Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Efektivitas Salep Kitosan terhadap Penyembuhan Luka Bakar Kimia pada Rattus norvegicus Fitri Rizkia Putri; Sri Tasminatun
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v12i1.997

Abstract

Proses penyembuhan luka adalah satu respon terkoordinasi pada cedera jaringan yang menghasilkan kontraksi jaringan, penutupan luka, dan pemulihan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa salep kitosan kadar 2,5% efektif dalam mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan persentase penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kitosan terhadap gambaran histologis penyembuhan luka bakar kimia pada kulit melaui pengamatan ketebalan epitel dan jumlah fibroblas. Studi in vivo, tikus Sprague Dawley dibagi menjadi enam kelompok, kontrol tanpa perlakuan, kontrol vaselin, kontrol Bioplacenton®, salep kitosan dosis 1,25%, 2,5%, dan 5%. Punggung tikus diinduksi luka bakar derajat tiga dengan asam sulfat 75%. Formula kitosan dioleskan tiap hari sampai kriteria sembuh terkonfirmasi. Jaringan kulit yang telah sembuh dibuat preparat histologi dengan pewarnaan HE kemudian diukur ketebalan epitel dan jumlah fibroblasnya. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah, dilanjutkan dengan LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan epitel paling tipis dihasilkan oleh salep kitosan 5% (13,31 ± 4,05) dengan nilai signifikansi (p = 0,015). Jumlah fibroblas yang paling sedikit dihasilkan oleh salep kitosan 5% (49, 80 ± 6,01 sel) dengan nilai signifikansi (p = 0,000). Penelitian ini membuktikan bahwa dosis salep kitosan terbaik adalah 5%. The process of wound healing is a set of coordinated responses to tissue injury that results in tissue contraction, closure, and restoration. Previous study had shown that chitosan ointment 2,5% is effective in promoting wound healing and increasing healing percentage. This experiment has aim to gain the chitosan effect on histological properties in chemical burn healing of skin through epithelial thickness and number of fibroblast observation. In in vivo studies, rats Sprague Dawley were divided into six groups; control without treatment, vaseline control, Bioplacenton® control, chitosan ointment dose 1.25 %, 2.5%, and 5%. A third degree burn of the backskin was performed by 75% sulfate acid. Chitosan formulations were day repeatedly applied on the burned areas until the final healing process criterias were confirmed. Healing tissue was evaluated by histology preparation with HE staining then its epithelial thickness and number of fibroblast were measured. The datas were analyzed by one way ANOVA, followed by LSD. The results indicated that the thinnest epithelial thickness was showed on chitosan 5 % (13.31 ± 4.05) with a value of significance (p=0,015). The fewest number of fibroblast is performed on chitosan 5% (49, 80 ± 6.01 cells) with a value of significance (p = 0,000). This study proved the best chitosan ointment dose is 5%.
Efektivitas Krim Ekstrak Zingiber officinale Linn. var. rubrum sebagai Penurun Nyeri Sendi pada Lansia Ricky Andy Setyawan; Sri Tasminatun
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v13i2.1061

