Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Jihad Ekonomi Dalam Perspektif Hadis: Tinjauan Terhadap Gerakan Boikot Produk Israel Sebagai Dukungan Terhadap Palestina Idris Siregar; Dinar Maliki; Fakhrurrozi Nasution
MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : MUQADDIMAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/muqaddimah.v2i3.938

Abstract

The conflict and occupation that have occurred in Palestine by Israel have been ongoing for over six decades, with oppression, destruction of buildings, and civilian deaths occurring far too frequently. This long-standing conflict and occupation has garnered global attention, as it is highly sensitive due to its direct association with religion. The prolonged conflict has also devastated the Palestinian economy, necessitating donation assistance. The struggle or jihad in support of Palestine from various parts of the world has emerged as a force, with global condemnation of Israel's occupation through boycotts of Israeli products and those supporting Israel. Through qualitative research in the form of literature studies, researchers aim to explore the hadith's perspective on boycotting colonial products. The findings of this research indicate that boycotting products that aid colonization is justified, as it is forbidden to purchase goods used to combat Muslims and strengthen the position of colonizers. This research is expected to provide a foundation for thought and action in engaging in boycotts as a form of solidarity with Palestine.
Pandangan Hadis Tentang Dampak Kecanduan Game Online ‘Mobile Legend’ pada Psikologis (Studi Kasus di Kalangan Remaja Desa Sempajaya Kab.Karo) Angga Prayuda; Nurliana Damanik; Idris Siregar
Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jmpai.v3i2.980

Abstract

In this sophisticated era, the use of mobile phones among teenagers has increased rapidly both for learning and daily needs. Excessive use of mobile phones will have an impact on the lifestyle of teenagers because of playing online games. Therefore, this study aims to determine the impact of online games among teenagers in the perspective of Islam, especially referring to the views of the hadith. The population in this study were teenagers aged 15-17 years who played the online game mobile legend around 4-7 hours or more per day and teenagers who were addicted to the online game mobile legend numbered 5 respondents. This study uses a qualitative method with a case study approach by means of observation and interviews and documentation. The results of the analysis of interviews and observations show that the influence of the online game mobile legend greatly affects the development and growth of teenagers because online games affect the health, psychology, academics, social, and free time that teenagers have is wasted which is detrimental to themselves. Islam does not forbid its people to have fun, but it must remain within the limits and corridors that are determined. The games played should be in accordance with their portion, aka not excessive. Don't let entertainment take up all your time, disrupt your health, hinder other activities, take up study and work time and don't let it distract someone from their main duties, especially in worship, and don't let it make people forget about more important games, such as physical exercise to improve your health or do better activities than being addicted to playing online games. Games also shouldn't make people fall into addiction.
The EFFORTS TO IMPROVE MORAL DEVELOPMENT OF 5-6 YEAR OLD CHILDREN THROUGH AUDIO VISUAL MEDIA AT TK AL-HABIB KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Ni Komang Nandhita Dharma Santy; Muhammad Basri; Idris Siregar
Cakrawala Pedagogik Vol 8 No 2 (2024): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v8i2.648

Abstract

This study aims to determine the improvement of moral development of children aged 5-6 years through audio-visual media at Al-Habib Kindergarten, Serdang Bedagai Regency. The formulation of the problem in this study are: 1) How is the moral development of children aged 5-6 years before using audio-visual media at Al-Habib Kindergarten? 2) How is the learning process using audio-visual media in improving the moral development of children aged 5-6 years at Al-Habib Kindergarten? 3) How is the moral development of children aged 5-6 years after using audio-visual media at Al-Habib Kindergarten? This type of research is classroom action research (CAR) with the subjects of the study being children aged 5-6 years in class A consisting of 20 children and the object of this research is the improvement of children's moral development. Data collection techniques in this study were carried out through observation and documentation. Data analysis techniques used percentage analysis. The results of the study conducted at Al-Habib Kindergarten, Serdang Bedagai Regency showed that the moral development of children aged 5-6 years can be improved through audio-visual media. The results can be seen from the results of observations in the Pre-Cycle, the average value obtained was 34.63%, while the results of observations in Cycle I, the average value obtained was 50.71%, so that there was an increase of 16.08%, and the results of observations in Cycle II showed that children's moral development increased with an average value of 78.56%, so that from Cycle I to Cycle II, children's moral development increased by 27.85%, while from Pre-Cycle to Cycle II, it increased by 43.93%.
MUWATTA' MALIK - DISUSUN OLEH IMAM MALIK (93-179H): KITAB HADIST DAN FIQH PALING AWAL Fahyuzi, Azri; Roisul Hamdi Lubis; Idris Siregar
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i3.8441

