sebuah wadah untuk melakukan pembinaan kepada orang tua balita, yang disebut dengan Bina Keluarga Balita (BKB). Tugas dari kader BKB adalah memberikan pengajaran dan pelatihan kepada kader posyandu dan juga orang tua tentang tumbuh kembang anak usia 0-5 tahun (balita). BKB Desa Catur terbentuk pada tahun 2015. Namun, sejak tahun 2016 BKB tidak melakukan tugasnya dengan baik. Tidak ada kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan binaan baik kepada kader posyandu maupun kepada orang tua, hal ini dikarenakan keterbatasan kader BKB tentang pemahaman tumbuh kembang anak. Kader BKB yang ada di desa Catur, memiliki tingkat pendidikan yang tergolong rendah, yaitu SMP dan SMA, sehingga mereka kurang memahami tentang tumbuh kembang anak baik proses maupun cara memberikan stimulasi. Kader BKB tidak pernah mendapatkan pelatihan tentang proses tumbuh kembang maupun stimulasi tumbuh kembang anak. Total balita yang ada di Desa Catur berjumlah 120 orang. Dari total balita, ditemukan adanya permasalahan dibeberapa banjar terkait dengan proses tumbuh kembang dan juga gizi. Kasus di Banjar Lampu menunjukkan adanya 2 anak yang mengalami Obesitas, sehingga proses tumbuh kembang mengalami permasalahan. Akibat obesitas yang terjadi, anak menjadi terlambat berjalan. Selain itu di Banjar Mungsengan juga ditemukan kasus 3 balita mengalami gizi kurang dan juga 2 balita mengalami keterlambatan tumbuh kembang, yaitu terlambat bicara dan berjalan. Kondisi ini sangat mengkawatirkan apabila tidak ada penanganan lebih lanjut. Berdasarkan wawancara dan observasi didapatkan permasalahan yaitu: kader tidak mampu memberikan stimulasi tumbuh kembang. Metode penyelesaian masalah yang ditawarkan Tim PKM yaitu akan melakukan pelatihan, pendampingan. Adapun solusi untuk permasalahan yaitu 1) Pelatihan Stimulasi tumbuh kembang anak dengan pijat bayi. Hasil dari kegiatan ini adalah Ketrampilan melakukan pijat bayi dalam kategori terampil sebesar 80%Kata kunci: pijat bayi, kader, bina keluarga balita, catur, kintamani
PENGARUH PEMBERIAN SENAM YOGA TERHADAP FLEKSIBILITAS TRUNK PADA WANITA DEWASA UMUR 30-45 TAHUN Luh Putu Ayu Vitalistyawati; Marti Rustanti; Yoni Rustiana; . Suhardi
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.09 KB)

Abstract

ABSTRAKKesehatan wanita di usia produktif merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Pertambahan umur dan perubahan postur tubuh setelah melahirkan akan mempengaruhi kemampuan fleksibilitas punggung yang cenderung akan menurun. Penurunan fleksibilitas punggung akan menyebabkan timbulnya nyeri saat beraktivitas. Program yang direkomendasikan untuk menjaga dan meningkatkan fleksibilitas punggung di usia dewasa madya adalah senam yoga. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian senam yoga terhadap fleksibilitas trunk pada wanita dewasa umur 30-45 tahun. Metode Penelitian: eksperimen kuasi dengan rancangan one group pretest and posttest design. Alat Ukur: alat ukur fleksibilitas trunk dengan sit and reach test yang dinyatakan dalam numerik. Subjek: 17 orang wanita dewasa umur 30-45 tahun di kelompok Arisan di sekitar sanggar senam RM7, Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis: Uji nonparametrik dengan Wilcoxon untuk mengetahui nilai fleksibilitas trunk antara sebelum dan sesudah perlakuan. Uji statistik Wilcoxon didapatkan nilai p 0,000.Ada pengaruh pemberian senam yoga terhadap fleksibilitas trunk pada wanita dewasa umur 30-45 tahun. Kata kunci: senam yoga, fleksibilitas, sit and reach testABSTRACTWoman’s health in productive aged is the most important thing to be concern. The increased of age and posture changes after birth will decrease the trunk flexibility. The decrease of trunk flexibility, it can cause low back pain during activity. The recommended programs to maintain and increase back flexibility in the middle adulthood is yoga exercise. Objectives: to know the effect of yoga exercise to trunk flexibility on adult woman aged 30-45 years old. Research Method: A quasi-experimental design with one group pre-test and post-test design. Measurement Instrument: Measurement instrument of trunk flexibility is sit and reach test. Subject: 17 adult women aged 35-40 years old in Arisan group around RM7 Gymnastic Studio, Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar and have the inclusion criteria. Analysis: Non-parametric test by Wilcoxon to know the score of trunk flexibility between before and after treatment. Wilcoxon statistical test obtained p=0.000. There was the effect of yoga exercise to trunk flexibility on adult woman aged 30-45 years old. Keyword: yoga exercises, flex ibility, sit and reach test
HUBUNGAN LAMANYA AKTIVITAS DOSEN DI DEPAN KOMPUTER TERHADAP POTENSI TIMBULNYA KELUHAN NYERI MUSKULOSKELETAL Luh Putu Ayu Vitalistyawati; Indah Pramita
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.412 KB)

