Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Model Pembelajaran Menulis Geguritan Berbantuan Film Pendek dan Kartu Bergambar untuk Siswa Kelas IX Kamalia, Lailya; Sukoyo, Joko; Fuadhiyah, Ucik
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i2.1397

Abstract

Rendahnya minat dan kemampuan siswa dalam menulis geguritan dikarenakan model pembelajaran yang monoton dan kurang inovatif. Media pembelajaran yang digunakan kurang menarik, terbatas pada penggunaan powerpoint sehingga kurang merangsang kreativitas siswa. Selain itu keterbatasan imajinasi siswa dalam menuangkan ide menjadi kendala yang dapat menghambat proses menulis geguritan. Hal tersebut menjadi permasalahan yang harus segera diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran menulis geguritan berbantuan film pendek dan kartu bergambar sebagai solusinya. Desain penelitian ini menggunakan R&D (Research and Development) dengan model penelitian 3D (Define, Design, dan Development). Hasil penelitian ini adalah terciptanya model pembelajaran menulis geguritan. Komponen-komponen dari model ini meliputi sistem sosial, sitem pendukung, prinsip reaksi, dampak instruksional, dampak pengiring, dan sintagmatik. Sintagmatik model pembelajaran meliputi pendahuluan, pemberian materi, menyimak film pendek, latihan menulis geguritan dengan media kartu bergambar, pembimbingan menulis geguritan, menyajikan hasil, penilaian, dan refleksi. Model pembelajaran menulis geguritan berbantuan film pendek dan kartu bergambar ini telah dinyatakan layak oleh ahli. Pemanfaatan film pendek dapat berfungsi sebagai pemicu rangsangan, atau sumber inspirasi peserta didik dalam mengembangkan ide. Sedangkan kartu bergambar dapat membantu peserta didik dengan memunculkan kata dan ide yang mendukung proses menulis geguritan. Kata Kunci: Model Pembelajaran; Geguritan; Film Pendek; Kartu Bergambar
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN QUIZ ZEP TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF BAHASA JAWA SISWA SMA Yulianti, Triya; Insani, Nur Hanifah; Sukoyo, Joko
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i4.5627

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya media pembelajaran yang menarik yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran bahasa Jawa, khususnya pada materi sesorah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas media pembelajaran Quiz Zep terhadap hasil belajar siswa materi sesorah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Sragen. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis true eksperimen tipe posttest only control group. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Sragen yang berjumlah 72. Teknik pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Tes yang didukung dengan observasi kelas digunakan sebagai teknik pengumpulan data penelitian ini. Hasil uji independent sample t-test sebesar 0,000 menunjukkan nilai hasil uji yang signifikan karena nilai signifikansi kurang dari 0,05, sehingga Ho diolak dan Ha dierima. Artinya, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada kelompok siswa yang menggunakan media Quiz Zep pada materi sesorah siswa kelas XI dibandingkan dengan kelompok siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan ceramah. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah guru disarankan untuk menggunakan media pembelajaran Quiz Zep dalam proses pembelajaran materi sesorah, karena terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan dibandingkan dengan model konvensional.
Names of Javanese Generation Z and Alpha in Patemon Village, Tengaran Subdistrict, Semarang Regency Wahyuloh, Aditiyas Anggoro; Joko Sukoyo; Nur Fateah
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 13 No. 2 (2025): Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sjsj.v13i2.30480

Abstract

A name is an element of identity that is not only personal but also reflects the social, cultural, and historical background of its owner. The Javanese people's practice of giving names to their children undergoes significant changes from one generation to the next. This study aims to determine the pattern of Javanese names, particularly among Generation Z and Alpha in Patemon Village, Tengaran Subdistrict, Semarang Regency. This research method employs a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques that include interviews, observation, and literature review. Data analysis for this research was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study show that the variation in the names of Generation Z and Alpha in Patemon Village, Tengaran Subdistrict, Semarang Regency, still retains full Javanese language elements, amounting to as much as 8% and combining Javanese elements with foreign languages as much as 47%, with the combination of Javanese and Arabic elements dominating as much as 65%, English elements 15%, Latin elements 10%, Spanish / Portuguese 5% and other language elements 5%. Then, those who use foreign language elements in full are 45%, with Arabic elements accounting for 70%, English elements for 20%, Latin elements for 5%, German elements for 3%, and other language elements for 2%.  The implication of this study is the need for an in-depth examination of the sustainability of Javanese cultural heritage in terms of personal naming practices.
Analisis Kualitas Soal Asesmen Sumatif Akhir Semester Bahasa Jawa Kelas VII di SMPN 2 Kutowinangun Cahyani, Anggilia Dwi; Sukoyo, Joko
Jurnal Simki Pedagogia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jsp.v8i2.1148

