Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Teknik Dekomposisi Square Root dan Algoritma Mo's pada Rancangan Algoritma Studi Kasus: SPOJ Klasik Counting Diff-Pairs Abdul Majid Hasani; Rully Soelaiman; Fajar Baskoro
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29603

Abstract

Diberikan sebuah sekuen bilangan A dengan jumlah N , M baris kueri, dan selisih mutlak bernilai k. Terdapat  operasi kueri untuk mencari jumlah pasangan angka dalam jarak tertentu di sekuen bilangan A yang memiliki selisih mutlak sama dengan atau lebih dari k.Pada penelitian ini akan dirancang penyelesaian masalah  yang disampaikan pada paragraf pertama dengan menggunakan algoritma Square Root Decomposition, Mo’s Algorithm, danstruktur   data   Fenwick   Tree.  √Solusi   yang   didesain   memiliki kompleksitas waktu O((N +M ) N K log mv), dimana N adalahjumlah  elemen  pada  b√aris  sekuen  yang  diberikan,  M  adalahjumlah operasi kueri, N  adalah  konstanta,  K  adalah jumlah langkah peyelesaian, dan log mv adalah kompleksitas Fenwick Tree.Algoritma yang didesain dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan dengan benar. Waktu eksekusi program yang mengimplementasi algoritma yang dirancang tidak melebihi batas waktu eksekusi program yang telah diberikan, yaitu 1.78 detik. Sehingga dapat disimpulkan algoritma yang didesain dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan. 
Pembandingan Kompleksitas Algoritma pada Penyelesaian Permasalahan Graph Isomorphism Ryan Nathan Soetandyo; Arya Yudhi Wijaya; Rully Soelaiman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.424 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16682

Abstract

Graf adalah sebuah model yang direpresentasikan sebagai kumpulan titik atau simpul dan beberapa garis yang menghubungkan antar titik atau yang disebut sebagai edge. Graf bisa digunakan sebagai model berbagai macam relasi dalam berbagai macam bidang seperti fisika, biologi, dan teknologi informasi. Salah satu masalah yang muncul di graf adalah masalah isomorphism.Graf A dan graf B bisa dikatakan isomorphic jika semua simpul di graf A bisa dipetakan ke simpul di graf B secara bijeksi. Untuk bisa mengetahui apakah kedua graf bersifat isomorphic ada beberapa pilihan algoritma yang bisa digunakan seperti VF2, Schmidt & Druffel fast backtracking dan lain lain.Pada tugas akhir ini, akan diselesaian permasalahan dengan judul “ISOMORPH” pada situs penilaian daring SPOJ. Pada permasalahan tersebut akan terdapat beberapa graf yang harus dicari pasangan isomorphic nya. Permasalahan tersebut akan diselesaikan dengan menggunakan 2 macam algoritma yaitu algoritma VF2 dan algoritma Schmidt & Druffel fast Backtracking.
Desain dan Analisis Algoritma Dijkstra dan Metode Visibility Graph Naive untuk Penyelesaian Persoalan Spoj The Archipelago Reva Yoga Pradana; Victor Hariadi; Rully Soelaiman
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.275 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16847

