Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PASIEN RAWAT JALAN BERBASIS WEB DI PUSKESMAS SAMBI KECAMATAN SAMBI KABUPATEN BOYOLALI Mohammad Nur Rohman; Bambang Hadi Kartiko; Christian Tonyjanto
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v7i1.2488

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan teknologi penerapan dalam pelayanan kesehatan di Indonesia membangun rekam medis elektronik (RME) akan lebih berguna jika semua rekam medis itu terkoneksi di dalam jaringan computer sehingga data pasien dapat tersimpan dan terolah dengan baik. Berdasarkan observasi pada bulan September-November 2022 jumlah pasien di Puskesmas Sambi sejumlah 5.027 pasien, di dapatkan bahwa pelayanan pendaftaran pasien masih menggunakan manual dan diketahui kunjungan rata-rata pasien rawat jalan berjumlah 56 pasien setiap harinya dengan 22 pasien di antaranya mendapatkan pelayanan dengan rata-rata waktu 60 menit yang artinya sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) di unit rawat jalan yaitu kurang atau sama dengan 60 menit dan 34 pasien berikutnya mendapatkan pelayanan dengan waktu lebih dari 60 menit. Tujuan penelitian ini adalah membuat rancang bangun rekam medis elektronik pasien rawat jalan berbasis web. Penelitian ini menggunakan metode perancangan siklus hidup pengembangan sistem atau System Development Life Cycle (SDLC) dengan tahapan perencanaan, analisis, desain, implementasi, maintainance. Metode perancangan sistem ini menggunakan siklus hidup pengembangan sistem (Systems Development Life Cycle-SDLC) yang terdiri dari tahap perencanaan, analisis, desain, implementasi, maintainance. Berdasarkan hasil observasi, maka dapat disimpulkan rancang bangun sistem pendaftaran perjanjian pasien rawat jalan berbasis web di Puskesmas Sambi Kecamatan Sambi Kabupaten Boyolali, memenuhi standar usabillity yaitu 77,03 % atau dapat diklarifikasikan “baik”. Penelitian ini menghasilkan rancang bangun sistem pendaftaran perjanjian pasien rawat jalan berbasis web yang membantu dalam proses pendaftaran pasien, pemeriksaan, pemberian resep, pembayaran dan pembuatan laporan Puskesmas.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA DUPLIKASI NOMOR REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT DAERAH MANGUSADA KABUPATEN BADUNG I Gusti Ayu Tri Hendrayanthi; Bambang Hadi Kartiko; Devi Marlita Martana
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2464

Abstract

Berdasarkan survey awal di Instalasi Rekam Medis, pada bulan Juni sampai dengan Juli 2021 didapatkan penomoran rekam medis pasien rawat jalan yang memiliki nomor ganda (duplikasi) sebanyak 187 (0,94%) dari 19.888 rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya duplikasi nomor rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Daerah Mangusada Kabupaten Badung.Rancangan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif analitik kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional, dan sampel dalam penelitian ini adalah rekam medis pasien rawat jalan dengan penomoran yang duplikasi berjumlah 187 rekam medis.Hasil penelitian ini adalah dari 187 rekam medis yang memiliki nomor ganda (duplikasi) didapatkan hubungan yang signifikan antara rekam medis yang salah letak (misfile) dengan terjadinya duplikasi nomor rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Daerah Mangusada Kabupaten Badung, memiliki nilai p value = 0,000 (< 0,05), dengan jumlah rekam medis yang salah letak (misfile) sebanyak 112 (59,9%). Adanya hubungan yang signifikan antara rekam medis yang tidak ditemukan (drop out) dengan terjadinya duplikasi nomor rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Daerah Mangusada Kabupaten Badung, yang memiliki nilai p value = 0,000 (< 0,05), dengan jumlah rekam medis yang tidak ditemukan (drop out) sebesar 96 (51,3%). Serta adanya hubungan yang signifikan dari tidak adanya tracer rekam medis dengan terjadinya duplikasi nomor rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Daerah Mangusada Kabupaten Badung, memiliki nilai p value 0,004 (< 0,05) dengan tracer berjumlah 10 (5,4%).Kesimpulan dalam penelitian ini, dari hasil perhitungan uji staitistik dengan Chi-square didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kejadian penomoran rekam medis pasien rawat jalan yang duplikasi dengan salah letak (misfile) rekam medis, rekam medis yang tidak ditemukan (drop out) dan rekam medis keluar yang tidak ada tracernya.
RANCANG BANGUN SISTEM TRACER MEDICAL RECORD PASIEN RAWAT JALAN BERBASIS WEB DI RUMAH SAKIT UMUM PRIMA MEDIKA DENPASAR Landina, Made; Kartiko, Bambang Hadi; Karsana, I Wayan Widi
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 10 No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2023.v10.i03.p01