Abstract

Lanjut usia (Lansia) adalah kelompok khusus yang memiliki banyak masalah kesehatan salah satunya adalah nyeri. Jahe merah (Zingiber officinale Linn. var. rubrum)  berguna sebagai obat modern maupun tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas krim Z. officinale Linn. var. rubrum terhadap intensitas nyeri sendi pada lansia. Penelitian ini adalah eksperimental dengan pre-test post-test control group design. Subjek penelitian adalah 36 lansia yang menderita nyeri sendi dan tidak sedang mengkonsumsi atau menggunakan obat analgetik atau OAINS. Subjek dibagi dalam 3 kelompok. Kelompok krim ekstrak Z. officinale 10%, 20%, dan 0%. Penurunan intensitas nyeri sendi diukur dengan metode Visual Analogue Scale (VAS) selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan penurunan nilai VAS pada ketiga kelompok. Pada kelompok ekstrak krim Z. officinale 10% rata-rata terjadi penurunan sebesar 4.75, kelompok ekstrak krim Z. officinale 20% sebesar 3.08 dan 1 pada kelompok basis krim. Hasil perbandingan analisis data pada kelompok Z. officinale 10% dan 20% menunjukkan perbedaan yang bermakna (p 0.05) dengan Paired T test dan Z.officinale 10% lebih efektif daripada Z. officinale 20% dengan Kruskal-Wallis test yang masing-masing kelompok berbeda bermakna (p 0.05) pada Mann-Whitney test. Disimpulkan bahwa krim ekstrak jahe merah (Z. officinale. Linn. var. rubrum) dengan konsentrasi 10% dan 20% terbukti bermakna dapat menurunkan intensitas nyeri sendi pada lansia. Konsentrasi krim ekstrak Z. officinale. Linn. var. rubrum 10% pada penelitian ini lebih efektif dari pada konsentrasi 20%. Elderly is a group with many health problems and one of those is pain. Ginger used as modern or traditional medicine. This research aims to determine the effectiveness of Z. officinale Linn. var. rubrum cream on the intensity of joint pain in the elderly. This research is experimental with pre-test and post-test control group design. Subject is 36 elderly people with joint pain and does not having any analgetic agents or NSAID. Subject divided into 3 group. Group of ginger extract cream 10%, 20% and 0%. Decreasing intensity of pain measured by Visual Analgue Scale method during 30 minutes. The study result shows decreasing of VAS score in all groups. There are 4.75; 1,308 score value in group 1, 2, 3 respectively. The results of comparative analysis of the data in study of group 1 and 2 showed significant differences (p 0.05) with Kruskal-Wallis test which each group is significantly different with MannWhitney test (p 0.05). The conclusion is the Z. officinale. Linn. var. rubrum extract cream with concentration of 10% and 20% has been proven meaningful to reduce the joint paint intensity on elderly. The 10% concentration of Z. officinale. Linn. var. rubrum extract cream is more effective  than the 20%
Efek Infusa Batang Brotowali (Tinospora crispa) terhadap Nafsu Makan Dan Berat Badan Tikus Putih (Rattus norvegicus) Sri Tasminatun; Nur Wahyuningsih
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (s) (2007): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v7i2 (s).1663

Abstract

T. crispa is a herbal medicine that proved as a drug for patient Diabetes mellitus. But, our community also use it to increase the appetite and body weight. The aim of this research was to find out the appetite and body weight effect of T. crispa‘s stem infusion in female white mouse. The subject are 25 female mouse, 2 month years old and 110 gram of body weight. They are divided into 5 groups, 3 groups of treatment with different dose (1,28 g/kgBW, 2,56 g/kgBW, and5,12 g/kgBW) and 2 groups control.. Everyday they will injection with infusion of T. crispa and every 5 days their body weight will be measured. It lasted for 20 days. The data will be analyzed by Anova one way, continued Tukey test with help of computer program of SPSS (p0,05) According to this research, it could be knew that T. crispa‘s stem infusion could increase appetite and body weight. The increasing of appetite was seen at dose 5,12 g/kgBW at 10 days after get infusion. The increasing of body weight was seen at the first dose (1,28 g/ kgBW) for 10 days after get infusion.T. crispa merupakan herbal medicine yang telah terbukti dapat menunkan kadar gula darah pada penderita Diabetes mellitus. Namun, T. crispa ini juga sering digunakan oleh masyarakat sebagai ramuan yang dapat meningkatkan nafsu makan dan berat badan. Masyarakat biasanya menggunakan batang tanaman ini untuk ditumbuk kemudian di buat ramuan dan diminum sehari- hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek T. crispa sebagai penambah nafsu makan dan berat badan. Penelitian ini dilakukan pada 25 ekor tikus putih betina (Rattus norvegicus) galur SD berumur 2 bulan dengan berat ±110 gram. Subyek dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan dan 2 kelompok kontrol. Pada kelompok perlakuan tiap hari tikus di sonde dengan infusa T .crispa sesuai dengan dosisnya (1,28 g/kgBB, 2,56 g/kgBB, dan 5,12 g/kgBB). Setelah 5 hari penelitian tiap hewan uji ditimbang dan dirata-rata berat badannya selama 20 hari. Data yang diperoleh kemudian di analisa dengan uji Anova satu jalan dilanjutkan uji Tukey dengan bantuan program komputer SPSS (p 0,05). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa infusa batang T. crispa dapat meningkatkan nafsu makan dan berat badan. Peningkatan nafsu makan terjadi pada dosis 5,12 g/kgBB selama 10 hari pertama pemberian infusa, setelah itu nafsu makan tidak meningkat lagi. Peningkatan berat badan diperoleh pada dosis 1.28 g/kgBB selama 10 hari pertama pemberian infusa, setelah itu berat badan tidak meningkat lagi.
Suppression of DMBA-induced carcinogenesis of breast cancer in post initition stage by ethanolic extract of Gynura procumbens (Lour), Merr leaves Edy Meiyanto; Sri Tasminatun; Sri Susilowati; Retno Murwanti; Sugiyanto .
Indonesian Journal of Pharmacy Vol 18 No 4, 2007
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.092 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp169-175

