Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KOTA MANADO DENGAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) Sudamara, Yoktan; Sompie, Bonny F.; Mandagi, Robert J. M.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 4 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah banjir cenderung meningkat dari tahun ketahun terutama disebabkan oleh adanya perubahan watak banjir serta pesatnya pembangunan berbagai kegiatan manusia di dataran banjir.Bencana banjir yang terjadi akan memberikan dampak negatif dan buruk bagi suatu daerah dimana masyarakat mengalami kerugian yang besar secara materi. Penelitian ini bertujuan menentukan bobot prioritas dari setiap faktor resiko dalam upaya untuk meminimalkan resiko terjadinya bencana banjir di Kota Manado dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process).Penelitian ini dilakukan di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara yang dilaksanakan dari bulan Maret 2012 sampai Juli 2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif, dengan menggunakan metode analisa data kualitatif.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa faktor resiko kebiasaan masyarakat memiliki bobot terbesar yaitu 52%, faktor resiko kedua yang perlu diseriusi adalah daerah resapan dengan bobot 17 %, faktor resiko ketiga yang perlu menjadi perhatian adalah pengelolaan DAS dengan bobot 17 % yang sama pentingnya dengan faktor resiko daerah resapan, faktor resiko keempat yaitu aliran permukaan dengan bobot 13 %, dan faktor resiko kelima yaitu pendangkalan sungai dengan bobot 4.Kata kunci : banjir, bobot prioritas, dampak negatif, faktor resiko, metode AHP
PENERAPAN ASPEK HUKUM TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Studi Kasus: Proyek The Lagoon Tamansari Bahu Mall) Pelealu, Christie Pricilia; Tjakra, Jermias; Sompie, Bonny F.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 5 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi sangat rentan terhadap kecelakaan kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk menciptakan kondisi yang mendukung kenyamanan kerja bagi tenaga kerja, sehingga dapat memperkecil angka kecelakaan dan penyakit kerja pada suatu proyek konstruksi. Pemerintah telah mengeluarkan undang-undang dan berbagai peraturan menyangkut keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tetapi semua usaha pemerintah tidak akan berhasil tanpa adanya respon dari perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi. Wawancara serta observasi telah dilakukan terhadap pekerja, pimpinan proyek dan safety officer pada proyek the Lagoon Tamansari untuk meneliti apakah dalam pelaksanaan proyek tersebut sudah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dasar penerapan SMK3 disesuaikan dengan standar internasional yaitu OHSAS 18001:2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aspek hukum terhadap K3 pada proyek ini sudah baik karena setiap elemen K3 telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun peraturan dan sangsi yang dikeluarkan oleh perusahaan, dalam hal ini PT.Wika Gedung. Hal ini berpengaruh baik kepada tenaga kerja maupun perusahaan karena dapat menghindari kecelakaan dan penyakit kerja serta pelanggaran kerja dalam proyek the Lagoon Tamansari. Dengan adanya peraturan perundangan undangan tersebut maka telah lengkap landasan hukum untuk melaksanakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Untuk mengetahui penerapan aspek hukum dan juga manajemen K3, PT. Wika Gedung mengadakan Inspeksi K3, Audit K3 dan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat mengidentifikasi kondisi yang beresiko agar bisa dilakukan tindakan perbaikan dan juga mengevaluasi pelaksanaan manajemen K3 apakah sudah berjalan baik atau tidak. Sehingga dapat dikatakan PT. Wika Gedung sudah berhasil menerapkan Peraturan perundangan undangan K3. Kata kunci : Aspek Hukum, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Penerapan
