Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR MIND MAPPING PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA UNTUK MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Arkana, Amanda Bela; Sudibyo, Elok; Mursyidah, Roihana Waliyyul
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 9, No 2 (2024): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v9i2.242–247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi siswa dalam belajarnya setelah diterapkannya strategi belajar mind map . Dalam penelitian ini, pendekatan penelitian menggunakan metode dekriptif kuantitatif dikombinasikan dengan rancangan penelitian one shot case study . Adapun lokasi dimana peneliti melakukan penelitian adalah di kelas VII B SMP Labschool Unesa 2. Penelitian dilakukan di kelas VII B SMP Labschool Unesa 2 selama dua pertemuan dengan pertemuan masing-masing 80 menit pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Terdapat 25 siswa kelas VII B di SMP Labschool Unesa 2 yang menjadi subjek penelitian ini. Peneliti mengambil sumber data berupa data tertulis dengan objek penelitian yakni tingkat motivasi belajar siswa. Data motivasi belajar siswa dikumpulkan melalui pemenuhan angka motivasi belajar. Skala Likert digunakan dalam penelitian ini untuk menghitung proporsi siswa yang termotivasi untuk belajar. Ketika hasil motivasi siswa rata-rata lebih dari 61%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi siswa dalam belajarnya sangat tinggi. Penelitian ini mendukung gagasan bahwa strategi belajar mind map mampu menumbuhkan motivasi siswa dalam belajarnya.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN SOCIO-SCIENTIFIC ISSUES (SSI) PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA SMP Khikmah, Mamba'ul; Sudibyo, Elok; Mursyidah, Roihana Waliyyul
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 9, No 2 (2024): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v9i2.221–227

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka mendorong siswa untuk mengembangkan berbagai keterampilan guna menghadapi tantangan abad 21, termasuk keterampilan literasi sains. Melalui literasi sains, siswa mampu memahami konsep-konsep dan proses ilmiah yang membantu mereka dalam pembuatan keputusan dengan didasarkan pada pengetahuan yang dimilikinya. Keterampilan literasi sains menjadi penting bagi siswa dalam konteks ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan literasi sains siswa dengan melakukan penerapan pendekatan Socio-Scientific Issues (SSI) dalam pembelajarannya. Desain penelitian yang dipergunakan adalah pre-experimental design dengan bentuk one-group pre-test and post-test design. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal pretest dan posttest kepada seluruh siswa kelas VII A dari satu diantara SMP swasta Kota Surabaya yang berjumlah 25 siswa. Hasil penelitian mengindikasikan peningkatan literasi sains dengan output N-Gain sebesar 0,73, sehingga dikategorikan dengan kategori peningkatan yang tinggi. Hasil uji statistik inferensial menggunakan uji non-parametrik (uji Wilcoxon) menunjukkan output Asymp.Sig. (2-Tailed) sebesar 0,000, yang berarti kurang dari 0,05, sehingga mengindikasikan adanya peningkatan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan SSI efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh output N-Gain dan signifikansi dari uji statistik inferensial. 
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN KOLABORASI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Rachmawati, Novita Ayu; Purwati, Arlin Sri; Sudibyo, Elok
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 7, No 3 (2024): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Publish
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v7i3.374-383

Abstract

Education is certainly very important for the progress of a country. Therefore, the education obtained is certainly not only in cognitive knowledge, but other knowledge as well. This knowledge is such as communication skills, critical thinking, problem-solving, collaboration, metacognition, information literacy, creation, innovation and other skills. This skill is certainly useful as a guide for students in learning activities and in daily life. The purpose of this study is to improve students' collaboration skills in science learning. The method used is classroom action with a lesson study model. The stages of this model are designing learning (plan), implementing learning (do and see), then reflection and follow-up. This research was conducted during 3 learning cycles with different learning designs. The results of this study show that there is an increase in the collaboration skills of grade VII students of SMP Negeri 1 Porong from cycles 1, 2, and 3. This shows that the actions taken are successful and able to make students collaborate very well.
PENERAPAN EVERYONE IS A TEACHER HERE (ETH) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK Aini, Izatul; Forcefiati, Tutut; Sudibyo, Elok
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 7, No 3 (2024): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Publish
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v7i3.367-373