Abstract

Diberlakukannya sistem bekerja dari rumah (Work From Home) sebagai langkah pencegahan penyebaran virus COVID-19 mengharuskan semua kegiatan dosen dilakukan secara daring (online). Akibatnya, dosen lebih lama melakukan aktifitas di depan computer dengan posisi duduk yang statis, dimana akan memunculkan keluhan muskuloskeletal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lamanya aktifitas Dosen di depan komputer terhadap potensi timbulnya keluhan musculoskeletal. Pengukuran ketidaknyamanan saat bekerja dapat menggunakan Kuisioner Nordic Body Map (NBM). Responden yang didapat sejumlah 51 orang yang disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil uji korelasi menggunakan Spearman-Rank menunjukkan hasil p=0,001 dengan koefisien korelasi =0,413. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat moderat antara lamanya aktivitas dosen di depan komputer terhadap timbulnya keluhan muskuloskeletal sehingga perlu penanganan khusus untuk mencegah agar keluhan musculoskeletal tidak semakin memburuk. Kata kunci : Covid-19, keluhan muskuloskeletal, komputer, Nordic Body Map, Work From Home
HUBUNGAN GANGGUAN SENSORIS PADA EKSTREMITAS BAWAH DENGAN PERUBAHAN POLA BERJALAN PADA PENDERITA HERNIA NUCLEUS PULPOSUS (HNP) LUMBAL I Made Astika Yasa; Luh Putu Ayu Vitalistyawati; I Made Yoga Parwata
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.211 KB)

Abstract

Meningkatnya angka penderita Nyeri Punggung Bawah akibat Hernia Nucleus Pulposus (HNP) Lumbal dapat berdampak pada terganggunya kemampuan sensoris, motoris serta refleks pada ekstremitas bawah. Munculnya keluhan nyeri dan kebas pada kedua tungkai secara tidak langsung akan mengubah pola berjalan pada penderita HNP lumbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gangguan sensoris pada ekstremitas bawah dengan perubahan pola berjalan pada penderita HNP lumbal. Rancangan penelitian menggunakan metode Cross-Sectional. Gangguan sensoris akan diukur menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS), sedangkan pola berjalan akan diukur dengan parameter panjang langkah. Sampel pada penelitian ini sejumlah 10 orang yang didapat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil Uji Pearson didapatkan hasil r= -0,639 dengan signifikansi p=0,047 yang berarti terdapat hubungan yang cukup ke arah negatif antara gangguan sensoris ekstremitas bawah dengan perubahan pola berjalan pada penderita Hernia Nucleus Pulposus (HNP) Lumbal Kata kunci: Hernia Nucleus Pulposus, HNP, NPRS, Gait Analysis
Hubungan Sikap Kerja Duduk Dan Durasi Kerja Terhadap Keluhan Musculoskeletal Pada Pedagang Ni Putu Fortuna Masayuki; Indah Pramita; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 5 No 01 (2022): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.483 KB) | DOI: 10.36341/jif.v5i01.2262

Abstract

Traders at the wangaya flower market do their jobs in a static sitting posture. This attitude is carried out for 10 hours every day starting at 11.00 – 21.00 WITA. The duration of work for 10 hours is the duration of work that exceeds the normal time. When working with a static sitting posture, the back muscles will be burdened. If the attitude of this work is done continuously to the excessive duration of action, it can lead to musculoskeletal disorders. This research uses cross sectional method. The study population was 45 people with a sample of 10 people obtained based on the research criteria. This study uses the Rapid Entire Body Assessment and Nordic Body Map Questionnaire measuring instruments. Furthermore, hypothesis testing is carried out using the Sprearman's rho test. The results of the Spearman's rho test show a value of 0.664 which means the close relationship between work attitudes and work duration on musculoskeletal complaints in traders is strong.
Perbandingan Kemampuan Pengembangan Sangkar Toraks pada Lansia yang Melakukan Aktivitas Fisik Olahraga dan Tidak Olahraga di Br. Wangaya Kaja, Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara Kadek Diah Wulandari; Indah Pramita; Luh Putu Ayu Vitalistyawati
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.166 KB)

Abstract

AbstrakPenuaan menyebabkan menurunnya kemampuan pengembangan dinding dada. Penurunan yang terjadi pada lansia dapat disebabkan oleh kurangnya melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Dengan olahraga dapat memperbaiki fungsi otot pernapasan sehingga pernapasan menjadi lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kemampuan pengembangan sangkar toraks pada lansia yang berolahraga dengan yang tidak berolahraga. Penelitian ini menggunakan metode komparatif yang membandingkan 2 kelompok dengan jumlah sampel 10 orang tiap kelompok. Pengembangan sangkar toraks diukur menggunakan midline. Hasil data diuji menggunakan uji normalitas shapiro-wilk test serta uji hipotesis independent sampel t-test. Hasil uji hipotesis yaitu 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan antara kedua kelompok dengan nilai p<0,05. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan pengembangan sangkar toraks pada lansia yang melakukan aktivitas fisik olahraga lebih baik dibandingkan dengan yang tidak melakukan aktvitas fisik olahraga. AbstractAging causes a decrease of thoracic cage’s expandability. The substraction appears in the elderly can be caused by a lack of physical activity or sports. Exercise will improve the function of the chest wall muscles which will increase thoracic cage’s expandability so that breathing becomes more efficient. This study’s purpose was to compare the thorax cage’s expandability in the elderly engage in sports activities and do not. This study uses a comparative method by comparing 2 groups with 10 samples of each. The thoracic cage expansion was measured using the midline. The research datas were tested using the Shapiro-wilk test for normality and independent sample t-test. The hyphotesis test result is 0,000 which shows that there is a difference between the two groups with a p value of <0,05. It can be concluded that the thorax cage’s expandability in the elderly engage in sports activiteis is better than do not.