Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Hadis Hukum Dan Keutamaan Dalam Kitab Sunan Tirmidzi Muhammad Idris; Idris Siregar; Kholijah Siregar; Raihan Ramadhansyah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1262

Abstract

Hadis sumber hukum kedua dalam islam setelah Al-Qur’an. Pada zaman Nabi tidaklah semua hadis dicatat oleh para sahabat, pencatatan dan penghimpunan hadis secara resmi barul terjadi pada zaman Umar bin Abdul Azis kemudian Jenis data pada penelitian ini ialah data kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif-analitis. Sumber data pada penelitian ini menggunakan sumber data primer dari kitab sunan at-Tirmidzi Nama lengkap At-Tirmidzi adalah Abu Isa Muhammad bin Isa bin Tsurah bin Musa bin Ad-Dahhak As-Sulamy Ad-Daris Al-Biqhi at-Tirmidzi Ad-Dariri Penjelasan dari hadis di atas Sebagai manusia kita harus memperbanyak ibadah, apapun bentuknya. Tidak harus menunggu moment-moment tertentu, seperti di bulan Ramadhan atau Muharram. Salah satunya ibadah tambahan yang dapat kita lakukan sehari-hari adalah dengan melaksanakan shalat malam. Shalat malam adalah shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari yang dimulai sejak selesai dilaksanakannya shalat isya’ walaupun belum tidur.0 6+
Metodologi Dan Konsep Hadis Sahih Imam Muslim Di Era Kini Syahrudi Nst; Idris Siregar; Muhammad Rizki; Zikra
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 1 (2025): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i1.1263

Abstract

Imam Muslim merupakan salah satu tokoh besar dalam sejarah Islam yang memberikan kontribusi signifikan dalam bidang ilmu hadis. Melalui karya utamanya, Sahih Muslim, beliau menyusun koleksi hadis yang diakui sebagai salah satu kitab hadis paling otoritatif dalam Islam, berdampingan dengan Sahih Bukhari. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang kehidupan Imam Muslim, metodologi yang digunakan dalam menyusun hadis, serta dampak karyanya terhadap perkembangan ilmu hadis dan masyarakat Muslim secara luas. Dengan pendekatan studi literatur, jurnal ini menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder terkait kehidupan dan karya Imam Muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejelian Imam Muslim dalam menyeleksi dan mengklasifikasi hadis memberikan sumbangsih besar bagi keilmuan Islam, khususnya dalam memastikan validitas hadis. Selain itu, karyanya menjadi rujukan utama bagi para ulama hingga saat ini, menunjukkan relevansi yang terus berlanjut sepanjang sejarah. Penelitian ini menegaskan bahwa Imam Muslim tidak hanya berperan sebagai ulama hadis, tetapi juga sebagai pelopor metode ilmiah dalam tradisi Islam.
Analyzing the Views of Religion in the Individualism of Moralism Between Religions Muhammad Fauzan Azhima; Idris Siregar
Values: Jurnal Kajian Islam Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/values.v1i1.1

Abstract

Moralism is a global phenomenon that can be found in various societies that adhere to "world religions" such as Judaism, Hinduism, Christianity and Islam. The purpose of this research is to know that the faith of religion is entirely based on their individual and personal achievement, and given by the pride given to the personal experience that guides everyone in their own way. Religion is a basic human necessity, because religion is a means of defending itself against all acts of violence that threaten human life. Religion gives meaning to individual life and also gives hope for survival after death. Religion can be a human tool to rise from the world's life of suffering, to achieve spiritual independence. Religion as a symbol of society is no longer visible since religion has been established as religious institutions, institutional religions in principle create a good institutional regime based on faith validation, using a secure president according to the authoritarian organisation that conforms to each tradition, in connection with the line of religious descent. Religion has become a legitimate tool for a group of people who have economic and political resources.
The Relevance of Hadith and Reason in Demonstrating The Status of Hadith Idris Siregar; Alwi Padly Harahap
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol 7 No 1 (2024): Al-Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v7i1.8237