Abstract

ABSTRACTThe application of the Web-based Outpatient Tracer Medical Record system at Prima Medika General Hospital Denpasar aims to help track medical records that come out of storage and help reduce the occurrence of missfiles. At present the use of Medical Record tracers still uses a manual system, tracers that are used as markers or as medical record trackers that are removed from storage racks still use cardboard paper so that they are easily damaged, besides that the writing of the name of the borrower's medical record is still written manually, causing the writing of the borrower's name it is not clearly visible and outpatient medical record storage is not provided with an expedition book to write the name of the medical record borrower. This study uses the system development life cycle (SDLC) design method with the stages of planning, analysis, design, implementation. Meets the usability standard, namely 77.33% can be classified as “Appropriate” and this study succeeded in creating a web-based Tracer Medical Record design at Prima Medika General Hospital Denpasar with service features Borrowing Medical Records, Distribution of Medical Records, and Return of Medical Records. can help Medical Record officers to facilitate borrowing outpatient Medical Records in a computerized system.Keywords: Tracer Medical Record, Loans, Distribution, Returns, RSU Prima Medika
Edukasi Dampak Penggunaan Gadget bagi Kesehatan Anak di LKSA Widhya Asih Badung I Wayan Widi Karsana; Rai Riska Resty Wasita; Agus Donny Susanto; Nyoman Ngurah Adi Sanjaya; Bambang Hadi Kartiko; I Gusti Ngurah Manik Nugraha; Ni Wayan Deswiniyanti; Wayan Nurata; Putu Okta Wijayanti; Made Dewi Sariyani
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Mei : ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/aspirasi.v2i3.671

Abstract

In the current digital era, gadget use has become an inseparable part of everyday life, including among children. However, excessive use of gadgets can have a significant impact on children's health. This service activity aims to provide education regarding the negative impact of gadget use on children's health. Excessive use of gadgets can cause mental health and physical health problems, including disturbances in body posture and vision problems due to exposure to blue light which can affect their growth and development. Results The pre-test carried out before the educational activity resulted in only 27.5% understanding the impact of using gadgets on health, while the test carried out after the education resulted in 77.5% understanding the impact of gadgets on health. This shows an increase in understanding of 50% after it was carried out. education regarding the impact of gadget use on children's health.
ANALISIS DAMPAK DUPLIKASI REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP PELAYANAN PENYEDIAAN REKAM MEDIS, PATIENT SAFETY, DAN PENGAJUAN BERKAS KLAIM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TABANAN DHANSUNU, LUH GEDE ASRI MARTANIA; Kartiko, Bambang Hadi; Nugraha, , I Gusti Ngurah Manik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33910

