Claim Missing Document
Check
Articles

Example-based learning for vocational education: Adopted from Balinese heuristics learning I Made Candiasa; Nyoman Santiyadnya; Nyoman Sukajaya; I Gede Partha Sindu
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol 9, No 3 (2019): November
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.343 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v9i3.27017

Abstract

Vocational education has a very strategic role. Graduates produced are equipped with the competence to open new job opportunities or at least ready to enter the workforce. Therefore, vocational education development, such as training facilities, teacher development, and learning process improvement, must be intensified. This study tries to develop an example-based learning model for vocational education adopted from the learning model on cultural activities that surround Balinese people's daily life. A three-stage prototyping method was used: preliminary research, prototyping stage, and assessment stage. The syntax of example-based learning models consists of six phases: (1) conveying goals and motivating students, (2) organizing students into study groups and distributing worksheets, (3) guiding learning groups to do analogies, (4) drawing conclusions, (5) doing evaluation, and (6) giving awards. The social system that occurs is active students collaborate under the principle of democracy, while the teacher's role as a facilitator, counselor or consultant, and an adequate source of information becomes a support system. The learning model developed has been tested in small classes. The expert assessment provides content validity of 0.75 and the consistency coefficient of 0.78. The model's practicality from the teacher reaches 82% and 73% of students. During the trial, the new learning model's effectiveness reached 74%, while the efficiency was only 72%. These findings indicate that the learning model is feasible to be implemented with several recommendations, including the addition of a heuristic approach to work backward and create a hierarchy of similarity levels of examples and tasks in analogy.
Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Teknologi Infomasi Dan Komunikasi di Jenjang SMAN di Kota Singaraja I Nyoman Sukajaya
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 43 No 1 (2010): April 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.239 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v43i1.1696

Abstract

Evaluasi pelaksanaan kurikulum TIK di jenjang SMAN di kota Singaraja memiliki tujuan (a) mengidentifikasi kesiapan sekolah melaksanakan kurikulum TIK tahun 2004 di jenjang SMA Negeri di kota Singaraja, (b) mengidentifikasi upaya-upaya yang telah dilakukan SMA Negeri di kota Singaraja guna mengoptimalkan pencapaian standar kompetensi kurikulum TIK tahun 2004, (c) mengetahui pelaksanaan kurikulum TIK tahun 2004 di masing-masing SMA Negeri di kota Singaraja, serta (d) mengidentifikasi keberhasilan pencapaian standar kompetensi kurikulum TIK tahun 2004 di masing-masing SMA Negeri di kota Singaraja. Penelitian ini melibatkan 300 orang siswa dan 12 orang guru sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, checklist observasi dan survei. Data penelitian dianalisis melalui teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (a) kesiapan  SMA Negeri di kota Singaraja dalam melaksanakan kurikulum TIK tahun 2004 ditinjau dari dukungan sumber daya lokal tergolong masih rendah, (b) mayoritas sekolah telah melakukan upaya-upaya pembentukan nota kesepakatan dengan lembaga mitra untuk menutupi kekurangan sumber daya lokal guna mengoptimalkan pencapaian standar kompetensi kurikulum TIK tahun 2004, (c) pelaksanaan kurikulum TIK tahun 2004 di masing-masing SMA Negeri di kota Singaraja sudah tergolong baik dengan dibentuknya nota kesepakatan dengan lembaga mitra di samping juga didukung oleh karakteristik materi yang dapat meningkatan aktivitas belajar siswa, dan (d) keberhasilan pencapaian standar kompetensi kurikulum TIK tahun 2004 di masing-masing SMA Negeri di kota Singaraja masih terbatas pada pemanfaatan TIK sebagai alat bantu, belum pada pencapaian pemanfaatannya untuk memahami sebuah materi.Kata kunci: evaluasi, kurikulum, teknologi informasi dan komunikasi
MANFAAT KEGIATAN SUKARELA TAMAN CERDAS GANESHA DI KABUPATEN BULELENG BAGI MAHASISWA PENGELOLA Ratih Ayu Apsari; Sariyasa Sariyasa; Gede Suweken; I Nyoman Sukajaya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 26, No 3 (2020): JULI - SEPTEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v26i3.17285