Abstract

Permasalahan pada SPOJ 780 The Archipelago adalah sebagai berikut. Diberikan sekumpulan pulau yang memiliki beberapa terminal dan area terlarang yang tidak boleh dilewati selama jalur darat di pulau tersebut. Kemudian, dicari kemungkinan rute terpendek yang menghubungkan terminal di suatu pulau ke terminal di pulau yang lain, tanpa melewati area terlarang manapun, dan total jarak pada 1 pulau harus dibulatkan ke atas. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dibutuhkan algoritma Visibility Graph Navie, untuk mengetahui titik-titik mana saja yang dapat dilalui, dan algoritma Dijkstra untuk mengetahui rute terpendeknya. Selain itu, juga dilakukan beberapa optimasi untuk mempercepat kinerja sistem, yaitu dengan cara penyederhanaan penggambaran entitas halangan, pengurangan jumlah vertex yang harus dicek visibilitasnya, dan penggunaan backtracking dari vertex tujuan hingga vertex sumber untuk mengetahui total jarak pada tiap pulau. Cara kerja dari sistem adalah sebagai berikut. Diberikan masukan sesuai deskripsi permasalahan. Setelah masukan berhasil diolah, sistem akan memanggil algoritma Dijkstra. Pada tiap current vertex yang dihasilkan di dalam Dijkstra, sistem akan memanggil algoritma Visibility Graph Naive, untuk mengecek visibilitas dari vertex tersebut dengan vertex lain yang se-pulau, agar dapat diketahui vertex mana saja yang menjadi tetangganya. Dijkstra akan berhenti saat current vertex merupakan vertex tujuan. Kemudian saat Dijkstra telah berhenti, sistem akan menghitung total jarak pada tiap pulau, total jarak keseluruhan, dan menyimpan posisi yang dipilih pada rute terpendek. Hasil akhir menunjukkan bahwa sistem dapat berjalan cukup cepat berkat optimasi yang baik, dengan waktu rata-rata sebesar 0.2763 detik dan memori rata-rata 10.533 MB.
A comparative study of finger vein recognition by using Learning Vector Quantization Hardika Khusnuliawati; Chastine Fatichah; Rully Soelaiman
IPTEK Journal of Proceedings Series No 2 (2017): The 2nd Internasional Seminar on Science and Technology (ISST) 2016
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.019 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2017i2.2311

Abstract

Abstract¾ This paper presents a comparative study of finger vein recognition using various features with Learning Vector Quantization (LVQ) as a classification method. For the purpose of this study, two main features are employed: Scale Invariant Feature Transform (SIFT) and Local Extensive Binary Pattern (LEBP). The other features that formed LEBP features: Local Multilayer Binary Pattern (LmBP) and Local Directional Binary Pattern (LdBP) are also employed. The type of images are also become the base of comparison. The SIFT features will be extracted from two types of images which are grayscale and binary images. The feature that have been extracted become the input for recognition stage. In recognition stage, LVQ classifier is used. LVQ will classify the images into two class which are the recognizable images and non recognizable images. The accuracy, false positive rate (FPR), and true positive rate (TPR) value are used to evaluate the performance of finger vein recognition. The performance result of finger vein recognition becomes the main study for comparison stage. From the experiments result, it can be found which feature is the best for finger vein reconition using LVQ. The performance of finger vein recognition that use SIFT feature from binary images give a slightly better result than uisng LmBP, LdBP, or LEBP feature. The accuracy value could achieve 97,45%, TPR at 0,9000 and FPR at 0,0129.  
Peningkatan Kompetensi Guru-Guru Playgroup Dan TK Sepuluh Nopember Surabaya Melalui Pelatihan TIK Ahmad Saikhu; Daniel Oranova Siahaan; FX Arunanto; Rully Soelaiman; Fajar Baskoro
Sewagati Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.427 KB)

Abstract

Keberadaan Playgroup dan Taman Kanak-kanak Sepuluh Nopember merupakan bagian dari sejarah panjang eksistensi perumahan dosen dan karyawan ITS. Awalnya lembaga ini didirikan atas inisiatif Dharma Wanita Unit ITS untuk mengakomodasi kebutuhan sekolah taman kanak-kanak bagi dosen dan karyawan ITS yang berdomisili di perumahan dinas ITS Keputih Sukolilo Surabaya. Sehingga lembaga ini pun dinamakan Taman Kanak-kanak Dharma Wanita ITS. Namun seiring dengan perkembangan wilayah Kecamatan Sukolilo, khususnya di Kelurahan Keputih yang begitu pesat dengan munculnya banyak pemukiman baru, maka siswa taman kanak-kanak inipun berkembang dengan menerima siswa-siswa dari luar perumahan dinas ITS. Dengan munculnya kebutuhan belajar bagi anak-anak balita, maka lembaga ini berkembang dengan membuka kelas playgroup. Untuk pengembangan kurikulum pengajarannya, selain berdasarkan ketentuan dan panduan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, lembaga ini dapat menambahkan konten-konten pengajaran yang sesuai dengan karakteristik lembaga ini sendiri. Dalam kesempatan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini diajarkan kepada guru-guru playgroup dan Taman Kanak-kanak Sepuluh Nopember tentang merancang pembelajaran dengan memanfaatkan programmable robot untuk anak-anak. Kegiatan pembelajaran dengan menggunakan robot ini akan menarik minat anak-anak untuk secara tidak langsung mengenal dasar-dasar pemikiran yang terstruktur. Sementara dalam pelaksanaannya juga tidak tidak memerlukan investasi yang besar. Hanya cukup dengan seperangkat programmable robot beserta buku panduan untuk memprogramnya menggunakan Scratch.
A Fast Dynamic Assignment Algorithm for Solving Resource Allocation Problems Ivanda Zevi Amalia; Ahmad Saikhu; Rully Soelaiman
JOIN (Jurnal Online Informatika) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Department of Informatics, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/join.v6i1.692