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik kualitatif dengan melibatkan 6 orang sebagai sampel dan menganalisis 124 rekam medis yang terduplikasi. Berdasarkan hasil penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan dampak dari duplikasi nomor rekam medis terhadap respon time penyediaan rekam medis adalah perpanjangan respon time penyediaan rekam medis sehingga pasien harus menunggu lama, dampak duplikasi terhadap patient safety sasaran II adalah mengakibatkan terganggunya komunikasi antar pemberi pelayanan dan pasien, dampak terhadap sasaran III adalah kesulitan atau kesalahan Dokter Penanggung Jawab Pasien dalam rencana terapi selanjutnya, dampak terhadap sasaran V adalah terjadi penurunan kepatuhan terhadap protokol pengendalian infeksi, dampak duplikasi terhadap pengajuan klaim ke Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial adalah kesulitan dalam memverifikasi klaim karena adanya data ganda atau tidak konsisten. Kesimpulannya, terjadinya duplikasi penomoran rekam medis berdampak pada respon time penyediaan yang memanjang dan tidak sesuai Standar Operasioanl Prosedur, berdampak pada sasaran II yaitu terganggunya komunikasi antara pemberi pelayanan dengan pasien, sasaran III yaitu terganggunya keamanan pemakaian obat terhadap pasien, sasaran V yaitu penurunan kepatuhan terhadap protokol pengendalian infeksi, dan dampak pada pengajuan klaim Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial yang sulit untuk memverifikasi klaim data ganda.
ANALISIS DAMPAK KERUSAKAN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP RESPONSE TIME, PATIENT SAFETY DAN PENGAJUAN KLAIM DI PUSKESMAS KEDIRI II TABANAN Dewi, Indah Sukma; Kartiko, Bambang Hadi; Manik Nugraha, I Gusti Ngurah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.33916

Abstract

Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2023 dari 275 rekam medis yang diteliti di Puskesmas Kediri II Kabupaten Tabanan ditemukan 170 (61.81%) rekam medis yang mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kerusakan rekam medis pasien rawat jalan. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan metode deskriptif analitik kualitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 5 orang dan data pendukung 170 rekam medis pasien rawat jalan pada bulan Oktober hingga November 2023 yang mengalami kerusakan di Puskesmas Kediri II Kabupaten Tabanan. Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Kediri II Kabupaten Tabanan dampak kerusakan rekam medis pasien rawat jalan terhadap response time adalah perpanjangan response time menyebabkan pasien harus menunggu lebih lama, dampak kerusakan terhadap patient safety sasaran I adalah petugas kesulitan mengidentifikasi pasien secara tepat karena identitas pasien tidak ditemukan di rekam medis, dampak terhadap sasaran II adalah mengakibatkan terganggunya komunikasi antar pemberi layanan dan pasien, dampak terhadap sasaran III adalah mengakibatkan terjadinya kesalahan pengobatan yang akan diberikan selanjutnya, dampak kerusakan terhadap pengajuan klaim yang tertunda menyebabkan beban kerja petugas bertambah. Kesimpulan dari penelitian ini, terjadinya kerusakan rekam medis berdampak pada Response Time yang memanjang tidak sesuai dengan SOP (lebih dari 10 menit), berdampak pada pasien safety sasaran I yaitu kesulitan mengidentifikasi pasien secara tepat karena identitas pasien tidak ditemukan di rekam medis, sasaran II yaitu terganggunya komunikasi antar pemberi layanan dan pasien, sasaran III yaitu terjadinya kesalahan pengobatan yang akan diberikan selanjutnya, berdampak pada pengajuan klaim yang tertunda menyebabkan beban kerja petugas bertambah.  
ANALISIS DAMPAK KERUSAKAN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP KEJADIAN PATIENT SAFETY, RESPONSE TIME PELAYANAN PASIEN DAN PENGAJUAN KLAIM BERKAS PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA SIMPANG EMPAT KABUPATEN PASAMAN BARAT Aulia Fajri Safar; Bambang Hadi Kartiko; I Wayan Nurata
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : program studi Rekam Medis dan Infomasi Kesehatan ITSK RS dr Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jurmiki.v3i2.51

