Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Iklim Berdasarkan Rekam Data Sporomorf pada Sedimen Sungai Bengawan Kabupaten Cilacap Setijadi, Rahmat; Suedy, Sri Widodo Agung
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 24, No 1 (2016): Volume 24, nomor 1, tahun 2016
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.512 KB) | DOI: 10.14710/baf.v24i1.11703

Abstract

Sporomorphs data that recorded in the sediments can be used as an indicator in predicting of the dynamics climate during Holocene. By knowing the type of pollen and spores, so it will  known the plant species that producing palynomorphs. By knowing sporomorphs fossils species that were found widely in sedimentary rocks is a right way to explore the climate change that occurred in the past. The purposes of this research is to develop a bio-prediction method using sporomorph fossils to determine changes in sea level caused by climate change. The research included field-works and laboratory studies . Field research for rock sampling and laboratory studies for sediments preparations include making microscopic slide, identification and classification of fossil, and palynology data analysis. The study found 46 type sporomorphs, that consists  16 types of arboreal pollen, 6 types of non-arboreal pollen and 24 types Pteridophyta. Four climate change events have been occurred: the Dry climate of first period; Second period turned into a wet climate; the third period became dry climate;  and the fourth period that the climate were become wetter. Keywords: arboreal pollen, non arboreal pollen, sporomorphs, climate
MORFOANATOMI POLEN TUMBUHAN MANGROVE DI PANTAI BANJIR KANAL TIMUR, SEMARANG Oodriyyah, Titi Nurul; Suedy, Sri Widodo Agung; Haryanti, Sri
BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA Vol 23, No 2 (2015): Volume XXIII, Nomor 2, Oktober 2015
Publisher : BULETIN ANATOMI DAN FISIOLOGI dh SELLULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.576 KB) | DOI: 10.14710/baf.v23i2.10014

Abstract

Indonesia has the largest mangrove area in the world that covering an area of 2.5-5 million ha. Indonesia's vast mangrove area has been declined by 50%.  Locations that becoming sampling stations, namely East Flood Canal (BKT) undergo abrasion that caused water-logging in mangrove forest areas that affect the diversity of plants in it. Plant diversity can be learned through the pollen of plants. Morphology-anatomy can be used as additional criteria for identifying plant species. The aim of this study was to determine the diversity of plants and morphology-anatomy pollen of plants on the coast  BKT. Sampling was conducted using roaming at both locations. Data were analyzed by making the description and classification. The results showed that mangrove forests in BKT have a diversity of plants as many as 9 species. Morphology-anatomy pollen of different species have a variety of shapes and sizes.   Keywords: mangrove, morphology-anatomy, pollen, Semarang
STATUS TROFIK DANAU RAWAPENING DAN SOLUSI PENGELOLAANNYA Soeprobowati, Tri Retnaningsih; Suedy, Sri Widodo Agung
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 18 Issue 4 Year 2010
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.813 KB)