Abstract

This research aims to improve students' communication skills by implementing the Everyone is a Teacher Here (ETH) strategy. This research is action research in the classroom, with the subject being students from class VII-E of SMP Negeri 1 Porong. The instruments used to collect data were observation sheets and tests. This research data was collected through tests, observations, and interviews. The research was carried out in two cycles, with cycle I taking place in one meeting (3 x 40 minutes) and cycle II taking place in one meeting (3 x 40 minutes) as well. The research results showed a significant increase. The average percentage of students' communication skills in the six indicators in cycle 1 is 43.75%, which is in the medium category, and in cycle 2, it is 75%, which is included in the high category. ETH learning strategies can improve communication skills and increase students' participation and enthusiasm for learning in learning activities.
Implementasi Model Team Game Tournament Berbasis Monopoli Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMP Tentang Mitigasi Bencana Atmosfer dan Polusi Udara Lutfiyanti, Rosa Azzahro; Rahmawati, Dewi Syamsia; Az-zahro, Adhelia Carissa; Hendratmoko, Ahmad Fauzi; Sudibyo, Elok; Nurita, Tutut
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 6, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v6i2.543

Abstract

Understanding atmospheric disaster mitigation is essential for students from an early age, especially since Indonesia is highly vulnerable to extreme weather events such as storms and heavy rainfall. Nevertheless, this topic is often perceived as less engaging and tends to lack student participation. This study investigates the effectiveness of the Teams Games Tournament (TGT) model integrated with Interactive Monopoly in enhancing students’ understanding of atmospheric disaster mitigation and air pollution. The research adopted a one-group pretest-posttest design involving 30 eighth-grade students. Data were analyzed using the N-Gain test to measure improvement in learning outcomes and the Wilcoxon test to determine the significance of differences between pretest and posttest scores. The findings revealed an increase in the average score from 78.83 (pretest) to 98.5 (posttest). The mean N-Gain score reached 0.94, which falls into the high category. The Wilcoxon test produced a significance value of 0.000 (p 0.05), confirming a significant difference. During the learning activities, students showed active involvement, effective collaboration, and greater motivation. The integration of TGT with Interactive Monopoly provides an innovative and enjoyable learning approach, statistically proven to improve learning outcomes, engagement, and motivation in contextual science education.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PBL MELATIH LITERASI SAINS SISWA SD PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA Tamam, Abdulloh; Suryanti; Sudibyo, Elok
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 03 (2023): Volume 08 No. 3 September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v8i3.11151

Abstract

This research aims to develop PBL-based LKPD to train students' scientific literacy skills. The sample in this study consisted of 27 students in class V B of SD Negeri 147 Gresik. Data analysis in this development research includes validity, practicality and effectiveness. The research results showed that the validity of the PBL model-based LKPD in the media aspect obtained a percentage of 94%, material 91%, and assessment instruments 89%. The practicality of PBL-based LKPD in the implementation of learning in meeting 1, the percentage is 97% and meeting 2 100%, in small group trial student activities in meeting 1 97% and meeting 2 100%, in large group trial student activities in meeting 1 97% and meeting 2 100% , in the student response to the small group trial at meeting 1 8.78% and at meeting 2 98.89%, in the student response to the large group trial at meeting 1 96.95% and at meeting 2 100%. The effectiveness of the posttest results showed that 1 student was in the poor category and 26 students were in the very good category. There are significant differences between the SPSS and manual T tests. The N-gain test was obtained at 0.73441 with the criteria for high student literacy abilities. The conclusion of this research is that the development of PBL-based LKPD is valid, practical and effective for training elementary school students' scientific literacy in science subjects regarding changes in the shape of objects.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MURID SMP PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN Sari, Zahrani Purnita; Sudibyo, Elok
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9568