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis Muwatta’ Imam Malik, salah satu kitab hukum Islam awal yang mengintegrasikan hadis dan fiqh secara sistematis. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang menggabungkan analisis historis, tekstual, dan tematik, penelitian ini mengeksplorasi struktur, metodologi pemilihan hadis, serta tema-tema besar dalam kitab, seperti ibadah, muamalah, dan hudud. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan Imam Malik yang berfokus pada tradisi hukum masyarakat Madinah menciptakan kerangka hukum yang adaptif dan relevan, menjadikan Muwatta’ sebagai panduan hukum praktis. Melalui perbandingan dengan kitab hadis dan fiqh awal lainnya, seperti Sahih Bukhari dan Musnad Ahmad, penelitian ini mengidentifikasi keunggulan metodologi integratif dalam Muwatta’. Prinsip-prinsip seperti maslahah dan sadd al-dhara’i’ yang diusung kitab ini menegaskan relevansinya dalam menjawab tantangan hukum kontemporer, termasuk keadilan sosial, regulasi teknologi, dan perlindungan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Muwatta’ tidak hanya menjadi fondasi mazhab Maliki tetapi juga menawarkan model metodologi hukum Islam yang relevan untuk modernisasi hukum. Hasil penelitian ini memberikan landasan bagi kajian lebih lanjut mengenai penerapan prinsip-prinsip Muwatta’ dalam konteks hukum global.
SUNAN AN-NASA’I – DISUSUN OLEH IMAM AN-NASA'I (214-303 H), BERFOKUS PADA HADITS HUKUM DAN ADAB Azly, Muhammad Zammy; Putri Aprilia br Payung; M Hafiz Rustandi; Idris Siregar
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 8 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v8i3.8475

Abstract

Abstrak Penelitian ini menggali Sunan An-Nasa’i, dengan fokus pada kontribusinya terhadap hukum Islam (fiqh) dan adab, khususnya penerapan praktis hadits-hadits tersebut dalam masyarakat Islam kontemporer. Sunan An-Nasa’i, yang disusun oleh Imam Ahmad ibn Shu'ayb An-Nasa’i, merupakan salah satu dari enam koleksi hadits utama dalam Islam Sunni, yang dikenal karena keautentikannya yang ketat dan fokus pada ajaran hukum dan etika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodologi analisis teks, untuk menganalisis hadits-hadits yang berkaitan dengan prinsip-prinsip hukum dan perilaku etis untuk memahami relevansinya dalam konteks perkembangan sosial, hukum, dan politik modern. Penelitian ini mengklasifikasikan dan menganalisis hadits-hadits dalam Sunan An-Nasa’i serta membandingkannya dengan hadits-hadits serupa dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, untuk menyoroti kesamaan dan perbedaan dalam penyampaian hukum dan adab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sunan An-Nasa’i menawarkan panduan praktis dalam isu-isu seperti keadilan sosial, perilaku pribadi, pernikahan, transaksi, dan etika publik, memberikan wawasan berharga dalam bidang yurisprudensi Islam dan pembentukan karakter moral. Selain itu, penelitian ini menekankan bagaimana hadits-hadits ini tetap aplikatif dalam masyarakat Islam kontemporer, dengan mengatasi tantangan modern seperti integrasi nilai-nilai Islam dalam sistem hukum nasional dan dilema etika yang muncul akibat kemajuan teknologi serta globalisasi. Penelitian ini menegaskan relevansi yang tetap hidup dari Sunan An-Nasa’i dalam membentuk hukum dan etika Islam, menawarkan kerangka untuk memahami dampaknya yang berkelanjutan terhadap praktik Islam dan reformasi hukum di dunia modern. Penelitian ini mendorong integrasi ajaran-ajaran tersebut dalam pendidikan Islam dan praktik hukum kontemporer untuk mempromosikan keadilan, kesetaraan, dan perilaku etis dalam komunitas Muslim.
HADIS TENTANG HUKUM ISLAM (FIQH) YANG DIRIWAYATKAN OLEH IMAM ABU DAWUD Rasyid, Khainur ar; Poppy radana; Idris Siregar
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v9i1.8808