Abstract

This research was aims to determine the quality of the Javanese final summative assessment questions for grade VII even semester at SMPN 2 Kutowinangun 2023/2024. This research used descriptive quantitative method with interview and study of document as data collection technique. The data source used in this research consisted of question sheets and 30 answer sheets wich taken randomly. The analysis of question was used SPSS dan anates. The results of this research showed (1) there are three questions should be revised because the construction is not complete; (2) based on validity, 57,14% questions was valid and 42,86% questions was invalid; (3) reliability of objective questions is very high, but the reliability of the essay questions is low; (4) difficulty level of the questions is not in balance proportion, so it needs to be revised; (5) based on descrimination level, 71,43% of questions was suitable; and (6) there found 9 questions with effective distractor, whereas 10 questions was not have effective distractor.
Gamifikasi dalam Pembelajaran Bahasa Jawa: Studi Kasus di SMA Kabupaten Tegal Yunus, Muhammad; Sukoyo, Joko; Kurniati, Endang
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.3067

Abstract

Pembelajaran bahasa Jawa yang cenderung konvensional dan berpusat pada guru membuat siswa merasa bosan. Penggunaan gamifikasi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran bahasa Jawa, persepsi guru dan siswa tentang penggunaan gamifikasi, serta dampaknya terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif ini melibatkan dua kelas dari dua sekolah yang berbeda. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, panduan wawacara berisi pertanyaan, dan daftar jenis dokumen terkait. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dukumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran bahasa Jawa yang diterapkan melalui platform digital seperti Gimkit, Wordwall, Kahoot, terutama Quizizz mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa secara signifikan. Guru menilai gamifikasi memudahkan penyampaian materi, sedangkan siswa merasakan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, kompetitif, dan relevan dengan kebiasaan digital mereka. Dampak terhadap hasil belajar menunjukan peningkatan nilai rata-rata siswa, yakni 76,94 di SMA Negeri 1 Pangkah dan 88,05 di SMA Negeri 1 Dukuhwaru, melampaui KKM 70. Meskipun masih terdapat kendala teknis. Gamifikasi terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Oleh karena itu, penggunaan gamifikasi dapat menjadi strategi inovatif untuk merevitalisasi pembelajaran bahasa Jawa dan melestarikan budaya di era digital.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERNSIASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA JAWA DALAM MATERI SASTRA PIWULANG Fatikasari, Fadila; Yuwono, Agus; Sukoyo, Joko
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8903

Abstract

Problems in learning Javanese, especially Piwulang Literature material, at SMA N 16 Semarang show low student interest and learning achievement, as well as the diversity of learning styles that have not been properly accommodated. This study aims to examine the effectiveness of the differentiated learning model as a solution to these problems. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 70 grade XI students, who were divided into experimental and control groups through random sampling techniques. The instruments used were multiple-choice tests, closed questionnaires, and observation sheets. Data were analyzed through Aiken’s V validity test, normality test, homogeneity test, paired sample t-test, and N-Gain test. The results showed that differentiated learning was able to increase the average post-test score of students from 64.85 to 85 with an N-Gain value of 59.91 (high category). These findings indicate that the application of differentiated learning is significantly more effective than conventional learning in improving student learning outcomes. The conclusion of this study is that the differentiated learning model is effective in Javanese language learning, particularly in the Piwulang Literature material, because it can improve student understanding, adapt to individual learning needs, and strengthen the internalization of cultural values within the independent curriculum. ABSTRAK Permasalahan dalam pembelajaran bahasa Jawa, khususnya materi Sastra Piwulang, di SMA N 16 Semarang menunjukkan rendahnya minat dan prestasi belajar siswa, serta keberagaman gaya belajar yang belum terakomodasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran berdiferensiasi sebagai solusi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian sebanyak 70 siswa kelas XI, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda dan lembar observasi. Data dianalisis melalui uji validitas Aiken’s V, uji normalitas, uji homogenitas, uji t-test berpasangan, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan rata-rata skor post-test siswa dari 64,85 menjadi 85 dengan nilai N-Gain sebesar 59,91 (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi secara signifikan lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran terdiferensiasi efektif dalam pembelajaran bahasa Jawa, khususnya pada materi Sastra Piwulang, karena dapat meningkatkan pemahaman siswa, menyesuaikan dengan kebutuhan belajar individu, dan memperkuat internalisasi nilai-nilai budaya dalam kurikulum mandiri.  
Pengembangan Model Pembelajaran Sesorah Berbasis Kolaborasi Brainstorming dan Speaking Team untuk Jenjang SMA Berliana Salwa; Sukoyo, Joko; Supriadi, Didik
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2026.006.01.06

Abstract

Keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Jawa, khususnya pada materi sesorah, masih tergolong rendah. Siswa sering mengalami kesulitan dalam menemukan ide, menyusun naskah secara runtut, serta kurang percaya diri saat menyampaikan gagasan di depan kelas. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu membantu siswa mengembangkan kemampuan menulis sekaligus keterampilan berbicara. Namun, hingga saat ini masih terbatas penelitian yang mengintegrasikan model Brainstorming dan Speaking Team dalam pembelajaran sesorah pada jenjang SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran sesorah berbasis kolaborasi Brainstorming dan Speaking Team bagi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Tahap analisis dilakukan melalui angket kebutuhan siswa dan wawancara dengan guru untuk mengetahui kondisi pembelajaran sesorah di sekolah. Hasil analisis digunakan sebagai dasar perancangan model pembelajaran yang menekankan kegiatan penggalian ide melalui brainstorming serta latihan penyampaian sesorah melalui speaking team. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan memperoleh skor rata-rata 79,3% dan 76,6% dengan kategori layak. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan menulis naskah sesorah sekaligus keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Jawa.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERNSIASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA JAWA DALAM MATERI SASTRA PIWULANG Fadila Fatikasari; Agus Yuwono; Joko Sukoyo
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i1.8903