Abstract

ABSTRACT---Eutrofikasi adalah pengkayaan perairan oleh unsur hara, khususnya nitrogen dan fosfor sehingga mengakibatkan pertumbuhan tidak terkontrol dari tumbuhan air. Berdasarkan kandungan unsur haranya, maka perairan dapat dikategorikan menjadi oligotrofik, mesotrofik dan eutrofik. Danau Rawapening menerima inlet dari 16 sungai dan hanya memiliki 1 outlet, menyebabkan akumulasi materi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status trofik Danau Rawapening, sehingga dapat menjadi landasan dalam upaya pengembangan pengelolaannya. Pengambilan sampel air dilakukan pada Februari 2008 pada 7 titik untuk analisis fitoplankton dan kandungan total nitrogen, fosfor, silikon, potasium, kalsium dan mangaan. Pengukuran temperatur, DO, pH, kekeruhan, konduktivitas, turbiditas dilakukan secara in-situ. Pengambilan sampel air untuk analisis BOD dilakukan menggunakan 2 botol gelap 300mL, botol pertama diukur DO0, botol ke-2 diinkubasi selama 5 hari kemudian dihitung DO5.. Penghitungan kandungan klorofil menggunakan metode spektrofotometri. Berdasarkan kandungan klorofilnya, maka dapat dihitung nilai produktivitas primer. Berdasarkan kandungan Total Fosfor Danau Rawa Pening dalam kondisi mesotropik, tapi berdasarkan kandungan Total Nitrogen dankecerahan perairan yang kurang dari 2 meter termasuk dalam kondisi eutrofik. Hal ini ditunjukkan oleh dominannya Aulacoseira granulata dan Melosira varians. Kualitas air seperti pH, DO, kecerahan, kandungan logam berat mengalami degradasi dan cenderung melebihi ambang batas Baku Mutu Lingkungan. Ekoteknologi merupakan pendekatan yang dapat diimplementasikan di Danau Rawapening, menjadikan eceng gondok sebagai sabuk hijau, dan pembuatan preimpoundment di hilir inlet sebelum masuk ke danau.Key words: status trofik, eutrofikasi, danau Rawapening, pengelolaan danau
Komunitas Fitoplankton Danau Rawapening Soeprobowati, Tri Retnaningsih; Suedy, Sri Widodo Agung
JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA Volume 19 Issue 1 Year 2011
Publisher : JURNAL SAINS DAN MATEMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6164.341 KB)

Abstract

Fitoplankton merupakan produsen primer perairan, sehingga keberadaannya sangat penting untuk tingkatan trofik di atasnya. Komunitas fitoplankton sangat ditentukan oleh kualitas perairan, sehingga fitoplankton dapat digunakan sebagai bioindikator kualitas perairan. Tekanan lahan di bagian hulu merupapan problem utama Danau Rawapening.Volume air Danau Rawapening cenderung menurun sebagai akibat sedimentasi yang cukup tinggi, sehingga mengganggu fungsi utamanya. Penelitian ini bertujuan mengkaji komunitas fitoplankton Danau Rawapening. Pengambilan sampel dilakukan pada 7 lokasi di Danau Rawapening. Identifikasi fitoplankton dilakukan menggunakan SRC dan mikroskup perbesaran 400 – 1.000 kali. Dijumpai 58 spesies fitoplankton dengan dominansi Bacillariophyta. Berdasarkan keanekaragaman fitoplankton, maka ekosistem Danau Rawapening kurang stabil – cukup stabil. Dominannya Aulacoseira granulata mengindikasikan kondisi eutrofik danau. Penelitian perlu dilanjutnya pada musim dan waktu yang berbeda.   Keywords: fitoplankton, Danau Rawapening, eutrofik, bioindikator
KUALITAS MADU LOKAL BERDASARKAN KADAR AIR, GULA TOTAL DAN KEASAMAN DARI KABUPATEN MAGELANG Adityarini, Devi; Suedy, Sri Widodo Agung; Darmanti, Sri
Buletin Anatomi dan Fisiologi (Bulletin of Anatomy and Physiology) Volume 5, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.5.1.2020.%p

Abstract

Madu merupakan cairan alami yang dihasilkan oleh lebah madu,berasal dari nektar bunga atau bagian lain dari tumbuhan. Madu dinyatakan memiliki kualitas baik apabila memenuhi standar kualitas madu. Kualitas madu dapat ditentukan berdasarkan kadar air, gula dan keasaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu lokal di Kabupaten Magelang. Pengambilan sampel secara purposive sampling dari lima wilayah Kabupaten Magelang, yaitu Desa Kaliurang, Ringinanom, Kaliabu, Munggangsari, danKebonrejo. Penentuan kadar air dan gula total dengan metode refraktometri, sedangkan keasaman dengan metode titrasi asam-basa. Analisis kadar air, gula total, keasaman dibandingkan dengan standar kualitas madu. Hasil uji kualitas madu menunjukkan nilai kadar air berkisar antara 20,72-31,72%, gula total 66,33-77,89?Brix, keasaman 37,12-271,35 ml NaOH/kg di mana kualitas madu Desa Kaliurang dan Desa Munggangsari telah memenuhi standar SNI 01-3545-2013 dan  U.S. Patent Application Publication. Kata kunci:kualitas, Magelang, kadar air, gula total, keasaman
TINJAUAN SINGKAT TEKNOLOGI PRODUKSI BIOHIDROGEN MELALUI KONVERSI BIOMASSA Rafika Amalia; Nazaruddin Sinaga; Sri Widodo Agung Suedy
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 19, No 01 (2021): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v19i01.2262