MANFAAT PEMBERDAYAAN AIR TANAH BAGI PETANI HORTIKULTURA DI KECAMATAN MODOINDING KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sukarno, .; Sompie, Bonny F.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 3 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on groundwater for various purposes, i.e. for drinking water, for agriculture water, hotels water, industrial water, or water for needs of the city has been investigated by many researchers, until nowadays it's been a lot of countries that have successfully empower groundwater, such as the State of Japan in the city of Kumamoto. Groundwater research in this paper was conducted in the Kecamatan Modoinding with the objective to investigate the potential of groundwater for horticultural crops. Implementation research shows that the average climate data, which includes temperature  27.60C, air humidity was about 99.83%, evaporation was about 2.19mm, wind speed was about 4.46km/day, the sun shines was about 40.13% and an average rainfall depth of 206.6mm, the existence of two mountains, four streams that are intermittent and perennial characteristics, two lakes and groundwater wells located within the study location, all the indicators are variables and parameters that can be used to determine the groundwater potential of the fields. The results show there is a potential of groundwater in the Kecamatan Modoinding with relatively large volume can be used for vegetable crops in the summer, however more research needs to be done to empower the groundwater at a low cost. Key words: Groundwater potential, exploration and exploitation, horticultural crops.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN INSTALASI PERPIPAAN PADA SATUAN KERJA PENGEMBANGAN KINERJA PENGELOLAAN AIR MINUM Aldrin, Takalamingan; Sompie, Bonny F.; Rantung, Johan P.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 3, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pelaksanaan pembangunan suatu proyek, pengendalian persediaan bahan merupakan bagian yang sangat penting dari proyek konstruksi tersebut, karena hampir 50% dari anggaran digunakan untuk pembelian bahan. Tanpa adanya persediaan bahan yang baik pembangunan suatu proyek tidak akan berjalan dengan baik dan tidak akan selesai tepat waktu. Ini semua berhubungan dengan manajemen pengadaan barang.Metode yang digunakan yaitu Sistim Informasi Manajemen, yang berdasarkan sumber-sumber data kuantitatif dengan wawancara pada penanggung jawab gudang perpipaan pada Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sistem Informasi Manajemen dapat membantu dalam pengelolaan Manajemen Pengendalian Persediaan Bahan Perpipaan pada Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum.Dengan menggunakan Program Sistem Informasi Manajemen Pengendalian Persediaan Bahan Perpipaan pada Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum tersebut dapat mempermudah pengolahan data pengendalian persediaan bahan, sehingga waktu yang dibutuhkan didalam pemrosesan data semakin cepat dan biaya yang dikeluarkan semakin kecil.Kata kunci : sistem informasi, manajemen, pengendalian
OPTIMASI PENGELOLAAN JARINGAN JALAN PROVINSI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM INTEGRATED ROAD MANAGEMENT SYSTEM (IRMS) Kairupan, Dolvie Ronald; Sompie, Bonny F.; Timboeleng, James A.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 3 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat deskripsi tentang metode survai yang efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan Program Integrated Road Management System (IRMS). Pengumpulan data mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu dilakukan secara sistematis, faktual, dan akurat sehingga mudah diinputkan pada IRMS.Hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan survai dilapangan membutuhkan alat bantu yaitu GPS tracking, kamera digital dan kendaraan survai sebagai alat transportasi. Untuk pelaksanaan di lapangan alat GPS dikalibrasi dan disesuaikan dengan odometer pada kendaraan agar menjadi pembanding dalam pencatatan panjang jalan selama survai. Setiap titik kerusakan jalan, persimpangan, jembatan/gorong-gorong didata nilai koordinat UTMnya dan situasi titik yang dimaksud. Penting dalam metode survai ini untuk menggunakan alat GPS yang dapat merekam semua titik –titik yang dilewati. Peneliti menggunakan bantuan program Map Source sebelum inputing ke dalam program IRM . Dari MapSource kemudian diubah ke file DXF untuk mengedit gambar pada Program IRM . Proses pengeditan peta dengan Program IRMS bertujuan merapikan gambar Peta Jaringan Jalan yang ada. Berdasarkan pelaksanaan di lapangan metode survai dengan panduan IRMS membutuhkan waktu survai di lapangan yang lebih lama dimana proses inputing data kordinat jalan dilakukan dengan menginput satu persatu jika tidak menggunakan program Map Source.Kesimpulan yang diperoleh adalah untuk optimalisasi pelaksanaan survai dilapangan maka diperlukan alat bantu alat GPS Tracking, kamera digital dan kendaraan survai sebagai alat transportasi dan metode inputing data yang optimal adalah menggunakan bantuan program Map Source sebelum inputing ke dalam program IRMS .Kata kunci : IRMS, GPS tracking, jaringan jalan, koordinat, peta.