Abstract

The assignment problem is one of the fundamental problems in the field of combinatorial optimization. The Hungarian algorithm can be developed to solve various assignment problems according to each criterion. The assignment problem that is solved in this paper is a dynamic assignment to find the maximum weight on the resource allocation problems. The dynamic characteristic lies in the weight change that can occur after the optimal solution is obtained. The Hungarian algorithm can be used directly, but the initialization process must be done from the beginning every time a change occurs. The solution becomes ineffective because it takes up a lot of time and memory. This paper proposed a fast dynamic assignment algorithm based on the Hungarian algorithm. The proposed algorithm is able to obtain an optimal solution without performing the initialization process from the beginning. Based on the test results, the proposed algorithm has an average time of 0.146 s and an average memory of 4.62 M. While the Hungarian algorithm has an average time of 2.806 s and an average memory of 4.65 M. The fast dynamic assignment algorithm is influenced linearly by the number of change operations and quadratically by the number of vertices.
A Fast Dynamic Assignment Algorithm for Solving Resource Allocation Problems Amalia, Ivanda Zevi; Saikhu, Ahmad; Soelaiman, Rully
JOIN (Jurnal Online Informatika) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Department of Informatics, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/join.v6i1.692

Abstract

The assignment problem is one of the fundamental problems in the field of combinatorial optimization. The Hungarian algorithm can be developed to solve various assignment problems according to each criterion. The assignment problem that is solved in this paper is a dynamic assignment to find the maximum weight on the resource allocation problems. The dynamic characteristic lies in the weight change that can occur after the optimal solution is obtained. The Hungarian algorithm can be used directly, but the initialization process must be done from the beginning every time a change occurs. The solution becomes ineffective because it takes up a lot of time and memory. This paper proposed a fast dynamic assignment algorithm based on the Hungarian algorithm. The proposed algorithm is able to obtain an optimal solution without performing the initialization process from the beginning. Based on the test results, the proposed algorithm has an average time of 0.146 s and an average memory of 4.62 M. While the Hungarian algorithm has an average time of 2.806 s and an average memory of 4.65 M. The fast dynamic assignment algorithm is influenced linearly by the number of change operations and quadratically by the number of vertices.
PENERAPAN METODE ANALISA DISKRIMINAN MAJEMUK DENGAN PENDEKATAN TRANSFORMASI FUKUNAGA KOONTZ Rully Soelaiman; Wiwik Anggraini; M Mujahidillah
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 7, No 3, Januari 2009
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.555 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v7i3.a80

Abstract

Linear discriminant analysis is one of method frequently used and developed in the field of pattern recognition. This method tries to find the optimal subspace by maximizing the Fisher Criterion. Application of pattern recognition in highdimensional data and the less number of training samples cause singular within-class distribution matrix. In this paper, we developed Linear Discriminant Analysis method using Fukunaga Koontz Transformation approach to meet the needs of the nonsingular within-class distribution matrix. Based on Fukunaga Koontz Transformation, the entire space of data is decomposed into four subspaces with different discriminant ability (measured by the ratio of eigenvalue). Maximum Fisher Criterion can be identified by linking the ratio of eigenvalue and generalized eigenvalue. Next, this paper will introduce a new method called complex discriminant analysis by transforming the data into intraclass and extraclass then maximize their Bhattacharyya distance. This method is more efficient because it can work even though within-class distribution matrix is singular and between-class distribution matrix is zero.
PEMBANGKIT DATA OTOMATIS BERBASIS POLA DISTRIBUSI POISSON UNTUK KEBUTUHAN PENGETESAN PERANGKAT LUNAK DATA MINING DALAM PENCARIAN POLA ASOSIASI DAN POLA SEKUENSIAL Arif Djunaidy; Rully Soelaiman; Adhita Pratiwi
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 1, No 1 Juli 2002
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.358 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v1i1.a97

