Tita Puspita Ningrum, Tita Puspita
Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DAN SELF EFFICACY DENGAN KEPATUHAN DIABETES SELF MANAGEMENT Hudzaifah Al Fatih; Tita Puspita Ningrum; Hani Handayani
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan yang timbul akibat diabetes mellitus (DM) dapat dikendalikan apabila penderita DM menerapkan self management. Literasi kesehatan merupakan keadaan dimana individu memiliki kapasitas untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi kesehatan dasar yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang tepat tentang kesehatan. Literasi kesehatan yang tidak memadai dikaitkan dengan hasil kesehatan yang buruk. Selain literasi kesehatan, pengambilan keputusan yang tepat terhadap perawatan diri juga dipengaruhi oleh kepercayaan diri pasien atau yang dikenal dengan istilah self-efficacy. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Literasi Kesehatan dan Self Efficacy dengan Kepatuhan Diabetes Self Management pada penderita DM tipe 2. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 70 orang, dengan tekhnik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup. Analisa secara univariat menggunakan rumus prosentase dan bivariat menggunakan chi- square. Hasil penelitian ini didapatkan kepatuhan diabetes self management tinggi sebagian besar 49 (70%) dan diketahui ada hubungan antara literasi kesehatan dengan kepatuhan diabetes self management (p value = 0,000). Dan ada hubungan juga antara self efficacy dengan kepatuhan diabetes self management (p value = 0,000). Simpulannya ada hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan dengan kepatuhan diabetes self management dan ada pula hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan diabetes self management. Kepatuhan terhadap diabetes self management dapat ditingkatkan melalui peningkatan literasi kesehatan dan self efficacy penderita DM.
GAMBARAN KEPATUHAN FISIOTERAPI PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS Irawan, Erna; Ningrum, Tita Puspita; Anggraeni, Dhestirati Endang; Darmayanti, Rita; Utami, Dian Tri Adi
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OA (osteoarthritis) merupakan bentuk arthritis yang paling umum, penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Pengobatan yang dilakukan adalah pembedahan pergantian lutut total Knee replacement (TKR). Dibutuhkan penanganan yang tepat pada kasus post operasi TKR sehingga pasien dapat Kembali beraktivitas dengan normal diantaranya fisioterapi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan fisioterapi pada pasien osteoarthritis. Desain penelitian yang digunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sample sebanyak 30 responden menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisis yang digunakan yaitu dengan penghitungan teknik korelasi Rank Spearmant. Hasil penelitian ini menunjukan setengahnya (63,3%) atau 19 responden menjalani fisioterapi pada tingkat rendah. Adapun upaya yang bisa dilakukan oleh rumah sakit sebagai upaya meningkatkan kepatuhan fisioterapi post TKR dengan membuat edukasi melalui media informasi digital tentang OA (osteoarthritis) pada pasien post TKR yang mudah di akses. Untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai teknik edukasi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan kepatuhan fisioterapi pada pasien osteoarthritis post TKR.
The Effect of Progressive Muscle Relaxation Therapy on Sleep Quality in Elderly Hypertensive Patients Irawan, Erna; Iklima, Nurul; Maidartati, M; Ningrum, Tita Puspita; Safira, Yulia
Journal Medical Informatics Technology Volume 2 No. 4, December 2024
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/medinftech.v2i4.66