Abstract

Taman Cerdas Ganesha (TCG) merupakan kegiatan mengajar sukarela yang dibentuk atas kerja sama perguruan tinggi dan komunitas sosial yang berlokasi di Kabupaten Buleleng-Bali, Indonesia. Kegiatan ini memberikan kelas gratis setiap hari Minggu bagi siswa-siswa Sekolah Dasar (SD) di beberapa desa binaan. Pengajar sukarela merupakan tim yang terdiri dari mahasiswa dengan dimentori oleh dosen. Selain dimaksudkan untuk membantu pemerataan akses pendidikan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memupuk sikap mental sebagai pengajar sukarela di kalangan mahasiswa. Setiap semesternya ada sekitar 100 hingga 120 mahasiswa yang terlibat sebagai sukarelawan. Metode yang dilakukan untuk pengabdian ini adalah dengan Participatory Rural Appraisal dimana subjek diajak terlibat langsung untuk memahami keseluruhan pengabdian, mulai dari merancang, melaksanakan hingga mengevaluasi. Untuk mengevaluasi kegiatan, 75 mahasiswa yang pernah mengajar sukarela di TCG diminta mengisi kuesioner terkait dengan kegiatan yang dilakukan. Data yang masuk kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk melihat bagaimana sikap mental kerelawanan mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan TCG. Analisis data menunjukkan bahwa mahasiswa yang pernah terlibat sebagai sukarelawan merasakan kegiatan ini berguna dan sangat baik untuk dilanjutkan, tidak mengganggu waktu belajar maupun istirahat dan memotivasi semangat berprestasi.Kata kunci: Kegiatan Sukarela; Sukarelawan; Pengabdian; Taman Cerdas Ganesha.AbstractTaman Cerdas Ganesha (TCG) is a social voluntary teaching program initiated by the cooperation between university and community located in Buleleng-Bali, Indonesia. The program provides a free weekly classroom for elementary school students in several villages and suburbs. The volunteers were the prospective mathematics teachers and mentored by the lecturers. Besides to evenly distribute the educational access, TCG was aimed to promote voluntary attitude of the university students. In every semester, there are 100 to 120 students who participate as voluntary teachers. The method employed in the TCG program was Participatory Rural Appraisal where the subjects were involved to understanding the whole community service started from designing, implementing and evaluating the lesson program. To assess the benefits of the voluntary program to the volunteers, we asked 75 participants to fulfil the questionnaire. The data were analyzed quantitatively using descriptive method to observe how the participants’ voluntary attitudes were developed during the event. The result showed that the university students who participate as volunteers felt the program useful to help the young students in rural area. They also did not think the voluntary program as a burden for them. Hence, it is recommended to continue the program to wider targeted subjects.Keywords: Voluntary Attitudes; Volunteer; Community Service; Taman Cerdas Ganesha.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS KONFLIK KOGNITIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 10 DENPASAR Kadek Eva Virga Yuni .; Dr. I Nyoman Sukajaya, M.T. .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif berbasis konflik kognitif lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 10 Denpasar semester genap tahun ajaran 2016/2017, yaitu sebanyak 347 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk mendapatkan dua kelas sampel. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Nilai tes pemahaman konsep matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan. Dari hasil post-test yang telah dianalisis, diperoleh bahwa thit = 2,70 lebih dari ttab = 1,67. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif berbasis konflik kognitif lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, Konflik Kognitif, Pemahaman Konsep Matematika Siswa This research was aimed to know whether the student’s understanding on mathematical concepts who were taught using cooperative learning model based on cognitive conflict is better than those who were taught using conventional learning. The population of this research was all of seventh grade students of SMP Negeri 10 Denpasar in academic year 2016/2017. It is consisted of 347 students. The sample was selected using cluster random sampling technique to get two classes of sample. The design of this research was Post-test Only Control Group Design. The students’ grade on mathematical concepts understanding were analyzed using right side one tailed t-test. From the analysis result it is obtained that tobserved= 2,70 which is greater than tcritical = 1,67. The results of hypothesis testing show that the student’s understanding on mathematical concepts of those who were taught using cooperative learning model based on cognitive conflict is better than those who were taught using conventional learning.keyword : Cooperative Learning Model, Cognitive Conflict, Student’s Understanding of Mathematical Concepts
PENGARUH PENGGUNAAN KARTU PETUNJUK DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Made Swandewi; I Gusti Ayu Mahayukti; I Nyoman Sukajaya
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i1.19883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan kartu petunjuk lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Sawan tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 212 orang yang tersebar ke dalam 8 kelas. Dua kelas diambil sebagai sampel dengan teknik cluster random sampling. Salah satu kelas yang dipilih secara random digunakan sebagai kelompok eksperimen dan yang lainnya sebagai kelompok kontrol. Desain penelitian yang digunakan adalah post test only control group design. Data skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Hasil uji normalitas dan homogenitas varians menunjukkan bahwa skor berdistribusi normal dan tidak memiliki perbedaan varians. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa nilai dari thitung = 2,675 lebih dari ttabel = 1,6788, ini berarti H0 ditolak. Artinya pada taraf signifikansi 5%, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X SMAN 1 Sawan yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan kartu petunjuk lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata kunci: model pembelajaran Problem Based Learning, kartu petunjuk, kemampuan pemecahan masalah matematika
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN RESIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS XI MIA Ni wayan Desi Anggreni; I Nyoman Sukajaya; I Made Ardana
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 10 No. 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19904