Abstract

Problems in learning Javanese, especially Piwulang Literature material, at SMA N 16 Semarang show low student interest and learning achievement, as well as the diversity of learning styles that have not been properly accommodated. This study aims to examine the effectiveness of the differentiated learning model as a solution to these problems. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 70 grade XI students, who were divided into experimental and control groups through random sampling techniques. The instruments used were multiple-choice tests, closed questionnaires, and observation sheets. Data were analyzed through Aiken’s V validity test, normality test, homogeneity test, paired sample t-test, and N-Gain test. The results showed that differentiated learning was able to increase the average post-test score of students from 64.85 to 85 with an N-Gain value of 59.91 (high category). These findings indicate that the application of differentiated learning is significantly more effective than conventional learning in improving student learning outcomes. The conclusion of this study is that the differentiated learning model is effective in Javanese language learning, particularly in the Piwulang Literature material, because it can improve student understanding, adapt to individual learning needs, and strengthen the internalization of cultural values within the independent curriculum. ABSTRAK Permasalahan dalam pembelajaran bahasa Jawa, khususnya materi Sastra Piwulang, di SMA N 16 Semarang menunjukkan rendahnya minat dan prestasi belajar siswa, serta keberagaman gaya belajar yang belum terakomodasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran berdiferensiasi sebagai solusi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian sebanyak 70 siswa kelas XI, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda dan lembar observasi. Data dianalisis melalui uji validitas Aiken’s V, uji normalitas, uji homogenitas, uji t-test berpasangan, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan rata-rata skor post-test siswa dari 64,85 menjadi 85 dengan nilai N-Gain sebesar 59,91 (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi secara signifikan lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran terdiferensiasi efektif dalam pembelajaran bahasa Jawa, khususnya pada materi Sastra Piwulang, karena dapat meningkatkan pemahaman siswa, menyesuaikan dengan kebutuhan belajar individu, dan memperkuat internalisasi nilai-nilai budaya dalam kurikulum mandiri.  
PENGEMBANGAN MEDIA MYSTERY BOX RAMAYANA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN CERITA WAYANG KIDANG KENCANA BAGI SISWA SMP Talitha Nurzada; Joko Sukoyo; Sungging Widagdo
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.13763

Abstract

Observation results indicated that students experienced difficulties in understanding wayang stories, particularly in analyzing characters and their characteristics, identifying the plot, and understanding moral values. Learning activities remained teacher-centered and relied mainly on textbooks, resulting in limited student participation. This study aimed to develop a Mystery Box learning medium for the Kidang Kencana wayang story material. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of analyze, design, development, implementation, and evaluation stages. The study was conducted at SMP Negeri 1 Lebaksiu, Tegal Regency. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires. The data analysis techniques utilized qualitative descriptive analysis following the Miles and Huberman model for needs assessment data, as well as descriptive percentage analysis to evaluate media feasibility. The needs analysis showed that teachers and students required learning media that made wayang story learning more engaging and supported students' conceptual understanding. Based on these findings, the Mystery Box learning medium was developed. Validation results demonstrated that the developed media were highly feasible, achieving average scores of 96.8% from media experts and 91.3% from material experts. Following revisions based on expert recommendations, the final product is the Mystery Box Ramayana learning medium, which successfully integrates the Kidang Kencana wayang story with educational games for Javanese language learning at the junior high school level. ABSTRAK Hasil observasi menunjukkan siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi cerita wayang, terutama dalam menganalisis tokoh dan karakter, menentukan alur cerita, serta memahami pesan moral. Pembelajaran masih didominasi penggunaan buku teks dan berpusat pada guru (teacher-centered) sehingga peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Mystery Box pada materi cerita wayang Kidang Kencana. Desain penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lebaksiu, Kabupaten Tegal. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif model Miles dan Huberman untuk data kebutuhan siswa dan guru, serta analisis statistik deskriptif persentase untuk menentukan tingkat kelayakan media berdasarkan evaluasi ahli. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan guru dan siswa memerlukan media pembelajaran yang dapat menjadikan pembelajaran cerita wayang lebih menarik serta membantu pemahaman materi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tersebut, dikembangkan media pembelajaran Mystery Box pada materi cerita wayang Kidang Kencana. Hasil validasi media yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak dengan skor rata-rata 96,8% berdasarkan penilaian ahli media dan 91,3% berdasarkan penilaian ahli materi. Setelah dilakukan penyempurnaan berdasarkan masukan para ahli, diperoleh produk akhir berupa media pembelajaran Mystery Box Ramayana yang mengintegrasikan materi cerita wayang Kidang Kencana dengan permainan edukatif untuk pembelajaran bahasa Jawa pada jenjang SMP.