Abstract

Kekhawatiran akan emisi gas rumah kaca dan krisis energi yang semakin dirasakan negara-negara didunia khususnya di Indonesia menyebabkan perlu dilakukan pengembangan energi alternatif yang bersih dan ramah lingkungan. Biohidrogen yang diperoleh dari biomassa dapat menjadi alternatif terbaik untuk  mengatasi permasalaan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan gambaran dari produksi biohidrogen berdasarkan penilitian-penelitian yang sudah ada sehingga dapat dilakukan pengembangan produksi biohidrogen melalui konversi biomassa di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur, pengumpulan data dilakukan dari penelitian-penelitian yang sudah ada untuk mengetahui proses yang sesuai dan bisa diterapkan untuk produksi biohidrogen melalui konversi biomassa di Indonesia. Analisis dalam penelitian dilakukan menggunakan perbandingan dari setiap literatur, sehingga diperoleh proses dan teknologi yang sesuai untuk produksi biohidrogen. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan teknologi biohidrogen melalui konversi limbah biomassa dengan proses fermentasi anaerob pada kondisi termofilik adalah pilihan yang tepat, karena dapat menghasilkan yield yang tinggi. Untuk menunjang produksi biohidrogen yang optimal perlu diperhatikan beberapa faktor diantaranya yaitu pH, substrat, suhu, dan kondisi operasi. Jumlah biomassa yang melimpah di Indonesia dapat memudahkan produksi biohidrogen secara berkelanjutan.Kata kunci : krisis energi, biohidrogen, dark fermentation
Nano-chitosan coating on maintaining the quality of postharvest chili pepper (Capsicum frutescens L.) Noor Laila Safitri; Erma Prihastanti; Sri Widodo Agung Suedy; Agus Subagio
Biogenesis: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Department of Biology, Faculty of Sci and Tech, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/bio.v9i2.23524

Abstract

Chili pepper (Capsicum frutescens L.) is a horticulture product with a limited shelf life due to quality degradation following harvest. One method of preserving the quality of chili peppers can be evaluated by using nano-chitosan, which combine chitosan and sodium tripolyphosphate (STPP) in certain ratio. The purpose of this study was to determine the impact of nano-chitosan on maintaining the quality of C. frutescens L., the optimal ratio of chitosan to STPP for preserving the quality of C. frutescens L. after harvest, and the shelf life of C. frutescens L. treated with nano-chitosan after harvest. This study employed a completely randomized design (CRD) and included four treatments: P0 (control), P1 (0.2% nano-chitosan, 1:3 ratio), P2 (0.2% nano-chitosan, 1:4 ratio), and P3 (0.2% nano-chitosan, 1:5 ratio), which conducted for 16 days. Weight loss, water content, texture, color, and percentage of damage are the research variables in this study. The ANOVA test was used to examine the data, followed by the DMRT test. The results indicated that nano-chitosan could maintain the weight, water content, texture, and color of chili peppers. The optimal ratio of chitosan to STPP to retain the quality of postharvest C. Frutescens L. is 0.2% nano-chitosan (chitosan: STPP= 1:5), and nano-chitosan can maintain the quality of C. Frutescens L. for up to 16 days.
Effect of Hydrogen Peroxide (H2O2) on Different Levels of Water Availability on Vegetative Growth of Soybean Plants [Glycine max (L.) Merr.] Argomulyo Varieties Ika Shintya; Sri Widodo Agung Suedy; Endah Dwi Hastuti
Bioscience Vol 4, No 1 (2020): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.982 KB) | DOI: 10.24036/0202041107547-0-00

