p-Index From 2021 - 2026
4.237
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Development of SIBAJA Video-Based Learning Media on Tembang Pangkur Material for Junior High School Level Ratwesti, Glade; Sukoyo, Joko
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v6i1.1024

Abstract

This research is development research that aims to develop a video-based learning media for tembang macapat pangkur called SIBAJA. The unavailability of learning media causes learning to seem monotonous and causes students to feel bored. Teachers and students of grade VIII at SMP Negeri 34 Semarang need a complete audio-visual learning media and an attractive design to support the learning process of Javanese tembang macapat Pangkur material. The method used in this research is Research and Development. Data collection techniques include observation, interview, and questionnaire techniques. Material experts and media experts carried out product design validation. The validation results from material experts get a percentage value of 95%, and media experts get a percentage value of 90% of the maximum value of 100%. After improving the product prototype based on input and expert suggestions, this video-based tembang macapat pangkur learning media is suitable for grade VIII SMP Negeri 34 Semarang students. This media is expected to be able to overcome existing learning problems and meet the needs of teachers and students so that it can be utilized and utilized as a support for the Javanese language learning process on tembang macapat Pangkur material.
Pelaksanaan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Bahasa Jawa di SMP Kabupaten Pemalang Nurfita, Dwi; Sukoyo, Joko
PAKAR Pendidikan Vol 22 No 1 (2024): Published in January 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pakar.v22i1.537

Abstract

Curriculum changes require adjustments to learning in schools, including Javanese language learning. The implementation of Javanese language learning, which is a local content subject, has been implemented at junior high school level in Pemalang Regency. In its implementation, there needs to be supervision from various related parties. Therefore, this research aims to describe the implementation of the independent curriculum in Javanese language learning in Pemalang Regency and the difficulties in implementing the independent curriculum. The method used is descriptive qualitative by collecting observation data and interviews with Javanese language teachers in Pemalang Regency. The results of the research obtained are that the implementation of the independent curriculum in junior high school Javanese language learning in Pemalang Regency has been running in grade 7. The adjustments that have occurred include changes in learning tools, implementation of student-centered learning, learning assessments carried out in the form of diagnostic, formative and summative assessments as well as project activities (P5). Difficulties experienced by teachers, such as teachers' understanding of the concept of an independent curriculum which affects teachers' abilities in compiling learning tools, lack of references or benchmarks in preparing teaching modules, selection and use of media and learning methods, as well as teachers' understanding of the concept of independent curriculum assessment.
Pengembangan Model Pembelajaran Menulis Geguritan Berbantuan Film Pendek dan Kartu Bergambar untuk Siswa Kelas IX Kamalia, Lailya; Sukoyo, Joko; Fuadhiyah, Ucik
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i2.1397

Abstract

Rendahnya minat dan kemampuan siswa dalam menulis geguritan dikarenakan model pembelajaran yang monoton dan kurang inovatif. Media pembelajaran yang digunakan kurang menarik, terbatas pada penggunaan powerpoint sehingga kurang merangsang kreativitas siswa. Selain itu keterbatasan imajinasi siswa dalam menuangkan ide menjadi kendala yang dapat menghambat proses menulis geguritan. Hal tersebut menjadi permasalahan yang harus segera diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran menulis geguritan berbantuan film pendek dan kartu bergambar sebagai solusinya. Desain penelitian ini menggunakan R&D (Research and Development) dengan model penelitian 3D (Define, Design, dan Development). Hasil penelitian ini adalah terciptanya model pembelajaran menulis geguritan. Komponen-komponen dari model ini meliputi sistem sosial, sitem pendukung, prinsip reaksi, dampak instruksional, dampak pengiring, dan sintagmatik. Sintagmatik model pembelajaran meliputi pendahuluan, pemberian materi, menyimak film pendek, latihan menulis geguritan dengan media kartu bergambar, pembimbingan menulis geguritan, menyajikan hasil, penilaian, dan refleksi. Model pembelajaran menulis geguritan berbantuan film pendek dan kartu bergambar ini telah dinyatakan layak oleh ahli. Pemanfaatan film pendek dapat berfungsi sebagai pemicu rangsangan, atau sumber inspirasi peserta didik dalam mengembangkan ide. Sedangkan kartu bergambar dapat membantu peserta didik dengan memunculkan kata dan ide yang mendukung proses menulis geguritan. Kata Kunci: Model Pembelajaran; Geguritan; Film Pendek; Kartu Bergambar
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN QUIZ ZEP TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF BAHASA JAWA SISWA SMA Yulianti, Triya; Insani, Nur Hanifah; Sukoyo, Joko
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i4.5627

