Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH KETIDAKTEPATAN KODE DIAGNOSIS DAN KODE TINDAKAN PASIEN RAWAT INAP PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL TERHADAP TARIF DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA KOTA DENPASAR Nanjo, Yohana Fransiska; Kartiko, Bambang Hadi; Yudha, Ni Luh Gede Ari Natalia
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2490

Abstract

Ketidaktepatan koding adalah suatu bentuk ketidaksesuaian penulisan diagnosis penyakit dan tindakan dengan klasifikasi yang telah ditetapkan dalam ICD-10 dan ICD-9 CM. Berdasarkan hasil observasi awal pada bulan Juni 2021 didapatkan berkas yang dikembalikan sebanyak 132 berkas klaim pasien rawat inap peserta JKN di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ketidaktepatan kode diagnosis dan kode tindakan pasien rawat inap peserta JKN terhadap tarif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah 1.079 rekam medis, sampel penelitian ini sebanyak 132 rekam medis, instrumen penelitian menggunakan alat tulis kantor, buku catatan, pedoman observasi, checklist, rekam medis pasien rawat inap peserta JKN, ICD-10 dan ICD-9 CM, sistem informasi di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil dari penelitian ini dari 132 berkas klaim pasien rawat inap peserta JKN didapatkan ketidaktepatan kode diagnosis sebanyak 90 (68,2%) dan ketidaktepatan kode tindakan sebanyak 85 (64,4%) dan tarif yang tidak tepat sebanyak 80 (60,6%) berkas. Dengan demikian, ada pengaruh yang signifikan ketidaktepatan kode diagnosis dan ketidaktepatan kode tindakan terhadap tarif rumah sakit pasien rawat inap peserta JKN dengan nilai p value 0,000 < 0,05 pada ketidaktepatan kode diagnosis dan ada pengaruh yang signifikan antara ketidaktepatan kode tindakan terhadap tarif rumah sakit di RSUD Wangaya Kota Denpasar, dengan nilai p value 0,005 < 0,05.
Analisis Dampak Misfile Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terhadap Kejadian Patient Safety, Response Time Pendaftaran dan Pengajuan Klaim di Rumah Sakit Tingkat II Udayana Pradnyani, Ni Putu Ayu Pavita Budhi; Kartiko, Bambang Hadi; Martana, Devi Marlita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2688

Abstract

Misfile adalah kesalahan lokasi data pasien, kesalahan penyimpanan data pasien, atau file pasien yang tidak dapat ditemukan di rak. Misfile berdampak terhadap kejadian patient safety, response time pelayanan pendaftaran dan pengajuan klaim BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak misfile rekam medis terhadap kejadian patient safety, perpanjangan response time pelayanan, serta pengajuan klaim berkas pasien rawat jalan peserta BPJS Kesehatan di Rumah Sakit TK. II Udayana. Peneltian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sampel 5 orang petugas dan data pendukung rekam medis pasien rawat jalan periode Oktober - Desember 2022 yang dinyatakan misfile berjumlah 122 kasus di Rumah Sakit TK. II Udayana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) misfile berdampak pada kejadian patient safety pada beberapa sasaran, yaitu sasaran II sebesar 12 (10%), sasaran III sebesar 10 (8%), dan sasaran IV sebesar 3 (2%); (2) misfile berdampak pada perpanjangan response time pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan di loket pendaftaran sebesar 51 (42%); dan (3) misfile berdampak pada tertundanya pengajuan berkas klaim pasien rawat jalan peserta BPJS Kesehatan sebesar 46 (38%). Terjadinya misfile berdampak pada kejadian patient safety, perpanjangan response time pelayanan pasien, juga tertundanya pengajuan klaim BPJS. Dampak tersebut ditunjukkan pada komunikasi yang tidak efektif antara pemberi layanan dan pasien, tidak adanya riwayat pengobatan/terapi pasien, keselamatan pasien terutama pasien gawat darurat, proses pendaftaran pasien menjadi lama, tertundanya pengajuan klaim BPJS yang akan berpengaruh pada pendapatan rumah sakit setiap bulannya, peningkatan beban kerja petugas filing dan mutu pelayanan rumah sakit.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETIDAKLENGKAPAN PENGISIAN CATATAN MEDIS (KLPCM) PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BALIMED DENPASAR Sirdiani, Ni Komang Wina; Kartiko, Bambang Hadi; Martana, Devi Marlita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2710

Abstract

Ketidaklengkapan dokumen rekam medis menjadi salah satu masalah yang sangat penting karena dalam rekam medis terdapat informasi selama pasien melakukan perawatan di rumah sakit. Hasil observasi awal pada pada bulan Desember 2021 ditemukan sebanyak 569 (32%) rekam medis rawat inap yang tidak lengkap dari 1764 rekam medis rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaklengkapan pengisisan catatan medis pasien rawat inap di rumah sakit BaliMed Denpasar yang terdiri dari review identifikasi, review autentifikasi, review laporan penting dan review pendokumentasian. Rancangan penelitian menggunakan deskriptif analitik kualitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 6 orang responden dan 569 rekam medis rawat inap yang tidak lengkap pada bulan Desember sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan ketidaklengkapan pengisian catatan medis review identifikasi disebabkan oleh beban kerja petugas yang meningkat dan kurangnya ketelitian dan kelalaian petugas. Review autentifikasi disebabkan oleh kesibukakan dokter yang tinggi dan kurangnya kepatuhan dokter mengisi rekam medis. Review laporan penting disebabkan oleh ketidakdislipinan dan kurangnya ketelitian perawat mengisi rekam medis. Review pendokumentasian disebabkan oleh dokter dan perawat tidak mentaati standar pembetulan isi rekam medis. Kesimpulan yang di dapat pada penelitian ini yaitu faktor sumber daya manusia seperti kurangnya ketelitian dan kelalaian petugas mengisi rekam medis, kurangnya kepatuhan dokter mengisi rekam medis dan perawat yang kurang disiplin dalam melengkapi rekam medis.
Dampak tidak Terlaksananya Pemusnahan Rekam Medis terhadap Pengelolaan Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Karangasem Ariningsih, Ni Nyoman Dwithirta; Kartiko, Bambang Hadi; Adisanjaya, Nyoman Ngurah
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2711

