Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI JUMLAH DEFECT PRODUK POLYBAG VACUUM INVENTORY PATRIES MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA DEPARTEMENT BAG MAKING DI PT ILUVA GRAVURE INDUSTRI Winda Novianti; Rikzan Bachrul Ulum; Hendi Iskandar
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 1 (2024): JSRD, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i1.439

Abstract

Iluva Gravure Industri adalah perusahaan pembuatan produk kemasan atau packaging Khususnya kemasan makanan, minuman dan pembersih pakaian. PT Iluva Gravure Industri untuk produk Polybag Vacuum Inventory Patries mengalami tingginya defect melebihi target perusahaan yaitu 10%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode pengendalian kualitas saat ini terhadap defect pada produk polybag vacuum inventory patries di PT Iluva Gravure Industri, untuk mengetahui faktor – faktor penyebab defect produk packaging di PT Iluva Gravure Industri, memberikan usulan perbaikan untuk mengurangi defect pada produk polybag vacuum inventory di PT Iluva Gravure Industri dengan metode six sigma. Defect yang sering terjadi di perusahaan yaitu defect sobek, bahan bergelombang, potongan tidak pas, lengket dan keriput. Metode yang digunakan adalah metode six sigma dengan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve and Control) fungsinya untuk menurunkan nilai DPMO dan menaikan nilai sigma. Perbaikan yang harus dilaksanakan oleh PT Iluva Gravure Industri yaitu membuat Check Sheet, mengadakan training berkala untuk meningkatkan skill karyawan baru, mengadakan briefing mingguan, karyawan baru wajib didampingi oleh senior dan pemeriksaan perawatan pada mesin. Hasil penelitian yang di peroleh dengan menerapkan metode Six Sigma perusahaan mengalami penurunan DPMO dan naik nya nilai Sigma, dengan hasil sebelum adanya perbaikan 2.092, untuk nilai sigma 4,38 dan setelah adanya perbaikan untuk nilai DPMO 1.411 dan nilai sigma 4,49.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FTA (FAULT TREE ANALYSIS) DAN FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS) PADA PROSES PRODUKSI PITA CUKAI BERPEREKAT DI PERUSAHAAN PERCETAKAN DOKUMEN SEKURITI KARAWANG Anwar , Saeful; Ulum, Rikzan Bachrul; Widarman, Agung
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 04 (2023): Juli : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v2i04.813

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis kerusakan dan jumlah total kerusakan pada proses produksi pita cukai berperekat, mengetahui jenis kerusakan yang paling banyak terjadi pada proses produksi pita cukai beserta faktor-faktor penyebab kerusakan tersebut, membuat usulan perbaikan untuk mengurangi kerusakan yang paling banyak terjadi produk pita cukai berperekat, sertamengetahui hasil perbaikan yang diterapkan pada proses produksi pita cukai berperekat. Jumlah kerusakan Pita Cukai Berperekat dari bulan Juni 2022 sampai dengan Februari 2023 melebihi standar yang telah ditentukan perusahaan, yaitu maksimal kerusakan adalah sebesar 5% per bulan. Pendekatan masalah yang digunakan yaitu menggunakan diagram pareto, lalu menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan metode Failure Mode and Analysis (FMEA). Dari hasil pengolahan data menggunakan diagram pareto didapatkan jenis cacat dominan yaitu blobor, rusak die cut, die cut tidak terpotong, sobek, cetakan tebal, dan miss register, kemudian analisa menggunakan metode Fault Tree Analysis untuk menganalisa penyebab kegagalan kerusakan tersebut. Lalu dilanjutkan dengan analisis menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis dilakukan identifikasi potensi failure mode pada proses produksi, mengidentifikasi efek kegagalan pada proses poduksi, mengidentifikasi penyebab–penyebab kegagalan pada proses produksi, mengidentifikasi mode–mode deteksi proses produksi, serta menentukan rating terhadap Severity, Occurance, Detection, dan RPN (Risk Priority Number). Lalu ditentukan tindakan perbaikan dan dilakukan kembali perhitungan RPN setelah perbaikan tersebut diterapkan pada proses produksi pita cukai berperekat. Berdasarkan hasil penelitian, nilai RPN setelah perbaikan berkurang. Total penurunan RPN adalah 63%. Dan failure mode yang memiliki penurunan RPN paling besar adalah “kertas yang menempel satu sama lain pada saat proses die cut berlangsung”, yang failure effects-nya adalah “kerusakan die cut tidak terpotong, penurunannya sebesar 96%.
PERENCANAAN PENJADWALAN INDUK PRODUKSI PADA PRODUK PUPUK NPK GRANULAR DI PT. PUPUK KUJANG CIKAMPEK Nugraha , Dede; Ulum, Rikzan Bachrul; Oetomo , Dedy Setyo
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 04 (2023): Juli : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v2i04.815