Abstract

Hypertension causes sleep quality disturbances. A cost-effective and accessible intervention for sleep quality issues is progressive muscle relaxation therapy, a non-pharmacological approach that can improve sleep quality by alleviating negative feelings and promoting comfort and relaxation in the muscles. The objective of this study was to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy on the sleep quality of elderly hypertensive patients at UPT Puskesmas Babakan Sari RW 14, Bandung City.   This study employed a quasi-experimental design with a one-group pre-post test. The population consisted of 118 hypertensive patients, and accidental sampling was used, resulting in 15 respondents visited at their homes. The sleep quality was measured using the PSQI questionnaire. Data analysis included univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using the paired samples T-Test.  Results showed that the average PSQI score before the intervention was 9.93, which decreased to 4.0 after the intervention. The paired samples T-Test with T value of 6.615 (df=34) and a correlation of 0.770 and a significance level of 0.000 (P<0.05), indicating a significant effect of progressive muscle relaxation on sleep quality.   There is an effect of progressive muscle relaxation therapy on the sleep quality. Hypertensive patients are encouraged to continue practicing progressive muscle relaxation weekly to improve sleep quality and help control blood pressure.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PASIEN OSTEOARTHRITIS POST TKR DI SHBC Ningrum, Tita Puspita; Irawan, Erna; Damayanti, Rita; Khasanah, Umi; Utami, Dian Tri Adhi
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis (OA) adalah bentuk arthritis yang paling umum dan menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa, yang seringkali mengarah pada pembedahan seperti Total Knee Replacement (TKR). Pemulihan pasca operasi TKR memerlukan dukungan keluarga yang signifikan, mengingat peran mereka dalam mendukung proses rehabilitasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dukungan keluarga terhadap pasien osteoarthritis post TKR di SHBC. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,7% (11 responden) memiliki dukungan keluarga yang buruk, sementara 63,3% (19 responden) melaporkan dukungan keluarga yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien belum mendapatkan dukungan keluarga yang optimal dalam proses pemulihan mereka setelah TKR. Penelitian ini menyarankan agar rumah sakit lebih fokus dalam meningkatkan penyuluhan kepada keluarga pasien tentang pentingnya dukungan mereka dalam pemulihan pasien osteoarthritis post TKR. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media edukasi digital yang mudah diakses, yang dapat memberikan informasi tentang OA dan TKR, serta cara-cara keluarga dapat berperan aktif dalam proses rehabilitasi pasien. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan metode edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan peran keluarga dalam mendukung pasien selama masa pemulihan.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PASIEN OSTEOARTHRITIS POST TKR DI SHBC Ningrum, Tita Puspita; Irawan, Erna; Damayanti, Rita; Khasanah, Umi; Utami, Dian Tri Adhi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis (OA) adalah bentuk arthritis yang paling umum dan menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa, yang seringkali mengarah pada pembedahan seperti Total Knee Replacement (TKR). Pemulihan pasca operasi TKR memerlukan dukungan keluarga yang signifikan, mengingat peran mereka dalam mendukung proses rehabilitasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dukungan keluarga terhadap pasien osteoarthritis post TKR di SHBC. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,7% (11 responden) memiliki dukungan keluarga yang buruk, sementara 63,3% (19 responden) melaporkan dukungan keluarga yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien belum mendapatkan dukungan keluarga yang optimal dalam proses pemulihan mereka setelah TKR. Penelitian ini menyarankan agar rumah sakit lebih fokus dalam meningkatkan penyuluhan kepada keluarga pasien tentang pentingnya dukungan mereka dalam pemulihan pasien osteoarthritis post TKR. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media edukasi digital yang mudah diakses, yang dapat memberikan informasi tentang OA dan TKR, serta cara-cara keluarga dapat berperan aktif dalam proses rehabilitasi pasien. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan metode edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan peran keluarga dalam mendukung pasien selama masa pemulihan.
GAMBARAN KEPATUHAN FISIOTERAPI PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS Irawan, Erna; Ningrum, Tita Puspita; Anggraeni, Dhestirati Endang; Darmayanti, Rita; Utami, Dian Tri Adi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OA (osteoarthritis) merupakan bentuk arthritis yang paling umum, penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Pengobatan yang dilakukan adalah pembedahan pergantian lutut total Knee replacement (TKR). Dibutuhkan penanganan yang tepat pada kasus post operasi TKR sehingga pasien dapat Kembali beraktivitas dengan normal diantaranya fisioterapi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan fisioterapi pada pasien osteoarthritis. Desain penelitian yang digunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sample sebanyak 30 responden menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisis yang digunakan yaitu dengan penghitungan teknik korelasi Rank Spearmant. Hasil penelitian ini menunjukan setengahnya (63,3%) atau 19 responden menjalani fisioterapi pada tingkat rendah. Adapun upaya yang bisa dilakukan oleh rumah sakit sebagai upaya meningkatkan kepatuhan fisioterapi post TKR dengan membuat edukasi melalui media informasi digital tentang OA (osteoarthritis) pada pasien post TKR yang mudah di akses. Untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai teknik edukasi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan kepatuhan fisioterapi pada pasien osteoarthritis post TKR.
GAMBARAN POLA MAKAN PADA PASIEN GASTRITIS Rahima, Putti; Irawan, Erna; Ningrum, Tita Puspita; Tania, Mery; Hayati, Sri
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan di masyarakat dengan prevalensi yang cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Republik Indonesia pada tahun 2019 mencatat bahwa kasus grastitis termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak di Indonesia. Di daerah kota bandung sendiri terdapat 8,976 (1,02%). Gastritis dapat mengalami kekambuhan dimana kekambuhan yang terjadi pada penderita gastritis dapat dipengaruhi oleh pengaturan pola makan yang tidak baik dan juga faktor stres. Dampak dari gastritis bisa mengalami komplikasi seperti perdarahan saluran cerna bagian atas, hematemesis dan melena (anemia), ulkus peptikum, perforasi. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya gastritis yaitu biasakan makan dengan teratur, kunyah makanan dengan baik, jangan makan terlalu banyak, jangan berbaring setelah makan, kurangi makanan yang pedas dan asam, kurangi menyantap makanan yang menimbulkan gas, jangan makan makanan yang terlalu dingin dan panas, mengurangi makanan yang digoreng, kurangi konsumsi coklat. Pengaturan pola makan yang tidak baik dan tidak teratur akan menimbulkan kekambuhan pada penderita gastritis. Oleh karena itu pengaturan pola makan yang baik dan teratur merupakan salah satu tindakan preventif dalam mencegah kekambuhan gastritis. Penelitian ini dilakukan terhadap 60 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Ditemukan bahwa bahwa dari 60 responden, setengahnya memiliki memiliki pola makan yang tidak baik sebanyak 33 responden (55.0%), sedangkan responden dengan pola makan baik sebanyak 27 responden (45.0 %).
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN DAN SELF EFFICACY DENGAN KEPATUHAN DIABETES SELF MANAGEMENT Al Fatih, Hudzaifah; Ningrum, Tita Puspita; Handayani, Hani
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kesehatan yang timbul akibat diabetes mellitus (DM) dapat dikendalikan apabila penderita DM menerapkan self management. Literasi kesehatan merupakan keadaan dimana individu memiliki kapasitas untuk memperoleh, memproses, dan memahami informasi kesehatan dasar yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang tepat tentang kesehatan. Literasi kesehatan yang tidak memadai dikaitkan dengan hasil kesehatan yang buruk. Selain literasi kesehatan, pengambilan keputusan yang tepat terhadap perawatan diri juga dipengaruhi oleh kepercayaan diri pasien atau yang dikenal dengan istilah self-efficacy. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Hubungan Literasi Kesehatan dan Self Efficacy dengan Kepatuhan Diabetes Self Management pada penderita DM tipe 2. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 70 orang, dengan tekhnik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup. Analisa secara univariat menggunakan rumus prosentase dan bivariat menggunakan chi- square. Hasil penelitian ini didapatkan kepatuhan diabetes self management tinggi sebagian besar 49 (70%) dan diketahui ada hubungan antara literasi kesehatan dengan kepatuhan diabetes self management (p value = 0,000). Dan ada hubungan juga antara self efficacy dengan kepatuhan diabetes self management (p value = 0,000). Simpulannya ada hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan dengan kepatuhan diabetes self management dan ada pula hubungan antara self efficacy dengan kepatuhan diabetes self management. Kepatuhan terhadap diabetes self management dapat ditingkatkan melalui peningkatan literasi kesehatan dan self efficacy penderita DM.
Gambaran Dukungan Keluarga Kader Di Posyandu Wilayah Uptd Puskesmas Padasuka Irawan, Erna; rosdiana, dede; saputra, anggi; ningrum, tita puspita; tania, Mery
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/pvz09845

