Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PASA (PICTURE AND STUDENT ACTIVE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 2 PURWOHARJO TAHUN AJARAN 2022/2023 Kharisma Mellanio Putra; Mahfud; Sahru Romadloni; I Kadek Yudiana
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 3 (2023): Nusantara Hasana Journal, August 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i3.964

Abstract

The PASA learning model (picture and student active) is active learning using pictures. This study aims to determine: (1) Learning Model; (2) Learning outcomes; (3) IPS Learning. This research uses classroom action research methods, so the data used are (1) Qualitative Data, (2) Quantitative Data. Based on the results of observations at school, it is known that the delivery of material during learning by social studies teachers still uses conventional models. Students just sit and listen to the teacher explaining the material, after that work on the LKS. The class atmosphere becomes inactive, students tend to get bored quickly and are lazy to learn so that student scores are low. After implementing the PASA model, there was an increase in learning outcomes based on the results of the students' test scores increasing. Delivering material using the PASA learning model with power point slide media and providing motivation makes students more enthusiastic about learning. The results of this study can be summarized as follows: 1) The results of the pre-cycle reached 69.35% of students who completed the KKM and 30.65% of students who did not complete the KKM, 2) The results of the first cycle of student learning outcomes who completed the KKM reached 70.74 % and the learning outcomes of students who did not complete the KKM reached 29.26%, 3) The results of the second cycle increased and reached the classical completeness target of 87.13% of students who completed the KKM and the learning outcomes of students who did not complete the KKM reached 12.87%.
MSME Empowerment Through Business Coaching Programs and Massive Online Open Course Herdiana Dyah Susanti; Dian Arief Pradana; Moh. Fahrurrozi; Mahfud
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v4i2.2891

Abstract

The impact of the COVID-19 pandemic has hit various sectors, including micro, small and medium enterprises (MSMEs). To stop the spread of this pandemic, many activities have been restricted under massive social restriction programs. Founded in 2015 and focused on empowering his MSMEs in Banyuwangi district and surrounding areas, Banyuwangi Untag Incubitek is committed to helping MSMEs to deal with this disease. Banyuwangi Untag Incubitek plays a role in helping MSMEs by working with mentors, coaches, financial institutions, government agencies and even foundations dedicated to his MSME development. His MSMEs who participate in this program include students, alumni and the general public. Gain the knowledge and skills to build and improve your existing business. The technique used in this empowerment program is to provide online coaching via Zoom platform, Untag Banyuwangi's Learning Management System "LMS". It is also available through Untag Banyuwangi's Massive Open Online Courses (MOOCs). The benefits of the coaching program that partners of this program can receive are various services in the field of entrepreneurship, and results such as increased sales from an economic point of view and job creation from a social point of view can be obtained. surrounding community. In addition to knowledge and insight, he is evolving to be able to motivate his MSME stakeholders with businesses affected by the pandemic to innovate further.
POTRET PEMBELAJARAN BERBASIS BLENDED LEARNING PADA MATA PELAJARAN SEJARAH (STUDI KASUS SISWA KELAS XI IPS DI MA AL-QODIRI VIII KELIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2021/2022) Elvisa Rahma Dewi; I Wayan Mertha; Mahfud Mahfud
JURNAL SANGKALA Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan potret pembelajaran berbasis blended learning pada mata pelajaran sejarah, serta kelebihan dan kekurangan pembelajaran blended learning pada mata pelajaran sejarah kelas XI IPS di MA Al-Qodiri VIII Kelir semester genap tahun pelajaran 2021/2022.Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, Wali Kelas XI IPS, Guru Sejarah, Siswa Kelas XI, dan orang tua yang dilakukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Validitas yang digunakan adalah triangulasi sumber yaitu dengan memadukan berbagai sumber data yang diperoleh, antar- peneliti, teori, dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis blended learning pada mata pelajaran sejarah yang dilakukan dimulai dengan mempersiapkan perencanaan pembelajaran seperti menyusun silabus, jadwal pelajaran, RPP, dan media pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran blended learning meliputi pembelajaran daring dan tatap muka. Komposisi pembelajaran dilakukan dengan presentase 25/75 artinya 25% pembelajaran dilakukan secara daring dan 75% dilakukan secara tatap muka. Pembelajaran sejarah dilakukan selama 2 kali dalam seminggu dengan alokasi waktu 60 menit dalam 1 kali tatap muka. Selain itu, evaluasi pembelajaran sejarah diambil melalui 3 ranah yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam penelitian ini juga terdapat kelebihan dan kekurangan penerapan pembelajaran blended learning. Pada dasarnya sekolah sudah berupaya memberikan solusi dan inovasi sehingga pembelajaran tetap terlaksana dan materi pembelajaran dapat tersampaikan.
IDENTIFIKASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA KESENIAN GANDRUNG DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI NILAI-NILAI KARAKTER PADA KURIKULUM 2013 Tomi Wahyudi; Mahfud Mahfud
JURNAL SANGKALA Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengidentifikasi nilai-nilai budaya dalam kesenian tradisional Gandrung Banyuwangi; 2) Mengembangkan perencanaan pembelajaran sejarah berbasis nilai-nilai kesenian Tradisional Gandrung dalam kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri I Giri Banyuwangi. Sumber data terdiri atas Informan (Guru muatan lokal, siswa), Dokumen (Silabus, RPP) serta tempat dan Peristiwa (Kelas dan PBM muatan lokal). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan trianggulasi data dan trianggulasi peneliti. Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tiga tahapan analisis, yakni Reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan yang berinteraksi dengan pengumpulan data secara siklus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kebijakan Kepala Sekolah memasukkan materi gandrung sebagai muatan lokal menjadi acuan guru dalam melaksanakan pembelajaran muatan lokal. Gandrung dipahami sebagai potensi daerah kaya nilai sehingga perlu dilestarikan. Upaya pelestarian dapat dilakuakn melalui pembelajaran nilai sejarah gandrung; (2) Perencanaan pembelajaran dimulai dari pemahaman guru terhadap kurikulum sebagai dasar membuat silabus dan dikembangkan kedalam RPP; (3) Implementasi pembelajaran berjalan dengan baik sesusi dengan RPP namun pembelajaran kurang meningkatkan berfikir kritis siswa karena pembelajaran yang konvensional; (4) Evaluasi pembelajaran dengan menekankan pada tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik.
PENINGGALAN DAN BUDAYA PRASEJARAH DI KABUPATEN BANYUWANGI (KAJIAN SEJARAH DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) Agus Mursidi; I Wayan Mertha; Mahfud Mahfud
JURNAL SANGKALA Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyuwangi merupakan kabutapen yang terletak di ujung timur pulau jawa yang memiliki beragam daya tarik wisata baik wisata alam maupun budaya. Pengembangan pariwsata di Kabupaten banyuwangi belum maksimal mengingat sampai saat ini masih terfokus pada pengembangan wisata alam, sedangkan pariwisata sejarah masih belum dikembangkan. Padahal banyuwangi memiliki asset sumberdaya arkeologi yang sangat melimpah yang terdiri dari masa prasejarah, sejarah klasik, dan kolonial tersebar diberbagai daerah seperti Wongsorejo, Kalipuro, Banyuwangi, Kabat, Rogojampi, Muncar, Sempu, dan Songgon. Penelitian ini bertujuan Untuk (1) menginventarisasi persebaran peninggalan Pra-sejarah yang ada di Kabupaten Banyuwangi; (2) mengetahui pemanfaatan peninggalan prasejarah sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa teori, yaitu: 1) Sumberdaya Arkeologi; 2) Pariwisata; dan 3) Pariwisata Sejarah. Penelitian ini menggunakan bentuk dan strategi deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumen. Data yang diperoleh divaliditas dengan menggunakan triannggulasi data, peneliti, teori, dan metodelogis. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Dan analisis SWOT yang meliputi penyusunan matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan matriks EFAS (External Factor Analysis Summary) yang dilanjutkan dengan penyusunan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peninggalan prasejarah di banyuwangi meliputi situs gua di Songgon, Situs Goa di Wongsorejo, situs gua di Kalipuro, dan situs neolitik di kendenglembu. Sedangkan untuk pemanfaatanya sebaga media dan sumber belajar sudah diterapkan oleh sekolah-sekolah SMA di Kabupaten Banyuwangi.
PERAN NU DALAM MENANGGULANGI KONFLIK SANTET DI KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN 1998 I Kadek Yudiana; Mahfud Mahfud
JURNAL SANGKALA Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk: 1) menganalisis menjadi latar belakang terjdinya tragedi dukun santet di Banyuwangi tahun 1998; 2) Peran NU dalam menanggulangi tragedy dukun santet di Kabupaten Banyuwangi tahun 1998. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tahapan, yaitu: 1) penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data, istrumen penelitian, metode pengujian keabsahan data, dan metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Santet tidak dapat dilepaskan dari sejarah terbentuknya komunitas masyarakat suku Osing. Jumlah korban dalam peritiwa ini belum pasti, berasarkan data yang ditemukan terdapat perbedaan, yaitu Data dari KOMPAK atau Komunitas Pencari Keadilan, sebuah tim pencari fakta dari LSM dan tokoh masyarakat Banyuwangi menyebut, korbannya mencapai 174 orang. Sementara, Tim Pencari Fakta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mencatat ada 147 orang. Sedangkan Pemkab Banyuwangi, 103 orang. Peran NU dalam peristiwa ini ada beberapa analisis yaitu terkait dengan politik Gusdur yang selalu mengkritisi pemerintahan Orba sehingga dalam hal ini NU lebih tepat hanya sebagai korban dari konspirasi tersebut. dalam hal ini NU juga berperan dalam mengumpulkan fakta terkait dengan jumlah korban.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS APLIKASI WEB WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPA DI MA DARUL HUDA GIRI KABUPATEN BANYUWANGI Mahfud Mahfud; Sapta Ayu Rohmania
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 1 (2022): SANGKALA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan instrumen evaluasi pembelajaran sejarah merupakan pengembangan berupa soal pada Kelas X dengan mata pelajaran Sejarah materi pengaruh Hindu-Budha di Indonesia sub pokok pembelajaran Akulturasi Kebudayaan Lokal dan Hindu-Budha yang divalidasi oleh validator sebelum diuji cobakan kepada siswa. Uji coba soal kepada siswa dilakukan dengan menggunakan alat evaluasi berupa aplikasi web wordwall untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA di MA Darul Huda Giri kabupaten Banyuwangi. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk (1) mengukur validitas instrumen evaluasi pembelajaran sejarah berbasis aplikasi web wordwall pada siswa kelas X IPA MA Darul Huda Giri Kabupaten Banyuwangi, (2) mengetahui peningkataan hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan instrumen evaluasi pembelajaran berbasis aplikasi web wordwall, (3) mengetahui respon siswa terhadap kemenarikan alat evaluasi pembelajaran berbasis aplikasi web wordwall. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (RnD) dengan model ADDIE yang terdiri dari Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen evaluasi pembelajaran layak digunakan berdasarkan penilaian ahli materi didapatkan skor 76% dengan kategori cukup baik, ahli desain yaitu berjumlah 98% dengan kategori sangat baik dan guru sejarah yaitu 81,3% dengan kategori baik. Hasil respon terhadap kemenarikan pada uji coba menunjukkan hasil rata-rata 96% dan uji coba lapangan terjadi peningkatan hasil belajar dengan hasil uji coba N-Gain dengan hasil sebesar 62,46% kategori cukup efektif.
