Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) SEBAGAI PENURUN KADAR KOLESTEROL DALAM DARAH DI RSU SEMBIRING DELI TUA Linta Meliala; Anggun Syafitri; Masria Phetheresia Sianipar; Delisma Simorangkir; Pintata Sembiring; Sofia Eliasari Br Bangun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v3i2.1193

Abstract

Hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi dimana kolesterol dalam darah meningkat diatas keadaan normal yang mana dapat menjadi salah satu faktoer resiko untuk penyakit kardiovaskular. Dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah, masyarakat sering memilih alternatif sebagai penyembuhan yaitu adalah obat-obatan. Obat-obatan sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu pengobatan secara konvensional dan pengobatan secara tradisional. Penggunaan obat tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol masih sangat sedikit, sehingga dalam menurunkan kadar kolesterol darah masyarakat masih banyak menggunakan obat-obat konvensional, sehingga bahan alam sangat sia-sia karena tidak dimanfaatkan. Salah satu tanaman yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah adalah Daun Kopi Arabika yang memiliki kandungan senyawa berupa flavonoid, saponin, asam klorogenik yang mana dapat menurunkan kadar kolesterol. Daun Kopi Arabika sendiri banyak terdapat di dalam Indonesia. Tujuan dari PKM ini adalah untuk memberikan atau meningkatkan pengetahuan pasien dalam masa terapi rawat jalan utnuk pengobatan penyakit tingginya kadar kolesterol dalam darah di RSU Sembiring dengan metode edukasi tentang pemanfaatan Daun Kopi Arabika sebagai penurun kadar kolesterol dalam darah. Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini, para peserta memiliki pengetahuan yang baru tentang pemanfaatan Daun Kopi Arabika sebagai penurun kadar kolesterol dalam darah, selain itu para peserta juga dapat mengeksekusi Daun Kopi Arabika menjadi suatu sediaan yang simple dan mudah digunakan.
Formulasi Dan Uji Efektivitas Sediaan Body Lotion Dari Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Sebagai Pelembab Kulit Anggun Syafitri; Maulida Rahma
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i1.7185

Abstract

Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas dan berfungsi melindungi kulit dari radikal bebas. Aktivitas radikal bebas dapat dihambat oleh senyawa antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi dengan cara mengikat radikal bebas. Kosmetik adalah produk yang diterapkan pada tubuh atau wajah untuk mempercantik penampilan. Body lotion merupakan sediaan yang dioleskan pada kulit bagian luar yang dapat melembutkan, mencerahkan, dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Daun asam jawa (Tamarindus indica L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa antioksidan untuk mengatasi radikal bebas karena dapat mencegah gangguan kulit yang dirusak oleh sinar UV. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Sampel yang digunakan adalah daun asam jawa (Tamarindus indica L.) kemudian diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%, dipekatkan dengan cara diputar. Ekstrak Daun Asam Jawa diformulasikan dengan konsentrasi F1 1%, F2 3%, F3 5% dan F4 7% menggunakan basis parafin cair, setil alkohol, gliserin, asam stearat, trietanolamin, metil paraben, propil paraben dan air suling. Pemeriksaan mutu sediaan meliputi homogenitas, tipe emulsi, daya sebar, stabilitas dan pH selama 4 minggu. Pemeriksaan iritasi kulit sukarelawan. Semua sediaan homogen, tipe emulsi o/w, daya sebar dengan beban 50 gr 1,3 cm-3 cm, dengan beban 100 gr 2 cm-5,2 cm. Stabil selama penyimpanan 4 minggu, pH 7.49-7.7.62 dan tidak menyebabkan iritasi. Semua sediaan dapat meningkatkan kelembapan kulit. Formulasi body lotion yang paling efektif mengatasi kulit kering adalah sediaan dengan konsentrasi ekstrak daun asam 7% (F4) yang ditandai dengan peningkatan penyembuhan kulit yang dioleskan selama 1 bulan
PENGARUH PEMBERIAN TEH HIJAU TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA LANSIA DI KECAMATAN BATANG TORU KABUPATEN TAPANULI SELATAN VIKTOR EDYWARD MARBUN; JOHANNES SEMBIRING; ANGGUN SYAFITRI
JURNAL ILMIAH DHDT - KEBIDANAN Vol 5 No 2 (2023): JURNAL PENELITIAN KEBIDANAN & KESPRO
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Deli Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpk2r.v5i2.1234