Abstract

The soybean [Glycine max (L.) Merr.] is one of the important sources of vegetable protein and agricultural commodities in Indonesia, but its productivity is uncertain due to various factors, one of which is the availability of water. Low water availability in the growing environment can cause soybean plants to suffer from drought stress. Giving hydrogen peroxide to plants experiencing drought stress in optimum concentration can increase the plant's oxidative defense system. This study aims to determine the effect of treatment on the vegetative growth of Argomulyo variety soybean plants. The study used a factorial completely randomized design (CRD) design with 2x4 treatment and 5 replications. The parameters observed were plant height, number of leaves, leaf area, and fresh dry weight of the root canopy at the level of water availability 100% and 35% field capacity by spraying hydrogen peroxide concentrations of 0 mM, 0.5 mM, 1 mM, and 2 mM. The results were analyzed by ANOVA and DMRT test with a significance level of 0.05. The level of water availability influences plant height, number of leaves, leaf area, and fresh dry weight of the root canopy. The results show a 100% water availability level has a higher yield. Keywords: soybean, hydrogen peroxide, stress, growth
Palinologi Laut di Selat Sumba, Nusa Tenggara Timur Yanty Yosephin; Septriono Hari Nugroho; Purna Sulastya Putra; Sri Widodo Agung Suedy; Munifatul Izzati
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 29, No 1 (2019)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.716 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2019.v29.971

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari Ekspedisi Widya Nusantara 2016 yang bertujuan untuk merekonstruksi dinamika iklim dengan memperhatikan kondisi keanekaragaman morfologi polen, spora dan keanekaragaman flora sekitar perairan Selat Sumba pada Kala Holosen. Sedimen diambil menggunakan penginti gravitasi pada Kapal Riset Baruna Jaya VIII pada kedalaman kolom air 1283 m dengan panjang inti 243 cm. Kedalaman yang diamati yakni 0-102 cm dengan interval penyamplingan adalah 5 cm, sehingga diperoleh 22 sub-sampel. Jenis sedimen yang dominan adalah lanau sedangkan pasir hanya mendominasi bagian permukaan. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif palinologi, lapisan dibagi menjadi empat zona dan untuk mengetahui umur dari tiap lapisan sedimen digunakan datum Foraminifera Globigerinella calida calida. Zona I dengan perkiraan umur  5662-7550 tahun yang lalu memiliki karakteristik, jenis Arboreal Pollen (AP) yang lebih dominan yakni Cupressaceae, sedangkan jenis spora yang dominan adalah Polypodiaceae dan Acrostichum aureum. Zona ini diintepretasikan beriklim panas dan basah, dengan nilai Pollen Marine Index (PMI) 100 dan indeks keanekaragaman adalah 0,35. Zona II berumur 4530-5662 tahun yang lalu dengan kehadiran Arboreal Pollen (AP) yang lebih dominan adalah Casuarinaceae dan spora Polypodiaceae, sehingga diintepretasikan iklimnya adalah panas dan basah, PMI = 105 dan Indeks keanekaragaman 1,56.  Zona III berumur  2265-4530 tahun terdapat Arboreal Pollen (AP) yakni Anonaceae 43,75 % dan Spora yakni Polypodiaceae 33 %, sehingga diintepretasikan beriklim panas dan basah, PMI= 118 serta Indeks keanekaragaman 2. Zona IV adalah lapisan paling muda berumur 2265-sekarang memiliki persentase Arboreal Pollen (AP) yang lebih dominan yakni Anonaceae sebanyak 44% dan adanya peningkatan kehadiran spora yakni taksa Acrostichum aureum sebanyak 41,2 %, PMI = 128,25 dan memiliki Indeks keanekaragaman 1. This research is part of Widya Nusantara Expedition 2016 aiming to reconstruct the dynamics of the climate by considering the condition of morphology of pollen, spore and the diversity of flora around the waters of the Sumba Strait in the time of Holocene. The sediment was taken using gravity corer on Research Vessel of Baruna Jaya VIII at a water column depth of 1283 m with a core length of 243 cm. The depth was observed at 0-102 cm and the sampling interval of 5 cm, so 22 sub-samples were obtained. The dominant type of sediment was silt and sand dominates on the surface. Foraminifera Globigerinella calida calida is used as a datum to determine relative age. Based on the results of the analysis, the layers are divided into four zones. Zone I with an estimated age of 5662-7550 years ago has a more dominant Arboreal Pollen (AP) type characteristic, namely Cupressaceae, while the dominant spores are Polypodiaceae and Acrostichum aureum. This zone is interpreted as a hot and wet climate, with a Pollen Marine Index (PMI) 100 and a diversity index of 0.35. Zone II was 4530-5662 years ago with the more dominant Arboreal Pollen (AP) presence being Casuarinaceae and Polypodiaceae spores, so the interpreted climate was hot and wet, PMI = 105 and the Diversity Index 1.56. Zone III aged 2265-4530 years. There are Arboreal Pollen (AP) i.e. Anonaceae 43.75% and Spores i.e. Polypodiaceae 33%, so it is interpreted as hot and wet climate, PMI = 118 and Diversity Index 2. Zone IV is the youngest layer of 2265 – now. It has the most dominant percentage of Arboreal Pollen (AP), Anonaceae as much as 44% and an increase in the presence of spores i.e. Acrostichum aureum taxes as much as 41.2%, PMI = 128.25 and has a Diversity Index of 1.
Distribusi Polen pada Sedimen Permukaan Bawah Laut di Perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur Septriono Hari Nugroho; Monica Dewi Sisca; Purna Sulastya Putra; Sri Widodo Agung Suedy; Munifatul Izzati
JURNAL RISET GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN Vol 29, No 1 (2019)
Publisher : Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.117 KB) | DOI: 10.14203/risetgeotam2019.v29.975