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya media pembelajaran yang menarik yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran bahasa Jawa, khususnya pada materi sesorah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas media pembelajaran Quiz Zep terhadap hasil belajar siswa materi sesorah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Sragen. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis true eksperimen tipe posttest only control group. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Sragen yang berjumlah 72. Teknik pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Tes yang didukung dengan observasi kelas digunakan sebagai teknik pengumpulan data penelitian ini. Hasil uji independent sample t-test sebesar 0,000 menunjukkan nilai hasil uji yang signifikan karena nilai signifikansi kurang dari 0,05, sehingga Ho diolak dan Ha dierima. Artinya, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada kelompok siswa yang menggunakan media Quiz Zep pada materi sesorah siswa kelas XI dibandingkan dengan kelompok siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan ceramah. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah guru disarankan untuk menggunakan media pembelajaran Quiz Zep dalam proses pembelajaran materi sesorah, karena terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan dibandingkan dengan model konvensional.
Names of Javanese Generation Z and Alpha in Patemon Village, Tengaran Subdistrict, Semarang Regency Wahyuloh, Aditiyas Anggoro; Joko Sukoyo; Nur Fateah
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 13 No. 2 (2025): Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sjsj.v13i2.30480

Abstract

A name is an element of identity that is not only personal but also reflects the social, cultural, and historical background of its owner. The Javanese people's practice of giving names to their children undergoes significant changes from one generation to the next. This study aims to determine the pattern of Javanese names, particularly among Generation Z and Alpha in Patemon Village, Tengaran Subdistrict, Semarang Regency. This research method employs a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques that include interviews, observation, and literature review. Data analysis for this research was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study show that the variation in the names of Generation Z and Alpha in Patemon Village, Tengaran Subdistrict, Semarang Regency, still retains full Javanese language elements, amounting to as much as 8% and combining Javanese elements with foreign languages as much as 47%, with the combination of Javanese and Arabic elements dominating as much as 65%, English elements 15%, Latin elements 10%, Spanish / Portuguese 5% and other language elements 5%. Then, those who use foreign language elements in full are 45%, with Arabic elements accounting for 70%, English elements for 20%, Latin elements for 5%, German elements for 3%, and other language elements for 2%.  The implication of this study is the need for an in-depth examination of the sustainability of Javanese cultural heritage in terms of personal naming practices.
Analisis Kualitas Soal Asesmen Sumatif Akhir Semester Bahasa Jawa Kelas VII di SMPN 2 Kutowinangun Cahyani, Anggilia Dwi; Sukoyo, Joko
Jurnal Simki Pedagogia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jsp.v8i2.1148

Abstract

This research was aims to determine the quality of the Javanese final summative assessment questions for grade VII even semester at SMPN 2 Kutowinangun 2023/2024. This research used descriptive quantitative method with interview and study of document as data collection technique. The data source used in this research consisted of question sheets and 30 answer sheets wich taken randomly. The analysis of question was used SPSS dan anates. The results of this research showed (1) there are three questions should be revised because the construction is not complete; (2) based on validity, 57,14% questions was valid and 42,86% questions was invalid; (3) reliability of objective questions is very high, but the reliability of the essay questions is low; (4) difficulty level of the questions is not in balance proportion, so it needs to be revised; (5) based on descrimination level, 71,43% of questions was suitable; and (6) there found 9 questions with effective distractor, whereas 10 questions was not have effective distractor.
Gamifikasi dalam Pembelajaran Bahasa Jawa: Studi Kasus di SMA Kabupaten Tegal Yunus, Muhammad; Sukoyo, Joko; Kurniati, Endang
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3067

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa yang cenderung konvensional dan berpusat pada guru membuat siswa merasa bosan. Penggunaan gamifikasi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran bahasa Jawa, persepsi guru dan siswa tentang penggunaan gamifikasi, serta dampaknya terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif ini melibatkan dua kelas dari dua sekolah yang berbeda. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, panduan wawacara berisi pertanyaan, dan daftar jenis dokumen terkait. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dukumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran bahasa Jawa yang diterapkan melalui platform digital seperti Gimkit, Wordwall, Kahoot, terutama Quizizz mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa secara signifikan. Guru menilai gamifikasi memudahkan penyampaian materi, sedangkan siswa merasakan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, kompetitif, dan relevan dengan kebiasaan digital mereka. Dampak terhadap hasil belajar menunjukan peningkatan nilai rata-rata siswa, yakni 76,94 di SMA Negeri 1 Pangkah dan 88,05 di SMA Negeri 1 Dukuhwaru, melampaui KKM 70. Meskipun masih terdapat kendala teknis. Gamifikasi terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Oleh karena itu, penggunaan gamifikasi dapat menjadi strategi inovatif untuk merevitalisasi pembelajaran bahasa Jawa dan melestarikan budaya di era digital.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERNSIASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA JAWA DALAM MATERI SASTRA PIWULANG Fatikasari, Fadila; Yuwono, Agus; Sukoyo, Joko
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8903