KAJIAN PENGARUH AIR TERHADAP KEKUATAN GESER TACK COAT PADA PERKERASAN LENTUR Mentang, Sudenroy; Sompie, Bonny F.; Jansen, Freddy
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 4 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas setting time pada variasi komposisi campuran tack coat akibat pengaruh air yang memberikan nilai kuat geser yang maksimum serta bagaimana hubungan antara setting time pengaruh air terhadap kuat geser tack coat pada masing-masing variasi campuran tack coat dan besaran sebaran yang memberikan kekuatan geser maksimum. Material yang digunakan adalah aspal dengan penetrasi 60/70 dan minyak tanah produksi Pertamina. Material campuran aspal AC- WC (Asphalt Cement - Wearing Course) diambil dari base camp PT. Multi Struktur di desa Kema kabupaten Minahasa Utara. Spesifikasi bahan campuran perkerasan lentur menggunakan Job Mix Design PT. Sinar Terang Lestari dengan kadar aspal optimum 6,0%. Pengujian dilakukan di laboratorium uji bahan Politeknik Negeri Manado. Benda uji perkerasan lentur dicetak dalam bentuk briket berukuran diameter 4 inci dengan jenis perkerasan AC - WC (Asphalt Cement - Wearing Course). Benda uji dibuat sebayak 480 buah dibagi dalam dua macam yaitu: benda uji melalui proses aging sebagai lapisan perkerasan lama, dibuat sebanyak 240 buah benda uji. Benda uji melalui proses overlay sebagai lapisan perkerasan baru, dibuat sebanyak 240 buah benda uji. Pengujian menggunakan alat uji geser langsung yang dimodifikasi pada penggerak geser manual menjadi penggerak geser electromotor. Pengujian yang dilakukan berupa pengukuran kuat geser tack coat yang didasarkan pada variasi setting time (15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120, 135, 150 menit), variasi campuran tack coat (25, 30, 35, 45 pph) serta besaran takaran sebaran tack coat ( 0,25 ; 0,30 ; 0,35 ;  0,45 ltr/m²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai dengan batas waktu curing time tertentu, kekuatan geser yang dihasilkan oleh tack coat terhadap lapis beraspal akan meningkat sejalan dengan lamanya curing time, setelah itu kekuatan geser tack coat akan menurun. Pengaruh air hujan pada lapisan tack coat dari bahan pengencer medium curing cutback penetrasi 60/70 didapat setting time terjadi pada 135 menit dimana kekuatan geser yang terjadi akibat pengaruh air hujan masih lebih besar dari tahanan geser minimum (250kg) lapisan tack coat tanpa pengaruh air. Curing time  terhadap kekuatan geser tack coat terbesar terjadi pada variasi tack coat 30 pph dengan kekuatan geser sebesar 375,567kg. Besar sebaran takaran tack coat akibat pengaruh air hujan yang memberikan nilai kekuatan geser terbesar untuk perkerasan lentur dicapai pada variasi tack coat 30 pph pada takaran 0,35 ltr/m2 dengan berat 2,8 gram. Metode pengujian kekuatan geser tack coat dengan alat uji geser langsung pada penelitian ini dapat digunakan untuk pengukuran kekuatan geser tack coat pada perkerasan lentur. Kata kunci: setting time, tack coat, kekuatan geser, aspal AC-WC, bricket, proses aging, overlay, perkerasan curing time, electromotor
ANALISIS PENGARUH PENGENDALIAN KUALITAS PELAKSANAAN PROYEK DERMAGA MILIK PEMERINTAH DI SULAWESI UTARA Bedje, Mayggie R.; Sompie, Bonny F.; Tarore, Huibert