Abstract

Based on initial observations in November 2022-January 2023, 375 damaged medical records were found at RSI. Ibn Sina Simpang Empat. The impact of tampering with medical records on the incidence of patient safety in target I was 124, target II was 36, and target III was 56. Impact on service response time that was not appropriate was 235 patients. The impact on  submitting BPJS claims was delayed by 157 patients. The research objective was to determine the impact of damage to outpatient medical records at RSI Ibnu Sina Simpang Empat.The research method is descriptive qualitative analysis. Respondents who were interviewed were 8 respondents with a supporting sample of 826 damaged outpatient medical records. Data collection techniques used are interviews and observation. The results showed that damaged medical records had an impact on the incidence of patient safety, target I resulted in an error in identifying the patient, target II broke the communication between the service provider and the patient and target III resulted in an error in administering medication to the patient. Impact on inappropriate service response time (> 10 minutes). The impact on the delayed submission of BPJS claims is that the workload increases. The impact of damage to medical records on patient safety, service response time, and submission of BPJS claims. have patient data backups, provide standard time for providing medical records, and provide roll o pack cabinets.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAMA HARI RAWAT PASIEN APENDIKTOMI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH KOTA DENPASAR Selan, Jumarni Katrin Imelda; Kartiko, Bambang Hadi; Martana, Devi Marlita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2465

Abstract

Hasil observasi awal pasien appendictomi sebanyak 96 (100%) pasien dengan presentasi lama hari rawat memanjang atau > 3 hari yaitu 61 (63,5%) pasien dan yang sesuai standar atau ≤ 3 hari yaitu 35 (36,5%) pasien dari periode 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan lama hari rawat pasien appendictomy di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Kota Denpasar.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelian ini adalah deskriptif analitik kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 96 rekam medis pasien appendictomy bulan Januari – Desember 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan instrument cheklist. Teknik analisis dara menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi-square).Hasil penelitian pada bulan Maret 2022 pada 96 rekam medis pasien rawat inap appendictomy didapatkan angka untuk presentasi hari masuk rumah sakit Sabtu dan Minggu adalah 63 (65,6%) rekam medis dengan lama hari rawat (LHR) ≤ 3 hari 22 rekam medis dan > 3 hari 41 rekam medis dan kategori hari lainnya adalah 33 (47,8%) rekam medis dengan LHR ≤ 3 hari 13 rekam medis dan > 3 hari 20 rekam medis. Hari keluar rumah sakit adalah 74 (77,1%) rekam medis dengan LHR ≤ 3 hari 11 rekam medis dan > 3 hari 50 rekam medis dan kategori hari lainnya adalah 22 (22,9%) rekam medis dengan LHR ≤ 3 hari 24 dan > 3 hari 11 rekam medis. Sifat operasi kategori cito jumlahnya adalah 62 (64,4%) rekam medis dengan LHR ≤ 3 hari 10 rekam medis dan > 3 hari 52 rekam medis dan kategori elektif adalah 34 (35,4%) rekam medis dengan LHR ≤ 3 hari 25 rekam medis dan > 3 hari 9 rekam medis. Infeksi luka operasi kategori infeksi yaitu 27 (28,1%) rekam medis denhan LHR ≤ 3 hari 18 rekam medis dan > 3 hari 51 rekam medis dan kategori tidak infeksi adalah 96 (71,9% rekam medis dengan LHR ≤ 3 hari 18 rekam medisdan > 3 hari 10 rekam medis.Kesimpulan : tidak terdapat hubungan antara lama hari rawat dengan hari masuk RS pasien operasi apendiktomi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Kota Denpasar yaitu dengan nilai p value 0,415 > 0,05. Untuk hari keluar RS nilai p value 0,106 > 0,05. Terdapat hubungan antara lama hari rawat dengan sifat operasi dengan nilai p value 0,000 < 0,05. Untuk infeksi luka operasi nilai P value 0,001 < 0,05.
ANALISIS PENGARUH KETIDAKTEPATAN KODE DIAGNOSIS DAN KODE TINDAKAN PASIEN RAWAT INAP PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL TERHADAP TARIF DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA KOTA DENPASAR Nanjo, Yohana Fransiska; Kartiko, Bambang Hadi; Yudha, Ni Luh Gede Ari Natalia
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i1.2490