POTRET PEMBELAJARAN SEJARAH PADA ERA NEW NORMAL KELAS X AKUNTANSI DI SMKN 1 TEGALSARI Septiana Mega Saputri; I Kadek Yudiana; Mahfud Mahfud
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 1 (2022): SANGKALA
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memasuki era new normal setelah adanya pandemi covid-19. Penerapan pembelajaran new normal dilakukan secara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Potret Pembelajaran Sejarah Pada Era New Normal Kelas X Akuntansi di SMKN 1 Tegalsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangukasi data, teori, peneliti, dan metode. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses pembelajaran sejarah di era new normal dan mendeskripsikan kelebihan serta kelemahan proses pembelajaran di era new normal. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu proses pembelajaran sejarah di era new normal yang sudah dilakukan secara tatap muka terbatas dan ditemukannya kelebihan serta kelemahan pembelajaran di era new normal baik dari segi guru maupun siswa.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL OSING DI SDN 1 KEMIREN BANYUWANGI Mahfud Mahfud; Totok Hari Prasetiyo
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujun untuk: 1) Untuk menganalisis perencanaan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di SDN 1 Kemiren, Glagah, Banyuwangi; 2) Untuk menganalisis pelaksanaan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal d di SDN 1 Kemiren, Glagah, Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa tahapan, yaitu penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data, istrumen penelitian, metode pengujian keabsahan data, dan metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perencanaan Pendidikan karakter di SDN 1 Kemiren secara jelas dapat dilihat pada instrument pembelajaran yang digunakan oleh guru, meliputi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). penyusunan RPP bertujuan merancang pengalaman belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tidak ada alur pikir (algoritma) yang spesifik untuk menyusun suatu RPP, karena rancangan tersebut seharusnya kaya akan inovasi sesuai dengan spesifikasi materi ajar dan lingkungan belajar siswa (sumber daya alam dan budaya lokal, kebu- tuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi).
DARI ASING MENUJU USING: TINJAUAN HISTORIS KEBERADAAN DAN DINAMIKA IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DI BANYUWANGI Apdelmi Apdelmi; Mahfud Mahfud; Erly Sutrisni
JURNAL SANGKALA Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sangkala
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keberadaan orang-orang Tionghoa sudah ada sejak Nama Indonesia belum ada bahkan sejak awal masehi orang-orang Tionghoa sudah melakukan Interaaksi dengan penduduk Nusantara. Hai ini sebagai akibat dari hubungan dagang antara India dengan Cina. Secara umun dalam kajian ini keberadaan etnis Tionghoa mencoba dikaji sejak zaman klasik sampi dengan zaman orde baru. Penduduk Tionghoa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu Orang Tionghoa adalah orang Tionghoa asli sedang peranakan adalah orang Tionghoa hasil kawin campur dengan penduduk setempat. Kedua, tempat kelahiran. Tionghoa totok lahir di negeri Cina sedangkan Tionghoa peranakan lahir di Indonesia. Ketiga adalah berdasarkan aspek sosial cultural. Tionghoa totok masih berbahasa mandarin dan memegang teguh tradisi China, sedangkan tionghoa keturunan sudah berbaur dan bercampur dengan tradisi setempat dan menggunakan bahasa masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaan etnis Tionghoa dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu Kehidupan sosial kebudayaan masyarakat Tionghoa dan Pribumi di Blambangan; Kehidupan sosial keagamaan masyarakat Tionghoa dan Pribumi di Blambangan; Interaksi sosial etnis Tionghoa dengan masyarakat blambangan; dan akulturasi budaya masyarakat Tionghoa dengan masyarakat Blambangan.