Abstract

PT Pupuk Kujang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pupuk nasional. Perusahaan memproduksi pupuk menggunakan strategi make to stock, terdapat ketidaksesuaian antara jumlah produksi dengan kebutuhan konsumen yang dapat menyebabkan kekurangan ataupun kelebihan produk yang sangat tidak efisien sehingga dapat menyebabkan pembengkakan biaya produksi, maka perlu dilakukan perencanaan penjadwalan induk produksi yang merupakan salah satu upaya agar perusahaan mampu merencanakan dan mengendalikan aktifitas produksinya. Dilakukan pengolahan data masa lalu dengan menggunakan agregasi, kemudian melakukan peramalan yang sesuai dengan karakteristik demand yaitu plot data yang menunjukan pola musiman dengan trend menurun, metode peramalan ( forecasting) yang tepat adalah model time series salah satunya yaitu metode dekomposisi multiplikatif, dengan nilai MSE nya 8956656,204. Perencanaan produksi agregat yaitu level strategi dengan hitungan biaya sebesar Rp 44,302,273,746.18. Kemudian dilakukan disagregasi dan kemudian perhitungan jadwal induk produksi untuk mengetahui berapa banyak jumlah produk yang harus diproduksi. Kapasitas yang tersedia PT. Pupuk Kujang masih lebih besar dari jumlah kapasitas kebutuhan produksi yang diramalkan sehingga perencanaan produksi yang telah direncanakan layak.
RENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI PUPUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (RCCP) PADA PT.PUPUK KUJANG Hidayat , Taufik; Ulum, Rikzan Bachrul; Widarman, Agung
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 04 (2023): Juli : Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v2i04.816

Abstract

Persaingan ketat dalam dunia bisnis pada era pasar bebas saat ini, Perusahaan diharuskan untuk merencanakan produksi untuk dapat memenuhi permintaan customer tepat waktu.Penelitian ini menggunakan Metode Forecasting untuk merencanakan jumlah permintaan.Metode Rencana Produksi Agregat (RPA) untuk mengetahui besaran biaya kasar yang dibutuhkan.Jadwal Induk Produksi dibutuhkan untuk mengetahui kemampuan produksi dan mengantisipasi perubahan permintaan setiap periode dan RCCP untuk mengetahui kapasitas yang dimiliki perusahaan dalam mengakomodasikan permintaan customer. Hasilnya penelitian Metode peramalan menggunakan metode Least Square Siklis dengan nilai Error sebesar 107812359,32. .Rencana produksi menggunakan level strategy dengan biaya produksi Rp. 246.712.544.653. Jadwal Induk Produksi (Ton) untuk bulan Januari-Desember Pupuk Subsidi adalah 63742, 57573, 63742, 61686, 63742, 61686, 63742, 63742, 59629, 63742, 61686, dan 63742. Untuk Pupuk Non subsidi adalah 17425, 15739, 17425, 16863, 17425, 16863, 17425, 17425, 16301, 17425, 16863 dan 17425.Hasil perhitungan kapasitas (RCCP) bahwa kebutuhan produksi perusahaan membutuhkan hanya sebesar 64% dari kapsitas perusahaan. Sehingga kegiatan produksi pupuk untuk satu tahun dapat termaksimalkan oleh perusahaan.
Analisis Line Balancing Menggunakan Metode Ranked Position Weight Pada Body Wuling Air Ev Abdullah, Kukuh Abdullah; Rizky Fajar Ramdhani; Rikzan Bachrul Ulum; Haris SAndi Yuda
Jurnal Teknologika Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Teknologika
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51132/teknologika.v14i1.303