Abstract

Ketidaktepatan koding adalah suatu bentuk ketidaksesuaian penulisan diagnosis penyakit dan tindakan dengan klasifikasi yang telah ditetapkan dalam ICD-10 dan ICD-9 CM. Berdasarkan hasil observasi awal pada bulan Juni 2021 didapatkan berkas yang dikembalikan sebanyak 132 berkas klaim pasien rawat inap peserta JKN di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ketidaktepatan kode diagnosis dan kode tindakan pasien rawat inap peserta JKN terhadap tarif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah 1.079 rekam medis, sampel penelitian ini sebanyak 132 rekam medis, instrumen penelitian menggunakan alat tulis kantor, buku catatan, pedoman observasi, checklist, rekam medis pasien rawat inap peserta JKN, ICD-10 dan ICD-9 CM, sistem informasi di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil dari penelitian ini dari 132 berkas klaim pasien rawat inap peserta JKN didapatkan ketidaktepatan kode diagnosis sebanyak 90 (68,2%) dan ketidaktepatan kode tindakan sebanyak 85 (64,4%) dan tarif yang tidak tepat sebanyak 80 (60,6%) berkas. Dengan demikian, ada pengaruh yang signifikan ketidaktepatan kode diagnosis dan ketidaktepatan kode tindakan terhadap tarif rumah sakit pasien rawat inap peserta JKN dengan nilai p value 0,000 < 0,05 pada ketidaktepatan kode diagnosis dan ada pengaruh yang signifikan antara ketidaktepatan kode tindakan terhadap tarif rumah sakit di RSUD Wangaya Kota Denpasar, dengan nilai p value 0,005 < 0,05.
Analisis Dampak Misfile Rekam Medis Pasien Rawat Jalan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terhadap Kejadian Patient Safety, Response Time Pendaftaran dan Pengajuan Klaim di Rumah Sakit Tingkat II Udayana Pradnyani, Ni Putu Ayu Pavita Budhi; Kartiko, Bambang Hadi; Martana, Devi Marlita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2688

Abstract

Misfile adalah kesalahan lokasi data pasien, kesalahan penyimpanan data pasien, atau file pasien yang tidak dapat ditemukan di rak. Misfile berdampak terhadap kejadian patient safety, response time pelayanan pendaftaran dan pengajuan klaim BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak misfile rekam medis terhadap kejadian patient safety, perpanjangan response time pelayanan, serta pengajuan klaim berkas pasien rawat jalan peserta BPJS Kesehatan di Rumah Sakit TK. II Udayana. Peneltian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sampel 5 orang petugas dan data pendukung rekam medis pasien rawat jalan periode Oktober - Desember 2022 yang dinyatakan misfile berjumlah 122 kasus di Rumah Sakit TK. II Udayana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) misfile berdampak pada kejadian patient safety pada beberapa sasaran, yaitu sasaran II sebesar 12 (10%), sasaran III sebesar 10 (8%), dan sasaran IV sebesar 3 (2%); (2) misfile berdampak pada perpanjangan response time pelayanan pendaftaran pasien rawat jalan di loket pendaftaran sebesar 51 (42%); dan (3) misfile berdampak pada tertundanya pengajuan berkas klaim pasien rawat jalan peserta BPJS Kesehatan sebesar 46 (38%). Terjadinya misfile berdampak pada kejadian patient safety, perpanjangan response time pelayanan pasien, juga tertundanya pengajuan klaim BPJS. Dampak tersebut ditunjukkan pada komunikasi yang tidak efektif antara pemberi layanan dan pasien, tidak adanya riwayat pengobatan/terapi pasien, keselamatan pasien terutama pasien gawat darurat, proses pendaftaran pasien menjadi lama, tertundanya pengajuan klaim BPJS yang akan berpengaruh pada pendapatan rumah sakit setiap bulannya, peningkatan beban kerja petugas filing dan mutu pelayanan rumah sakit.