Abstract

If the authenticity of a hadith is uncertain and contradicts reason, then the hadith is considered weak. However, if a hadith is considered authentic by hadith scholars, two different theories emerge among the scholars. The first theory argues that true hadith never contradict reason. According to this view, common sense and clarity will never conflict with authentic hadith. On the other hand, the second theory argues that the Prophet's hadith are considered weak if they conflict with reason. This research uses analytical and library research methods, which utilize various scientific works including books, articles and writings by Muslim scholars. The findings of this research show that when a hadith, which is narrated through a strong chain of narrators and its sanad goes back to the Prophet, cannot contradict reason. However, if a hadith goes against common sense, then that can be a valid reason to question its authenticity and consider it weak. Through comprehensive scientific discourse analysis, this research provides a deeper understanding of the complex relationship between hadith and reason and how Islam values reason. This underscores the importance of a rigorous authentication process, emphasizing the need to consider the reliability of hadith sanads and principles of intellectual reasoning when assessing the strength or weakness of a Prophetic hadith
Ijaz Al-Quran Dalam Pandangan Ahlussunnah Wal Jamaah (ASWAJA) Idris Siregar; Mutya Ramadhanti; Shalihah
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 6 (2024): GJMI - JUNI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i6.549

Abstract

Al-Qur’an dianggap sebagai mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Keajaiban ini meneguhkan kebenaran pesan Al-Qur'an dan keilahian Al-Qur'an itu sendiri, dan menurut Aswaja hal tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur'an bukanlah hasil karya manusia melainkan wahyu langsung dari orang-orang yang beriman. Allah SWT. Oleh karena itu, Al-Qur’an dianggap sebagai pedoman hidup yang sempurna dan tidak tergantikan. Pandangan Aswaja terhadap i'jaz Al-qur'an adalah bahwa keunikan Al-qur'an tidak hanya terletak pada aspek kebahasaan dan kesastraannya saja, namun juga pada kemampuannya memberikan petunjuk yang baik dan tepat untuk segala zaman. dan tempat. I'jaz Al-qur'an dengan demikian menunjukkan keabadian dan universalitas Al-qur'an sebagai pedoman hidup manusia. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tinjauan pustaka. Hasil penelitian adalah: I'jaz Al-qur’an menurut pandangan beberapa tokoh Aswaja adalah (1) Imam Al-Baqillani; Mengusulkan tiga dalil yang salah satunya adalah “Al-Qur’an memuat hal-hal ghaib, terdiri dari laporan tentang apa yang terjadi pada masa lampau dan ramalan tentang apa yang akan datang. (2) Abdul Qahir Al-Jurjani; “Dengan mengedepankan konsep an-nazm dalam i'jaz Al-Qur'an, al-jurjani berhasil memberikan penjelasan yang kuat bahwa i'jaz Al-Qur'an terdapat pada setiap ayat, tidak hanya pada ayat tertentu saja." (3 ) Abu Hasan Ali bin Isa Ar-rummani; “Tantangan Al-Quran berlaku bagi semua manusia, tidak hanya orang Arab tetapi juga non-Arab.”
Pentingnya Puasa Dalam Perspektif Hadis Dan Sains Idris Siregar; Baihaqi Hirza; Daffa Affandi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.691

Abstract

Puasa adalah salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi umat Muslim selama bulan Ramadan. Selain memiliki nilai spiritual yang tinggi, puasa juga memberikan berbagai manfaat kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah. Artikel ini mengeksplorasi pentingnya puasa dari perspektif Hadis dan sains. Dari sudut pandang Islam, puasa tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesabaran, disiplin, dan empati terhadap sesama. Sementara itu, dari perspektif sains, puasa menunjukkan berbagai manfaat kesehatan, termasuk peningkatan metabolisme, pengurangan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung, serta dukungan terhadap proses detoksifikasi alami tubuh. Penelitian juga menunjukkan bahwa puasa dapat membantu dalam pengaturan berat badan dan meningkatkan fungsi otak. Kombinasi antara keutamaan spiritual dan manfaat kesehatan menjadikan puasa sebagai praktik yang bernilai tinggi, baik dalam konteks agama maupun ilmu pengetahuan. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat menggali lebih dalam mengenai mekanisme biologis di balik manfaat kesehatan puasa serta implikasinya dalam praktik medis modern.
Zakat Produktif Dalam Perspektif Alquran Dan Hadis Idris Siregar; Kholijah Siregar; Nabila Syahlita Dewi
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 7 (2024): GJMI - JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i7.692