Abstract

ABSTRAK Posyandu merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Keberlangsungan kegiatan Posyandu sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif kader sebagai pelaksana utama dalam menjangkau masyarakat serta mendukung tugas tenaga kesehatan. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi konsistensi dan kehadiran kader dalam menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dukungan keluarga kader Posyandu di wilayah UPTD Puskesmas Padasuka. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Teknik pengambilan sampel adalah stratified sampling dengan total 88 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga kader dan daftar hadir kader pada periode Juni 2024–Juni 2025. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi Puskesmas Padasuka untuk memperkuat program pembinaan serta pemberdayaan kader agar keberlanjutan pelayanan Posyandu dapat terjaga. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Posyandu, Kader   ABSTRACT Posyandu is a strategic community-based health effort initiated by the government to improve public health status. The sustainability of Posyandu activities relies significantly on the active participation of cadres as the primary implementers who assist health workers and reach the community more broadly. Family support is an important factor that may influence cadre consistency and attendance in carrying out their roles. This study aims to describe family support of cadre at Posyandu under the UPTD Padasuka Health Center. The study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. Stratified sampling was applied, involving a total of 88 respondents. Data were collected using a family support questionnaire and the cadre attendance list recorded from June 2024 to June 2025. Data were analyzed using the Chi-Square test. The findings are expected to support the Padasuka Health Center in strengthening coaching and empowerment programs for Posyandu cadres to ensure service sustainability. Keywords: Cadres,  Family Support, Posyandu
Gambaran Aktivitas Fisik Lansia di Panti Tresna Werdha Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung Anggi Saputra; Thania, Mery; ningrum, tita puspita; Iklima, Nurul; Iklima, Cica
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/enskfz35

Abstract

The elderly are individuals who are at the end of the stage of human life, where the process of decline is more dominant than progress. Poor sleep quality can be influenced by several factors such as age, motivation, physical activity, diet, culture, alcohol consumption, smoking, lifestyle, and disease. Regular physical activity in the elderly such as cleaning the house, doing physical exercise and others can stimulate a decrease in sympathetic nerve activity and an increase in parasympathetic activity which results in a decrease in the hormones adrenaline, norepinephrine and catecholamines so as to help fulfill the quality of sleep in the elderly. The purpose of this study was to analyze the relationship between physical activity and sleep quality in the elderly. This research method uses a cross sectional study research design. The population of this study were all elderly people who were in the Tresna Werda Panti, Ciparay District, Bandung Regency. The number of samples in this study were 50 respondents with a sampling technique using purposive sampling. The instrument used in this study used the PASE questionnaire to measure physical activity and the PSQI questionnaire to measure sleep quality. Analysis of the data using the formula for the frequency distribution and Spearman rank. The results of this study were obtained from 50 respondents 47 (94.0%) elderly had less physical activity, 48 (96.0%) elderly had poor sleep quality. Therefore, it is very important to have structured physical activity programs/activities for the elderly at the Tresna Werda Panti, Ciparay District, Bandung Regency.