Abstract

Gynura procumbens (Lour) Merr., has been shown to suppress lung cancer development in mice and breast cancer development in rat when the extract was given at initiation stage. The aim of this research is to examine the potential of ethanolic extract of G. procumbens to suppress DMBAinduced breast cancer development at early development (post initiation I) and late development (post initiation II). Sprague Dawley Rats were used in this research and were grouped as indicated treatment. Ethanolic extract of G. procumbens was administered into 2 levels of doses, namely 250, 750 mg/kgBW. Tumor development was examined by palpation every week and terminated at week 16th after the end of DMBA treatment. The result showed that extract treatment at the dose of 250, and 750 mg/kgBW at the post initiation I could not reduce tumor incidence but suppressed of tumor multiplicity. However, the treatment at the post initiation II, the extract could not reduce neither incidence nor multiplicity. In conclusion, ethanolic extract of G. procumbens performs potential effect to suppress breast cancer development at the dose of 250 mg/kgBW when administered at the early stage of carcinogenesis.Key words : Carcinogenesis inhibition, G. procumbens, breast cancer, post initiation
POTENTIAL ETHANOL OF Carica papaya L. EXTRACT AS IMMUNOMODULATORY THROUGH HISTOLOGY OBSERVATION AT MICE BALB/C SPLEEN Sri Tasminatun; Ria Pravitasari; SN. Nurul Makiyah
Berkala Kedokteran Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.652 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v13i2.4077

Abstract

Abstract: The diameter of the alba pulp of the spleen will be enlarged, when the body responds to allergens by increasing the activity of the immune system. Papaya fruits (Carica papaya L.) containing flavonoid that can be as an immunomodulator. This study aims to determine the effect of C. papaya extract to the diameter size alba pulp of the spleen of Ovalbumin (OVA) induced Balb/C mice. The research design was experimental in vivo animal test with post-test only control group design. Thirty male Balb/C mice, ±20grams weight, 8 weeks old, divided into six groups consists of a normal control, negative control, Methylprednisolone, and C. papaya extract treatment group (175mg/kg, 350mg/kg and 700mg/kg dose per day). The extract and Methylprednisolone are given for 28 days, while OVA is given on 15thand 22ndday (intraperitoneal,) and 23rd until 28thday (peroral). On the 29thday the mice are sacrificed and the duodenum was made into histological preparation with HE staining. The immunomodulator effect is assessed by the average of the diameter size alba pulp of the spleen under a light microscope. The data were analyzed using SPSS15 with one way ANOVA continued with Tukey test. The average of the diameter size alba pulp of the spleen for control group is 10,165 ± 0,195; negative control group is 30,357 ± 0,826; methylprednisolone group is 10,220 ± 0,346; 175mg/kgbb dose extract is 14,956 ± 1,057; 350mg/kgbb dose extract is 14,030 ± 0,667; and 700mg/kgbb dose extract is 12,504 ± 0,729. The conclusion of this study is Carica papaya L. extract treatment group (175mg/kg, 350mg/kg and 700mg/kg dose per day) has an effect to the average of the diameter size alba pulp of the spleen in OVA-induced Balb/C mice significantly. 700mg/kg dose per day has the same effect with the methylprednisolone group. Keywords: immunomodulator, Carica papaya L., alba pulp of the spleen, ovalbumin
Pembentukan Kelompok Sedekah Sampah Ibu-Ibu PKK  RW 09 Kwarasan Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta Sri Tasminatun; Sri Nabawiyati Nurul Makiyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.012 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.295