Abstract

Kewajiban zakat serta penjelasan tentang hukum bagaimana zakat sudah ditegaskan di dalam Alquran dan Al hadis. Zakat merupakan ibadah ritual keagamaan dalam Islam yang memiliki dimensi, baik kepada Allah (habl min Allah) dan hubungan dengan sesamanya (habl min alNas) serta salah satu dari rukun Islam yang memiliki status dan fungsi yang penting dalam syariat Islam. Demikian pula Zakat merupakan ibadah maliyah ijtima'iyah ( ibadah yang berkaitan dengan ekonomi dan kemasyarakatan). Salah satu ibadah dalam Islam yang memiliki keterkaitan dengan dimensi sosial dan ekonomi adalah ibadah zakat. Zakat dapat berfungsi sebagai media untuk mengentaskan kemiskinan. Zakat yang dapat dijadikan solusi dalam mengatasi masalah tersebut adalah zakat produktif. Pengelolaan zakat produktif merupakan fenomena baru dalam pengumpulan dan pendistribusian zakat. Zakat dikelola agar menghasilkan sesuatu yang terus menerus. Artikel ini merupakan upaya untuk mengetahui konsep zakat produktif yang utuh, komprehensif dan tepat ayat al quran dan hadisnya.
Kredit dalam Islam Berdasarkan Perspektif Hadis Idris Siregar; Muhammad Rafly; Hairun Sadri
Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus : Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi
Publisher : UNIVERSITAS MARITIM AMNI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/profit.v3i3.2311

Abstract

This research aims to examine the principles of credit in Islam based on a hadith perspective. The approach used is a qualitative approach with descriptive-analytic research type. Primary data sources are hadiths related to credit taken from trusted hadith books, such as Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, and others. Secondary data sources include literature related to hadith interpretation, muamalah fiqh books, academic journals, and scientific articles. Data collection techniques were carried out through literature study and documentation. The research results show that the principles of credit in Islam based on hadith include the prohibition of usury, justice and honesty, and the avoidance of uncertainty (gharar). Apart from that, the hadiths also emphasize the importance of good intentions and benevolence in providing loans and recommend giving concessions or even eliminating debts for those who are unable to pay.
Urgensi Murājaʻah dalam Menjaga Hafalan Al-Quran dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim Harahap, Taufiqurrahman; Idris Siregar
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Murājaʻah is one of the essential principles in maintaining Quran memorization, emphasized in numerous Prophetic traditions. The background to this study arises from the phenomenon of weakening memory of Quran memorizers after memorization due to a lack of consistent murājaʻah. This study aims to analyze thematic hadiths on murājaʻah, explore its urgency as a moral and spiritual obligation, and examine its correlation with modern theories of memory psychology. This study uses a qualitative-descriptive method with thematic analysis techniques on relevant hadiths. The results show that murājaʻah is a form of ongoing worship, a reflection of spiritual responsibility to revelation, and an indicator of closeness to God. Murājaʻah also plays a crucial role in maintaining the sanad (chain of transmission) and the authenticity of memorization, and distinguishes between memorizers and ordinary readers. Its correlation with the psychology of memory demonstrates that the principle of murājaʻah aligns with scientific methods for strengthening long-term memory. The main findings of this study underscore that murājaʻah is not only a religious need, but also a cognitive one that must be systematically managed in contemporary tahfiz education.
Analisis Hadis Tasyabbuh: Kehadiran Tokoh Islam Di Perayaan Bakar Tongkang Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir Rahma Julika; Idris Siregar
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the responses of Islamic leaders to the presence of Muslims in the Bakar Tongkang celebration in Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau, with a focus on its social and theological implications. This tradition, which originated from the Chinese ethnic group, contains religious symbolism, giving rise to debates about the limits of participation in accordance with the principle of tasyabbuh. The objectives of this study are to explore the views of religious leaders, analyze the socio-theological consequences, and formulate alternative approaches to religious moderation in a multicultural society. The research method used is qualitative with a case study. Primary data were obtained through in-depth interviews with the Head of the Indonesian Ulema Council (MUI) of Rohil, representatives of the Riau Provincial Ministry of Religious Affairs, and local religious scholars, as well as direct observation of the Bakar Tongkang procession. Secondary data included classical and contemporary hadith literature, studies on religious moderation, and ethnographic studies. The analysis used the Miles & Huberman model with triangulation of sources and methods to ensure validity. The results showed that the MUI prohibited Muslims from becoming “players” in the core rituals but allowed them to be “spectators” for the sake of harmony. The Ministry of Religious Affairs emphasizes religious moderation, while local scholars emphasize respect without participation. The study recommends the narrative of “respecting without attending” and strengthening the role of institutions, education based on maqashid syariah, and inclusive cultural mediation to maintain faith and tolerance.