Abstract

ABSTRAKDalam membangun lini produksi baru pada suatu proses manufaktur harapan utama pada lini produksi tersebut adalah mampu membuat produk yang efektif dan efisien.Hal ini diterapkan pada system produksi pada PT SGMW Motor Indonesia pada lini produksi baru pada perakitan mobil lsitrik. Salah satu metode yang dilakukan dalam menganalisis efisiensi lini produksi tersebut adalah menganalisis dari segi keseimbangan lintasan (line balancing) yang bertujuan untuk mengetahui efisiensi stasiun kerja, kondisi keseimbangan lintasan dan nilai smoothing index. Hal ini dilakukan agar tidak ada pemborosan proses pada lini produksi tersebut sehingga dari manajemen tidak ada biaya operasional produksi yang terbuang. Metode line balancing yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode line balancing ranked position weight yaitu proses pengidentifikasi kegagalan pada dalam suatu proses produksi dengan menentukan bobot – bobot pada elemen kerja proses produksi tersebut.
Proposed Implementation of an Integration Inventory Model to Supply Chain System involving Supplier, Manufacture and Buyer. (Study Case: PT. X) Ulum, Rikzan Bachrul
World Chemical Engineering Journal VOLUME 2 NO. 1 JUNE 2018
Publisher : Chemical Engineering Department, Engineering Faculty, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/wcej.v2i1.3482

Abstract

PT. X has the problem of how to maintain the stability of the costs charged to each party involved in the supply chain system. In order not to happen one party burden excess costs compared to the other party. The purpose of this research is to determine the optimal number of delivery frequency for customer; determine the optimal delivery quantity of the manufacturing for the customer; determining optimal quantity order from customer, optimal production quantity from manufacturing and optimal material order quantity for supplier; determining total cost of inventory on costumer, total inventory cost at manufacture and total total cost of optimal inventory. With the method used is the application of inventory model integrated in supply chain system involving suppliers, manufacturers and costumer. The results of research can be, the number of optimal delivery frequency is 52 times; The optimal manufacturing quantity delivery for costumer is 659 units; Order quantity of customer is 34,245 units, production quantity from manufacturing is 1,317 units and material order quantity for supplier is 1,317 units; and Total cost of inventory at costumer that is Rp. Rp 17,641,430, -, total inventory cost in manufacturing Rp 28.104.522, - and total cost Rp 45.536.792, -. Thus, if this inventory model can run successfully, will be able to reduce the total cost of inventory on the costumer of Rp. 338,142,997,50 can be saved by 95% to Rp 17,641,430, -, and for total inventory cost in manufacture from Rp 627,979,825.50 can be saved by 96% to Rp 28,104,522, - and the total total inventory cost from Rp 966.122.850, - can be saved by 95% to Rp 45,536,792.
ANALISIS IMPLEMENTASI TEKNIS RELIABILITY, AVAILABILITY, MAINTAINABILITY AND SAFETY (RAMS) PADA RESOR JALAN REL BERDASARKAN SNI IEC 62278-2002 BIDANG PERKERETAAPIAN DI STASIUN PURWAKARTA Rikzan Bachrul Ulum; Agung Widarman; Almaida Nuriz Mayumi; Hendi Iskandar
Journal of Management and Industrial Engineering (JMIE) Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Management and Industrial Engineering (JMIE)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT KAI is a land transport service company. The number of people who switch to this mode of transport makes PT KAI make efforts in improving services to maintain public trust in order to continue to choose train services as the main land transport. Purwakarta Station is a station within the Bandung 2 operating area that serves local and long-distance train travel. Purwakarta Station has a single line from Purwakarta to Ciganea and a doublie line between Purwakarta to Cibungur. To improve the performance and quality of the railway and continuous innovation in its maintenance, in this case RAMS as a performance indicator in a maintenance management and railway service indicator. RBD is used to analyse the reliabilitu and availability of a system, FTA is used to identify the factors that cause damage to arise. FMEA is used to determine and evaluate potential failures and identify which maintenance actions need to be taken to reduce the chamce of failure and also increse safety in the railway environment.
Analisis Pengendalian Kualitas dengan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk Mengurangi Produk Cacat Klem Accu di IKM Geulis Automotif Yunita, Dea Rahma; Ulum, Rikzan Bachrul; Wibowo, Priyo Ari
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i3.48228