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Resik dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Susut. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian post-test only control group design. Populasi adalah siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Susut tahun ajaran 2018/2019sebanyak 132 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik cluster random sampling, diperoleh sampel penelitian sebanyak 46 siswa. Data kemampuan koneksi matematis siswa dikumpulkan melalui tes uraian yang diberikan kepada siswa di akhir penelitian. Analisis data menggunakan uji-t satu ekor yaitu ekor kanan, dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai thitung = 3,91147 lebih dari ttabel = 1,68023.Hal ini berarti kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Resik lebih baik daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Jadi, model pembelajaran Resik efektif untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa.Kata kunci:     kemampuan koneksi matematis, model pembelajaran Resik, SMA   Negeri 1 Susut.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ICARE BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 1 BANGLI Ida Ayu Gede Sri Wahyuni; I Nyoman Sukajaya; Ni Made Juniantari
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 10 No. 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i2.19919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran ICAREberbantuan multimedia interaktif terhadap prestasi belajar matematika siswa, sertamemberikan alternatif dalam memilih model pembelajaran yang dapat meningkatkanprestasi belajar matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semudengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group. Populasi penelitianini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 1 Bangli tahun ajaran 2018/2019. Sampeldalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C dan VIII D yang diambil denganmenggunakan teknik cluster random sampling. Data prestasi belajar matematikasiswa diukur menggunakan tes prestasi belajar matematika berbentuk uraian yangdiberikan di akhir penelitian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalahmatematika dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf siginifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa = 2,1086 > = 0,0630tabelthitungt sehingga 0 Hditolak. Ini berarti bahwa prestasi belajar siswa yang dibelajarkan denganmenggunakan menggunakan ICARE berbantuan multimedia interaktif lebih baikdaripada prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan pembelajarankonvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh modelpembelajaran ICARE berbantuan multimedia interaktif terhadap prestasi belajarmatematika siswa.Kata kunci: model pembelajaran ICARE, multimedia interaktif, prestasi belajarmatematika.
MEMPELAJARI KONSEP MATEMATIKA YANG TERSEMBUNYI PADA TABEL PERKALIAN MELALUI SPREADSHEET I Nyoman Sukajaya
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 7 No. 1 (2010): Edisi Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.896 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v7i1.26