Abstract

Sumba merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di bumi bagian selatan dan berbatasan dengan Samudra Indonesia. Distribusi polen pada sedimen permukaan di Perairan Sumba dilakukan untuk membantu interpretasi efek sedimentasi yang terjadi di daerah fluvial dan laut serta perubahan tumbuhan terestrial. Penelitian ini merupakan bagian dari Ekspedisi Widya Nusantara 2016 yang dilaksanakan pada tanggal 4 – 26 Agustus 2016 menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya VIII. Tiga belas sampel sedimen permukaan dianalisis menggunakan metode asetolisis dan swirling. Spektrum polen menunjukkan hubungan antara distribusi polen yang mengendap di sedimen laut dan transportasinya dari daratan. Sebaran polen yang banyak terakumulasi di bagian barat Pulau Sumba menunjukkan adanya pengaruh fluvial dan jarak dari pantai dan kedalaman air. Hasil uji korelasi antara distribusi polen dengan kedalaman dan besar butir (rata-rata dan persentase mud) menunjukkan hubungan yang cukup kuat (r=0,465; r=0,374 dan r=0,443). Meskipun dengan rata-rata tingkat keanekaragaman tumbuhan termasuk dalam kategori rendah (indeks 1,07), distribusi polen dalam sedimen permukaan laut merefleksikan vegetasi lokal di daratan Pulau Sumba. Polen yang paling mendominasi berasal dari Famili Poaceae. Studi ini menjelaskan bahwa rekaman polen dari inti sedimen laut Perairan Sumba mempunyai potensi menjadi alat rekonstruksi perubahan vegetasi di daratan sekitarnya dalam studi variabilitas iklim masa lalu dan masa yang akan datang. Sumba, one of the outer Indonesian island,  is located in the southern hemisphere and bordered by the Indonesian Ocean. The distribution of pollen in marine sediments offshore the Sumba Waters has been investigated to help interpret the sedimentation effect on fluvial inputs, marine and terrestrial vegetation changes. The research is a part of Expedition of Widya Nusantara 2016 which was conducted on 4 - 26 August 2016 using Baruna Jaya VIII research vessel. Thirteen surface sediment samples were analyzed by acetolyisis method and swirling. Pollen spectra illustrate the relationships between pollen distribution in the sampled marine sediments and their transport from the vegetation onshore. The pollen distribution that accumulated a lot in western part of Sumba island were linked to fluvial inputs and controlled by the distance from the coast and water depth. Correlation test between the distribution of pollen and water depth as well as grain size (mean and mud percentage) showed moderate correlation (r=0.465; r=0.374 and r=0.443, respectively). Although the average of vegetation diversity index is  in low category (index of  1.07), the pollen distribution  percentage in these marine surface sediment samples reflects the local vegetation from the nearby onshore of Sumba island.  