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 4 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan proyek konstruksi, perencanaan dipergunakan sebagai bahan acuan bagi pelaksana pekerjaan dan menjadi standar pelaksanaan. Perencanaan yang tidak tepat, investigasi lokasi proyekyang tidak sempurna, kurang memadainya kemampuan pengelolaan proyek dan kurang profesionalnya penyedia jasa, berkaitan erat terhadap hasil suatu proses proyek konstruksi (kinerja proyek). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor pengendalian kualitaspelaksanaan, seberapa besar pengaruhnya serta mengetahui hubungan faktor-faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja proyek.Metodologi penelitian menggunakan metode kuantitatif. Data diperoleh melalui survey dengan cara pengambilan kuesioner. Responden adalah perusahaan jasa konstruksi dan jasa konsultansi yang menangani proyek dermaga di Sulawesi Utara sebanyak 25 sampel. Data dianalisis dengan bantuan perhitungan statistik regresi linear berganda.Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel perencanaan, kualitas dokumen kontrak, pengendalian biaya upah kerja, dan kualitas pelaku pengendalian proyek, berpengaruh terhadap peningkatan kinerja proyek. Sedangkan variabel kualitas SDM pelaksana proyek, pengendalian waktu,pengendalian biaya material, pengendalian biaya peralatan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja proyek.Kata kunci: proyek, konstruksi, standar, pelaksanaan, kinerja, kualitas, pengelolaan
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUN) PERALATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI DERMAGA DI SULAWESI UTARA Pandey, Raymond David; Sompie, Bonny F.; Tarore, Huibert
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 2, No 3 (2012): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleksitas suatu proyek seringkali menyebabkan perbedaan pada apa yang telah direncanakan dan pelaksanaannya dilapangan, sehingga terjadi keterlambatan dan pembengkakan biaya. Kontribusi biaya peralatan terhadap total biaya proyek dermaga cukup besar (15-20%), sehingga jika terjadi pembengkakan biaya pada peralatan dapat mengakibatkan pembengkakan biaya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber resiko yang menyebabkan pembengkakan biaya pada manajemen biaya peralatan dan menganalisis hubungan dan pengaruh kelompok sumber risiko pembengkakan biaya terhadap biaya peralatan. Penelitian dilakukan pada 10 lokasi proyek pembangunan dermaga di Sulawesi Utara pada tahun anggaran 2010-2011. Survey dilakukan dengan sampel 100 staff teknik di 10 lokasi proyek tersebut. Penentukan penyebab utama cost overruns menggunakan metode analisis risiko dan metode AHP. Hubungan dan pengaruh antara variabel sumber risiko terhadap biaya peralatan diperoleh menggunakan analisis korelasi dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya 20 sumber utama yang sangat berisiko menyebabkan pembengkakan biaya pada manajemen biaya peralatan. Kelompok faktor penyebab terbesar ada pada Perencanaan dan Penjadwalan dengan 9 indikator sangat berisiko atau berisiko besar. Besarnya pengaruh secara simultan antara faktor sumber risiko pembengkakan biaya terhadap Biaya Peralatan tergolong sangat kuat. Sedangkan kontribusi secara bersama-sama (simultan) Perencanaan dan Penjadwalan (X1), Pengadaan (X3), Operasional (X4), Pemeliharaan (X5), Perbaikan (X6), Faktor Eksternal (X9) terhadap Biaya Peralatan adalah 96,6% sedangkan sisanya 3,4% dipengaruhi oleh faktor lain yaitu pengorganisasian dan personil inti, change order dan pengawasan dan pengendalian. Kelompok faktor sumber risiko utama penyebab pembengkakan biaya peralatan adalah faktor Perencanaan dan Penjadwalan R = 0,781 dan KP = 71,8%. Kesalahan dalam memprediksi kondisi lapangan, kesalahan penyusunan WBS dan kesalahan penggunaan peralatan merupakan indikator high risk yang berdampak pada keterlambatan proyek dan cost overruns. Faktor Perencanaan dan Penjadwalan merupakan sumber utama penyebab cost overrun Kata kunci : biaya peralatan, pembengkakan biaya, analisis risiko, perencanaan, penjadwalan.
MODEL PERGERAKAN PENDUDUK DI KAWASAN KEPULAUAN DENGAN VARIABEL BEBAS PARAMETER SOSIOEKONOMI (STUDI KASUS KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE) Lonan, Trio; Sompie, Bonny F.; Timboeleng, James A.