Abstract

Jumlah sampah yang berlimpah menjadi masalah di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Sampah yang dihasilkan warga RW 09 Kwarasan belum dikelola secara optimal. Sedekah sampah merupakan alternatif pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan memberikan manfaat bagi warga. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mengajak masyarakat mengelola sampah dan membentuk kelompok gerakan sedekah sampah. Ibu-Ibu PKK RW 09 Kwarasan, Nogotirto, Gamping Sleman diberikan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga, dilanjutkan praktek pemilahan sampah rumah tangga. Pemilahan sampah dilakukan di rumah warga dan sampah anorganik dikumpulkan pada minggu terakhir setiap bulan. Sampah anorganik berupa botol plastik, botol kaca, kertas, alat rumah tangga dan lain-lain dipilah lagi antara yang dapat dimanfaat oleh warga lain atau dijual ke pengepul. Uang hasil penjualan dimasukkan dalam kas sedekah sampah dan digunakan untuk kegiatan sosial seperti menjenguk warga yang sakit dan membeli alat sekolah untuk dibagikan kepada anak-anak. Kegiatan sedekah sampah berjalan dengan baik dan pemasukan uang kelompok sedekah sampah semakin meningkat.
TANGGAP DARURAT MATA DAN MENGENAL MANFAAT SERTA EFEK SAMPING OBAT MATA Sri Tasminatun; Nur Shani Meida
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.318 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.588

Abstract

Trauma mata bisa terjadi dimana saja dan sebagian besar terjadi di lingkungan rumah tangga. Akibat trauma mata yang tidak dangani dengan cepat dan tepat dapat meningkatkan morbiditas penyakit mata meningkat dalam hal ini dapat menurunkan tajam penglihatan sampai timbul kebutaan. Jenis obat yang digunakan pada mata sangat beragam, baik obat sistemik (obat diminum) maupun obat tetes atau salep mata. Setiap obat mata mempunyai manfaat dan efek samping. Penggunaan obat mata harus tepat agar tujuan terapi dapat tercapai. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada ibu-ibu Aisyiyah Nogotirto Gamping Sleman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu Aisyiyah Nogotirto terkait kegawat daruratan mata dan obat-obat mata, serta skrining kesehatan mata dan meningkatkan produktifitas ibu-ibu Aisyiyah dengan penggunaan kaca mata bagi yang membutuhkan. Metode kegiatan pengabdian ini berupa ceramah, diskusi dan pengenalan macam dan bentuk obat-obatan mata, pemeriksaan mata dan pemberian bantuan kaca mata. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa ceramah dan diskusi dihadiri oleh 30 orang ibu-ibu Aisyiyah Nogotirto. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan ibu-ibu Aisyiyah tentang kegawatdaruratan mata dan obat-obat mata mengalami peningkatan. Peserta diskusi yang mengalami gangguan atau keluhan kesehatan mata dilakukan pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata. Pemeriksaan Kesehatan mata dilakukan di Klinik AMC diikuti oleh sebanyak 18 orang. Hasil pemeriksaan mata menunjukkan peserta tidak mengalami kelainan mata yang membahayakan seperti katarak atau gejala keganasan, sehingga tidak memerlukan penanganan lebih lanjut.. Semua peserta dinyatakan mengalami rabun jauh atau rabun dekat, sehingga perlu menggunakan kaca mata untuk dapat melihat dengan optimal. Pada kegiatan ini diberikan bantuan kaca mata sebanyak 11 buah . Dengan menggunakan kaca mata yang sesuai ibu-ibu merasa lebih nyaman. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan 70 % peserta sangat puas, 30 % peserta cukup puas.
LANSIA TANGGUH DI MASA PANDEMI COVID-19 Siti Aminah Tri Susila Estri; Sri Tasminatun; Sherly Usman
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.538 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.637