Abstract

Tulisan ini menyajikan sejumlah aktivitas belajar yang dapat dibelajarkan melalui tabel perkalian yang dikembangkan melalui spreadsheet. Aktivitas-aktivitas ini dikembangkan menggunakan fitur perangkat lunak seperti: formula kondisional, format kondisional, fungsi lojik, iterasi dalam penghitungan dan scroll bar. Beragam ide-ide matematika yang lebih kompleks dapat dibelajarkan melalui alat bantu ini yang memungkinkan guru dapat memahami ide-ide lebih mudah seperti: tabel perkalian sebagai spreadsheet, mengembangkan definisi matematis melalui format kondisional, struktur iteratif dalam tabel perkalian dan sifat habis dibagi. Pendekatan yang menekankan pada pengalaman berbasiskan spreadsheet memudahkan guru memaknai generalisasi serta mengapresiasi kreasi penambahan sejumlah konsep dengan tingkat abstraksi yang juga meningkat.Kata kunci: Tabel perkalian, kurikulum matematika tersembunyi, pendidikan guru matematika
Masalah-Masalah Geometri Bidang Untuk Mengonstruksi Konjektur Matematika I Wayan Puja Astawa; I Nyoman Sukajaya
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengonstruksi konjektur matematika dalam pembelajaran dapat dimulai dengan menyiapkan masalah-masalah yang menantang untuk berpikir kritis dan kreatif. Sejalan dengan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan masalah-masalah geometri bidang yang dapat digunakan untuk mengonstruksi konjektur matematika. Pengembangan masalah-masalah geometri bidang dilakukan dengan penelitian desain dan pengembangan model 4D dari Thiagarajan, dkk. Masalah yang dikembangkan selanjutnya diuji validitasnya melalui uji ahli dengan teknik Gregory dan uji kecukupan informasi untuk mengonstruksi konjektur dengan melibatkan 40 orang mahasiswa. Penelitian menghasilkan gambaran terhadap konsep-konsep geometri bidang yang esensial di sekolah menengah dan masalah-masalah geometri bidang untuk mengonstruksi konjektur matematika dari konsep-konsep tersebut. Konsep-konsep geometri bidang esensial dalam pembelajaran di sekolah meliputi bangun-bangun datar, luas, keliling, dan pencerminan. Sementara itu, masalah-masalah geometri bidang yang dikembangkan dari konsep-konsep tersebut sebanyak 3 buah. Masalah-masalah yang dikembangkan bersifat valid melalui uji ahli dengan indeks validitas Gregory sebesar 1. Uji empiris terhadap 40 mahasiswa menunjukkan rata-rata 59,6% mahasiswa mampu mengonstruksi konjektur dari masalah-masalah tersebut.Kata kunci: masalah-masalah geometri bidang, konsep esensial, konjektur matematika
Penerapan Algoritma K-MEDOID untuk Mementukan Rumah TIDAK Layak Huni Kadek Erna Kembar Ayu; I Made Candiasa; I Nyoman Sukajaya
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : hasil clustering rumah tidak layak huni dengan algoritma k-medoid, tingkat akurasi k-medoid, dan perbandingan algoritma k-medoid dan k-mean dalam menentukan rumah tidak layak huni. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data kerusakan rumah tidak layak huni tahun 2017 pada Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Buleleng. Data yang digunakan sebanyak 440 dengan 13 parameter, yaitu: (1) penutup atap; (2) rangka atap; (3) kolom; (4) dinding pengisi; (5) kusen; (6) daun pintu; (7) daun jendela; (8) struktur bawah lantai; (9) penutup lantai; (10) pondasi; (11) sloof; (12) kamar mandi dan wc; dan (13) saluran air kotor. Data kerusakan tersebut dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu ringan, sedang, berat dan total. Hasil pengelompokan menggunakan algoritma k-medoid dalam menentukan rumah tidak layak huni dengan alat bantu software Matlab 2016a menunjukan bahwa terdapat 34 kerusakan kategori ringan, 98 kerusakan kategori sedang, 130 kerusakan kategori berat, dan 178 kerusakan kategori total. Selain itu tingkat akurasi algoritma k-medoid lebih baik daripada k-mean. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil purity dari algoritma k-medoid sebesar 0,63 dengan 277 data relevan dan 163 tidak relevan, sedangkan hasil purity algoritma k-mean yaitu 0,13 dengan 59 data relevan dan 381 tidak relevan. Akan tetapi algoritma k-mean memiliki kecepatan waktu sebesar 0,16 detik, yang berarti lebih cepat dibandingkan algoritma k-medoid ( 91,135 detik) dalam pemrosesan data.Kata kunci: k-medoid, rumah tidak layak huni, dinas perumahan, permukiman, dan pertanahan kabupaten buleleng
Co-Authors ., Kadek Eva Virga Yuni Ananta Wijaya, Gde Indra Anggreni, Ni wayan Desi Astuti, I. A. D. Ayu, Kadek Erna Kembar Ayulia, D. A. S. Budayana, I Made Deanik, Ni Wayan Putri Surya Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra Eka Sucipta D, N. P. Gede Indrawan Gede Suweken Gusti Agung Wirapathi Gusti Ayu Mahayukti I GA Gunadi I Gede Aris Gunadi I Gede Haga Olas Tyamarta I Gst Putu Sudiarta I Gusti Ngurah Pujawan I Gusti Nyoman Yudi Hartawan I Made Ardana I Made Candiasa I Made Pradipta I Wayan Puja Astawa I.G.N.J.A. Pratama I.G.P. Sudiarta I.M.W. Arigunawan I.P.P. Suryawan I.W.P. Astawa Ida Ayu Gede Sri Wahyuni Intan Puspa Dewi, L. Jana Satvika, Gd. Aditya Jayanta, Kadek Juniantari, Ni Made Kadek Arya Teguh Raharja Kadek Erna Kembar Ayu Kadek Eva Virga Yuni . KADEK WIKAN PARAMASILA . Kadek Yota Ernanda Aryanto Luh Putu Wiwien Widhyastuti Made Swandewi Made Wahyu Aditya Arta Mahayani, Luh Riska Manurung, Ulina Br Mertasari, N. M. S Mertasari, N. M. S. N.K.V. Dwianjani Narita, Ni Luh Putu Dinna Surya NI KADEK SINTYA DEWI Ni Luh Putu Dinna Surya Narita Ni Made Juniantari Ni Made Sri Mertasari Ni Putu Tantriani Ni wayan Desi Anggreni Nyoman Santiyadnya Pramesti, Sahda Nabila Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si . Puja Astawa, I. W. Putra, I.P.D. Putu Irvan Arya Purwadana Putu Kartika Dewi PUTU TRISNA HADY PERMANA S . Raharja, Kadek Arya Teguh Ratih Ayu Apsari Sariyasa . Setiawan, K. A. Sindu, I Gede Partha Sitepu, Lulu Agatha Br Sri Wahyuni, Ida Ayu Gede Suweken, G Swandewi, Made Wahyu Sanjaya Widhiyani, I.A. N. T Wirawan Nathaniel Chandra Yuliastuti, N. P