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 3, No 2 (2013): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan pembangunan di kabupaten Kepulauan Sangihe berkembang sangat pesat, sehingga mempengaruhi arus lalulintas pergerakan penduduk dari dan ke dalam kabupaten. Penelitian ini menggunakan analisis model regresi untuk mendapatkan model pergerakan Kawasan Kepulauan dengan variabel bebas parameter sosioekonomi. Hubungan antara pergerakan penduduk (sebagai variabel bebas y) yang terjadi dengan parameter sosioekonomi seperti jumlah/komposisi anggota keluarga (variabel tidak bebas x1), jumlah anggota keluarga yang bekerja (variabel tidak bebas x2), jumlah anggota keluarga yang bersekolah (variabel tidak bebas x3), kepemilikan kendaraan (variabel tidak bebas x4) dan penghasilan kepala keluarga (variabel tidak bebas x5) dianalisis. Model yang dihasilkan dapat menggambarkan fenomena pertumbuhan penduduk dan pembangunan di kabupaten kepulauan Sangihe yang memicu tumbuhnya bangkitan pergerakan, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan jaringan transportasi yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan suatu daerah.Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel yang mempengaruhi bangkitan pergerakan keluarga di Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah variabel bebas X1 (komposisi keluarga), variabel bebas X2 (jumlah anggota keluarga yang bekerja), dan variabel bebas X3 (jumlah anggota keluarga yang bersekolah), variabel bebas X4 (kepemilikan kendaraan) dan variabel bebas X5 (pendapatan keluarga). Hasil ini dirumuskan: Y = 0,52475597 + 0,20488251X1 + 0,79880294X2 + 0,615967 X3 + 0,00160785 X4 + 0,00821735X5 dengan r = 0,80020013 dan R2 = 0,64032025. Kuat hubungan yang ditunjukkan oleh persamaan ini adalah pada variabel bebas terhadap variabel terikat lebih besar serta konstanta dan koefisien regresinya lebih kecil dibanding persamaan lainnya. Karena menggunakan tiga variabel bebas, maka koefisien determinasi yang digunakan adalah angka dari r sebesar 0,80020013 atau 80,02%. Pola distribusi perjalanan yang diakibatkan oleh adanya pergerakan di wilayah administrasi Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat dilihat pada Matriks Asal Tujuan (MAT), dimana diperoleh tujuan perjalanan responden dari masing-masing kecamatan asal adalah yang terbesar menuju ke kecamatan Tahuna sebesar 9,27%, kemudian kedua terbesar menuju ke kecamatan Tahuna Barat sebesar 9,04%, dan ketiga terbesar menuju ke kecamatan Manganitu Selatan sebesar 8,99%.Kata kunci: pergerakan, bangkitan, kawasan kepulauan, sosioekonomi, MAT
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS (ANDALALIN) KAWASAN LIPPO PLAZA KAIRAGI MANADO Rantung, Tonaas; Sompie, Bonny F.; Jansen, Freddy
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 5, No 1 (2015): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap perubahan tata guna lahan akan mengakibatkan perubahan dalam suatu sistem transportasi, karena lalu adalah merupakan tarikan / bangkitan akibat stimulasi bangunan yang baru atau akibat perubahan tata guna lahan. Perubahan tata guna lahan yang tidak disertai dengan kajian dampak lalulintas dapat menimbulkan pengaruh terhadap kapasitas jaringan jalan, dimana efek yang dapat terjadi selanjutnya adalah kemacetan. Dengan andalalin maka dapat diperhitungkan berapa besar bangkitan perjalanan baru yang memerlukan rekayasa lalu lintas dan manajemen lalu lintas untuk mengatasi dampaknya. Lippo grub melakukan  pembangunan gedung baru di  bagian kawasan kairagi seperti pembangunan hypermart , pembangunan hotel arya duta , apartemen, sekolah dan lainnya dan kawasan ini disebut Lippo Plaza. Pembangunan ini diperkirakan akan berpengaruh terhadap volume dan sistem pergerakan lalu lintas di beberapa jaringan jalan sekitar Lippo Plaza diantaranya adalah ruas jalan A.A Maramis dan ruas jalan Politeknik. Pembangunan kawasan Lippo Plaza  dilakukan bertahap yaitu tahap pertama pada tahun 2014 dan tahap kedua 2016 .Melatar belakangi potensi tarikan yang terjadi akibat pembangunan maka dilakukan  analisa dampak lalu lintas akibat pembangunan kawasan Lippo Plaza Kairagi.     Kata kunci:  tataguna lahan, tarikan, ANDALALIN