Abstract

his study aims to identify and reduce defects in battery clamp products at Geulis Automotif SME by applying Fault Tree Analysis (FTA) and Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) methods. Defect data from January to December 2024 show an average defect rate of 10.74%, with the most dominant types being dents and holes. FTA was used to systematically identify root causes, while FMEA evaluated risk levels using the Risk Priority Number (RPN). The highest RPN value reached 160, caused by poor-quality solder material. The analysis produced improvement recommendations including raw material inspection, solder filtering, mold maintenance, and enhancing operator focus through task rotation and daily briefings. The combined use of FTA and FMEA proved effective in minimizing failure risks and improving the overall quality of battery clamp production.
Analisis Pemilihan Supplier Timah Menggunakan Metode AHP dan TOPSIS di IKM Geulis Automotif Nugraha, Dimas; Ulum, Rikzan Bachrul; Wibowo, Priyo Ari
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i3.48249

Abstract

Supplier selection is a crucial aspect in supporting smooth production processes, particularly in ensuring the availability of high-quality raw materials. This study aims to develop a decision support system to determine the best tin Supplier using the Analytical Hierarchy Process (AHP) and Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP is applied to determine the weights of five main criteria: price, quality, availability, delivery, and service, with delivery receiving the highest weight of 0.484. Subsequently, TOPSIS is used to rank Supplier alternatives based on the calculated weights. The results show that Supplier 2 is the best choice according to AHP with a preference value of 0.333, while TOPSIS recommends Supplier 1 with a preference value of 0.604. This difference reflects the distinct evaluation approaches of each method. Combining AHP and TOPSIS offers a more objective and comprehensive assessment for more accurate Supplier selection decisions.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Jendela Kayu Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure mode And Effect Analysis (FMEA) pada CV Arafah Jaya Purwakarta Wahyudi, Hafizh Nur; Ulum, Rikzan Bachrul; Wibowo, Priyo Ari
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i3.48300

Abstract

This study aims to analyze the quality control of wooden window products at CV Arafah Jaya Purwakarta, which recorded a defect rate of 22%. The Fault Tree Analysis (FTA) method is used to identify root causes of failures, while the Failure mode and Effect Analysis (FMEA) method prioritizes corrective actions based on the Risk Priority Number (RPN). Data were collected through observation, interviews, and documentation from January 2024 to February 2025. The analysis identified five main defect types: brittle wood, imprecise joints, incorrect dimensions, insect infestation, and peeling paint. Brittle wood had the highest RPN value (315), making it the top priority for improvement. Corrective suggestions were formulated using the 5W+1H approach to develop systematic solutions. The combined application of FTA and FMEA proved effective in reducing defect potential and improving product quality.