Abstract

The low science process skills (SPS) of junior high school students is the main background of this study, especially in the indicator of observing and communicating scientific results. This study aims to analyze the effectiveness of the discovery learning model in improving SPS on the human respiratory system material. Using a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design, research subjects were selected through a purposive sampling technique at SMP Negeri 21 Surabaya. The research stages included initial observation through a pretest, providing discovery learning model treatment, and final measurement through a posttest. The results showed that the implementation of learning reached a very high average of 99%. The paired t-test proved a significant difference with a significance value below 0.001. Quantitative data showed an increase in the average value from 54.2 to 81.83 with an N-Gain score of 0.621 which is included in the moderate category. The indicator of planning an investigation achieved the highest increase of 0.718, while the indicator of communicating obtained the lowest score of 0.500. In addition, student responses to this model were very positive with a satisfaction percentage reaching 83.58%. The main conclusion of the study confirms that the application of the discovery learning model effectively improves junior high school students' science process skills in the respiratory system. Educators are strongly advised to implement this model to optimize students' scientific abilities through independent learning experiences, active exploration, and direct concept discovery within the school science education process. ABSTRAK Rendahnya keterampilan proses sains (KPS) murid SMP menjadi latar belakang utama penelitian ini, terutama pada indikator mengamati dan mengomunikasikan hasil ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model discovery learning dalam meningkatkan KPS pada materi sistem pernapasan manusia. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest, subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling di SMP Negeri 21 Surabaya. Tahapan penelitian meliputi observasi awal melalui pretest, pemberian perlakuan model discovery learning, dan pengukuran akhir melalui posttest. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran mencapai rata-rata sangat tinggi sebesar 99%. Uji t berpasangan membuktikan adanya perbedaan signifikan dengan nilai signifikansi di bawah 0,001. Data kuantitatif menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 54,2 menjadi 81,83 dengan skor N-Gain sebesar 0,621 yang termasuk kategori sedang. Indikator merencanakan penyelidikan mencapai peningkatan tertinggi sebesar 0,718, sementara indikator mengomunikasikan memperoleh skor paling rendah yakni 0,500. Selain itu, respon murid terhadap model ini sangat positif dengan persentase kepuasan mencapai 83,58%. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa penerapan model discovery learning secara efektif meningkatkan keterampilan proses sains murid SMP pada materi sistem pernapasan. Pendidik sangat disarankan mengimplementasikan model ini untuk mengoptimalkan kemampuan ilmiah murid melalui pengalaman belajar mandiri, eksplorasi aktif, serta penemuan konsep secara langsung dalam proses pendidikan sains di sekolah.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MATERI PEMISAHAN CAMPURAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROBLEM SOLVING MURID SMP Risma, Maya Widya; Sudibyo, Elok
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9708