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Karangasem melaksanakan pemusnahan rekam medis sebanyak 15.000 rekam medis pada taggal 30 Oktober 2015, namun tidak dilaksanakan kembali dikarenakan tidak adanya alat pemusnahan rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak tidak terlaksananya pemusnahan rekam medis terhadap pengelolaan rekam medis rawat inap di RSUD Karangasem. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan jenis cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 11 petugas rekam medis dan data pendukung 52.000 rekam medis. Hasil penelitian di RSUD Karangasem rekam medis tidak dimusnahkan sebanyak 77,7%. Kejadian tersebut berdampak pada penuhnya tempat penyimpanan rekam medis karena rekam medis inaktif sebanyak 10.490 (20,2%) dan rekam medis nonaktif sebanyak 2.900 (5,5%) tersimpan di ruang penyimpanan aktif. Berdampak pada terlambatnya pendistribusian rekam medis sebanyak 11.305 (21,7%) rekam medis. Berdampak pada retensi rekam medis sebanyak 38.610 (74,2%) rekam medis yang tidak diretensi. Disimpulkan bahwa tidak terlaksananya pemusnahan rekam medis berdampak pada penyimpanan rekam medis tidak disimpan sesuai dengan prosedur sehingga rekam medis sulit ditemukan, pendistribusian rekam medis menjadi terlambat sehingga pelayanan menjadi lebih lama, dan retensi rekam medis menjadi terhambat sehingga sulit melakukan tugas dengan baik dalam pemilahan isi formulir rekam medis.
RANCANG BANGUN SISTEM REGISTRASI PERJANJIAN PASIEN RAWAT JALAN BERBASIS WEB DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH (UPTD) PUSKESMAS KEDIRI III KABUPATEN TABANAN BALI Sari, Anak Agung M. W.; Kartiko, Bambang Hadi; Karsana, I Wayan Widi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2950

Abstract

Pelayanan rawat jalan merupakan salah satu pelayanan pertama dan pintu gerbang rumah sakit dimana pelayanan tersebut harus memberikan kemudahan kepada pasien rawat jalan. Pelayanan kesehatan yang diharapkan agar efisien terutama saat proses registrasi pasien. Saat ini proses pendaftaran pasien di Unit Pelaksana Teknis Derah (UPTD) Puskesmas Kediri III masih dilaksanakan secara manual, dimana pasien harus datang secara langsung ke Puskesmas mengambil nomor antrian, kemudian mendaftarkan diri di loket pendaftaran, sehingga terjadi penumpukan antrian di loket pendaftaran, dan mengakibatkan waktu pelayanan menjadi lebih lama dan pelayanan menjadi tidak terstandar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem registrasi perjanjian pasien rawat jalan berbasis web di Unit Pelaksana Teknis Derah (UPTD) Puskemas Kediri III agar pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih efektif dengan mempermudah pasien melakukan pendaftaran dari mana saja dan standar pelayanan rumah sakit akan meningkat. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan system development life cycle atau yang sering disingkat dengan SDLC dan tahap pengujian black box pada system informasi pendaftaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa telah dirancang dan dapat diaplikasikan system registrasi perjanjian berbasis web pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Kediri III.
Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Persyaratan Pengajuan Berkas Klaim Pasien Bedah Rawat Inap Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Umum Kertha Usada Singaraja Pebriani, Ni Kadek Valentina; Kartiko, Bambang Hadi; Wasita, Rai Riska Resty
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2951

Abstract

Ketidaklengkapan berkas klaim JKN merupakan tidak terisi lengkapnya berkas syarat klaim JKN yang berakibat berkas klaim dikembalikan ke rumah sakit oleh pihak BPJS Kesehatan. Berdasarkan data observasi periode Oktober-Desember 2022 diperoleh 120 berkas klaim pasien bedah rawat inap yang dikembalikan oleh pihak BPJS karena dianggap tidak lengkap berkas persyaratan pengajuan klaim JKN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab ketidaklengkapan persyaratan pengajuan berkas klaim pasien bedah rawat inap peserta JKN di Rumah Sakit Kertha Usada Singaraja. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik kualitatif dengan jenis penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini yaitu 7 responden yang terdiri dari 2 dokter, 2 perawat, 1 kepala rekam medis, 2 petugas BPJS dengan teknik purposive sampling sebagai teknik pengumpulan data. Data pendukung dalam penelitian ini sebanyak 120 berkas klaim JKN pasien bedah rawat inap yang dikembalikan di RSU Kertha Usada Singaraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar faktor penyebab ketidaklengkapan berkas klaim disebabkan oleh tidak lengkapnya nama/tanda tangan DPJP, tidak lengkapnya lembar scan hasil penunjang dan laporan operasi pasien. Dampak yang ditimbulkan dari ketidaklengkapan berkas klaim adalah pengembalian klaim dari BPJS dan petugas BPJS rumah sakit bekerja dua kali untuk melengkapi berkas yang tidak lengkap. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor ketidaklengkapan berkas klaim pasien bedah rawat inap yang paling dominan adalah ketidaklengkapan lembar scan laporan operasi dan hasil penunjang pasien.