Abstract

Data transaksi tiruan yang menyerupai transaksi nyata pada lingkungan ritel dibutuhkan dalam pengetesan teknik data mining untuk pencarian pola asosiasi dan pola sekuensial dari basis data berskala besar. Dalamdunia nyata, terdapat kecenderungan bahwa pembeli melakukan pembelian beberapa item secara bersamaan dengan ukuran transaksi terkelompok di sekitar nilai rerata banyaknya item yang dibeli dan membentuk poladistribusi Poisson. Makalah ini membahas pengembangan pembangkit data otomatis yang mengikuti pola distribusi Poisson untuk kebutuhan pengetesan perangkat lunak data mining dalam pencarian pola asosiasi dan pola sekuensial.Dalam proses pembangkitan data, perangkat lunak ini menggunakan beberapa parameter, seperti jumlah item, ukuran rerata itemset, ukuran maksimum large itemset, jumlah large itemset, ukuran rerata transaksi, ukuranmaksimum transaksi, dan jumlah transaksi. Sedang tahapan pembuatan transaksi tiruan meliputi pembentukan item yang akan dimasukkan ke dalam transaksi, pembuatan large itemset dari kumpulan item, dan pembuatantransaksi. Ukuran masing-masing itemset dan transaksi didasarkan pada pola distribusi Poisson dengan rerata sama dengan ukuran rerata large itemset/transaksi.Uji coba perangkat lunak yang dilakukan terhadap berbagai nilai parameter membuktikan bahwa pembangkit data otomatis mampu menghasilkan data transaksi tiruan dalam jumlah besar dengan waktukomputasi yang relatif singkat. Hasil uji coba menunjukkan bahwa (a) semakin besar ukuran rerata transaksi, semakin besar pula jumlah record, waktu pembuatan dataset, ukuran basis data, dan jumlah frequent itemsetyang ditemukan, (b) semakin besar jumlah transaksi, semakin besar pula jumlah record, waktu pembuatan dataset, dan ukuran basis data yang dihasilkan, dan (c) semakin besar jumlah itemset yang dibuat, semakinsedikit jumlah pola yang ditemukan. Kata kunci: pembangkit data otomatis, pola distribusi poisson, data mining, pola asosiasi, pola sekuensial.
ANALISIS KINERJA SOLVER PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA PADA MATLAB UNTUK PERSOALAN NILAI AWAL NONSTIFF DAN STIFF Yudhi Purwananto; Rully Soelaiman
JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 1, No 1 Juli 2002
Publisher : Department of Informatics, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.788 KB) | DOI: 10.12962/j24068535.v1i1.a98

Abstract

Makalah ini membahas analisis kinerja dari solver persamaan diferensial biasa pada perangkat lunak MATLAB. Persoalan persamaan diferensial biasa yang akan diselesaikan oleh solver MATLAB dan selanjutnya dianalisis kinerjanya tersebut akan meliputi persoalan nilai awal (Initial Value Problem) dengan karakteristik nonstiff dan stiff.Penyelesaian persoalan nilai awal nonstiff yang akan dianalisis kinerjanya akan menggunakan metode Runge-Kutta eksplisit, yang diimplementasikan dengan fungsi ode23 dan ode45. Sedangkan untuk persoalan nilai awal stiif akan menggunakan metode implisit yang disebut Numerical Differentiation Formulas (NDF) dan metode one-step implisit Modified Rosenbrock. Kedua metode untuk persoalan stiff tersebut diimplementasikan dalam fungsi ode15s dan ode23s. Analisis kinerja pada solver PDB MATLAB untuk persoalan nilai awal yang dilakukan terhadap setiap fungsi tersebut akan meliputi kinerja terhadap tolerasi galat (error) dan biaya komputasi yang dibutuhkan yang dinyatakan dengan komponen succesful step, failed attempts dan function evaluation.Kata kunci: Initial Value Problem, Nonstiff, Ordinary Differential Equation, Stiff