Abstract

Penelitian ini menganalisis hadis-hadis hukum Islam dalam Sunan Abu Dawud untuk menilai keautentikan, kandungan hukum, dan relevansinya dengan kebutuhan kontemporer. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis analisis isi, penelitian ini mengevaluasi sanad dan matan hadis menggunakan ilmu jarh wa ta’dil serta kerangka maqashid syariah. Hadis-hadis dikategorikan berdasarkan aspek hukum Islam, seperti ibadah, muamalah, jinayah, dan akhlak, kemudian dikontekstualisasikan untuk menjawab tantangan modern, termasuk transaksi digital dan isu sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sunan Abu Dawud menyediakan fondasi hukum yang kokoh, relevan untuk membentuk kaidah hukum Islam yang konsisten dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan. Pendekatan maqashid syariah memastikan bahwa hukum yang dihasilkan tidak hanya sah secara tekstual tetapi juga aplikatif dalam kehidupan modern. Temuan ini mempertegas peran hadis dalam menjembatani tradisi klasik dengan dinamika zaman. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan hukum Islam yang adaptif dan relevan, meskipun masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk eksplorasi lebih luas.
MUSNAD AHMAD BIN HANBAL – DISUSUN OLEH AHMAD BIN HANBAL (164-241 H), BERISI HADITS-HADITS YANG DIRIWAYATKAN BERDASARKAN PERAWI Hasibuan, Ramsil Huda; Muhammad Miftahul Habib; Ihza Mahendra; Idris Siregar
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 9 No. 3 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v9i3.9198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metodologi penyusunan hadis dalam Musnad Ahmad bin Hanbal dengan fokus pada validitas sanad, konsistensi matan, serta relevansinya dalam konteks hukum Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini melibatkan analisis dokumen, kajian komparatif, serta kritik sanad dan matan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi Imam Ahmad bin Hanbal menekankan keakuratan rantai periwayatan dan kesesuaian teks hadis dengan prinsip dasar ajaran Islam. Selain itu, hadis-hadis dalam Musnad Ahmad memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan kontemporer, seperti ekonomi syariah, etika sosial, dan hukum keluarga. Kontribusi Musnad Ahmad tidak hanya terbatas pada studi hadis, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan pemikiran Islam dan penerapan hukum syariah di era modern. Penelitian ini menegaskan pentingnya kajian berkelanjutan terhadap Musnad Ahmad bin Hanbal untuk memastikan bahwa ajaran hadis dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan solusi praktis bagi umat Islam.
KEISTIMEWAAN SHAHIH BUKHARI: ANALISIS METODOLOGI IMAM BUKHARI DALAM MENGUMPULKAN HADIS Siregar, Khoirun Nisa; Jihan Aprilia Lubis; Rustam Efendi; Idris siregar
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 10 No. 2 (2025): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v10i2.9665

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis keistimewaan kitab Shahih Bukhari melalui kajian metodologi yang diterapkan oleh Imam Bukhari dalam mengumpulkan dan menyusun hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode analisis pustaka, yang berfokus pada sumber-sumber literatur primer dan sekunder tentang metode hadis yang diterapkan Imam Bukhari. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode Imam Bukhari sangat ketat dan sistematis, meliputi seleksi sanad yang sahih, pemeriksaan karakter perawi, serta ketepatan matan hadis, sehingga menjadikan Shahih Bukhari sebagai salah satu karya paling otoritatif dalam literatur hadis. Kriteria ketat yang diterapkan Imam Bukhari ini berperan penting dalam memastikan keaslian dan keabsahan hadis, sekaligus memperkuat posisi Shahih Bukhari sebagai referensi utama dalam kajian Islam.
Ijaz Ilmi Pada Ayat-Ayat Al-Quran Idris Siregar; Adellia Fitriani; Siti Mardiana
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 2 No. 5 (2024): October : Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v2i5.505

Abstract

I'jaz ilmi" is one of the miracles of the Koran related to science, which appeared during the revival of science among Islamic Muslims, and greatly motivated its followers to study continuously. Even science is considered important. The earliest verses of the Qur'ân are the most fascinating references and the most important facts on the subject, because they encouraged people to explore and uphold this knowledge. In the Qur'an, the words "sama" and "bashar" often appear in the same verse, but usually the word "sama" comes first. The author found and collected data about the research object, namely the words sama and bashar, using a qualitative approach. The study reached several conclusions, one of which was that the words "sama" and "bashar" are mentioned thirty-four times in the Quran.
Membedah Musnad Al-Darimi: Studi Analisis Hadis Dan Peranannya Dalam Klasifikasi Hadis Shahih M Rifai Ar Rahman; Idris Siregar; Ahmad Affandi Ritonga; Yuli Delia
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 12 (2024): GJMI - DESEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i12.654

Abstract

Musnad al-Darimi adalah salah satu kitab musnad yang penting dalam tradisi pengumpulan hadis, disusun oleh Imam Abd al-Razzaq ibn Hamam al-Darimi (w. 855 M). Kitab ini berisi kumpulan hadis yang disusun berdasarkan sahabat yang meriwayatkannya dan memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan ilmu hadis, khususnya dalam klasifikasi hadis shahih. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis metodologi pengumpulan hadis dalam Musnad al-Darimi, serta peranannya dalam verifikasi dan klasifikasi hadis yang sahih. Melalui pendekatan yang hati-hati dalam seleksi sanad dan perawi, al-Darimi memberikan bukti akan keseriusannya dalam menyaring hadis yang dapat dipertanggungjawabkan, meskipun tidak selalu seketat metode yang diterapkan oleh Imam al-Bukhari atau Imam Muslim. Kajian ini juga menyoroti bagaimana al-Darimi mengklasifikasikan hadis berdasarkan kredibilitas perawi dan bagaimana kontribusinya terhadap pengembangan ilmu jarh wa ta'dil (kritik dan penilaian perawi). Meskipun Musnad al-Darimi tidak seterkenal kitab-kitab hadis besar lainnya, peranannya tetap sangat penting dalam menyaring hadis yang sahih dan mengembangkan pemahaman tentang validitas hadis. Artikel ini memberikan wawasan yang lebih luas mengenai metodologi al-Darimi dalam pengumpulan hadis serta signifikansinya dalam memperkaya tradisi ilmu hadis di dunia Islam.