Abstract

Problems in learning Javanese, especially Piwulang Literature material, at SMA N 16 Semarang show low student interest and learning achievement, as well as the diversity of learning styles that have not been properly accommodated. This study aims to examine the effectiveness of the differentiated learning model as a solution to these problems. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 70 grade XI students, who were divided into experimental and control groups through random sampling techniques. The instruments used were multiple-choice tests, closed questionnaires, and observation sheets. Data were analyzed through Aiken’s V validity test, normality test, homogeneity test, paired sample t-test, and N-Gain test. The results showed that differentiated learning was able to increase the average post-test score of students from 64.85 to 85 with an N-Gain value of 59.91 (high category). These findings indicate that the application of differentiated learning is significantly more effective than conventional learning in improving student learning outcomes. The conclusion of this study is that the differentiated learning model is effective in Javanese language learning, particularly in the Piwulang Literature material, because it can improve student understanding, adapt to individual learning needs, and strengthen the internalization of cultural values within the independent curriculum. ABSTRAK Permasalahan dalam pembelajaran bahasa Jawa, khususnya materi Sastra Piwulang, di SMA N 16 Semarang menunjukkan rendahnya minat dan prestasi belajar siswa, serta keberagaman gaya belajar yang belum terakomodasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran berdiferensiasi sebagai solusi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian sebanyak 70 siswa kelas XI, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda dan lembar observasi. Data dianalisis melalui uji validitas Aiken’s V, uji normalitas, uji homogenitas, uji t-test berpasangan, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan rata-rata skor post-test siswa dari 64,85 menjadi 85 dengan nilai N-Gain sebesar 59,91 (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi secara signifikan lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran terdiferensiasi efektif dalam pembelajaran bahasa Jawa, khususnya pada materi Sastra Piwulang, karena dapat meningkatkan pemahaman siswa, menyesuaikan dengan kebutuhan belajar individu, dan memperkuat internalisasi nilai-nilai budaya dalam kurikulum mandiri.  
Pengembangan Model Pembelajaran Cerita Wayang Berbasis Permainan Al Fanny, Afifah; Sukoyo, Joko; Purnomo, Sucipto Hadi
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 1 (2026): IN PRESS
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i1.3207

Abstract

This study aims to develop a learning model for wayang stories based on card games and wayang puzzles that is feasible, practical, and effective for implementation at the junior high school level. The background of this research is based on the condition that wayang story learning is still predominantly conventional, teacher-centered, and lacks student engagement. In addition, previous studies have mostly focused on developing instructional media without being supported by a systematic learning model framework, which has resulted in less effective learning outcomes. This research employs the Research and Development (R&D) method using the 3D development model, which consists of the define, design, and develop stages. The research procedures include needs analysis, learning model design, product development in the form of wayang card games and puzzles, and expert validation involving subject matter experts and instructional design experts. The research subjects consist of junior high school students who study wayang story materials. Data collection techniques involve questionnaire surveys to assess the feasibility and effectiveness of the developed learning model. The results indicate that the game-based wayang story learning model developed in this study is suitable and appropriate for classroom implementation. The model demonstrates unique characteristics by actively engaging both teachers and students, enhancing interaction, and creating an enjoyable learning environment. Therefore, this learning model is expected to serve as an innovative alternative for improving the teaching and learning of wayang stories at the junior high school level.
Hubungan Kebiasaan Menggunakan Bahasa Jawa di Lingkungan Keluarga dengan Kemampuan Menulis Karangan Bahasa Jawa SMP Fitriani, Ria; Sukoyo, Joko
Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang Vol. 10 (2026)
Publisher : Bookchapter Pendidikan Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dominasi bahasa Indonesia di era globalisasi berimplikasi pada terjadinya pergeseran penggunaan bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa di kalangan generasi muda. Berdasarkan teori pergeseran bahasa dan pemerolehan bahasa, lingkungan keluarga merupakan domain utama dalam pembiasaan penggunaan bahasa yang berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan berbahasa, termasuk keterampilan menulis. Berkurangnya kebiasaan menggunakan bahasa Jawa di lingkungan keluarga diduga berdampak pada rendahnya kemampuan menulis karangan bahasa Jawa siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kebiasaan menggunakan bahasa Jawa di lingkungan keluarga dengan kemampuan menulis karangan bahasa Jawa siswa SMP. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 306 siswa, dengan sampel sebanyak 32 siswa. Instrumen pengumpulan data berupa angket kebiasaan menggunakan bahasa Jawa di lingkungan keluarga dan tes menulis karangan bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kebiasaan menggunakan bahasa Jawa di lingkungan keluarga dengan keterampilan menulis karangan bahasa Jawa, dengan koefisien korelasi sebesar 0,523. Semakin tinggi kebiasaan penggunaan bahasa Jawa di lingkungan keluarga, semakin tinggi pula kemampuan menulis karangan bahasa Jawa siswa, dan sebaliknya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pelestarian bahasa Jawa serta memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan utama dalam pembelajaran bahasa Jawa.