The most dominant pollen comes from Family Poaceae. This study demonstrates that pollen records from marine surface sediment in the Sumba Waters have the potential tool to reconstruct palaeovegetation on the adjacent continent for the past and future climate variability study at these area.
Co-Authors . Suwardi . Suwardi . Widayat Abdul Khafid Adityarini, Devi Agus Subagio Agus Subagio Aini, Nabilah Aisyah, Ajeng Aulia Alivia Prima Laksmita Amni Z. Rahman Anang Setyo Pramudiyanto Ardiyanti Ardiyanti Arif Surahman Asmoro Widagdo, Asmoro Atang Sutandi Atin Temon Sari Bayu Pradika Bima Adistya Della Widya Puspita Della Widya Puspita Devi Adityarini Ditasya Putri, Novika Edi Purnomo Endah Dwi Hastuti Endah Dwi Hastuti Endang Saptiningsih Enita Simbolon Erma Prihastanti Erma Prihastanti Fella Suffah Meinaswati Fendy E. Wahyudi Fevi Mawadhah Putri Hida Kumalawati Ibnul Qoyim, Ibnul Iffa Illiyya Fatma Ika Shintya Imam Firmansyah Imam Firmansyah Imelda Anastasia Jafron Wasiq Hidayat Jumari Jumari, Jumari Junita Junita Kurnianto, Ikhwan Zain Lily Nur Inda Sary Maliya, Ikhsanti Marcelinus Christwardana Mega Rizqi Utami Misrofah, Sofatu Misrofah, Sofatun Monica Dewi Sisca Mudlikatun Khasanah Muhadiono Muhadiono, Muhadiono Muhammad Farras Ilham Muhammad Rizaldi Zaman Munifatul Izzati Munifatul Izzati Nazaruddin Sinaga Ni Putu Tasya Savitri Nintya Setiari Nintya Setiari Noor Laila Safitri Noor Laila Safitri Novi Sultonia Farida Nurdiana Riska Nurrahmah Azizah Nurrahmah Azizah, Nurrahmah Nurul Hidayati Nurul Hidayati Olivia, Theresia Bianca Lucretia Peter Gell Prakoso, Satyo Jati Purna Sulastya Putra Purna Sulastya Putra Putri, Marieshafa Salsabila Rachmad Setijadi, Rachmad Rafika Amalia Rahmat Setijadi, Rahmat Rasyid Abdulaziz Relita Aprisa Retno Puspitasari Retno Robiatul Al Adawiyah Riche Hariyati Rina Budi Astuti Rini Budihastuti Rofi'ana Rofi'ana Rofiqotul Khasanah Rully Rahadian Sarah, Solifa Sarjana Parman Sarjana Parman Satwika Paramasatya, Satwika Savitri, Ni Putu Tasya Septriono Hari Nugroho Septriono Hari Nugroho Siti Umi Shofiyatin Skolastika Dara Sabatini Skolastika Dara Sabatini Slamet Ifandi, Slamet Sofian, Arif Ardianto Sri Darmanti Sri Hariyati Sri Haryanti Sri Haryanti Sri Haryanti Sugianto, Deny Nugroho Sunarno Sunarno Surahman, Arif surur, Mukhammad akmal Titi Nurul Oodriyyah, Titi Nurul Titi Nurul Qodriyyah Tri Retnaningsih Soeprobowati Udi Harmoko Widiartanto Widiartanto Wisalyakarini, Priscilla Citta Kirana Yanty Yosephin Yulita Nurchayati Zaenul Muhlisin Zaenul Muhlisin