Abstract

This study aims to determine the improvement in problem-solving skills of junior high school students, the implementation of learning, and student responses after the application of the Problem Based Learning (PBL) model to the material on separating mixtures.  The type of research used is pre-experimental design with a One Group Pretest–Posttest design. The subjects in this study were 30 students of class VIII-G of SMP Negeri 12 Gresik. The results of the study showed that there was a significant difference between the pretest and posttest scores of students after the Problem Based Learning (PBL) model was applied with a significance value of the paired sample t-test of Sig.<0.05. Based on the N-Gain analysis, it shows an increase in students' problem solving skills of 0.63 with a moderate category. The indicator with the highest average score is the Exploring and Understanding (EU) Indicator at 0.8 and the lowest average score is the Monitoring and Reflecting (MR) Indicator which has an N-Gain score of 0.3.  The implementation of the learning carried out has been carried out in the very good category and has achieved an implementation percentage of 100%. In addition, student responses to the application of the Problem Based Learning (PBL) model showed a very positive response with a percentage of 94.17%, which indicates that this learning model can attract, motivate, and help students in understanding the material on separating mixtures. Based on these results, it can be concluded that the Problem Based Learning (PBL) model is effective in improving the problem solving skills of junior high school students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan problem solving murid SMP, keterlaksanaan pembelajaran, serta respons murid setelah diterapkannya model Problem Based Learning (PBL) pada materi pemisahan campuran.  Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan rancangan One Group Pretest–Posttest. Subjek dalam penelitian ini merupakan murid kelas VIII-G SMP Negeri 12 Gresik dengan jumlah 30 murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest murid setelah diterapkan model Problem Based Learning (PBL) dengan nilai signifikansi Uji paired sample t-test sebesar Sig.<0,05. Berdasarkan analisis N-Gain menunjukkan peningkatan keterampilan problem solving murid yaitu sebesar 0,63 dengan kategori sedang. Indikator dengan skor rata-rata tertinggi adalah Indikator Exploring and Understanding (EU) sebesar 0,8 dan skor rata-rata terendah terdapat pada Indikator Monitoring and Reflecting (MR) yang memiliki skor N-Gain sebesar 0,3.  Keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan telah terlaksana dengan kategori sangat baik dan memperoleh persentase keterlaksanaan sebesar 100%. Selain itu, Respons murid terhadap penerapan model Problem Based Learning (PBL) menunjukkan respons yang sangat positif dengan persentase sebesar 94,17%, yang menandakan model pembelajaran ini dapat menarik, memotivasi, dan membantu murid dalam memahami materi pemisahan campuran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) efektif untuk meningkatkan keterampilan problem solving murid SMP.    
Mengukur Kompetensi Sains Pada Tema Emisi Karbon Berdasarkan Kerangka Kerja Sains PISA 2025 Ariastanti, Novi; Indana, Sifak; Sudibyo, Elok; Satriawan, Muhammad; Rosdiana, Laily
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4276

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital yang sangat pesat membuat sumber informasi yang diterima siswa menjadi sangat mudah, namun mereka kurang bisa memilih dan memilah mana informasi ilmiah yang benar. Penting sekali memberikan penekanan baru pada cara mendidik siswa yaitu untuk meneliti, mengevaluasi dan menggunakan informasi ilmiah untuk mengambil keputusan dan tindakan melalui kompetensi sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kompetensi sains siswa berdasarkan kerangka kerja sains PISA 2025 sebagai referensi yang dapat digunakan untuk merencanakan metode pembelajaran sains yang tepat agar siswa memiliki kemampuan dalam menjelaskan fenomena secara ilmiah, menyusun dan mengevaluasi desain-desain untuk penyelidikan ilmiah serta menginterpretasikan data dan bukti secara kritis dan juga meneliti, mengevaluasi dan menggunakan informasi ilmiah untuk pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan metode tes dan angket. Subjek penelitian dipilih menggunakan probability sampling khususnya random sampling dimana kelas yang dipilih adalah siswa kelas X sebanyak 34 siswa jurusan akuntansi di SMKN 10 Surabaya. Instrument tes yang diberikan berfokus pada tema emisi karbon. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan rata-rata kompetensi sains siswa cukup yaitu sebesar 44,65 dengan rincian kompetensi menjelaskan fenomena secara ilmiah sebesar 45, 44, kompetensi Menyusun dan mengevaluasi desain-desain untuk penyelidikan ilmiah serta menginterpretasikan data dan bukti secara kritis sebesar 45,14 dan kompetensi meneliti, mengevaluasi dan menggunakan informasi ilmiah untuk pengambilan keputusan sebesar 43,38. Kompetensi sains perlu ditingkatkan hampir di semua kompetensi melalui metode pembelajaran yang tepat agar kompetensi sains siswa dapat meningkat dan mereka bisa memecahkan masalah dalam kehidupan dengan menerapkan kompetensi sains yang telah mereka pelajari.