Abstract

Cholesterol is a fat found in the bloodstream or body cells, is necessary for the formation of cell walls, and is necessary as a raw material for several hormones. High levels of cholesterol cause it to react with other substances and precipitate in the arteries which will eventually cause atherosclerosis so that it disrupts the process of blood circulation to the heart. Many factors cause hypercholesterolemia, namely genetic factors, obesity factors, dietary factors and rarely exercise. Cholesterol can be overcome with herbs such as guava, turmeric, berimbing ur and noni. One of them is green tea. Green tea is one of the non-pharmacological treatments that can reduce cholesterol levels in the elderly in Batang Toru sub-district, South Tapanuli Regency. It was found that cholesterol levels before drinking green tea were 247 mg/Dl and after drinking green tea were 214 mg/Dl. This study aims to determine the effect of giving green tea on reducing cholesterol levels in the elderly in 2020. This study used a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. Study results conclude that green tea lowers cholesterol in older adults. It is recommended to the public to be able to make green tea as an option in dealing with increased cholesterol levels.
PEMANFAATAN DAUN BENALU DUKU (Dendrophtoe Pentandra (L.) Miq) DAN LENDIR SIPUT (Achatina fulica) SEBAGAI REPAIRING SKIN DALAM FORMULASI SEDIAAN SERUM di DESA CANDIREJO KECAMATAN DELI TUA, KABUPATEN DELI SERDANG Anggun Syafitri; Sofia Rahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v3i3.1344

Abstract

Dinamika penggunaan produk kosmetik sesuai dengan perkembangan zaman banyak yang tidak sehat dan berkualitas buruk. Saat ini trending gaya hidup “back to nature” sedang tinggi, yang mana kepercayaan masyarakat ke bahan-bahan aktif yang komposiss nya bahan alami relatif lebih aman dari pada bahan kimia sintetik. Karenanya pemahaman dan pengetahuan orang-orang tentang penggunaan bahan yang berkaitan dengan kesehatan kulit dan kosmetik harus diperkuat dalam bentuk program berbasis masyarakat. kosmetik yang banyak digunakan untuk perawatan kulit adalah repairing skin. Salah satu bahan alami yang bisa memperbaiki kulit yaitu Lendir siput dan Ekstrak Daun Duku. Lendir bekicot di dalamnya terdapat glikosaminoglikan dan allatoin, yang bertindak untuk agen pengencangan dan pelembab wajah, dan protein acacin, yang memiliki sifat antibakteri melawan Propionibacterium acnes. Antioksidan dari daun benalu duku dapat meminimalisir radikal bebas, sehingga tidak terjadi penuaan dini dan efek peradangan. Kegiatan yang dilakukan adalah presentasi kelompok penyuluh produksi kosmetika natural di Desa Candirejo, Deli Serdang, Kabupaten Deli Tua, Kabupaten Deli Tua, bertujuan untuk meningkatkan kualitas informasi kesehatan masyarakat dan opini tentang edukasi kosmetika natural. orang-orang itu. dapat menggunakan bahan-bahan alam sekitarnya sebagai kosmetik dan memiliki nilai jual. Diharapkan warga dapat memanfaatkan lendir benalu dan daun benalu duku untuk pengobatan sebagai bahan kosmetik alami dan meningkatkan nilai ekonominya sebagai peluang usaha.
UJI EFEKTIVITAS HIPERKOLESTEROLEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus L) PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI KUNING TELUR BEBEK sianipar, masria phetheresia; Syafitri, Anggun; Sembiring, Pintata
Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v7i1.2074

Abstract

This study explored the effectiveness of winged leaf ethanol extract (Psophocarpus tetragonolobus L) in lowering cholesterol levels in male white rats (Rattus norvegicus) induced with duck egg yolk. An experimental method was used to eval__uate the impact of the extract on cholesterol levels, with the aim of providing an alternative treatment of hyperglycoleemia based on natural ingredients. The results show the significant potential of the extract. This research method uses an experimental approach with laboratory design. Male white rats (Rattus norvegicus) were divided into treatment and control groups. Winged leaf ethanol extract was administered to the treatment group, while the control group did not receive the treatment. Cholesterol level measurements were carried out after induction with duck egg yolk, to eval__uate the effectiveness of the extract in lowering cholesterol levels. The results showed that the administration of winged leaf ethanol extract significantly reduced total cholesterol, LDL, and triglyceride levels in induced male white rats. The group that received the highest dose of the extract showed the most favorable reduction in cholesterol levels, close to the effects of simvastatin. These findings indicate the potential of winged leaves as an alternative in the management of hypercholesterolemia. The conclusion of this study showed that winged leaf ethanol extract (Psophocarpus tetragonolobus L) was effective in lowering cholesterol levels in induced male white rats. A dose of 300 mg/kgBB has been shown to be the most effective. Recommendations for further research are to explore different dosage forms and extract concentrations, as well as conduct toxicity studies to ensure their safe use as a hypercholesterolemia therapy.