Abstract

Lansia di RW 4, Pakuncen adalah kelompok rentan Covid-19 sehingga diharapkan tetap tinggal di rumah pada masa pandemi ini. Lansia juga rentan mengalami permasalahan kesehatan kulit. Sebagian lansia mengalami gatal, meskipun tidak sampai menyebabkan pergi ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit sistemik yang berhubungan dengan keluhan gatal, seperti kadar gula darah untuk deteksi diabetes, kolesterol dan asam urat perlu dilakukan secara rutin. Pemeriksaan ini dilakukan saat kegiatan posyandu lansia oleh kader kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang perawatan kulit dan ketrampilan pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit sistemik. Kader akan meneruskan pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada lansia, Kegiatan pengabdian dilakukan dengan ceramah dan diskusi tentang perawatan kulit, dan pelatihan pemeriksaan kadar gula kolesterol dan asam urat di darah tepi. Ceramah dan diskusi dihadiri oleh 20 orang kader dan perwakilan lansia. Pelatihan pemeriksaan darah diiikuti oleh 5 orang kader kesehatan. Kegiatan ini telah menghasilkan kader yang terampil memeriksa darah kepada teman kader dan perwakilan lansia. Terdapat 83% lansia dan kader yang mempunyai pengetahuan baik tentang kesehatan dan perawatan kulit. Masyarakat menyatakan kegiatan ini dapat dikembangkan karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat Pakuncen.
PENGELOLAAN KEUANGAN RUMAH TANGGA MENUJU KELUARGA TANGGUH DI ERA PANDEMI COVID 19 Arum Indrasari; Sri Tasminatun; Peni Nugraheni
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.33 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.848

Abstract

Kondisi pandemi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk aspek ekonomi. Pengelolaan keuangan yang kurang baik dapat menyebabkan ketidak seimbangan neraca keuangan rumah tangga. Kondisi pandemi menyebabkan masyarakat rentan sakit dan membutuhkan biaya perawatan. Mencegah sakit dapat dilakukan dengan memperbaiki pola hidup. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pelatihan Ibu-Ibu PKK RW 09 Kwarasan,Nogotirto, Gamping Sleman mengelola keuangan rumah tangga dan menjaga kesehatan keluarga menuju keluarga tangguh di era pandemi. Metode kegiatan terdiri dari pelatihan pengelolaan keuangan dan evaluasi keuangan, pendampingan analisa keuangan rumah tangga dan strategi-strategi meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, pada kegiatan pengabdian masyarakat ini juga diberikan sosialisasi bagaimana menjaga kesehatan di era pandemi dan upaya meningkatkan religiusitas. Hal ini akan mengurangi tingkat stress dan tetap sehat.
Pemberdayaan Ibu-Ibu Aisyiyah dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Pembentukan Kelompok Sedekah Sampah Sri Nabawiyati Nurul Makiyah; Sri Tasminatun
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 02 (2020): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i02.864

Abstract

              Sedekah sampah merupakan alternatif pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengkaji tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dan pembentukan kelompok sedekah sampah. Ibu-Ibu Aisyiyah Ranting Betakan, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman diberikan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga, studi banding ke markas gerakan sedekah sampah di kampung Brajan, dilanjutkan pelatihan dan praktek pemilahan sampah rumah tangga. Sebelum kegiatan sosialisasi dilakukan pretes dan setelah kegiatan pelatihan dilakukan postes. Kegiatan terakhir adalah pengumpulan sampah kering rumah tangga yang mengawali kegiatan kelompok sedekah sampah pada 5 Mei 2019. Hasil pretes menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap yang baik tentang pengelolaan sampah rumah tangga dengan skor rata-rata 79,95 dan ada peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap pada saat postes dengan skor rata-rata 85,19. Kelompok sedekah sampah berjalan dengan baik dan keuangan kelompok sedekah sampah semakin meningkat sampai dengan Februari 2020.